bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis The Matrix, Film Action Sci-Fi Terbaik

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 18 September 2021

Ketika wanita asing yang cantik membawa Neo ke dunia lain yang terlarang, dia menemukan kenyataan yang mengejutkan yaitu kehidupan yang dia tahu adalah penipuan yang rumit dari sebuah kecerdasan dunia maya yang jahat. Empat Oscar berhasil diraih film action pendobrak Hollywood yang dibintangi oleh Keanu Reeves dan Laurence Fishburne ini.

The Matrix adalah film action dengan bumbu science-fiction yang rumit untuk dijelaskan serta diimbuhi berbagai filosofi dari banyak referensi yang dipadukan menjadi sebuah karya fenomenal dan monumental bagi Wachowski bersaudara yang berkembang menjadi sebuah franchise dengan pujian setinggi langit dari para kritikus juga penonton umum seperti kita.

Banyak faktor yang membuat film ini menjadi sukses dan sudah menyandang status klasik sejak terdaftar di National Film Registry di tahun 2012. Untuk mengetahui lebih dalam film yang dirilis pada 31 Maret 1999 oleh Warner Bros. Pictures ini, simak review kami tentang film yang sudah bisa ditonton ulang di Netflix beserta dua sequel-nya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 1999
  • Genre: Action, Sci-Fi
  • Produksi: Village Roadshow Pictures, Silver Pictures, Groucho Film Partnership, Warner Bros.
  • Sutradara: The Wachowski Brothers (Larry & Andy)
  • Pemeran: Keanu Reeves, Laurence Fishburne, Carrie-Anne Moss

Seorang pemrogram komputer, Thomas Anderson yang memakai nama Neo saat menjadi hacker, merasakan keanehan dengan tampilan komputernya. Trinity menghubungi untuk mengajaknya bertemu dengan Morpheus, orang yang dianggap bisa menjawab pertanyaannya. Beberapa agen datang ke kantor dan menangkapnya, meski sebelumnya dia sudah dipandu oleh Morpheus untuk melarikan diri.

Beberapa hari kemudian, Neo bertemu dengan Morpheus yang menawarkannya dua pil sebagai pilihan, pil biru untuk kembali ke kehidupannya semula dan pil merah untuk mengetahui yang sesungguhnya tentang dunia Matrix. Neo memilih pil merah dan serta-merta dia berada di dalam sebuah pod berisi cairan dengan berbagai kabel yang menancap di tubuhnya.

Neo kemudian dibawa ke pesawat terbang bernama Nebuchadnezzar dan bertemu dengan awak pesawat lainnya. Morpheus menjelaskan tentang dunia Matrix dan hubungannya dengan umat manusia dimana kehidupan yang dijalani oleh Neo selama ini adalah dibawah pengaruh robot pintar dan pasukannya. Morpheus percaya jika Neo adalah “the one” yang akan mengakhiri peperangan yang terjadi.

Neo berlatih berbagai jenis bela diri sekaligus untuk memperkuat kemampuannya secara virtual. Mereka masuk ke dunia Matrix untuk bertemu dengan Oracle, sang peramal. Neo diberitahu jika dia bukanlah “the one” seperti yang diramalkan. Dalam perjalanan pulang, mereka dikhianati oleh Cypher yang juga membunuh beberapa rekan mereka dan tertangkapnya Morpheus oleh para agen.

Neo dan Trinity kembali ke dunia Matrix untuk menyelamatkan Morpheus. Kepercayaan diri yang tumbuh pada Neo membuatnya bisa melakukan berbagai aksi dahsyat. Saat Morpheus dan Trinity berhasil pulang, Neo tertahan oleh agen Smith yang berhasil merubuhkannya.

Tetapi berkat bisikan Trinity, Neo bangkit kembali dan berhasil menaklukkan agen Smith dengan kedahsyatan ilmunya. Di akhir film, setelah Neo menelpon di dunia Matrix, dia terbang ke langit di antara gedung-gedung tinggi kota.

Pencarian Sosok Neo

Tahu nggak sih, kalau pilihan utama pemeran Neo adalah Will Smith? Ketika proyek ini dimulai di tahun 1996 setelah film pertama Wachowski bersaudara sukses, Bound (1996), mereka mengajukan cerita The Matrix dengan Will Smith sebagai pemeran utamanya. Saat itu, Will Smith adalah komoditi panas Hollywood dengan rentetan film-film box-office yang diperaninya, tapi ternyata Will Smith menolak tawaran ini.

Kenapa? Alasannya karena dia tidak mengerti dengan jalan ceritanya dan pesimis dengan special effect baru yang akan dipamerkan. Akhirnya Will Smith memilih untuk syuting film Wild Wild West (1999). Nicolas Cage juga menolak dengan alasan keluarga, begitupun Brad Pitt yang menolak tawaran serupa.

Dengan masuknya Joel Silver sebagai produser, dia mengajukan Keanu Reeves sebagai sosok Neo. Lewat pertimbangan dan perdebatan yang sengit, akhirnya Keanu Reeves berhasil mendapatkan peran itu dan mengalahkan aktor pilihan Wachowski bersaudara, yaitu Johnny Depp. Untuk mengemban perannya, Keanu Reeves dan para pemeran lainnya berlatih bela diri dan kekuatan fisik di masa pra-produksi.

Mengangkat Seni Bela Diri China

Mengangkat Seni Bela Diri ChinaSumber: imdb.com

Dalam sesi wawancara dengan The New York Times di tahun 1999, Wachowski bersaudara menyatakan jika mereka sangat menyukai film-film action Hong Kong, terutama film-film karya John Woo. Oleh karena itu, dalam beberapa adegan, kita bisa melihat nuansa John Woo lewat adegan aksi dalam slow motion yang sangat luar biasa. Cuma kurang burung merpati yang beterbangan saja ya!

Agar lebih kental dengan nuansa China dan Hong Kong, Wachowski bersaudara mengajak sutradara yang juga koreografer silat asal Hong Kong yaitu Yuen Woo-Ping. Bagi Woo-Ping sendiri, The Matrix bukanlah film pertamanya sebagai koreografer silat di Hollywood, sebelumnya dia mengarahkan Jet Li ketika berperan sebagai sosok antagonis di film Lethal Weapon 4 (1998).

Hasil pelatihan yang diberikan olehnya, membuat Keanu Reeves dan para aktor lainnya bisa berkelahi dengan lincah dan gesit seperti yang biasa ditampilkan oleh para aktor silat Hong Kong. Dalam sebuah adegan latih tanding antara Neo dan Morpheus, kita bisa lihat hasil latihan dan koreografi yang baik dari salah satu tokoh paling berpengaruh di perfilman Hong Kong ini.

Terobosan di Bidang Special Effect

Terobosan di Bidang Special Effect

Selain memperkenalkan ketangkasan berkelahi ala film Hong Kong, The Matrix juga melakukan terobosan di bidang special effect, yaitu dengan teknik yang dinamakan “bullet time”. Teknik ini memungkinkan kita melihat arah jalan peluru dalam gerakan lambat dengan pergerakan kamera yang dinamis. Saat pertama kali melihatnya, kita pasti akan dibuat terperangah dan berdecak kagum karenanya.

Proses pembuatannya sendiri cukup rumit, yaitu dengan meletakkan beberapa kamera kecil untuk menangkap pergerakan aktor dari berbagai sisi. Hasil rekaman itu kemudian diolah dengan menggunakan CGI untuk jalan peluru, lingkungan di sekitar objek, dan kecepatan gerakan yang diperlambat. Setelah kesuksesan The Matrix, game Max Payne adalah salah satu yang menggunakan teknik ini.

Cerita yang Penuh Filosofi

Cerita yang Penuh FilosofiSumber: imdb.com

Jalan Cerita The Matrix sebenarnya lurus dan standar seperti film-film action lainnya, lebih dekat kepada film-film bergenre western dan film-film produksi Hong Kong. Tokoh utama yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan, kemudian ditempa dengan latihan rutin yang berat, menjalankan misi penyelamatan, bertemu musuh besar, sempat kalah tak berdaya dan ditutup dengan kemenangan.

Pola ini adalah stuktur cerita standar yang menampilkan pertempuran antara pihak baik dan pihak jahat. Tapi, yang membedakan film ini dengan yang lainnya adalah banyaknya filosofi yang bersumber dari agama, mitologi dan filsafat. Sosok Neo dianggap layaknya “Mesias, sang penyelamat” yang biasa disematkan kepada Yesus bagi umat Kristiani.

Sedangkan Morpheus banyak mengutip petuah-petuah dari Taoisme, terutama dari ahli filsafat Zhuangzi untuk berbagai kalimat yang dilontarkannya kepada Neo yang menghantam pemikirannya selama ini. Sedangkan dunia Matrix tampak seperti sebuah utopia bagi umat manusia, sejalan dengan filosofi Immanuel Kant dan beberapa ahli filsafat lainnya.

The Matrix, sebagai salah satu film action terbaik dan juga sci-fi terbaik, mampu menampilkan adegan aksi yang dahsyat dan tertata rapih dengan pameran terobosan special effect yang berasal dari imajinasi tingkat tinggi dari Wachowski bersaudara.

Maka rating 8,7 dari IMDb dengan Metascore 73 dan menyandang certified fresh dari Rotten Tomatoes serta raihan box-office sebesar $171 juta dan mengantungi empat Oscar, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton kembali melalui layar Netflix, apalagi bagi yang belum pernah menyaksikannya di layar bioskop. Jangan pakai lama, klik play saja ya! The fight for the future begins.

The Matrix
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram