bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Martian, Misi Penyelamatan Astronot

Ditulis oleh Aditya Putra
The Martian
4
/5

Populasi penduduk yang nggak terkendali, polusi yang tinggi, pemanasan global serta banyaknya kerusakan lain yang menimpa dunia membuat orang-orang terpikir untuk mencari planet lain untuk tempat tinggal baru.

Mars dianggap sebagai planet yang paling bisa untuk ditinggali. Maka dari itu, banyak penelitian yang dilakukan di planet berjuluk Planet Merah tersebut.

Salah satu negara yang getol meneliti Mars adalah Amerika lewat badan penerbangan dan antariksanya yaitu NASA. Untuk meneliti planet tersebut, biasanya sekelompok astronot yang dilengkapi alat berteknologi tinggi dikirim.

Bagaimana jadinya apabila misi pendaratan ke Mars bermasalah dan menyisakan seseorang yang harus bertahan hidup? Itulah yang terjadi di film The Martian.

Sinopsis

the-martian-2_

Pada tahun 2035, sekelompok astronot di bawah pimpinan Kapten Jesica Lewis melakukan misi perjalanan ke Mars dengan menggunakan pesawat luar angkasa bernama Ares III.

Setibanya di Mars, ternyata ada badai yang menerjang sehingga para kru harus melakukan evakuasi. Mark Watney, salah satu astronot terkena reruntuhan antena pemancar dan terhempas.

Sebelum meninggalkan Mars, kru Ares III mencoba melacak keberadaan Watney. Telemetri dari pakaian astronot Watney yang rusak menyebabkan Watney nggak bisa ditemukan dan dianggap sudah meninggal. Para kru Ares III pun pergi meninggalkan Watney di Mars yang diperkirakan meninggal dan keberadaannya nggak ditemukan.

Watney ternyata masih hidup. Ketika terbangun, tubuhnya terluka serta mendapat sinyal bahwa kadar oksigen dalam pakaian astronotnya semakin sedikit. Dia berjalan ke tempat para astronot tinggal di Mars yang disebut Hab untuk mengobati lukanya. Dengan kondisi seorang diri, dia harus mencari cara untuk menyelamatkan diri.

Dengan harapan kisahnya akan ditemukan suatu hari nanti, Watney merekam kegiatannya sehari-hari ketika tinggal seorang diri di Mars. Watney mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan bumi.

Satu-satunya harapan yang ia punya adalah menunggu ada misi lain yang datang ke Mars. Misi itu ternyata baru akan terlaksana dalam waktu empat tahun ke depan.

Watney mencoba menyelamatkan diri dengan membuat kebun kecil di dalam Hab menggunakan tanah dari Mars serta persediaan yang tersisa. Salah satu tanaman yang benar-benar dikembangkan oleh Watney adalah kentang.

Selagi kentang belum tumbuh, dia harus memakan kentang sedikit demi sedikit agar nggak mati kelaparan. Selain itu, dia juga mulai memperbaiki kendaraan khusus yaitu rover untuk menjelajah Mars.

Di bumi, perencana satelit NASA, Mindy Park, tengah menganalisis keberadaan satelit di Mars. Dia melihat adanya perubahan satelit lewat foto yang diterima.

Dia menyimpulkan bahwa Watney berhasil selamat. Pimpinan NASA, Teddy Sanders, memberikan pernyataan pada publik. Tapi keterangan itu nggak disampaikan pada kru Ares III agar mereka bisa fokus dalam misi perjalanan ke bumi.

Watney mengendarai rover selama sebulan kemudian menemukan Pathfinder, sebuah pesawat robotik NASA yang ditinggalkan sejak tahun 1997. Dia mencoba memperbaiki alat tersebut agar bisa berkomunikasi dengan bumi. Usaha Watney berhasil sehingga dia bisa mengirimkan pesan pada NASA berupa teks.

Di bumi, sebuah misi dipersiapkan untuk mengirim makanan agar Watney bisa bertahan sampai Ares IV datang. Misi itu akan dilangsungkan dengan mengirim robot astronot.

Sayangnya, Hab mengalami kerusakan. Sementara itu, kru Ares III sudah diberi tahu kondisi Watney dan menunggu instruksi untuk menyelamatkan Watney. Bisakah Watney selamat?

Sisipan Humor dalam Porsi yang Tepat

the-martian-3_

Mengusung genre science fiction, The Martian memiliki potensi untuk membuat kebingungan para penontonnya. Pasalnya, misi penerbangan pesawat luar angkasa ke Mars mau nggak mau pasti membawa serta berbagai istilah rumit.

Film ini pun menampilkan istilah-istilah itu tapi kita nggak perlu khawatir karena seiring cerita berjalan, istilah-istilah itu akan dijelaskan dalam cerita.

Selain membungkus istilah rumit dengan cara sederhana, film garapan sutradara Ridley Scott ini berani tampil dengan gaya berbeda. Watney yang harus tinggal sendirian dan bertahan hidup di Mars nggak digambarkan melalui pendekatan yang depresif. Cara yang dipilih adalah pendekatan yang mengedepankan sisi positif.

Karakter Watney digambarkan nggak gampang menyerah dengan terus mencari ide untuk bisa tetap hidup. Dibanding dengan film bergenre serupa, film ini malah menggunakan sisipan humor untuk membuat cerita lebih cair. Video harian yang direkam Watney dibuat dengan monolog yang diselingi dengan candaan.

Ada adegan Watney mengumpat karena kesal ketika mengirimkan pesan pada NASA. Ada juga adegan Watney yang mengutuk playlist sang kapten, masalahnya hanya lagu-lagu itu yang bisa ia dengarkan di Mars.

Salah satu adegan paling ikonik adalah ketika Watney berhasil menanam kentang di Mars. Cara dia flexing akan kemampuannya terasa sangat lucu.

Cerita Cenderung Predictable

the-martian-4_

Tema utama dalam The Martian adalah tentang usaha Watney bertahan hidup seorang diri. Dia harus melakukan segala cara dari mulai menanam kentang sampai memperbaiki peralatan yang kelak akan digunakannya untuk misi menyelamatkan diri.

Secara sekilas, cerita film ini cenderung dapat ditebak. Tapi hal itu nggak menjadi kelemahan, karena efektivitasnya dalam menyuguhkan tontonan yang menyenangkan sekaligus menegangkan.

Secara sinematografi, film ini banyak menggunakan CGI untuk bisa merekam suasana Mars yang tampak seperti padang pasir luas. Beberapa adegan direkam dengan menggunakan long shot untuk menguatkan cerita bahwa Watney sendirian di Planet Merah dengan sumber daya yang terbatas. Hebatnya visualisasi itu disuguhkan dengan meyakinkan.

Kalau kamu tertarik dengan segala hal tentang luar angkasa, film ini benar-benar terasa memanjakan mata. Pakaian astronot, kendaraan yang mereka pakai, sampai cara mereka bekerja ditampilkan dengan meyakinkan. Selain keseharian Watney di Mars, hal menarik lainnya adalah keseharian kru Ares III di perjalanan luar angkasa.

Penampilan Prima Matt Damon

the-martian-5_

Adegan di The Martian sebanyak 60%-nya menampilkan usaha Watney untuk bertahan hidup. Matt Damon yang berperan sebagai Watney dituntut untuk membuat cerita tetap hidup walau hanya dia dan alat-alat di sekitarnya yang dapat diandalkan. Hebatnya, aktor asal Cambridge, Massachusetts itu berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Damon bisa secara meyakinkan berubah wujud menjadi Watney yang nggak mudah putus asa. Pun ketika dia harus mengatakan lelucon untuk membuat suasana cair, bisa dilakukannya dengan sempurna tanpa adanya kesan memaksakan.

Ada sedikit gestur frustasi yang ditampilkan dan sang aktor berhasil menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga adegan itu terasa natural.

Bagi penggemar sci-fi, The Martian merupakan tontonan wajib. Mengemas tema yang berat dengan ringan serta sisipan humor menjadikannya sebagai salah satu film bertema luar angkasa paling menyenangkan untuk ditonton.

Durasi yang cukup panjang selama 141 menit nggak akan terasa lama untuk menantikan cara misi penyelamatan Watney dari Mars. Film bertema luar angkasa yang seru apa lagi nih, guys? Tulis di kolom komentar, yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram