bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film The Last Mercenary (2021)

Seorang agen rahasia harus menyelamatkan putranya sekaligus membuka identitasnya yang selama ini tidak diketahui oleh putranya tersebut. Adanya keterkaitan dengan penjualan senjata mematikan oleh mafia lewat oknum salah satu birokrat pemerintah, membuat pihak militer ikut serta meramaikan konflik yang digawangi oleh para mercenary amatir yang canggung.

The Last Mercenary adalah original film Netflix produksi Prancis yang memajang kembali bintang action era 1990an, Jean-Claude Van Damme. Film bergenre action-comedy ini dirilis secara streaming pada 30 Juli 2021.

Berharap akan kembali bernostalgia dengan aksi “sang otot dari Brussels”, akankah film ini memenuhi harapan para fans beratnya? Simak review kami sebelum menontonnya.

Sinopsis

Sinopsis

Richard Brumere beraksi membebaskan sandera seorang putra dari mafia Rusia. Setelah adanya aksi pengejaran polisi yang berakhir dengan dibebaskannya seseorang bernama Archibald yang kebal hukum, Archibald yang asli justru sedang terlilit masalah keuangan karena aliran dana bulanannya tiba-tiba diblokir oleh pemerintah.

Tidak berapa lama kemudian, ada dua orang yang bermaksud menerobos rumah Fernand, ayah angkat Archibald. Fernand menyuruh Archibald pergi menyelamatkan diri, sedangkan dia wafat karena serangan jantung sebelum kedua orang itu masuk ke dalam rumah. Pihak militer mulai khawatir dengan adanya kabar tentang penjualan senjata mematikan secara rahasia.

Sosok yang bisa dipercaya untuk melakukan misi ini ialah Richard, tetapi Komandan Bouard menyimpan dendam pribadi kepada Richard. Terdapat kisah flashback tentang bagaimana Archibald mendapat kekebalan hukum dan aliran dana rutin dari pemerintah.

Richard mendapat informasi tentang yang terjadi pada anaknya dan mengunjungi rumah Archibald dimana secara tidak sengaja dia bertemu dengan Dalila, teman Archibald. Bersama mereka menemukan adanya indikasi penyalahgunaan kekebalan hukum Archibald untuk membeli senjata mematikan bernama Big Mac.

Richard mencari informasi tentang Big Mac ini. Saat hendak memancing Richard keluar dengan menjadikan Archibald sebagai umpan, justru Komandan Jouard ditikung oleh aksi penculikan rahasia yang dilakukan Richard. Pengejaran dilakukan oleh polisi ketika Richard mengendarai mobil bersama Archibald.

Setelah berhasil melepaskan diri dari kejaran polisi, Archibald dibawa oleh Richard ke ruangan rahasia milik Fernand dan membuka identitasnya sebagai agen rahasia. Richard kesulitan untuk bilang jika dia adalah ayah Archibald. Richard mengerjai dan menculik Lazare ke rumah Fernand. Mereka ditembaki dari luar dan pintu ruang rahasia dipasangi bom tapi mereka berhasil keluar dengan selamat.

Lazare dilepaskan oleh Richard untuk menyadap Paul, birokrat pemerintah. Richard dan kelompoknya bermalam di rumah latihan dansa Lazare. Secara tidak sengaja Lazare membuka identitas Richard di depan Archibald. Richard kemudian menjelaskan semuanya kepada Archibald. Selanjutnya, mereka mulai merancang operasi untuk menggagalkan transaksi Big Mac.

Richard menyamar sebagai petugas kolam renang di tempat Simyon, yang menggunakan identitas Archibald, berada. Archibald yang semula diikat oleh Richard mengejar Simyon dan mengambil identitasnya. Richard melumpuhkan dua pengawal Simyon dan dua orang suruhan Paul. Simyon menembak tapi dipukul oleh Archibald dari belakang.

Richard meniru suara Simyon untuk menjebak Paul di kedutaan. Richard meminjam sejumlah uang untuk transaksi senjata dari mafia Rusia yang putranya dia selamatkan di awal cerita. Mereka menyusup ke sebuah pesta. Sebelum memulai aksi mereka, Richard meminta maaf kepada Archibald.

Archibald pun menyadari jika Richard dahulu hadir di pemakaman ibunya. Mereka melakukan transaksi dengan menyamar sebagai Simyon, tapi kedok Richard terbuka.

Mereka berhasil melumpuhkan orang suruhan Paul. Marguerite, penghubung Richard di agensi, tiba dan disuruh Richard untuk membawa Paul ke polisi, tapi ternyata Marguerite adalah ibunya Paul dan dia menyandera Archibald.

Ternyata Marguerite cemburu kepada perlakuan istimewa pemerintah kepada anak Richard. Jouard datang dan menyerang Richard tetapi justru ditembak oleh Marguerite. Ternyata Jouard menggunakan tuksedo anti peluru, Marguerite dan Paul pun ditangkap. Ketika Big Mac hendak dibawa, listrik tempat pesta padam. Terlihat Richard berjalan sendirian menjauh.

Adegan post-credit menampilkan proses persalinan Dalila yang mengandung anak Archibald dan dihadiri Richard di ruang bersalin.

Nostalgia Action Berbau Humor

Nostalgia Action Berbau Humor

Masih mau melihat aktor berusia 60an kembali membintangi film aksi? Bagi kalian fans sejati Van Damme, tentu mau sekali melihat idolanya beraksi layaknya di masa kejayaannya dahulu. Tapi apa daya, usia tidak bisa dibohongi. Kelincahannya dalam beraksi tidak bisa maksimal seperti dahulu. Uniknya, justru Van Damme menggantinya dengan akting yang cukup baik.

Karakternya yang tampil dalam mode insecure karena harus membuka identitasnya kepada putranya yang sama sekali belum pernah mengenalnya, mewarnai esensi film dengan durasi 1 jam 50 menit ini.

Van Damme rasanya tidak bisa kembali ke masa kejayaannya atau menjelma menjadi bintang baru di usia senja, seperti Liam Neeson sebagai contoh. Oleh karena itu, dia mencoba membawa kesan nostalgia.

Saat berada di ruangan tempat transaksi, Van Damme melihat sebuah poster film Bloodsport (1988) yang diperaninya dahulu yang membantu mengatrol karirnya.

Begitu juga dengan jurus-jurus yang diperagakannya, tidak ada yang baru, semua sudah pernah dia perlihatkan, terutama di masa jayanya, seperti split beberapa kali dan pukulan di area selangkangan seperti dalam film Kickboxer (1989).

Van Damme sepertinya nyaman dalam mode akting menyindir diri sendiri seperti di film ini. Sejak karirnya kembali membaik berkat film JCVD (2008), Van Damme beberapa kali menampilkan komedi satir tentang era keemasannya dahulu, seperti yang dia lakukan di serial Jean-Claude Van Johnson.

Karakter yang Kurang Tergali

Karakter yang Kurang Tergali

Van Damme boleh nyaman dan sepertinya menikmati perannya di film ini, tapi karakternya sendiri sebagai agen rahasia yang berusaha membuka identitasnya kepada putranya masih kurang tergali dengan baik, sehingga momen Richard berusaha membuka diri kepada Archibald, juga sebaliknya, masih kurang mengena, apalagi ditambah dengan dialog yang terkesan datar dan klise.

Begitupun karakter lainnya, dibuat seolah-olah sangat komikal, terutama karakter Alexandre Lazare yang mengundang banyak kelucuan dan menyegarkan suasana. Dengan cerita yang dibuat seolah rumit tapi kurang menggigit ini, nuansa humor bisa menjadi faktor penyelamat film yang lokasi syutingnya di Paris ini, dan amanat ini berhasil diemban oleh Alban Ivanov dengan baik.

Editing dan Kerja Kamera yang Kurang Rapih

Editing dan Kerja Kamera yang Kurang Rapih

Hasil akhir editing film ini bisa dibilang berada di bawah standar. Hal ini cukup mengganggu saat menontonnya. Salah satunya adalah adegan dimana Lazare mengebutkan scooter-nya dengan mengenakan helm yang dikiranya ada bom di dalamnya. Adegan ini seperti dipercepat (fast-forward) yang membuatnya seperti sebuah film komedi murahan era 1980an.

Tapi, film dengan sinematografi yang biasa ini memiliki adegan kebut-kebutan lain yang cukup seru, yaitu ketika Richard dan Archibald harus menghindari kejaran polisi dan dua penjahat bayaran Paul.

Meski dengan kerja kamera yang biasa dan kurang dinamis, adegan tetap enak untuk dilihat. Tapi tidak dengan adegan perkelahian di ruang loker yang hanya mengguncang-guncangkan kamera agar seru.

The Last Mercenary memang ditujukan untuk menghibur kita sebagai penonton dan fans setia Van Damme. Dari font opening credit-nya saja, nuansa komikal dan komedi sudah ditonjolkan.

Ditambah lagi dengan para karakter komikal membuat kesan komedi lebih kental daripada action-nya. Apakah kita terhibur? Abaikan jalan cerita yang datar dan kita bisa bernostalgia dengan aksi Van Damme lagi.

The Last Mercenary
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram