Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis The Irishman (2019), Drama Pembunuh Bayaran

Review & Sinopsis The Irishman (2019), Drama Pembunuh Bayaran

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tahun 2019 lalu, dunia perfilman dihebohkan dengan perilisan film berjudul The Irishman yang sudah ditunggu-tunggu. Produksi yang terhitung lama setelah beredar kabar film ini sedang digarap menjadi salah satu alasannya. Alasan lain tentu saja karena sang sutradara adalah Martin Scorsese, nama besar untuk film-film bertema kriminal dan mafia.

Scorsese kembali menggunakan nama-nama yang pernah bekerja sama dengannya untuk film The Irishman. Sebut saja Robert De Niro yang sepertinya sudah menjadi langganan film buatan Scorsese, ada juga Joe Pesci yang tampil dalam karya Scorsese berjudul Goodfellas. Lalu seperti apa The Irishman? Mari kita bahas lebih dalam.

Sinopsis

Sinopsis The Irishman

* sumber: mmc.tirto.id

  • Rilis: 2019
  • Genre: Crime, Thriller, Drama, Biographical
  • Produksi: TriBeca Productions, Sikelia Productions, Winkler Films
  • Sutradara: Martin Scorsese
  • Pemain: Robert De Niro, Joe Pesci, Al Pacino, Stephen Graham

Frank Sheeran adalah veteran perang yang bekerja sebagai supir truk pengantar bahan makanan. Dia menjual barang yang diantarnya pada kelompok kriminal dari Philadelphia. Perusahaan tempatnya bekerja menuduhnya melakukan pencurian. Sheeran enggan menyebut nama orang yang terlibat. Dia dibantu oleh pengacara dari serikat pekerja, Bill Bufalino.

Hubungan pengacara dan klien antara Sheeran dan Bill berlanjut. Bill memperkenalkan Sheeran pada keponakannya, Russell Bufalino, seorang petinggi organisasi kriminal di Pennsylvania. Merasa Sheeran dapat dipercaya, Russell mulai mempekerjakan Sheeran terutama untuk melakukan aksi pembunuhan.

Russell memperkenalkan Sheeran pada Jimmy Hoffa, ketua serikat pekerja yang menggunakan dana dari kerja sama dengan organisasi kriminal. Hoffa mengalami masalah dengan Tony Pro yang sering berseberangan pendapat dengannya, begitu juga dengan pemerintahan. Sheeran banyak membantu Hoffa sampai keluarga mereka memiliki hubungan yang dekat.

The Irishman

* sumber: cinemayward.com

Pada Pemilihan Presiden tahun 1960, ada perbedaan pendapat antara Hoffa dengan Russell. Russell yang mendukung John F. Kennedy, berbeda pendapat dengan Hoffa yang merasa Kennedy nggak layak memimpin dan membahayakan serikat pekerjanya. Sebuah tim dibentuk oleh adik John Kennedy, Robert, untuk menangkap Hoffa dengan tuduhan menyuap juri.

Ketika Hoffa dipenjara, Frank Fritzsimoons mengambil alih posisi sebagai ketua serikat pekerja. Fritz berbisnis dengan mafia menggunakan uang pensiunan pekerja dan membuat Hoffa risau. Hukuman atas Hoffa dicabut oleh Presiden Nixon dengan balasan dilarang untuk berurusan lagi dengan serikat pekerja.

Hoffa yang merasa dia yang membesarkan serikat pekerja kembali mengincar posisi atas yang direbut oleh Fritz. Tindakan Hoffa itu membuat banyak orang di organisasi kriminal geram, termasuk Russell. Berbagai negosiasi dilakukan supaya Hoffa nggak melaksanakan niatnya, tapi Hoffa bersikukuh.

Sheeran kemudian ditugaskan untuk membunuh Hoffa. Apakah dia mau membunuh Hoffa yang sudah dekat dengannya dan keluarganya? Atau beranikah dia menantang perintah dari organisasi kriminal?

Adaptasi dari Buku I Painted Your Houses

Adaptasi dari Buku I Painted Your Houses

* sumber: upload.wikimedia.org

Scorsese mempunyai kecenderungan mengangkat cerita yang berasal dari kisah nyata untuk filmnya. Begitu juga dengan The Irishman, dia mengadaptasi cerita dari buku berjudul I Painted Your Houses karya Charles Brandt. Kalimat I Painted Your Houses merupakan bahasa slang, artinya kontrak pembunuhan yang dilakukan oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh mafia.

Semua tokoh di film The Irishman merupakan sosok nyata. Frank Sheeran yang berperan sebagai sosok sentral di film, digunakan sudut pandangnya sebagai orang yang menjadi saksi sekaligus pelaku dari kejadian yang mengguncang Amerika di pertengahan tahun 70-an. Hal paling menghebohkan adalah misteri hilangnya James Hoffa yang diungkap lewat buku yang difilmkan ini.

Baca jugaFilm Bertema Mafia yang Menarik untuk Ditonton

Film Scorsese dengan Durasi Terpanjang

Film Scorsese dengan Durasi Terpanjang

* sumber: images.indianexpress.com

Sebuah film yang menceritakan seorang tokoh lazimnya akan berdurasi panjang. Keperluan produksi akan bertambah serta keperluan durasi yang lebih padat membuat banyak film yang banyak mengalami pemotongan adegan di dalamnya. Selain untuk menyederhanakan cerita, juga untuk menghindari kebosanan penonton.

Scorsese punya pandangan berbeda tentang durasi film yang disutradarainya. Dia nggak segan-segan untuk membuat film yang durasinya terbilang panjang. Sebut saja Casino yang berdurasi nyaris tiga jam atau The Wolf of Wall Street yang berdurasi tiga jam. Kemunculan The Irishman memecahkan rekor durasi film yang disutradarainya, total durasinya adalah 203 menit.

Mengusung Tema Berat

Mengusung Tema Berat

* sumber: akuaktor.com

Berbagai sosok eksentrik, terutama pelaku tindakan kriminal dan mafia merupakan ciri khas dari karakter yang ditampilkan di film buatan Scorsese. Walau pernah menghasilkan film dengan cerita berbeda, tapi namanya lebih dikenal dengan ciri khasnya tersebut. Bagi orang awam, tema yang diusung mungkin membosankan.

Scorsese masih kreatif untuk membungkus tema yang sama dengan balutan yang menarik. The Irishman bukan sekedar mafia atau organisasi kriminal. Ia mengungkap kejahatan terorganisir yang dilakukan oleh politisi dalam melakukan kegiatan politiknya yang melibatkan mafia. Bahkan dalam menciptakan keputusan, mereka harus memperhatikan keinginan para mafia.

Penampilan Prima Para Aktor Senior

Penampilan Prima Para Aktor Senior

* sumber: www.slashfilm.com

Hampir semua aktor dan aktris yang bermain di The Irishman merupakan senior di dunia perfilman. Salah satu yang termuda adalah Stephen Graham yang juga bukan pemain baru. Nama-nama besar yang dipilih bukan jaminan sebuah film akan dibuat dengan baik, tapi di film ini mereka bisa tampil dengan prima.

Robert De Niro sebagai Frank Sheeran, karakter utama yang sudut pandangnya dipakai sebagai jalan cerita terlihat begitu dingin sebagai pembunuh. Dia bisa melakukan tugasnya dengan baik dan memuaskan bagi para mafia. Walau dia seorang pembunuh, kita nggak akan melihat sosoknya yang meledak dengan kemarahan, melainkan tenang walau diliputi kegelisahan.

Al Pacino sebagai Jimmy Hoffa memperlihatkan sosok seorang yang berasal dari kalangan elite yang ambisius. Walau usianya sudah nggak muda, dia tetap ingin berkuasa bahkan ambisinya itu juga yang membuatnya bermasalah. Sosok liciknya dibuat manusiawi dengan menunjukkan kerapuhan dan rasa kesepiannya sampai menjadikan Sheeran sahabatnya.

Joe Pesci sebagai Russell Bufalino kembali menunjukkan akting prima seperti ketika dia berakting di Goodfellas. Bedanya kali ini dia lebih elegan dan mau berkompromi walau nggak segan-segan menyuruh Sheeran untuk menghabisi siapa pun yang dirasa menghalangi jalannya. Selain itu, dia dibuat terlihat nggak terlalu bugar dan dia bisa memainkannya dengan baik.

Film Scorsese Paling Kalem

Film Scorsese Paling Kalem

* sumber: advancelocal-adapter-image-uploads.s3.amazonaws.com

Ekspektasi ketika menyaksikan film tentang mafia atau organisasi kriminal adalah adanya adegan tembak-tembakan atau peperangan yang menegangkan. Scorsese pernah melakukannya di film yang disutradarainya tapi berbeda dengan The Irishman. Walau ada adegan menembak, tapi film ini adalah filmnya yang paling kalem.

Banyaknya dialog dan minimnya tembak-menembak bagi sebagian orang akan membuat bosan. Tapi, itulah uniknya The Irishman. Scorsese seperti ingin membuat para penjahat ini terlihat manusiawi. Mereka sangat memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan, pun ketika memutuskannya.

Durasi The Irishman yang panjang sepertinya mengharuskan kita menyiapkan stok makanan dan minuman yang lebih banyak. Dialog antar pemainnya perlu diperhatikan dengan cermat karena kita disuguhi karakter jahat yang sangat manusiawi. Walau berbeda dengan kebiasaan film buatan Scorsese, tapi rasanya film ini nggak boleh dilewatkan.

Kalau kamu suka film kriminal, film ini akan memberikan pengalaman baru buat kamu. Kamu akan tahu apa bedanya film ini dengan film kriminal lainnya. Kalau sudah menonton, kamu bisa membagikan ulasanmu kepada pembaca lain melalui kolom komentar yang sudah disediakan ya, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *