bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The King of Tears, Lee Bang Won (2021)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 21 Januari 2022

Drama sageuk The King of Tears, Lee Bang Won (2021) mulai tayang 11 Desember 2021 lalu. Dilihat dari segi rating, ia cukup tinggi yang menandakan antusias penonton terhadap ceritanya. Drama-drama bertemakan kolosal seperti ini memang punya daya pikat tersendiri, apalagi jika ceritanya diangkat dari sejarah asli.

The King of Tears, Lee Bang Won (2021) bercerita tentang pergolakan awal-awal pembentukan Dinasti Joseon, sekaligus menandakan berakhirnya Dinasti Goryeo.

Jika kamu penasaran bagaimana dinasti yang bersejarah di Korea Selatan itu terbentuk dan siapa raja pertamanya, drama ini gak boleh dilewatkan. Walau episodenya cukup banyak, yakni 32 episode, sampai episode 6 jalan ceritanya gak membosankan. Penasaran?

Baca juga: Sinopsis & Review The King: Eternal Monarch (2020)

Tahun Rilis 2021
Genre , ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Joo Sang Wook Kim Yeong-cheol Park Jin Hee Ye Ji Won

Sinopsis

Lee Bang Won, berinisiatif melindungi keluarga besarnya tetapi dengan cara yang menggemparkan. Dia mendesak Raja Gongyang dari Dinasti Goryeo menghukum mati dua raja terdahulu, termasuk Raja Chang yang baru berusia 10 tahun.

Sang ayah, Lee Seung Gye, tidak bisa berkata-kata melihat Lee Bang Won mulai menyalakan bara, termasuk dengan saudaranya. Lee Bang Won juga sangat ingin menyingkirkan Poeun agar tujuannya membentuk dinasti baru tercapai.

Episode 1-6

Episode 1-6

Lee Seong Gye diangkat menjadi Perdana Menteri Kanan setelah melakukan retreat terhadap Raja Woo. Akibat peristiwa itu Raja Woo seperti kehilangan kekuatannya sehingga mudah digulingkan.

Penggantinya adalah sang putra yang baru berusia 9 tahun, Raja Chang. Namun, setahun setelah Retreat Wihwado, tepatnya 1389 M, Raja Chang juga digulingkan dengan alasan bukan keturunan sah raja terdahulu.

Jung Do Jeon dan Lee Seong Gye lantas memilih Wang Yo sebagai penerus tahta dengan nama Raja Gongyang. Walau diangkat oleh Lee Seong Gye, Wang Yo yang masih keturunan Goryeo menaruh dendam. Dia memberikan pangkat yang rendah pada pria itu dan mengangkat Lee Saek serta Byeon An Yeol menjadi Perdana Menteri Tertinggi.

Hal ini menimbulkan protes dan kegelisahan di kalangan pendukung Lee Seong Gye, terutama Lee Bang Won, sang putra kelima. Dia lalu mendesak Raja Gongyang dengan dua permintaan, pertama agar menghukum mati dua raja terdahulu karena khawatir akan membahayakan nyawa keluarganya di masa depan.

Kedua, Lee Bang Won juga mendesak Raja Gongyang melungsurkan Lee Saek dan Byeon An Yeol lalu menghukumnya atas beberapa dugaan kejahatan yang belum terbukti. Desakan Lee Bang Won terhadap Raja Gongyang, terutama yang pertama, dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin Lee Seong Gye.

Akibat dua kematian raja terdahulu, Lee Seong Gye harus menerima perlakuan buruk dari orang-orang, baik di istana atau masyarakat umum.

Rentetan peristiwa itu perlahan menciptakan jurang antara Lee Seong Gye dengan rekan lamanya, rekan seperjuangannya, Jung Mong Ju atau Guru Poeun yang sangat dia hormati.

Tindakan Lee Bang Won juga membuat kakak tertuanya, Lee Bang Woo, kecewa. Dia tidak bisa terima jika adiknya melakukan hal yang menjurus pada pengkhianatan terhadap Dinasti Goryeo.

Poeun dan Jung Do Jeon yang semula sama-sama mendukung Lee Seung Gye mendapatkan jabatannya kembali di pemerintahan, mulai berbeda haluan. Poeun ingin tetap setia pada Dinasti Goryeo, sementara Jung Do Jeon sangat mendukung terciptanya dinasti baru yang kelak dipimpin Lee Seung Gye.

Poeun rupanya tidak sendiri karena masih ada beberapa sarjana yang mendukungnya dan Dinasti Goryeo. Raja Gongyang yang semula merasa tercekik karena menjadi boneka Lee Seung Gye, bisa bernapas lega.


Poeun mulai melakukan aksinya dengan membebaskan Lee Saek dan Byeon An Yeol dari penjara. Sebaliknya dia menjebloskan Jung Do Jeon ke sana.

Bagi Jung Do Jeon, Poeun adalah batu besar yang sulit disingkirkan. Kenyataannya, Lee Seung Gye memang melarang dengan keras pendukungnya untuk menyakiti atau melawan Poeun. Pada hari kematian istrinya, Lee Seung Gye memerintahkan Lee Bang Won menunggu kuburan sang ibu selama tiga tahun.

Dia tidak bisa menolak padahal sangat ingin membantu ayahnya, terutama menyingkirkan Poeun. Tanpa diduga, Poeun menemuinya untuk menyampaikan belasungkawa. Saat Poeun sedang tidur Lee Bang Won berpikir untuk menghabisinya.

Episode 7-8

Episode 7-8

Pulang menyambut Putra Mahkota yang baru datang dari Ming, Lee Seung Gye yang sedang berburu mengalami kecelakaan. Kondisinya yang kritis membuat banyak pendukungnya gelisah.

Di sisi lain berita ini menjadi angin segar bagi Raja Gongyang. Jung Mong Ju atau Poeun tidak membuang kesempatan. Dia pun mulai menghukum beberapa pengikut Lee Seung Gye, di antaranya Jung Do Jeon.

Istri Lee Seung Gye, Sindeok Kang, mengabarkan kondisi suaminya pada Lee Bang Won. Bang Won segera berinisiatif membawa sang ayah pulang ke ibukota. Di tengah perjalanan Lee Seung Gye sadar. Bang Won kembali mendesak agar Poeun segera disingkirkan tapi Seung Gye tetap pada pendiriannya.

Di sisi lain Raja Gongyang yang mendengar Seung Gye siuman berubah ketakutan. Dia tidak mendengar saran Poeun untuk segera menghukum mati para pendukung Seung Gye. Bang Won sendiri tidak bisa lagi berdiam diri dan memutuskan membunuh Poeun.

Didukung Sindeok Kang, dia bersedia bertanggung jawab atas tindakannya yang melanggar perkataan sang ayah. Siang itu, Poeun yang bersedih karena tak juga berhasil membujuk Raja Gongyang menemui Lee Seung Gye. Mereka bicara dari hati ke hati sebagai dua sahabat lama.

Seung Gye sampai menitikkan air mata melihat keteguhan Poeun untuk tetap setia pada Goryeo. Pulang dari rumah Seung Gye, Poeun dibunuh oleh Bang Won dan anak buahnya. Guru yang bijak dan murah hati itu dibunuh di tengah ibu kota, di siang hari.

Berita kematian Poeun mengguncang Lee Seung Gye. Dia mengusir Bang Won dan anak-anaknya yang lain yang terlibat membunuh Poeun. Berita ini juga membuat Raja Gongyang hancur.

Dia tidak bisa lagi membela diri karena semua pegawai istana yang mendukungnya kabur. Hati Seung Gye semakin nelangsa ketika mengetahui kalau jasad Poeun diperlakukan hina.

Bang Ui dan Bang Wan memenggal kepala Poeun dan tak lupa menuliskan sebuah pengumuman bahwa Poeun adalah pengkhianat. Poeun pun meninggal sebagai pengkhianat atas rekayasa pendukung Seung Gye.

Mereka melakukan itu untuk meredam kemarahan rakyat. Melihat mayat guru yang sangat dihormatinya dalam keadaan mengenaskan, Bang Won merasa bersalah.

Namun, Jung Do Jeon menangkannya dan segera membujuk Lee Seung Gye untuk naik tahta. Lee Seung Gye menolak karena tidak mengharapkan naik tahta dengan cara kotor semacam itu.

Emosinya pada Bang Won dan putra-putra dari Shinnui Han masih sangat tinggi. Dia baru bisa tertawa ketika Bang Seok, Bang Beon serta beberapa putra dan putrinya dari Sindeok Kang lainnya berkunjung.

Episode 9-10

Episode 9-10

Raja Gongyang dilengserkan dan diasingkan ke Wonju, pertanda Dinasti Goryeo benar-benar berakhir setelah 34 Raja selama 475 tahun. Jung Do Jeon segera menyerahkan stempel kerajaan kepada Lee Seung Gye, yang artinya meminta dia untuk mengambil alih tahta kerajaan sebagai raja. Seung Gye menolak tapi setelah dibujuk, pikirannya berubah.

Pada hari penobatan, Bang Won dan tiga kakaknya optimis sang ayah akan memaafkan, tapi yang terjadi membuat mereka terpukul. Lee Seung Gye melarang anak-anaknya dari mendiang istri pertama untuk masuk ke istana.

Permohonan Bang Won pun tidak digubrisnya. Kesempatan ini dipakai Sindeok Kang untuk mempersiapkan putra bungsunya menjadi Putra Mahkota.

Sebelum penobatan, Sindeok Kang bicara pada Lee Seung Gye bahwa dirinya ingin menunda penobatan jadi ratu sebagai bentuk penghormatan pada istri Seung Gye yang pertama. Pasalnya itu berarti anak-anaknya lah yang akan jadi kandidat Putra Mahkota.

Ternyata itu hanya siasat Sindeok Kang, karena yang sebenarnya dia terobsesi menjadikan putra bungsunya, Lee Bang Seok, sebagai penerus tahta.

Sindeok Kang sudah berkhianat pada Bang Won karena dia sempat mendukung Bang Won membunuh Poeun dan berjanji akan ikut bertanggung jawab.

Dia berjanji akan membujuk Seung Gye untuk memaafkannya. Namun, semua berubah ketika Seung Gye menjadi raja. Bang Won hampir dihukum karena melawan Sindeok Kang tapi sang istri, Wonkyung Min, memohon maaf untuknya.

Kesedihan Bang Won bertambah kala sang anak bungsu meninggal dunia. Keadaan sangat kontras di istana karena Lee Seung Gye bahagia menyambut Sindeok Kang yang sekarang menjadi Ratu Kerajaan Hyun dan Putra Mahkota Bang Seok.

Selepas penobatan Sindeok Kang kembali melancarkan rencana dengan memohonkan maaf pada Seung Gye untuk Bang Won. Sementara itu Bang Beon marah karena alih-alih dirinya malah sang adik yang jadi Putra Mahkota.

Dia tidak bisa menerima keputusan ibunya, apalagi karena alasan sudah menikah dengan bangsawan Goryeo, padahal sang ibu lah yang menjodohkannya dengan wanita itu. Istri Lee Bang Seok pun bersedih dan kecewa pada Sindeok Kang karena tidak dipanggil ke istana.

Dia merasa tidak dihargai karena berasal dari keluarga kecil. Di kediamannya Bang Won dan sang istri yang masih berduka karena kematian putra mereka, menerima kunjungan Sindeok Kang. Wanita itu membawa sebuah bingkisan.

Episode 11-12

Episode 11-12

Sindeok Kang seperti sengaja memancing emosi Lee Bang Won terus-menerus. Wonkyung Min, istri Lee Bang Won mengingatkan suaminya untuk menahan emosi. Di sisi lain Raja Taejo atau Lee Seung Gye memberi Lee Bang Won 500 pasukan penjaga.

Hal itu sempat membuat iri dua saudaranya terutama Lee Bang Gan. Rencana jahat Sindeok Kang terus berlanjut. Kali ini dia mengatur agar raja pergi menenangkan diri ke luar istana.

Di saat bersamaan dia memerintahkan utusannya memberi kabar tentang Lee Bang Woo pada Lee Bang Won. Bang Won yang sudah lama tidak bertemu dengan kakak pertamanya itu bergegas pergi.

Sampai sana dia mendapati cerita perih yang dialami Lee Bang Woo. Menurutnya Sindeok Kang melarang dia pergi ke istana menemui ayahnya karena sudah dianggap tiada.

Di istana sendiri Sindeok Kang sudah menyiapkan banyak pasukan. Dia berharap Lee Bang Won menyerangnya karena tidak bisa menahan kemarahan setelah mendengar cerita dari Lee Bang Woo.

Sindeok Kang akan menggunakan penyerangan itu untuk menyingkirkan Bang Won. Kenyataannya, Lee Bang Won tidak melakukan apa pun. Dia mengikuti taktik dan saran sang istri untuk tetap tenang. Bang Won bahkan mengembalikan pasukan pemberian raja.

Jung Do Jeon yang semula berada di pihak Sindeok Kang mulai merasa terganggu dengan ketakutannya yang tidak beralasan. Dia memutuskan tidak lagi mendukung ratu tersebut. Di istana Raja Taejo tengah bingung karena mendapat teguran keras dari Kekaisaran Ming. Mereka ingin Joseon mengirim Putra Mahkota untuk menghadap.

Sindeok Kang sangat senang ketika mengetahui kalau Lee Bang Won yang diutus pergi oleh Raja Taejo. Alasannya itu adalah perjalanan yang sangat panjang dan berisiko.

Lee Bang Won bisa tewas dan tak pernah kembali dalam misi tersebut. Selama enam bulan Lee Bang Won pergi menjalankan tugas ke Kekaisaran Ming, Sindeok Kang tetap tidak bisa hidup tenang.

Masalah lain terjadi kala Putri Mahkota, istri Putra Mahkota Lee Bang Seok, berselingkuh dengan seorang kasim. Dia juga divonis penyakit serius dan usianya tidak lama lagi. Berita Sindeok Kang yang sekarat sampai di telinga Bang Won.

Bang Won yang selamat pulang dari Ming mengunjunginya. Sindeok Kang ketakutan dan terintimidasi, terutama mengenai nasib Lee Bang Seok. Dia lantas mencekik Bang Won dan Lee Seung Gye terkejut melihatnya.

Drama Kolosal Awal Berdirinya Dinasti Joseon

Drama Kolosal Awal Berdirinya Dinasti Joseon

The King of Tears, Lee Bang Won (2021), drama sageuk terbaru Korea Selatan bukan mengusung cerita fiksi melainkan peristiwa nyata yang terjadi pada masa awal pembentukan Dinasti Joseon. Sampai episode 6, Dinasti Goryeo diceritakan masih berdiri walau sedang berada di ambang keruntuhannya.

Untuk kamu yang tertarik dengan sejarah awal berdirinya Dinasti Joseon, drama ini bisa diandalkan karena meramu ceritanya secara cukup akurat. Berlatar tahun 1300-an, The King of Tears, Lee Bang Won (2021) sejauh ini menceritakan retreat yang dilakukan Lee Seong Gye terhadap Raja Woo dari Dinasti Goryeo.

Gerakan itu lah yang kemudian memunculkan gagasan untuk membuat dinasti baru. Pergolakan yang disuguhkan sampai episode 6 tidak hanya tentang sepak terjang Lee Seung Gye, tetapi juga putra kelimanya, Lee Bang Won, yang kelak menjadi Raja Taejong.

Alur Padat dan Cepat

Alur Padat dan Cepat

Dibuka dengan scene yang memperlihatkan adegan saat Pangeran Changnyeong menangis-nangis di depan sang ayah Raja Taejong yang tengah mengamuk, alur drama ini berjalan mundur. Tanpa buang banyak waktu, The King of Tears, Lee Bang Won (2021) menyuguhkan ceritanya dengan sangat padat sejak episode pertama, setidaknya sampai episode 6.

Setiap episode menampilkan peristiwa-peristiwa penting dalam terciptanya Dinasti Joseon, termasuk bagaimana perselisihan antara Lee Seung Gye dengan Jung Mong Ju, sarjana terkemuka serta diplomat terakhir yang dimiliki Dinasti Goryeo, sekaligus rekan yang sangat dihormatinya. Sampai pada episode 6, kita bisa melihat bahwa hubungan mereka memanas karena perbedaan tujuan.

Nonton The King of Tears, Lee Bang Won (2021) bukan hanya terhibur karena setting atau sinematografinya yang cantik serta naskah yang mendalam, melainkan bisa mengetahui tentang sejarah awal-mula Dinasti Joseon yang sangat panjang. Jika kamu suka dengan drama-drama sageuk, rasanya gak boleh melewatkan drama yang satu ini.

Terbunuhnya Jung Mong Ju oleh Lee Bang Won

Terbunuhnya Jung Mong Ju oleh Lee Bang Won

Peristiwa besar dan bersejarah bagi Dinasti Goryeo sekaligus Joseon yang diceritakan dalam drama The King of Tears, Lee Bang Won (2021), dimulai dari dua episode ini.

Kematian Jung Mong Ju atau Poeun yang dibunuh oleh Lee Bang Won menandakan kehancuran Goryeo. Adegan-adegan yang memperlihatkan kesetiaan Poeun pada Goryeo hingga akhir hayatnya dalam episode 7 sangat emosional.

Belum lagi kesedihan Lee Seung Gye atas kematian Poeun, serta kekecewaannya pada Bang Won karena sudah membangkang dan melawan.

Jika nonton drama ini sekaligus mencari tahu sejarah tentang kematian Mong Ju atau Poeun, kamu akan mendapati informasi bahwa tokoh tersebut tewas dibunuh di Sonjuk Bridge; dan drama ini menceritakannya dengan setting se-persis mungkin.

Peristiwa terbunuhnya Mong Ju di Sonjuk Bridge adalah sejarah besar bagi Korea Selatan. Sosok Poeun sendiri sampai saat ini adalah simbol kesetiaan bagi warga Korea Selatan. Ingin tahu kelanjutan sejarah terbentuknya Dinasti Joseon? Jangan lewatkan The King of Tears, Lee Bang Won (2021) episode mendatang!  

Musuh Baru Lee Bang Won

Sinopsis & Review The King of Tears, Lee Bang Won (2021) 8

Kematian Poeun di episode lalu berdampak sangat besar bagi kepercayaan Lee Seung Gye pada putra-putranya dari istri terdahulu. Pada dua episode minggu ini, Seung Gye bahkan menolak dan melarang Bang Won beserta saudara yang lain memasuki istana.

Derita dan nelangsa yang diterima Bang Won semakin berat karena dia dikhianati ibu tirinya sendiri; ibu tiri yang pernah dia selamatkan nyawanya.

Bibit-bibit kebencian Bang Won dan dendamnya pada wanita itu tampak muncul di episode 10. Sindeok Kang ‘resmi’ menjadi musuh Bang Won selanjutnya. Konflik yang didasari perebutan posisi Putra Mahkota ini bahkan memercik api perselisihan di antara putra-putra Sindeok Kang sendiri.

Ambisi Sindeok Kang sebagai ratu tidak bisa dianggap sepele; segala keputusannya sangat berpengaruh terhadap Seung Gye, bahkan setelah pria paruh baya itu menjadi raja. Lantas, apakah Bang Won akan diam saja atas perlakuan tidak adil yang diterima? Bagaimana sejarah perebutan tahta antara Bang Won dan Bang Seok terjadi sesungguhnya?

Perang Dingin Sindeok Kang dan Lee Bang Won

Perang Dingin Sindeok Kang dan Lee Bang Won

Perselisihan antara Sindeok Kang dan Lee Bang Won berjalan sangat senyap. Raja Taejo bahkan tidak menyadari ada bara api yang panas antara keduanya.

Terutama karena Sindeok Kang bersikap sangat lembut bahkan sampai memintakan maaf untuk Bang Won. Di dua episode ini, kamu akan melihat keduanya beradu taktik untuk saling melenyapkan.

Sindeok Kang dengan peringainya yang seperti ular berencana memanfaatkan sifat tempramen Bang Won. Bang Won sendiri harus merasa beruntung memiliki istri yang cerdik seperti Wonkyung Min. Pasalnya jika tanpa sang istri, Bang Won mungkin sudah masuk perangkap Sindeok Kang.

Chemistry antara Joo Sang Wook dan Park Jin Hee sebagai suami istri terasa semakin nyaman dilihat. Mereka dapat memperlihatkan hubungan suami istri yang saling menyayangi dan mendukung. Cerita The Kings of Tears, Lee Bang Won (2021) episode 11 dan 12 semakin menarik karena Sindeok Kang yang menguasai Raja Taejo jatuh sakit dan sekarat.

Episode mendatang tampaknya kita akan disuguhi siasat Lee Bang Won dalam ‘mengambil’ posisi Putra Mahkota dari tangan Lee Bang Seok. Yang jelas, tindakan apa pun yang dilakukan Bang Won sudah tercatat sebagai sejarah Korea Selatan; sebuah fakta yang tidak bisa diubah.

The King of Tears, Lee Bang Won
Rating: 
3.4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram