bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film The Peanut Butter Falcon (2018)

Setiap orang pasti mempunyai mimpi yang diharapkan akan terwujud di masa yang akan datang. Tapi terkadang banyak hal nggak terduga yang terjadi dalam hidup sehingga mengubah mimpi yang sudah ada. Nggak jarang, mimpi yang sudah digantung tinggi itu harus mulai diturunkan menyesuaikan dengan realita.

Dalam upaya mewujudkan mimpi, kita akan menemui banyak hambatan. Tapi terkadang dalam perjalanan mewujudkan mimpi itu, kita akan bertemu dengan orang-orang yang ternyata memberi banyak hal yang bisa dipelajari. Hal itulah yang terjadi pada Tyler dan Zak di film The Peanut Butter Falcon. Yuk simak sinopsis dan review filmnya.

Sinopsis

the-peanut-butter-falcon-1_
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Drama, Comedy
  • Produksi: Armory Films, Lucky Treehouse, Bona Fide Productions, Endeavor Content
  • Sutradara: Tyler Nilson, Michael Schwartz
  • Pemain: Shia LaBeouf, Zak Gottsagen, Dakota Johnson, Bruce Dern, Jon Bernthal

Zak adalah pemuda berusia 22 tahun dengan down syndrome. Dia merasa bosan tinggal di panti jompo dengan melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Hiburan favoritnya adalah menonton pertandingan gulat lewat VHS dengan idolanya adalah The Salt Walter Redneck. Kecintaannya pada gulat membuat temannya terganggu.

Zak sudah merencanakan upayanya untuk kabur dari panti jompo. Rencananya digagalkan oleh pengasuh di panti, Eleanor. Eleanor menasehati Zak supaya nggak lagi-lagi berusaha kabur dari panti.

Tapi Zak nggak putus asa, dia ingin keluar dari panti itu demi bisa belajar di sekolah gulat pada idolanya yang berada di North Carolina. Atas bantuan temannya, Zak berhasil lolos.

Tyler adalah seorang pemuda yang hidupnya kehilangan arah setelah kakaknya meninggal. Dia baru saja dipecat dari pekerjaannya sebagai nelayan karena mengambil udang secara ilegal.

Melampiaskan kekecewaannya, dia membakar perangkap ikan di pelabuhan milik Duncan dan Ratboy. Mereka berdua langsung mencari Tyler yang melarikan diri.

Zak yang kelelahan karena kabur beristirahat di sebuah perahu kecil. Agar nggak ditemukan siapa pun, dia menutupi dirinya dengan sebuah kain. Tyler yang juga sedang kabur dari Duncan dan Ratboy naik ke perahu yang sama dengan Zak. Zak yang berusaha sembunyi dari Tyler kemudian muntah sehingga keberadaannya diketahui oleh Tyler.

Setelah merasa keadaan sudah aman, Tyler memutuskan untuk melanjutkan pelariannya. Tujuannya adalah Florida, tempat di mana dia bisa menjalani kehidupan dari nol lagi.

Tyler yang sempat meninggalkan Zak, kembali lalu keduanya mengobrol. Zak menjelaskan bahwa dirinya memiliki down syndrome dan ingin sekali pergi ke North Carolina.

Tyler mengajak Zak mengarungi perjalanan di pesisir pantai, dengan begitu mereka nggak akan ditemukan oleh orang-orang yang mencari mereka. Zak mulai mengeluh karena kelelahan.

Tyler yang awalnya terganggu mulai melunak dengan menyemangati Zak supaya terus berjalan. Pasalnya, cuma mereka berdua yang bisa mewujudkan keinginan mereka.

Ketika beristirahat dalam perjalanan, Tyler pergi ke sebuah toko untuk membeli makanan dan minuman. Di sana, dia bertemu seorang wanita bernama Eleanor yang mencari seorang pemuda down syndrome bernama Zak. Tyler sontak berbohong dan nggak pernah melihat pemuda yang dicari. Eleanor pun pergi untuk melanjutkan pencarian.

Merasa bisa membantu Zak dalam mewujudkan mimpinya, Tyler setuju mencari cara agar Zak bisa pergi ke North Carolina. Tyler mengajari Zak berbagai cara untuk bertahan hidup mulai dari menangkap ikan sampai menggunakan senjata api apabila diperlukan.

Bukan itu saja, Tyler melatih Zak agar fisiknya bisa dipersiapkan untuk pertandingan gulat.

Tyler dan Zak membuat sebuah perahu yang akan digunakan untuk bisa sampai ke North Carolina. Eleanor berhasil menemukan Zak dan Tyler kemudian mengajak Zak pulang ke panti jompo.

Zak bersikeras bahwa dia nggak mau pulang dan ingin berlatih di sekolah gulat milik Salt Water Redneck. Perlahan-lahan Eleanor melunak dan ikut dalam petualangan bersama Zak dan Tyler. Berhasilkah Zak mewujudkan mimpinya? Lalu bagaimana nasib Tyler? Akankah dia bisa berhasil tiba di Florida?

Eksekusi Maksimal dari Plot Sederhana

the-peanut-butter-falcon-2_

The Peanut Butter Falcon merupakan buddy film yang menampilkan Tyler dan Zak ketika berpetualang di masa pelarian demi mewujudkan mimpi. Yang membuat film ini berbeda dengan film-film sejenisnya adalah sosok Zak yang benar-benar dimainkan oleh sesorang yang memiliki disabilitas.

Alhasil, film ini punya kemasan yang rasanya jauh lebih realistis dan menyentuh. Formula adanya pertengkaran antara dua karakter utama nggak dilakukan sama sekali.

Film yang disutradarai oleh Tyler Nilson dan Michael Schwartz ini nggak menyajikan sebuah plot yang benar-benar baru. Konflik-konflik yang dipertontonkan pun relatif sederhana dengan penyelesaiannya yang juga jauh dari kata rumit. Tapi hebatnya, konflik-konflik itu bisa dieksekusi secara maksimal dengan menyelipkan unsur komedi.

Kesederhanaan mungkin bisa menjadi kata kunci untuk mendeskripsikan film ini. Hampir sepanjang film, lokasi-lokasi yang dipilih pun jauh dari kata mewah. Pantai, perkebunan dan kota kecil yang masih dipenuhi oleh pasir menjadi sajian utama.

Secara sinematografi, film ini bisa menangkap lokasi-lokasi tersebut dengan baik. Hal itu menguatkan cerita bahwa para karakter sengaja menjauhi orang lain supaya nggak ditemukan.

Chemistry Tiga Pemain Utama

the-peanut-butter-falcon-3_

Salah satu keharusan dari buddy film adalah chemistry para tokoh utamanya yang terbangun dengan baik. Petualangan dalam plot akan berjalan hampa apabila para karakter utamanya nggak bisa menyajikan kesan persahabatan yang nyata. The Butter Peanut Falcon berhasil melakukannya dengan sosok Tyler, Zak dan Eleanor.

Interaksi yang melibatkan Tyler, Zak dan Eleanor benar-benar terasa natural. Nggak ada salah satu dari mereka yang terkesan ingin lebih bersinar. Dialog-dialog antara mereka pun menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.

Hal itu menjauhkan kesan pretensius dan menggurui dalam film yang berupaya menyebarkan pesan positif dan hangat ini.

Penampilan Zack Gottsagen

the-peanut-butter-falcon-4_

Tiga aktor yang menjadi pemeran utama dalam Peanut Butter Falcon melakukan tugasnya dengan baik. Shia LaBeouf yang berperan sebagai Tyler berhasil menjadi sosok yang awalnya keras, apatis tapi berubah dengan bisa menonjolkan sisi sensitifnya.

Dakota Johnson yang berperan sebagai Eleanor pun bisa menguatkan hubungan Tyler dan Zak dalam setiap kemunculannya.

Kemunculan Dakota Johnson terbilang paling sedikit, tapi dia berhasil memberi penampilan maksimal sebagai sosok pengasuh yang akhirnya memahami cara berpikir Zak. Dari segi pendalaman karakter, praktis Zak dan Tyler yang lebih banyak disorot.

Keduanya diberi latar belakang yang kuat atas mimpi-mimpi mereka. Pun ketika ada perubahan pada Tyler yang merasa bisa membantu Zak untuk mewujudkan mimpi temannya itu terlebih dahulu sebelum mewujudkan mimpinya sendiri.

Tanpa mendiskreditkan pemain lain, penampilan Zack Gottsagen sebagai Zak layak mendapat apresiasi lebih. Sebagai seorang disabilitas, dia membuktikan bisa menjadi penggerak plot utama dengan sangat baik. Zack juga bisa masuk ke dalam karakter Zak yang naif, cerdik, mau belajar dan punya tekad yang kuat.

The Peanut Butter Falcon merupakan tipikal film yang menyenangkan dengan banyak pesan positif dari cerita Zak dan Tyler. Dengan durasi yang nggak terlalu panjang yaitu 98 menit, cerita bisa dibangun dengan baik sehingga jauh dari kata membosankan.

Meski dengan Budget minim, film ini berhasil menyajikan tontonan yang mengasyikkan. Ada lagi film petualangan yang menurutmu menarik? Bagikan di kolom komentar, yuk!

The Peanut Butter Falcon
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram