Review dan Sinopsis The Matrix, Film Action Sci-Fi Terbaik

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
The Matrix
4
/5

Ketika wanita asing yang cantik membawa Neo ke dunia lain yang terlarang, dia menemukan kenyataan yang mengejutkan yaitu kehidupan yang dia tahu adalah penipuan yang rumit dari sebuah kecerdasan dunia maya yang jahat. Empat Oscar berhasil diraih film action pendobrak Hollywood yang dibintangi oleh Keanu Reeves dan Laurence Fishburne ini.

The Matrix adalah film action dengan bumbu science-fiction yang rumit untuk dijelaskan serta diimbuhi berbagai filosofi dari banyak referensi yang dipadukan menjadi sebuah karya fenomenal dan monumental bagi Wachowski bersaudara yang berkembang menjadi sebuah franchise dengan pujian setinggi langit dari para kritikus juga penonton umum seperti kita.

Banyak faktor yang membuat film ini menjadi sukses dan sudah menyandang status klasik sejak terdaftar di National Film Registry di tahun 2012. Untuk mengetahui lebih dalam film yang dirilis pada 31 Maret 1999 oleh Warner Bros. Pictures ini, simak review kami tentang film yang sudah bisa ditonton ulang di Netflix beserta dua sequel-nya.

Sinopsis

Sinopsis

Seorang pemrogram komputer, Thomas Anderson yang memakai nama Neo saat menjadi hacker, merasakan keanehan dengan tampilan komputernya. Trinity menghubungi untuk mengajaknya bertemu dengan Morpheus, orang yang dianggap bisa menjawab pertanyaannya. Beberapa agen datang ke kantor dan menangkapnya, meski sebelumnya dia sudah dipandu oleh Morpheus untuk melarikan diri.

Beberapa hari kemudian, Neo bertemu dengan Morpheus yang menawarkannya dua pil sebagai pilihan, pil biru untuk kembali ke kehidupannya semula dan pil merah untuk mengetahui yang sesungguhnya tentang dunia Matrix. Neo memilih pil merah dan serta-merta dia berada di dalam sebuah pod berisi cairan dengan berbagai kabel yang menancap di tubuhnya.

Neo kemudian dibawa ke pesawat terbang bernama Nebuchadnezzar dan bertemu dengan awak pesawat lainnya. Morpheus menjelaskan tentang dunia Matrix dan hubungannya dengan umat manusia dimana kehidupan yang dijalani oleh Neo selama ini adalah dibawah pengaruh robot pintar dan pasukannya. Morpheus percaya jika Neo adalah “the one” yang akan mengakhiri peperangan yang terjadi.

Neo berlatih berbagai jenis bela diri sekaligus untuk memperkuat kemampuannya secara virtual. Mereka masuk ke dunia Matrix untuk bertemu dengan Oracle, sang peramal. Neo diberitahu jika dia bukanlah “the one” seperti yang diramalkan. Dalam perjalanan pulang, mereka dikhianati oleh Cypher yang juga membunuh beberapa rekan mereka dan tertangkapnya Morpheus oleh para agen.

Neo dan Trinity kembali ke dunia Matrix untuk menyelamatkan Morpheus. Kepercayaan diri yang tumbuh pada Neo membuatnya bisa melakukan berbagai aksi dahsyat. Saat Morpheus dan Trinity berhasil pulang, Neo tertahan oleh agen Smith yang berhasil merubuhkannya.

Tetapi berkat bisikan Trinity, Neo bangkit kembali dan berhasil menaklukkan agen Smith dengan kedahsyatan ilmunya. Di akhir film, setelah Neo menelpon di dunia Matrix, dia terbang ke langit di antara gedung-gedung tinggi kota.

Pencarian Sosok Neo

Pencarian Sosok Neo

Tahu nggak sih, kalau pilihan utama pemeran Neo adalah Will Smith? Ketika proyek ini dimulai di tahun 1996 setelah film pertama Wachowski bersaudara sukses, Bound (1996), mereka mengajukan cerita The Matrix dengan Will Smith sebagai pemeran utamanya. Saat itu, Will Smith adalah komoditi panas Hollywood dengan rentetan film-film box-office yang diperaninya, tapi ternyata Will Smith menolak tawaran ini.

Kenapa? Alasannya karena dia tidak mengerti dengan jalan ceritanya dan pesimis dengan special effect baru yang akan dipamerkan. Akhirnya Will Smith memilih untuk syuting film Wild Wild West (1999). Nicolas Cage juga menolak dengan alasan keluarga, begitupun Brad Pitt yang menolak tawaran serupa.

Dengan masuknya Joel Silver sebagai produser, dia mengajukan Keanu Reeves sebagai sosok Neo. Lewat pertimbangan dan perdebatan yang sengit, akhirnya Keanu Reeves berhasil mendapatkan peran itu dan mengalahkan aktor pilihan Wachowski bersaudara, yaitu Johnny Depp. Untuk mengemban perannya, Keanu Reeves dan para pemeran lainnya berlatih bela diri dan kekuatan fisik di masa pra-produksi.

Mengangkat Seni Bela Diri China

Mengangkat Seni Bela Diri China

Dalam sesi wawancara dengan The New York Times di tahun 1999, Wachowski bersaudara menyatakan jika mereka sangat menyukai film-film action Hong Kong, terutama film-film karya John Woo. Oleh karena itu, dalam beberapa adegan, kita bisa melihat nuansa John Woo lewat adegan aksi dalam slow motion yang sangat luar biasa. Cuma kurang burung merpati yang beterbangan saja ya!

Agar lebih kental dengan nuansa China dan Hong Kong, Wachowski bersaudara mengajak sutradara yang juga koreografer silat asal Hong Kong yaitu Yuen Woo-Ping. Bagi Woo-Ping sendiri, The Matrix bukanlah film pertamanya sebagai koreografer silat di Hollywood, sebelumnya dia mengarahkan Jet Li ketika berperan sebagai sosok antagonis di film Lethal Weapon 4 (1998).

Hasil pelatihan yang diberikan olehnya, membuat Keanu Reeves dan para aktor lainnya bisa berkelahi dengan lincah dan gesit seperti yang biasa ditampilkan oleh para aktor silat Hong Kong. Dalam sebuah adegan latih tanding antara Neo dan Morpheus, kita bisa lihat hasil latihan dan koreografi yang baik dari salah satu tokoh paling berpengaruh di perfilman Hong Kong ini.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram