Sinosis dan Review The Ingenuity of the Househusband

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
The Ingenuity of the Househusband
3.8
/5

Tatsu merupakan mantan bos Yakuza yang kini berusaha mempelajari cara-cara menjadi bapak rumah tangga. Dia mempelajari segala macam teknik terkait urusan domestik melalui sebuah buku. Sebagai bapak rumah tangga pemula, Tatsu sangat teliti dan rinci mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, mulai dari mengasah pisau sampai memisahkan sampah-sampah.

Hanya lima episode dengan durasi yang sangat pendek, The Ingenuity of the Househusband (2021) ngga akan mengecewakan. Kamu harus sempatkan untuk menontonnya jika sedang butuh hiburan yang menyenangkan dan menenangkan. Masih belum yakin? Berikut sinopsis dan ulasannya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: April 2021
  • Genre: Comedy, Based on Manga
  • Produksi: J.C. Staff
  • Sutradara: Chiaki Kon
  • Pemeran: Kenjiro Tsuda
  • Jumlah Episode: 5

Pagi itu Tatsu (Kenjiro Tsuda) akan membuat bento, tapi saat mengiris kubis, pisau yang digunakan terasa tumpul. Agar lebih enak dipakai, Tatsu mengasah pisaunya menggunakan teknik-teknik tinggi. Ada tiga jenis batu asah yang digunakan, mulai dari batu medium, batu penghalus dan batu pemoles. Hal pertama yang dia lakukan tidak langsung mengasah pisaunya melainkan memoles batu medium lebih dulu menggunakan batu pemoles.

Jika menggunakan batu medium atau batu asahan yang tidak rata untuk mengasah pisau, bilah pisau bisa tumpul. Oleh karena itu dia harus memoles batu asahannya lebih dulu sampai rata. Batu asahan juga harus kembali dipoles setiap lima kali pengasahan. Setelah batu asahan terpoles sempurna hingga rata dan dapat digunakan, dia mulai mengasah pisau.

Untuk mengasah pisau pun Tatsu berusaha menjaga bentuknya. Penting untuk mengeluarkan garis kasar pada pisau karena itu gunakan batu medium atau batu asahan. Dia betul-betul memperhatikan hal detail untuk mendapatkan pisau tajam sempurna. Mulai dari sudut pengasahan yang harus 45° atau cari sudut yang membuat pisau dapat meluncur dengan baik pada batu asahan.

Dia juga memerhatikan posisi tangan saat mengasah pisau, yaitu memastikan tangan kiri ada di atas dan pakai gerakan maju mundur. Gaya tersebut dapat mengurangi ketebalan bilah pisau. Perhatikan jika ada residu hitam yang mulai keluar karena itu artinya pisau sudah semakin tajam. Terus asah hingga garis kasar muncul.

Setelah itu gunakan batu penghalus. Caranya masih sama, asah hingga pisau bersinar. Jika ujung pisau bersinar, artinya pisau tersebut sudah terasah dengan baik. Setelah dasar dan sudut pisau terasah sempurna, Tatsu akan mengasah sudut sekunder. Guna mencegah sudutnya berubah, gunakan kekuatan minimal pada bagian tepi lalu dorong searah secara perlahan; tidak bergerak maju mundur seperti saat mengasah pisau tadi.

Harap hati-hati karena jika memakai tenaga terlalu banyak, batu asahan dan bilah pisau akan tumpul. Semakin pisau sering diasah, ia akan semakin tajam. Meski berkarat, ketajaman ada di dalamnya. Begitu pun dengan manusia. Menurut Tatsu demi tubuh kuat dan tidak berkarat, konon polifenol pada kopi cukup efektif. Dia lalu mulai meracik kopi.

Menurutnya untuk mendapat seduhan kopi yang konsisten, langkah pertama adalah menimbangnya dengan tepat lalu rata dalam menggiling. Semakin rata gilingannya semakin baik dan merata pula ekstraksinya. Untuk menyaringnya, pertama, siram kertas saring menggunakan air panas untuk membuang bau kertas dan menghangatkan wadah kopi.

Jika tidak begitu, kamu akan kehilangan panas saat kopimu mulai menetes. Trik selanjutnya adalah meratakan bubuk kopi pada kertas saring. Lalu, tuang air panas ke bubuk kopi serata mungkin sebagai tahapan pra-infusi. Pada tahap ini gunakan seperlima air panas yang disediakan.

Pastikan air tersebut membasahi semua bubuk kopi secara merata. Setelah selesai menuang, goyangkan. Menurutnya, saat mengasah pisau atau membuat kopi, kamu harus menguasai rahasianya. Tatsu melanjutkan racikan kopinya dengan tuangan kedua. Proses pra-infusi sudah selesai, oleh karena itu tuang air secara cepat. Air panas dan bubuk kopi berinteraksi.

Tuangan ketiga, tambahkan lagi seperlima air panas terakhir. Setelah itu jangan lupa goyang-goyangkan lalu tunggu hingga kopi bisa diminum. Bagi Tatsu menjalani hidup yang tepat dan teliti adalah hal menyenangkan. Namun, begitu dia meminum kopinya, Tatsu tidak memerhatikan jika kopi itu masih panas.

Esok harinya saat sedang duduk bersantai, Tatsu mendapati kertas pada dindingnya sobek dan terbuka. Dia juga menemukan pintunya susah digeser. Tidak ada pilihan lain selain memperbaikinya. Hal pertama yang Tatsu lakukan adalah memperbaiki dindingnya. Mula-mula dia membasahi kertas dinding lebih dulu. Diamkan selama lima menit agar kertas mudah dikelupas.

Saat melakukannya kamu harus hati-hati karena jika terlalu banyak air, dapat merusak kayunya. Setelah lima menit, tarik kertas dari atas ke bawah. Tatsu menariknya secara hati-hati dan cepat. Setelah berhasil lepas, bersihkan sisa kertas shoji yang masih ada. Jika tidak, kertas baru akan sulit menempel. Sebelumnya jangan lupa keringkan kayu lebih dulu. Dalam hal ini kesabaran adalah yang utama.

Setelah kayu kering ratakan lem secara merata ke seluruh permukaanya. Pada bagian ini ketepatan, kecepatan dan tetap tenang jadi yang utama. Tidak usah khawatir karena lem yang digunakan tidak mudah kering. Langkah selanjutnya yaitu menempelkan kertas shoji.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram