Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film The Old Guard dari Charlize Theron

Sinopsis dan Review Film The Old Guard dari Charlize Theron

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film ini menjadi salah satu daftar tontonan seru di Netflix yang mengusung cerita bertemakan superhero. Film The Old Guard sendiri diadaptasi dari sebuah komik berjudul sama karya penulis yang bernama Greg Rucka. Dirinya ternyata adalah seorang kreator yang pernah menciptakan komik-komik terkenal, mulai dari Action Comics, Batwoman, dan Detective Comics

The Old Guard dibintangi oleh Charlize Theron yang berperan sebagai prajurit berkekuatan super bernama Andy. Di film ini, ia dikisahkan sudah hidup selama ratusan tahun dan menjalani serangkain misi untuk membuat Bumi menjadi lebih baik.

Film ini telah tayang di Netflix pada bulan Juli 2020 kemarin. Bagi yang penasaran dengan film ini, kalian tentunya bisa membaca sinopsisnya di bawah ini sekaligus reviewnya yang akan diulas oleh Bacaterus. Langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

Sinopsis

The Old Guard

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Superhero, action, fantasy, adventure
  • Rumah produksi: Skydance Media dan Denver and Delilah Productions
  • Sutradara: Gina Prince-Bythewood
  • Pemeran Utama: Charlize Theron, KiKi Layne, Marwan Kenzari, Luca Marinelli, dan Harry Melling

Andy, Booker, Joe, dan Nicky adalah sekelompok prajurit immortals yang telah hidup selama berabad-abad di muka Bumi. Mereka mempunyai kemampuan penyembuhan, dan kekuatan hebat lainnya yang digunakan untuk membantu orang-orang.

Suatu ketika, mereka bekerja untuk seorang mantan agen CIA bernama James Copley. Andy dan yang lainnya mempunyai misi agar bisa menyelamatkan sekelompok anak sekolah yang telah diculik di wilayah Negara Sudan.

Misi tersebut tidak semudah yang dibayangkan, dan mereka berhasil ditangkap serta terbunuh saat menjalankannya misinya. Meski begitu, mereka mampu hidup kembali dan menyembuhkan lukanya masing-masing. Di satu titik, Andy menyadari bahwa ini adalah jebakan yang sudah direncanakan oleh Copley agar ia bisa merekam kekuatan regenerasi yang dimilikinya bersama teman-temannya.

Copley ternyata bekerjasama dengan seorang pemilik perusahaan farmasi, Steven Merrick, yang ingin mendapatkan rahasia keabadian dari mereka. Setelah mengetahui dikhianati, mereka berhasil melarikan diri dan selamat dari jebakan tersebut. Beberapa waktu kemudian, Andy melacak serta menemukan manusia immortal lainnya yang berprofesi sebagai prajurit militer AS bernama Nile Freeman.

Andy berusaha mengajak Nile agar bergabung ke dalam kelompoknya. Namun, ajakan baiknya tersebut ditolak mentah-mentah oleh Nile. Situasi selanjutnya kemudian semakin buruk karena Copley berhasil menangkap Joe dan Nick. Andy bersama Booker lalu mencoba menyelamatkan keduanya dengan berusaha mencari kediaman Copley.

Saat mereka menemukan keberadaan Copley, tanpa diduga Booker malah mengkhianati Andy dan menjebaknya. Di saat itu pulalah, kekuatan regenerasi Andy tiba-tiba menghilang dan luka yang ia derita tidak dapat disembuhkan. Para manusia abadi tersebut lalu ditangkap dan dibawa ke markasnya Steven Merrick.

Di waktu yang tepat, Nile berubah pikiran dan memutuskan untuk menyelamatkan mereka. Nile lantas pergi menuju Copley terlebih dulu untuk mencari keberadaan Andy dan yang lainnya. Ia meminta Copley untuk membantunya agar bisa membebaskan mereka. Copley pun akhirnya setuju, dan membawanya pergi menuju markas Steven Merrick.

Nile menyerbu markas Merrick yang ada di Kota London, dan berhasil membebaskan Andy bersama yang lainnya. Mereka lalu berjuang untuk melarikan diri, dan sukses membunuh Merrick beserta pasukannya.

Sementara itu, Booker mendapatkan hukuman dari semua anggota kelompok karena telah berkhianat kepada Andy. Selama 100 tahun lamanya, dirinya tidak akan mendapatkan bantuan dalam jenis apapun jika nantinya berada dalam bahaya.

Seru Hingga Menit Akhir

Seru Hingga Menit Akhir

Naskah dalam film The Old Guard ditulis langsung oleh penulis komik aslinya sendiri, yakni Greg Rucka. Maka, film ini sebenarnya menjanjikan cerita yang tidak terlalu melenceng dari kisah orisinilnya. The Old Guard garapan Gina Prince-Bythewood ini menyuguhkan film action adventure bergaya superhero yang cukup seru untuk dinikmati.

Film ini juga bukan hanya sekedar tontonan penuh adegan perkelahian saja. Terdapat pula pengembangan karakter yang dicoba untuk digali. Meski tidak terlalu mendalam dan detail, namun eksplorasi tersebut setidaknya mampu menghidupkan cerita menjadi lebih menarik lagi.

Sebagai karakter sentral di film ini, sosok Andy yang dimainkan oleh Charlize Theron selalu menjadi pusat perhatian di setiap menitnya. Meski begitu, ada juga aktris bernama Kiki Layne yang berperan sebagai Nile yang berusaha untuk menarik simpati para penonton.

Di film ini, Andy digambarkan sebagai sosok yang lebih tua, hidup lebih lama dari semua anggota di dalam kelompoknya. Ia telah mengalami banyak kehilangan, dan kesedihan akibat peperangan yang dilalui dari waktu ke waktu. Maka tak heran, segala bentuk emosi dan konflik batin selalu terpusat kepada Andy yang menyebabkan film ini mempunyai nilai drama yang tidak terlalu berlebihan.

Charlize Theron pun cukup terampil untuk mengembangkan sosok Andy jauh lebih hidup lagi. Di kala rasa sedih menghampiri Andy sekalipun, Charlize nampaknya mampu menguraikan kesedihan tersebut lewat momen-momen tertentu di film ini. Meski ada muatan drama, The Old Guard tidak cengeng dan tetap menjadi film action yang tidak terlalu mengecewakan.

Di satu sisi lainnya, film ini kurang menghadirkan sosok villain yang benar-benar tangguh. Penonton serasa kurang ditantang untuk melihat peran antagonis yang bisa menjadi lawan sepadan bagi Andy bersama teman-temannya.

Film bertemakan seperti ini seharusnya layak untuk memiliki karakter super jahat yang mampu mengancam para karakter utamanya. Namun sayangnya, The Old Guard belum menghadirkan keadaan tersebut, dan hanya menjadikan Steven Merrick yang diperankan oleh Harry Melling sebagai antagonis yang kurang memberi tekanan kepada Andy dan yang lainnya.

Steven Merrick hanya digambarkan seperti penjahat biasa pada umumnya. Dibalik perusahaan farmasi yang ia jalankan, dirinya ternyata mempunyai rencana kotor untuk mempelajari kekuatan dari Andy dan kelompoknya. Situasi yang mengancam hanya hadir ketika Merrick berhasil menangkap mereka untuk dijadikan subjek penelitian.

Tapi, kondisi tersebut tidak terlalu membahayakan sama sekali, dan kurang memberikan rasa emosional yang kuat. Meski kurang dari sisi penggambaran sosok antagonisnya, The Old Guard berpotensi untuk mendapatkan sekuel keduanya, dan diharapkan bisa menghadirkan cerita yang lebih menantang lagi.

Intensitas Adegan Action yang Sedikit Kurang Solid

Intensitas Adegan Action yang Sedikit Kurang Solid

The Old Guard bukan merupakan film pertama yang mengharuskan Charlize Theron beradu laga dengan lawan mainnya. Sebelumnya, ia juga pernah tampil dalam film sejenis action untuk film Atomic Blonde, Mad Max: Fury Road hingga Aeon Flux.

Karena sudah ada pengalaman dengan film-film action, di film ini dirinya tampil cukup luwes ketika harus melakukan adegan pertarungan dengan musuh-musuhnya.

Karena digambarkan sebagai seorang prajurit yang memiliki kekuatan super, makan tak heran ia bersama yang lainnya terlihat begitu dominan ketika berhadapan dengan para musuh. Layaknya David vs Goliath, mereka begitu superior saat berada dalam pertarungan.

Meskipun, ada adegan yang memperlihatkan ketidakberdayaan Andy dan yang lainnya, mereka tetap terlihat kuat, tangguh dan siap membalas dendam kapan saja. Kemampuan berakting dari semua karakter utamanya memang cukup baik. Namun, untuk urusan peran dan adegan laga, Charlize Theron masih jauh lebih berpengalaman dari yang lainnya.

Koreografi yang dihadirkan saat mereka menyerbu pasukan musuh digambarkan secara apik. Adegan yang dilakukan oleh Andy, Booker, Joe, dan Nicky terlihat cukup taktis, dan efektif. Kekompakan yang mereka tunjukan pun terasa seperti sebuah tim militer sungguhan karena adanya kerjasama yang dibangun dengan rapi.

Walaupun begitu, pertarungan yang dihadirkan hanya terlihat seperti adegan perkelahian biasa saja. Hal itu terjadi karena mungkin kurangnya mengeksplorasi seni bela diri yang lebih atraktif lagi. Memang sangat seru ketika melihat mereka bertarung, namun hasilnya jadi sedikit kurang berkesan dan solid. Tapi, The Old Guard tetap mencoba menghadirkan tensi pertarungan yang masih enak untuk ditonton.

Selain itu, karena semua karakter utamanya digambarkan sebagai makhluk yang abadi. Maka, saat melihat salah satu diantara mereka mati, penonton rasanya tidak akan merasa sedih karena pada akhirnya ia akan hidup kembali. Lewat hal tersebut pulalah, intensitas yang dicoba dibangun dalam film ini selalu turun seiring dengan fakta bahwa mereka adalah manusia immortals.

Pada akhirnya, tidak ada sesuatu masalah atau konflik yang benar-benar mengancam dalam film ini, selain permasalahan personal dari masing-masing karakter utamanya. Meski ada adegan yang menyatakan bahwa keabadian mereka terbatas, dan bisa mati juga, namun hal tersebut kurang dijelaskan secara detail.

Apapun segala bentuk kekurangan dari film yang satu ini, The Old Guard nampaknya akan hadir sebagai franchise superhero baru yang menghiasi Netflix. Bagi kalian yang ingin menikmati sajian laga dari Charlize Theron, jangan lupa untuk menyaksikan film ini. Selamat menonton!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *