Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review The Revenant, Dendam di Tengah Rimba

Sinopsis dan Review The Revenant, Dendam di Tengah Rimba

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kisah seorang pemandu dari kelompok ekspedisi pengusaha bulu/kulit binatang di era 1820an yang berjuang untuk hidup setelah bertarung sengit dengan beruang dan ditinggalkan untuk mati oleh rekan sekelompoknya.

Cerita penuh dendam ini dinominasikan di 12 kategori pada Academy Awards dan menang di 3 kategori diantaranya, salah satunya adalah Best Actor untuk Leonardo DiCaprio.

The Revenant adalah film action petualangan di era western yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Michael Punke yang terbit di tahun 2002.

Novel ini pun mengambil kisahnya dari koleksi puisi yang berjudul The Song of Hugh Glass yang pernah terbit di tahun 1915. Proses produksi film ini tidaklah mudah, karena selalu tertunda bertahun-tahun, bahkan ditunda lagi ketika sudah masuk produksinya.

Simak ulasan kami tentang salah satu film terbaik yang pernah diproduksi ini, yang memiliki kualitas tinggi dan penghasilan komersil yang juga tinggi, serta berhasil berjaya di berbagai ajang penghargaan film internasional.

Sinopsis

Review The Revenant

  • Tahun: 2015
  • Genre: Action / Adventure / Drama / History / Western
  • Produksi: Regency Enterprises, RatPac Entertainment, New Regency Pictures, Anonymous Content
  • Sutradara: Alejandro Gonzalez Inarritu
  • Pemeran: Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Domhnall Gleeson

Di akhir tahun 1823, Hugh Glass (Leonardo DiCaprio) memandu kelompok pemburu bulu/kulit binatang yang dipimpin oleh Kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson). Ketika dia dan anaknya sedang berburu, perkemahan mereka diserang oleh sekelompok suku Indian Arikara. Banyak korban berjatuhan, dan sisanya berhasil menyelamatkan diri dengan perahu.

Glass memandu mereka kembali ke Fort Kiowa lewat jalan darat yang membuat mereka meninggalkan sebagian besar hasil buruan di tepian sungai.

Ketika sedang melihat sekeliling perkemahan, Glass diserang oleh induk beruang yang membuatnya luka sangat parah. John Fitzgerald (Tom Hardy) menyarankan agar Glass dibunuh saja agar tidak menghambat perjalanan mereka.

Sang kapten yang tidak tega melakukannya, memberikan upah yang besar bagi siapa yang mau menjaganya hingga Glass mati dan menguburkannya secara layak.

Fitzgerald bersedia dengan niat untuk mengganti penghasilannya yang kurang karena hasil buruan yang ditinggalkan. Selain itu, anak Glass dan seorang pemuda juga bersedia bersama Glass dan merawatnya hingga mati.

Hawk, putra Glass, yang sedari awal berseteru dengan Fitzgerald karena perkataannya yang rasis, ditikam hingga mati olehnya di depan mata Glass yang tidak berdaya.

Keesokan paginya, Fitzgerald membangunkan Bridger (Will Poulter) untuk segera pergi dari situ karena takut ada serangan dari suku Indian. Di tengah kepanikan, mereka menguburkan Glass seadanya dalam kondisi hidup.

Setelah jauh berjalan, Fitzgerald berkata jujur bahwa dia telah berbohong kepada Bridger tentang serangan suku Indian. Hingga sampai di Fort Kiowa dan bertemu kapten pun, Fitzgerald tetap berbohong demi mendapatkan upahnya dan Bridger tidak sudi menerima upah yang diberikan karena perasaannya yang sedang berkecamuk.

Sementara itu, Glass berusaha bangkit dan mengobati dirinya sendiri, lalu menceburkan diri ke sungai demi menghindari serangan suku Arikara.

Di perjalanan, Glass bertemu dengan seorang pengungsi suku Pawnee, dan mereka berbagi daging bison untuk dimakan. Di tengah badai, Hikuc membangun kemah kecil untuk Glass berlindung dan sekaligus sebagai cara untuk mengobati sakitnya.

Setelah badai berlalu, Glass terbangun dari mimpinya. Dia sudah merasa lebih sehat dan berjalan kembali. Dia menemukan mayat Hikuc digantung oleh kelompok pemburu asal Prancis.

Dan mereka juga menyekap seorang wanita dari suku Arikara. Glass membebaskan wanita itu, membunuh beberapa pemburu lainnya, dan mengambil kembali kuda milik Hikuc untuk ditunggangi.

Keesokan paginya, Glass diserang oleh suku Arikara dan berhasil lolos karena jatuh ke jurang yang menyebabkan kuda tunggangannya mati dan dia mengalami beberapa luka. Badai kembali menerpa, dan Glass terpaksa membongkar isi perut kudanya dan berlindung di dalamnya.

Glass berhasil ditemukan oleh kapten dan pasukannya yang kembali melakukan pencarian setelah seorang pemburu Prancis yang selamat datang ke Fort Kiowa dengan membawa tempat minum milik Glass sebagai alat barter.

Fitzgerald yang sadar kalau Glass masih hidup, kabur dari Fort Kiowa setelah membongkar isi brankas milik perusahaan. Dan Bridger selamat dari hukuman atas pembelaan Glass.

Kapten Henry dan Glass mengejar Fitzgerald ke gunung. Setelah mereka berpisah, Henry dibunuh oleh Fitzgerald dan kepalanya dikuliti.

Glass berhasil memancing Fitzgerald dengan taktiknya, dan mereka bertarung dengan sengit hingga terjatuh ke jurang dan sampai di tepian sungai. Ketika Glass hendak membunuhnya, dia melihat suku Arikara di seberang sungai.

Teringat ucapan Hikuc, Glass memberikan Fitzgerald kepada mereka untuk dibunuh. Setelahnya, suku Arikara melewati Glass yang tampak lelah dan terluka, tetapi mereka tidak membunuhnya. Dalam rombongan itu, ada wanita yang diselamatkan oleh Glass yang ternyata adalah wanita suku Arikara yang mereka cari selama ini.

Berbagai Kendala dalam Produksi

Berbagai Kendala dalam Produksi

Rencana produksi film ini sudah dimulai sejak tahun 2001, bahkan sebelum novelnya diterbitkan. Tapi baru di tahun 2011, setelah Alejandro Gonzalez Inarritu dipilih sebagai sutradara, proyek ini mulai berjalan yang diawali dengan penulisan naskah oleh Mark L. Smith dan Inarritu. Proyek ini sempat terhenti karena Inarritu diminta untuk membuat film lainnya.

Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) adalah film tersebut yang berhasil membawa banyak Oscar bagi Inarritu, diantaranya adalah Best Director dan Best Original Screenplay untuknya, serta Best Picture. Setelah menyelesaikan syuting film itu di tahun 2013, Inarritu melanjutkan proyek The Revenant kembali yang memulai syuting di bulan Oktober 2014.

Syuting dihentikan di bulan Desember karena adanya badai salju di Montana, sebagai lokasi syuting mereka. Rencana libur 2 minggu bertambah menjadi 6 minggu karenanya.

Inarritu bersikeras hanya menggunakan pencahayaan alami saja tanpa alat bantu, yang membuat banyak kru kesulitan karena ketidakpuasan Inarritu terhadap pengambilan gambar. Infonya, banyak kru yang mengundurkan diri atau dipecat.

Syuting sempat pindah ke Italia, tepatnya di Alife. Dan untuk adegan terakhir, mereka mengambil lokasi di pegunungan di Argentina, dekat Rio Olivia, salah satu puncak tertinggi di negara itu.

Mereka terpaksa melakukan syuting di sana karena lokasi semula, yaitu di Kanada, tidak bisa digunakan karena cuaca disana sudah mulai hangat dan salju sudah mulai mencair.

Kesulitan melakukan syuting di alam bebas yang jauh dari masyarakat, menimbulkan banyak kesulitan bagi kru dan para aktornya. Meski banyak kru yang keluar, dengan dedikasi yang tinggi, akhirnya mereka berhasil menyelesaikan syuting pada bulan Agustus 2015. Bujet yang semula hanya $60 juta, di akhir produksi menggelembung menjadi $135 juta.

Siapakah Hugh Glass?

Siapakah Hugh Glass

Hugh Glass adalah seorang pemandu, pemburu, pedagang, dan petualang yang pernah hidup sekitar tahun 1783 – 1833. Kisah terkenal darinya adalah dimana dia nyaris tewas karena bertarung dengan beruang yang membuatnya luka sangat parah.

Kisah legendaris ini sudah diangkat ke layar lebar sebelum The Revenant, yaitu Man in the Wilderness [1971], meski menggunakan nama Zachary Bass.

Kisahnya yang harus menempuh perjalanan sejauh 200 mil (320 km) menuju Fort Kiowa setelah ditinggalkan oleh kelompoknya dalam keadaan luka parah dan tak berdaya tanpa perbekalan apapun adalah sebuah cerita yang melegenda di daerah Dakota Selatan.

Pertama kali kisah ini dipublikasikan ialah di jurnal The Port Folio pada tahun 1825. Lalu kemudian diangkat ke media cetak ke seluruh negeri. Banyak hal yang tidak akurat di dalam film ini dengan kisah aslinya yang masih terselubung ketidakjelasan juga karena kabut legenda yang pekat dalam hidup Glass.

Dalam fakta aslinya, Glass tidak pernah menikah dengan suku Indian manapun, apalagi memiliki anak darinya. Di dalam film, dia menikah dengan wanita dari suku Pawnee dan memiliki putra bernama Hawk. Hal ini dibantah oleh para ahli sejarah.

Fakta yang lain lagi, adalah ucapan Fitzgerald yang ingin pindah ke Texas dan menjadi Texas Ranger. Dalam sejarah, di tahun tersebut, Texas belum termasuk ke dalam perserikatan Amerika, karena masih menjadi salah satu provinsi di Mexico.

Sebuah Masterpiece

Sebuah Masterpiece

Peraih 3 Oscar dari 12 nominasi, The Revenant juga berhasil meraup penghasilan sebesar $183 juta dari peredaran di Amerika Utara saja. Hal ini membuktikan kualitas film yang berbanding lurus dengan nilai komersil yang dimilikinya. Meski kandungan ceritanya berat, tetapi bisa tetap dinikmati oleh para penonton dari kalangan manapun.

Leonardo DiCaprio membuktikan jika dirinya adalah aktor papan atas dengan kualitas mumpuni. Dia rela memakan hati bison secara mentah demi penghayatan karakternya, bahkan hingga terkena Hypothermia berkali-kali selama syuting, dan berhasil mendapat Oscar sebagai Best Actor. Sungguh pengorbanan yang tidak sia-sia.

Dan Alejandro Gonzalez Inarritu juga membuktikan kehandalannya dalam menciptakan film berkualitas dengan meraih Oscar sebagai Best Director secara berturut-turut. Perlu diketahui, Ini adalah prestasi yang langka.

Tercatat, hanya John Ford (1940 & 1941) dan Joseph L. Mankiewicz (1949 & 1950) yang memiliki prestasi serupa. Bahkan sutradara sekelas Steven Spielberg pun belum pernah meraih prestasi ini.

The Revenant adalah sebuah karya masterpiece perfilman Hollywood. Aura dendam yang tumbuh di kerasnya kehidupan dalam ganasnya rimba belantara, mengharuskan insan untuk melupakan moral sejenak demi menyelamatkan nyawanya. Simak keindahan cinematography kelas Oscar yang mendukung kesuraman kisah survival ini di layar Netflix sekarang juga.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *