Sinopsis & Review The Four of Us, Eksperimen dalam Cinta

Ditulis oleh Siti Hasanah
The Four Of Us
4.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Hal apa yang biasa kamu lakukan untuk menguji kesungguhan dan kesetiaan pasangan? Tukar nomor ponsel? Saling membocorkan kata sandi media sosial? Untuk beberapa orang, menguji kesetiaan dan kejujuran itu penting agar ia terhindar dari rasa sakit.  Selain itu, pada dasarnya manusia selalu penasaran dengan isi hati orang lain.

Dua pasangan dalam film ini, Janina (Nillam Farooq) dan Ben (Louis Nitsche), serta Maria (Paula Kalenberg) dan Nils (Jonas Nay) punya cara lain. Ide untuk bertukar pasangan adalah buah pikiran Janina. Ia mengusulkan untuk bertukar pasangan selama sebulan. Untuk lebih jelasnya ada sinopsis dan ulasan dari film original Netflix di bawah ini.

Sinopsis

the-four-of-us-7_

Ben terlihat sedang sibuk. Dari kalimatnya, laki-laki itu seperti sedang membuat rekan kerjanya termotivasi untuk lebih aktif dalam menemukan ide. Ia seperti seorang orator yang membakar semangat demonstran untuk menyuarakan aspirasinya.

Eh, rupanya ia sedang take video untuk audisi akting. Di tengah-tengah proses pengambilan video, Maria masuk dan menghampiri Ben. Dari gestur keduanya, mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang romantis.

Di sisi lain, ada Janina yang tengah sibuk ber-selfie. Lalu, Nils muncul di luar kantor untuk menjemputnya. Kedua pasangan ini tidak se-romantis Ben dan Maria. Dan itulah adegan pembuka dalam film The Four of Us yang rilis 15 Oktober 2021.

Du Sie Er & Wir atau The Four of Us adalah sebuah film asal Jerman yang mengusung genre romantis. Florian Grottschic adalah mastermind yang mengarahkan Janina dkk dalam film ini.

Janina adalah seorang jurnalis yang kurang mendapat perhatian dari editornya. Ia sering dikalahkan oleh rekan sekantornya yang jago cari muka sehingga ia lebih beruntung. Ben, pasangan asli Janina adalah seorang aktor yang gagal, ia masih belum beruntung dalam karirnya.

Sementara itu, Nils bekerja sebagai kosultan properti yang sarkas dan sinis. Kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu tajam. Nils adalah pasangan asli Maria, seorang guru yang sabar dan mempunyai kepribadian yang hangat.

Hari itu keempatnya berencana untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah pondok milik ayah Nils yang berada di dekat pantai. Maria datang bersama Ben, sedangkan Nils bersama Janina. Di hari libur akhir pekan itu, mereka sudah merencanakan untuk saling membuka diri.

Selain itu, mereka juga akan berdiskusi mengenai pengalaman eksperimen bertukar pasangan yang mereka lakukan. Oh, ya, hari itu genap satu bulan mereka bertukar pasangan. Namun, akhir pekan yang diharapkan menjadi momen menyenangkan itu menjadi kacau.

Semua berawal dari Nils yang melihat Ben dan Maria melanggar kesepakatan, selama satu bulan ini perasaan mereka akhirnya tumbuh. Nils dan Maria tidak mengalami hal serupa. Namun, mereka juga tidak lurus-lurus saja. Ada hal lain yang mereka alami.

Rencana untuk saling mengungkapkan perasaan masing-masing itu memang rusak, namun mereka menemukan hal lain yang membuka mata mereka mengenai sebuah hubungan.

Menggambarkan Bentuk Hubungan di Era Modern

the-four-of-us-2_

Narasi yang diusung oleh film garapan sutradara Florian Gottschick ini termasuk unik. Narasinya menggelitik rasa penasaran orang untuk menyaksikan bagaimana jadinya melakukan eksperimen aneh bin ajaib yang rasakan mustahil dilakukan di kehidupan nyata. 

Jalan cerita yang diusungnya menggali lebih dalam dengan menantang para pemeran utama untuk menemukan jawaban yang tersimpan dalam hubungan manusia yang meliputi emosi, nafsu, cinta dan perasaan disayangi. Menarik sekali ya!

Awalnya, keempat sahabat ini hanya sekadar mengikuti ide Janina. Namun, dalam prosesnya, masing-masing menemukan hal yang mereka tidak duga yang tidak mereka temukan saat mereka bersama pasangan aslinya.

Seperti menerima kekurangan pasangan, berani menerima kekurangan diri sendiri dan tidak menyangkal keadaan yang terjadi. Ben dan Maria adalah pasangan yang paling merasakan hal tersebut.

Sebulan bersama Ben mengajarkannya arti menerima kekurangan pasangan. Sementara Nils dan Janine berusaha mengesampingkan hal tersebut meskipun mereka sendiri merasakan ada hal yang membuat nyaman dari hubungan eksperimental mereka

Jalan Cerita Dengan Dialog Ringan

the-four-of-us-3_

Yang menarik dari film ini bukanlah kisah Ben dan Maria yang tengah berada dalam euforia cinta. Justru dialog-dialog ringan tapi mendalam di dalamnya lah yang membuat penonton betah mengikuti ide gila Janina.

Tidak ada scene meriah atau menegangkan. Namun, kesederhanaan penyajian jalan ceritanya yang menjadi magnet. Misalnya saja saat Janina, Ben, Nils dan Maria saling melontarkan pemikiran masing-masing mengenai pandangan hubungan ideal sambil rebahan di ruang tengah pondok.

Kamu akan melihat scene jenaka diantara obrolan mereka yang berisi isu-isu sosial, situasi kehidupan modern, hubungan sesama jenis, definisi hubungan ideal versi masing-masing dan mengenai isu hidup bebas anak yang kini tengah hangat diperbincangkan.

Scene ngobrol santai di ruang tengah ini terasa seperti melihat teman sendiri berdebat dan saling jujur mengenai pemikiran pribadinya.  Kalau ditelaah, isi obrolan mereka cukup berat, tapi karena disajikan dalam kemasan dialog yang sederhana, obrolan berat itu jadi terdengar asyik.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram