bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Fantasy The Hobbit 2 (2013)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Thorin, Bilbo dan kurcaci lain melanjutkan perjalanan setelah berhasil sembunyi sementara dari ara Orc. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke hutan berbahaya dan terjebak jaring laba-laba raksasa di sana. Keberuntungan masih berpihak kalua setelah lepas dari sana, mereka ‘masuk’ menjadi tawanan para Peri Hutan yang dipimpin Thranduil.

Petualangan mereka tidak berhenti sampai sana. Thorin masih harus melanjutkan perjalanan dengan bantuan teman-temannya. Mampukah makhluk-makhluk bertubuh mungil ini menghadapi halangan yang semakin besar?

Sinopsis dan ulasan di bawah ini sedikit banyak akan memberikan Anda gambaran mengenai filmnya. Seperti apa gambaran yang dimaksud? Simak bersama untuk mengetahuinya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 2 Desember 2013
  • Genre: Epic High Fantasy, Adventure
  • Produksi: New Line Cinema, WingNut Films, Metro-Goldwyn-Mayer
  • Sutradara: Peter Jackson
  • Pemeran: Martin Freeman, Ian McKellen, Richard Armitage, Benedict Cumberbatch

Film dimulai dengan adegan ketika Gandalf (Ian McKellen) terlihat menemui Thorin (Richard Armitage) yang sedang duduk di sebuah bar di Desa Bree. Gandalf bertanya mengapa dia ada di sana. Thorin menjelaskan bahwa dia melihat sang ayah, Thrain (Antony Sher) berkeliaran.

Dia meyakini Thrain masih hidup setelah peperangan melawan Azog. Gandalf kemudian menyarankan Thorin untuk merebut kembali Erebor dari sang naga sebelum dikuasai kekuatan gelap.

Gandalf juga menyarankan Thorin untuk mengumpulkan 13 kurcaci dan satu orang ‘pencuri’ guna membantunya. Penyihir ini juga menawarkan diri untuk membantunya mendapatkan Erebor kembali. Cerita berlanjut satu tahun kemudian ketika Bilbo dan 13 kurcaci lainnya terus bersembunyi dari kejaran para Orc.

Bilbo yang mengintip dari balik batu melihat bahwa kali ini pasukan Orc dipimpin oleh Bolg (Lawrence Makoare), putra Azog (Manu Bennett). Bilbo juga melihat sesosok makhluk besar yang aneh.

Hobbit tersebut bergegas memberi tahu yang lainnya. Gandalf yang mengetahui makhluk tersebut kemudian memerintahkan para kurcaci untuk bersembunyi di sebuah rumah. Esok paginya ketika Gandalf dan yang lain tiba di rumah tersebut, makhluk besar mengerikan itu sempat berusaha menerobos pintu. Beruntung mereka berhasil menahannya.

Gandalf lantas menjelaskan bahwa makhluk tadi adalah Beorn (Mikael Persbrandt); sang pemilik rumah. Menurut Gandalf, Beorn bisa berubah jadi manusia yang bisa diajak bernegosiasi tapi sangat membenci kurcaci. Para kurcaci tersebut kemudian diminta tidur oleh Gandalf.

Di tempat lain Azog beserta pasukannya pergi ke Dol Guldur untuk menemui raja kegelapan. Sementara itu Beorn terlihat mulai berubah jadi sosok manusia. Dia lantas menjamu para tamu yang tak diundang tersebut, yaitu Gandalf, Thorin, Bilbo dan lainnya. Thorin lantas menjelaskan bahwa mereka sedang dikejar Azog. Rupanya Beorn juga punya kenangan buruk karena sebagian keluarganya dibunuh Azog.

Gandalf lalu bertanya pada Beorn bagaimana caranya melalui Hutan Mirkwood. Alih-alih mendapat jawaban yang membantu, Beorn justru melarang mereka karena kegelapan dan makhluk menyeramkan berkuasa di hutan tersebut. Peri Hutan Mirkwood juga berbeda dengan peri hutan lainnya, mereka berbahaya.

Namun, karena Beorn lebih membenci Orc daripada kurcaci, dia akhirnya mau membantu dengan memberi kuda. Syaratnya kuda tersebut tidak boleh dibawa masuk ke dalam hutan. Beorn lanjut menjelaskan bahwa para Orc juga bersekutu dengan penyihir gelap dari Dol Guldur, Necromancer.

Siang itu, rombongan mulai pergi ke hutan menggunakan kuda. Sesampainya di depan gerbang Hutan Mirkwood, Gandalf memerintahkan untuk melepaskan kuda-kuda tersebut. Di dalam hutan Gandalf mencoba masuk sendiri. Di sana dia melihat sebuah patung, secara tiba-tiba Gandalf juga melihat bayangan Necromancer dan bergegas keluar dari hutan. Gandalf kemudian pergi ke satu tempat dan membiarkan satu kuda tidak dilepas.

Gandalf lalu membuat rencana dengan Thorin dan yang lain untuk bertemu lagi di tebing dekat Erebor. Dia mengingatkan untuk jangan masuk ke gunung tersebut tanpa dirinya. Sebelum pergi Gandalf menyampaikan pesan agar para kurcaci berhati-hati saat memasuki hutan. Ikuti sebuah jalan setapak di sana dan jangan sampai ke luar darinya.

Perjalanan mereka di dalam hutan tidak mudah. Para kurcaci mulai kehilangan kesadarannya dan berputar-putar di tempat yang sama. Bilbo kemudian melihat ada cahaya dari arah atas. Dia lalu menaiki pohon tersebut dan mulai bisa bernapas lega karena mendapatkan oksigen dan cahaya matahari. Saat dia memanggil yang lain dari atas, Bilbo tidak mendapat jawaban apa pun.

Ketika memutuskan turun, Bilbo malah terjebak jaring laba-laba raksasa. Rupanya Thorin dan yang lain sudah lebih dulu ditangkap oleh sekawanan laba-laba raksasa tersebut. Di sana Bilbo menggunakan cincin untuk menyerang laba-laba. Sayang cincin tersebut harus jatuh saat pertarungan terjadi, beruntung Bilbo dapat kembali menemukannya.

Tak lama sekawanan laba-laba tersebut berhasil dikalahkan oleh sekelompok bangsa Elf berpanah. Mereka dipimpin oleh Legolas (Orlando Bloom), putra dari Thranduil (Lee Pace). Namun, Kíli (Aidan Turner) masih harus terjebak dengan seekor laba-laba. Nasib baik masih memihaknya karena dia diselamatkan oleh seorang elf perempuan kelas bawah bernama Tauriel (Evangeline Lily).

Selanjutnya seluruh kurcaci, kecuali Bilbo, digeledah dan dibawa ke istana Elf. Bilbo sendiri masih berada di hutan tanpa tertangkap oleh peri hutan. Namun, diam-diam Bilbo mengikuti mereka dari belakang dengan menggunakan cincin sehingga tidak tampak. Para kurcaci tersebut lantas dimasukkan ke dalam penjara, sementara Thorin dibawa menemui Thranduil.

Thranduil berniat melepaskan Thorin dan menawarkan bantuan dengan syarat dia harus mengambil permata putih yang berada di gunung. Thorin menolak dan langsung dibawa ke penjara. Di dalam penjara, Kíli terlihat sedang memainkan sebuah batu dan menarik perhatian Tauriel.

Dalam keadaan tidak terlihat, Bilbo terus mencari keberadan kunci penjara serta mengamati jalan keluar untuk menyelamatkan teman-temannya nanti. Setelah kunci berhasil didapat, Bilbo segera membebaskan teman-teman kurcacinya. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka? Hal-hal buruk apa lagi yang menghalangi Thorin untuk sampai pada tujuannya?

Lebih Banyak Aksi Menarik dari The Hobbit 1

Lebih Banyak Aksi Menarik dari The Hobbit 1

Sebagai film lanjutan, rasanya wajar jika The Hobbit 2 punya lebih banyak aksi menarik dibandingkan dengan The Hobbit 1. Di sini, Thorin mulai banyak bertemu serta berhadapan dengan pihak-pihak lain, bukan hanya Orc yang tidak ada habisnya.

Thorin, Bilbo dan kurcaci lain harus berjuang lepas dari jeratan laba-laba raksasa. Selesai dari sana dengan bantuan bangsa Elf, mereka malah menjadi tawanan para Peri Hutan. Upaya Thorin dan kawan-kawan keluar dari penjara Peri Hutan yang dipimpin Thranduil sungguh luar biasa. Para kurcaci rela hanyut di dalam tong agar bisa lepas dari sana.

Dalam keadaan serba sulit, mereka juga harus melawan Orc yang pantang menyerah mengikuti di sepanjang sungai. Visual efek untuk scene ini sungguh spektakuler. The Hobbit 2 juga menambah bumbu romantis antara karakter Killi dan salah satu peri hutan bernama Tauriel hingga film terasa lebih ada warnanya, tidak melulu berisi pertempuran dan ketegangan.

Petualangan Melelahkan Para Kurcaci

Petualangan Melelahkan Para Kurcaci

Menonton The Hobbit 2 Anda bisa ikut merasakan kelelahan para kurcaci yang tidak berhenti menghadapi lawan-lawan mereka. Pertempuran di masa lalu yang terjadi di Kerajaan Erebor rupanya berbuntut panjang. Thorin sebagai cucu Thror yang tamak harus menghadapi kesulitan demi kesulitan karena berurusan dengan dendam-dendam masa lalu.

Menonton film ini dari awal, rasanya seperti dikejar sesuatu secara terus-menerus. Kita tidak diberi kesempatan bernapas karena tensi ketegangan tidak turun-turun. Selesai dengan kesulitan yang satu, Thorin serta kurcaci lain harus siap dengan kesulitan lain. Mereka bahkan rela ditimbun bersama ikan-ikan di dalam gentong dan keluar dari lubang toilet untuk menyelamatkan diri. Anda bisa ikut lelah dan iba melihat perjuangan kurcaci-kurcaci tersebut.

Visual Effect Masih Memukau

Visual Effect Masih Memukau

Jangan khawatirkan visual effect The Hobbit 2 karena film ini masih menyediakan amunisi yang banyak untuk membuat para penonton terpukau. Semakin banyak pertempuran yang dilakukan Thorin, teknologi CGI yang digunakan pun semakin rapat. Beruntungnya dari awal hingga akhir, tidak ada efek yang mengecewakan. Apalagi scene ketika para kurcaci harus hanyut di sungai dan melawan Orc dengan senjata seadanya.

Scene lainnya yang tak kalah memukau adalah ketika Bilbo akhirnya bisa bertemu dengan Naga Smaug. Naga yang tertidur di tumpukan emas, tiba-tiba terbangun dan terbang ke sana-ke mari mencari Bilbo. Adegan tersebut menutup film The Hobbit 2 dengan cukup baik.

Menjadi film kedua dari trilogy Hobbit rasanya berat karena harapan penonton yang semakin meninggi. Hal-hal detail akan lebih diperhatikan dan langsung terasa mengganggu. Walau demikian, The Hobbit 2 tetap tampil dengan gemilang dan berhasil diapresiasi dengan masuk ke berbagai nominasi dan memenangkan beberapa di antaranya.

The Hobbit 2
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram