bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film The Kid Detective (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 10 September 2021

Masa kejayaan Abe sebagai detektif remaja sudah lewat setelah dirinya gagal menemukan Gracie yang hilang. Namun, lelaki itu tetap membuka jasa detektif swasta sekalipun sepi. Hingga suatu hari seorang gadis bernama Caroline meminta pertolongannya untuk mengusut kasus pembunuhan sang kekasih. Walau menyandang sebutan detektif, Abe tak pernah menangani kasus berat sebelumnya.

Abe lebih banyak menyelesaikan kasus-kasus recehan. Ini adalah yang pertama dan menjadi kesempatan besar untuk mengembalikan nama serta ketenarannya. Siapa sangka, kasus ini membawanya pada fakta mengejutkan yang selama ini dia cari. The Kid Detective (2020) benar-benar tak boleh Anda lewatkan, tapi sebelum menonton, mari baca sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: September 2020
  • Genre: Mystery, Comedy, Drama
  • Produksi: Stage 6 Films,Woods Entertainment, JoBro Productions, Aqute Media
  • Sutradara: Evan Morgan
  • Pemeran: Adam Brody, Sophie Nelisse, Peter MacNeill, Jesse Noah Gruman

Abraham Applebaum atau Abe (Adam Brody) terlihat dikunjungi kedua orangtuanya yang membawakan sekantung besar bahan makanan. Sang ayah mengabarkan bahwa hasil biopsy ibunya jinak lalu meminta Abe untuk ikut memeriksakan tahi lalat miliknya. Kedua orangtua yang sudah tampak tua tersebut juga bertanya mengenai keadaan keuangan Abe.

Entah malu atau tak ingin membuat orangtuanya khawatir, Abe mengatakan semua baik-baik saja. Dia juga baru menerima sebuah kasus besar: seorang pria gay yang meminta dirinya menyelidiki seseorang. Alurkemudian kembali ke masa lalu Abe ketika dirinya berusia 13 tahun. Terdengar narasi menyebutkan bahwa dulu dia adalah detektif cilik yang berhasil menyelesaikan banyak kasus.

Kantor detektif Abe terletak di atas rumah pohon. Kliennya adalah teman-teman di lingkungannya sendiri. Mereka mengeluh soal barang yang hilang dan masalah yang biasa dihadapi anak usia remaja. Dari keahliannya itu, Abe remaja (Jesse Noah Gruman) berhasil mengumpulkan uang. Insting Abe cukup kuat, dia juga bisa menebak siapa tokoh antagonis sesungguhnya dari sebuah film.

Sayangnya, rumah pohon Abe ditebang oleh orang tak dikenal. Dia lalu pindah ke Kota Willowbrook. Di sana dia punya kantor khusus, yang serius, yang profesional. Sekretarisnya adalah putri Wali Kota, Gracie. Abe membayar Gracie dengan berbotol-botol soda. Kali ini kliennya bukan lagi anak-anak, melainkan orang dewasa, termasuk kepala sekolah hingga anggota kepolisian.

Hal tersebut membuatnya terkenal di antara penduduk kota lain. Ke manapun Abe pergi, ada saja yang menyapanya. Hingga suatu hari, Gracie hilang diculik. Sudah dua minggu tak ada kabar apa pun mengenai dirinya. Sebagai seseorang yang terkenal dengan kemampuannya, banyak orang mengandalkan Abe untuk menemukan Gracie. Abe sendiri juga merasa ini adalah ikut menjadi tanggungjawabnya. 

Cerita berlanjut kembali ke kehidupan Abe saat ini. Lelaki itu masih membuka kantor di tempat yang sama tapi kliennya tidak se-ramai saat dia remaja dulu, namanya juga tidak sebesar dulu. Perlakuan beberapa orang pun terasa berubah; yang semula ramah jadi tampak tak peduli. Secara singkat, ketenarannya meredup, membuat hidupnya seolah tak bergairah.

Suatu hari, Abe kedatangan seorang klien; wanita muda bernama Caroline (Sophie Nelisse). Perbincangan antara keduanya berlanjut saat Caroline mengatakan dirinya pernah memakai jasa Abe lima tahun lalu ketika brosnya hilang. Masa itu, Abe memecahkan kasus sangat cepat. Caroline kemudian mulai bercerita mengenai masalah sesungguhnya yang membawa dia menemui Abe.

Wanita muda itu butuh bantuan karena seseorang telah membunuh kekasihnya dengan 17 kali tikaman. Mendengar itu Abe kaget dan hampir tak percaya. Scene berpindah saat Abe kembali ke rumah untuk makan malam bersama keluarga. Salah satu anggota keluarga yang muda memujinya karena Abe masih konsisten melakukan pekerjaannya dulu.

Abe bercerita mengenai kliennya tadi. Dia juga menjelaskan kasus selanjutnya yang kemungkinan akan dia kerjakan, karena Abe masih belum memutuskan apakah akan menerima untuk menyelidiki kasus tersebut atau tidak. Namun, sang ayah menyarankan Abe untuk menolaknya. Dia mengatakan Abe belum berpengalaman memecahkan kasus berat semacam itu.

Ucapan tersebut ternyata membuat Abe tersinggung. Dua orang lelaki itu berselisih di meja makan. Dengan putus asa Abe kembali mengatakan kesuksesannya beberapa tahun lalu; sesuatu yang sebenarnya tidak dia sukai. Pasalnya, tak ada kasus serius yang dia pecahkan. Abe seperti lelucon bagi banyak orang. Baru kali ini, Abe dipercaya untuk menghadapi kasus yang nyata.

Walau tak mendapatkan uang sepeser pun, Abe melihat ini sebagai kesempatan untuk membuktikan diri, karena itulah dia cukup tersinggung dengan saran ayahnya tadi. Esok harinya Caroline kembali datang berkonsultasi. Penyelidikan ala Abe pun dimulai.

Untuk memulai penyelidikan, Caroline mengajak Abe menemui salah satu teman Patrick, kekasihnya yang tewas, bernama Billy. Hanya melalui beberapa pertanyaan kecil, Billy sudah merasa bahwa Abe tak kan bisa memecahkan kasus ini karena dia tak tahu yang dia lakukan.

Keduanya kemudian menemui Calvin. Remaja bertubuh gemuk tersebut kemudian mengungkapkan bahwa Patrick tidak seperti yang Caroline kenal. Menurutnya Patrick punya kepribadian yang rumit dan aneh, seperti suka mengumpulkan tutup botol, berbohong mengenai film atau buku yang sudah dia selesaikan dan kasar terhadap orang berkebutuhan khusus.

Lebih misteriusnya lagi Calvin mengungkapkan bahwa Patrick sepertinya memiliki pacar kedua, tapi ketika ditanya siapa pacar kedua yang dimaksud, Calvin tak bisa memberi jawaban pasti. Remaja itu hanya mengatakan bahwa pacar kedua Patrick sepertinya gadis yang liar. Pasalnya Patrick kerap memperlihatkan hal-hal vulgar yang dilakukan gadis tersebut.

Penyelidikan ini tampaknya semakin membuat Caroline terkejut karena Calvin juga mengatakan bahwa di loker Patrick terdapat foto seorang wanita yang memakai topeng macan. Lalu, kemana hasil penyelidikan akan membawa keduanya? Berhasilkah Abe membuktikan kemampuan dia sesungguhnya setelah selama ini hanya menangani kasus-kasus sepele?

Mantan Detektif Cilik Memulai Kasus Besar Pertamanya

Mantan Detektif Cilik Memulai Kasus Besar Pertamanya

Dimulai dengan sedikit cuplikan seorang lelaki dewasa yang terlihat tak bergairah, kita akan diajak ke cerita lain mengenai seorang anak remaja yang pandai memecahkan kasus. Di sana, remaja tersebut terlihat jaya dan dipuja-puja hingga sebuah kasus hilangnya sekretaris pribadinya, mengubah segalanya.

Detektif cilik yang banyak dimuat di koran tersebut, ternyata tak bisa melakukan apa pun. Hal itu perlahan mengikis kepercayaan banyak orang dan membuatnya ramai-ramai ditinggalkan. Melalui scene flashback tersebut Anda akan mengerti mengapa lelaki dewasa di awal film ditampilkan sangat tak bersemangat.

Pemilihan metode penceritaaan semacam ini adalah awalan yang baik untuk membuat perhatian penonton langsung tertarik. Tensi film dibuat semakin naik dan memasuki plot utamanya ketika Abe, sang mantan detektif cilik, menerima kasus besar pertamanya. Tanpa pengalaman menangani kasus yang serius, lelaki ini dihadapkan pada kasus pembunuhan.

Dari sini, kita bisa sama-sama merasakan bahwa premis yang disuguhkan The Kid Detective (2020) ini adalah sebuah ide yang cerdas dan segar. Sampai-sampai Anda akan kesulitan menebak bagaimana plot akan berjalan. Alhasil, walau terhitung lambat, rasa penasaran akan membuat Anda terjaga dan terus menantikan adegan selanjutnya.

Film Komedi yang Effortless

Film Komedi yang Effortless

Sebenarnya, sama sekali tidak ada adegan lucu atau konyol yang ketara dalam film ini. The Kid Detective (2020) justru merupakan sebuah film yang emosional. Dari plotnya, kita bisa sama-sama melihat bahwa Abe kehilangan kepercayaan diri dan kepercayaan orang-orang di sekitar akibat kasus hilangnya seseorang. Dia kemudian menggunakan kesempatan dari Caroline untuk ‘balas dendam’.

Abe masih trauma atas kegagalan dirinya di masa remaja sehingga terobsesi memecahkan kasus pembunuhan yang datang padanya. Dia merasa membutuhkan itu untuk mengembalikan ‘nyawa’ serta harga dirinya. Namun, pada eksekusinya, sesuatu yang harusnya dominan menyentuh perasaan itu, justru terasa lucu di beberapa tempat tanpa perlu usaha yang berarti.

Film ini tidak menyuguhkan adegan-adegan konyol yang seolah diniatkan, melainkan mengandalkan selipan-selipan dialog dan adegan tak terduga serta ekspresi Adam Brody yang juara! Walau begitu, efeknya cukup besar untuk membuat siapa pun yang melihatnya tertawa, sekaligus ikut bersedih dan tak bersemangat seperti yang dirasakan Abe.

Penyelesaian yang Memukau

Penyelesaian yang Memukau

Selama kurang lebih 1 jam 39 menit, kita akan diajak menyaksikan insting seorang Abe bekerja. Seperti tidak meyakinkan dan random, penyelesaian film ini terasa memukau. Hingga 30 menit menjelang film usai, kita masih belum bisa menebak siapa pelaku kejahatan sesungguhnya dan siapa terduga yang ditargetkan oleh Abe.

Hint yang terdapat dalam film, tidak ujug-ujug dihadirkan, melainkan secara tersirat sudah diperlihatkan sebelum-sebelumnya. Dikemas dengan sinamatografi, screenplay dan scoring yang mendukung, Abe bisa menghubungkan petunjuk-petunjuk tersebut sehingga dapat mengungkap fakta mengagetkan dan mengaduk-aduk logika penonton, karena bukan hanya satu kasus yang bisa dia pecahkan, melainkan dua sekaligus.

Film yang mengangkat tema detektif, sudah cukup menjamur, tapi The Kid Detective (2020) berbeda dibanding film sejenis. Ia jenius sekaligus sederhana di saat bersamaan. Tak banyak trik dan teori tapi akan membuat Anda tertegun saat selesai menyaksikannya. Tidak percaya? Untuk membuktikannya tak ada cara lain selain menonton secara langsung. Agendakan ya!

The Kid Detective
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram