bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Goldfinch, Kisah Lukisan yang Hilang

Kehilangan sosok ibu tentu menjadi pukulan terbesar bagi setiap anak, begitu pula yang terjadi pada tokoh Theo dalam film The Goldfinch. Di masa kecilnya, Theo harus kehilangan sang ibu saat mereka mengunjungi museum lukisan.

Peristiwa tersebut merubah hidup Theo sekaligus juga membuatnya menyimpan sebuah rahasia besar mengenai sebuah lukisan yang hilang. Bagaimanakah cerita selanjutnya? Kamu bisa membaca sinopsis dan review dari film The Goldfinch berikut ini!

Sinopsis

the-goldfinch-1_
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Drama
  • Produksi: Amazon Studios / Warner Bros Pictures
  • Sutradara: John Crowley
  • Pemeran: Ansel Elgort, Oakes Fegley, Aneurin Barnard

Film The Goldfinch dikisahkan dengan alur cerita maju mundur yang mengisahkan setting waktu saat Theo masih kecil dan Theo sudah dewasa. Saat masih kecil, Theo kehilangan ibunya yang tewas akibat peristiwa pengeboman oleh teroris ketika mereka berada di sebuah museum dan melihat-lihat lukisan.

Pada peristiwa itu, Theo juga bertemu dengan seorang gadis bernama Pippa yang menjadi cinta pertamanya dan paman dari Pippa, Welty Blackwell.

Sebelum meninggal, Welty berpesan pada Theo untuk menyimpan lukisan burung berjudul The Goldfinch dan memintanya menemui Hobie. Theo kemudian membawa lukisan itu dan menyembunyikannya bertahun-tahun.

Setelah ditinggalkan sang ibu, Theo tinggal bersama keluarga Barbour karena ia bersahabat dengan Andy, anak bungsu keluarga tersebut.

Meski awalnya tak terlalu menyukai kehadiran Theo, namun perlahan Nyonya Barbour dan semua keluarga tersebut menganggap Theo sebagai keluarganya sendiri. Theo juga telah bertemu Pippa dan berteman dengan Hobie, teman dari Welty Blackwell.

Dari Hobie yang memiliki toko barang antik, Theo banyak belajar dan menyukai barang-barang antik. Saat kehidupannya mulai membaik, sang ayah yang dulu menelantarkannya tiba-tiba menjemput Theo.

Ayah Theo membawanya ke sebuah tempat kumuh bersama pacar barunya. Sementara Pippa juga pergi ke Texas karena harus tinggal bersama wali barunya.

Theo tidak betah dengan kehidupannya bersama sang ayah. Namun ia bertemu Boris, remaja seusianya yang kemudian menjadi sahabatnya. Meski mendapatkan teman, Boris juga membawa pengaruh buruk pada Theo. Theo mulai belajar merokok, minum minuman keras, dan memakai narkoba.

Sementara itu, ayah Theo juga hanya memanfaatkan asuransi dan tabungan Theo untuk keperluannya sendiri. Suatu hari setelah bertengkar, sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan.

Theo yang tak mau tinggal bersama pacar ayahnya pun memilih untuk kabur dari rumah. Ia mengajak Boris ikut serta, namun Boris tak bisa pergi dengan alasan yang tak jelas.

Theo pun pergi ke tempat Hobie dan tinggal di sana. Tahun berlalu, Theo kini bekerja sebagai pengusaha dan berbisnis barang antik bersama Hobie. Bisnisnya lancar, ia juga kembali bertemu dengan keluarga Barbour.

Theo kemudian bertunangan dengan Kitsey, salah satu anak dari keluarga Barbour. Namun suatu hari Theo melihat Kitsey selingkuh dengan pria lain.

Di sisi lain, seorang klien Theo juga menuntutnya karena ia dianggap menjual barang palsu. Sang klien kemudian mengatakan rahasia Theo bahwa ia menyimpan lukisan The Goldfinch dan bisa melaporkannya pada FBI.

Tanpa disengaja,Theo kemudian bertemu Boris yang membuat pengakuan bahwa ia sudah sejak lama menukar lukisan The Goldfinch yang disimpan Theo.

Kini, lukisan The Goldfinch asli berada di tangan seorang bandar narkoba. Theo dan Boris pun melakukan perjalanan untuk kembali mengambil lukisan tersebut.

Namun hal tersebut tak semudah yang dipikirkan. Theo harus terlibat banyak penipuan hingga aksi tembak menembak yang membuatnya hampir menyerah dan bunuh diri.

Saat Theo berusaha untuk bunuh diri, Boris datang dan menyelamatkannya. Setelah kondisi Theo membaik, Boris memberi kabar bahwa lukisan asli the Goldfinch telah ditemukan dan dikembalikan ke tempat yang seharusnya. Theo pun kembali melanjutkan kehidupannya.

Struktur Cerita yang Padat dengan Tempo Lambat

the-goldfinch-2_

Film The Goldfinch merupakan karya adaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang pernah meraih penghargaan Pulitzer.

Mengadaptasi sebuah karya novel ke dalam karya visual tentu menjadi tantangan tersendiri, begitu pula dengan film The Goldfinch ini. Dengan durasi yang cukup lama yaitu 149 menit, film ini terasa memiliki struktur cerita yang cukup padat.

Selama mengikuti alur cerita yang mengisahkan bagaimana tokoh utama Theo menjalani kehidupannya, kita akan banyak melihat cukup banyak subplot di dalamnya.

Mulai dari bagaimana hubungannya dengan Pippa, kedekatannya dengan keluarga Barbour, karirnya sebagai pebisnis, hingga bagaimana ia berdamai dengan rasa bersalah dirinya sendiri.

Selain struktur cerita yang cukup padat, film The Goldfinch juga terasa memiliki tempo yang cukup lambat.

Selain faktor durasi yang cukup lama untuk sebuah film, alur cerita yang mengisahkan perjalanan hidup Theo sejak remaja hingga dewasa pun terasa menjadi kisah yang cukup panjang. Bagi sebagian orang, mungkin tempo lambat ini akan membuatmu sedikit bosan di tengah film.

Visual-Visual yang Sinematik dan Adegan Berulang

the-goldfinch-3_

Film The Goldfinch mengangkat tema mengenai sebuah karya seni, dan tampaknya konsep ini juga diaplikasikan pada sinematografi film tersebut. Di sepanjang film, banyak shot-shot estetik yang ditampilkan dan tampak sesuai dengan tema karya seni yang diangkat pada film ini.

Alur maju mundur yang digunakan juga membuat film ini banyak mengulang adegan tertentu, terutama adegan peristiwa pengeboman museum yang menjadi momentum paling penting dalam hidup Theo.

Di bagian awal, adegan ini hanya divisualisasikan dengan begitu samar. Banyak shot-shot yang dibuat buram dan tidak fokus, namun tampak indah sebagai kenangan yang diingat Theo.

Adegan pengeboman ini pun terus berulang dengan angle dan shot yang berbeda. Dan semakin lama, ingatan Theo akan kejadian itu pun semakin jelas.

Sejak awal film, penonton seolah ikut diajak menyusun kepingan puzzle mengenai peristiwa pengeboman ini melalui shot-shot buram. Hingga pada akhirnya di bagian ending film, kita pun bisa mencerna cerita film ini secara lengkap.

Cerita Film yang Dibuat Open Ending

the-goldfinch-4_

Meski pada bagian akhir film Theo dikisahkan selamat dari percobaan bunuh diri dan lukisan The Goldfinch kembali ditemukan, film ini seolah ingin memberikan akhir dengan open ending yang membiarkan penonton menyimpulkan sendiri apa yang selanjutnya terjadi pada tokoh utamanya.

Scene terakhir film ini hanya menunjukan saat Boris menceritakan pada Theo jika lukisan The Goldfinch telah ditemukan, dan Theo pun berjalan bersama Nyonya Barbour di sebuah lorong. Theo dan Nyonya Barbour hanya tersenyum saat menghadap sebuah cermin, dan entah apa yang akan mereka lakukan.

Setelah itu, adegan pengeboman museum kembali diperlihatkan dan ibu Theo hanya mengatakan jika lukisan The Goldfinch adalah lukisan favoritnya.

Setelah adegan tersebut, film pun selesai dan ditutup dengan credit title. Maka hingga akhir film, tidak ada penjelasan yang pasti mengenai motif Theo menyembunyikan lukisan The Goldfinch hingga bertahun-tahun lamanya.

Tampaknya sang sutradara ingin memberikan ruang pada penonton untuk menentukan sendiri apa motivasi si pemeran utama dalam menyimpan lukisan yang menjadi pokok cerita film ini dan seperti apa perjalanan hidup Theo setelah lukisan tersebut ditemukan. Jadi, kamu tidak perlu kebingungan di akhir film, tentukan saja akhir filmnya menurut versimu sendiri!

Itulah review dan sinopsis dari film The Goldfinch yang akan mengajakmu mengikuti perjalanan seorang remaja hingga menjadi pria dewasa dengan menyimpan luka dan rahasia sepanjang hidupnya. Apakah kamu tertarik menonton film drama ini? Apa yang paling membuatmu penasaran dari film The Goldfinch? Ceritakan di kolom komentar ya!

The Goldfinch
Rating: 
2.7/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram