Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review The Forty-Year-Old Version (2020)

Sinopsis dan Review The Forty-Year-Old Version (2020)

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Radha adalah penulis drama yang kurang beruntung dan putus asa untuk membuat sebuah gebrakan sebelum usianya menginjak 40 tahun. Dirinya merasa hidup kembali ketika menjadi seorang rapper dengan menggunakan nama RadhaMUSPrime, dia bimbang memilih antara dunia Hip Hop atau teater untuk menemukan kata hatinya.

The Forty-Year-Old Version adalah panggung pembuktian diri seorang Radha Blank, dimana dia menjadi penulis naskah, sutradara, produser, dan pemeran utamanya. Dari judulnya kita sudah bisa memastikan apa yang ingin ditampilkan dalam film ini, yaitu keresahan hati seorang seniman yang belum menemukan gebrakan ketika usianya hampir menginjak paruh baya.

Original Film Netflix ini pertama kali ditayangkan di Sundance Film Festival pada 25 Januari 2020 dan berhasil meraih penghargaan sebagai U.S. Dramatic Competition Directing Award untuk Radha Blank. Dari segelintir fakta di atas, kita sudah bisa memastikan jika film ini mempunyai “something”, dan akan kami bahas lebih dalam.

Sinopsis

The Forty-Year-Old Version (2020)

*https://www.whats-on-netflix.com/news/netflix-comedy-the-40-year-old-version-coming-to-netflix-in-october-2020/

  • Tahun: 2020
  • Genre: Comedy / Drama
  • Produksi: New State Ventures, Hilman Grad Productions, Endeavor Content
  • Sutradara: Radha Blank
  • Pemeran: Radha Blank, Peter Kim, Oswin Benjamin

Radha (Radha Blank) adalah seorang penulis drama yang berada di penghujung usia 30 dan belum mendapatkan sebuah gebrakan setelah terakhir kali meraih penghargaan Most Promising 30 Under 30 sepuluh tahun yang lalu. Untuk mengisi aktivitas kesehariannya, dia mengajar drama sebagai ekstrakurikuler di sekolah yang hanya diikuti oleh beberapa orang siswa saja.

Archie (Peter Kim) adalah agennya yang juga telah menjadi sahabatnya sejak masa sekolah dulu. Archie berusaha untuk mendapatkan sebuah produksi teater dimana naskah karya Radha bisa ditampilkan, meski dia harus melakukan hal-hal di luar batas moral. Dia berhasil membujuk seorang produser yang mau menampilkan naskah milik Radha, tentunya dengan beberapa perubahan yang signifikan.

Radha merasa putus asa melihat hidup dan karirnya yang tidak menentu, tanpa gebrakan berarti sebagai seniman, tidak dihormati oleh orang lain bahkan oleh murid-muridnya, dan tidak ada kejelasan hidup untuk masa depannya. Hingga akhirnya dia menemukan kembali gairah hidup ketika menulis lirik-lirik berima yang membuatnya ingin menjadi rapper.

Lewat Instagram, dia menemukan seorang penggubah musik bernama D (Oswin Benjamin), yang memiliki sikap yang aneh pada awal perjumpaan mereka. Tetapi kemudian D tertarik ketika mendengarkan bait demi bait lirik yang dilantunkan oleh Radha. D menganggap lirik-lirik milik Radha memiliki cerita, tidak hanya ocehan kosong dengan rima belaka seperti rapper lainnya.

Ketertarikan antara mereka semakin kuat ketika mereka memiliki kesamaan, yaitu sama-sama sudah kehilangan ibu yang sangat mereka cintai. Radha kemudian diajak tampil dalam show yang dibuat oleh D. Sayangnya, justru dia mengacaukan aksi panggungnya dengan hanya mengucapkan “Yo!” saja. Dan kejadian ini membuatnya kehilangan semangat.

Ketika workshop untuk pentas drama dimulai, hubungan mereka sedikit merenggang karena kesibukan Radha dalam mempersiapkan pentas dan melakukan beberapa perubahan yang sebenarnya tidak disetujuinya. Apalagi yang menjadi sutradara bukanlah orang Afrika-Amerika sesuai harapannya dan tema cerita berubah jauh ke arah gentrifikasi, bukan lagi kehidupan warga Harlem dalam kesehariannya.

Hubungan antara Radha dan D mulai membaik ketika D membujuk Radha dan membawanya ke battle rap antar rapper wanita. Hal ini kemudian membuat Radha menjadi kehilangan motivasi untuk pentas yang semakin dekat hari penampilannya. Radha tidak ingin hadir ke pentas itu, meski dia sudah memakai gaun yang sudah disiapkan.

Tetapi pada akhirnya, dia muncul di penghujung pentas hanya untuk mengatakan jika drama yang dia tulis ini adalah sampah dan diakhiri oleh aksi rap olehnya. Semua yang hadir hanya ternganga dan cuma murid-muridnya saja yang memberikan tepuk tangan meriah atas sikap beraninya itu. Kejadian ini membuat Archie paham apa yang dicari Radha, dan mereka memutuskan memilih jalan masing-masing.

Siapakah Radha Blank?

Siapakah Radha Blank

*https://www.imdb.com/title/tt10642834/mediaviewer/rm1043695617

Radha Blank adalah seorang sineas dan aktris yang lahir dan besar di kota New York. Radha pernah menulis beberapa naskah untuk serial TV, film pendek, dan film TV. Tidak banyak produksi yang dia ikuti selama karirnya yang dimulai di tahun 1998 sebagai figuran dalam film Mixing Nia. Setelahnya dia hanya berkutat dengan penulisan naskah untuk beberapa episode dari serial TV.

Hasil usahanya baru diapresiasi ketika dia masuk nominasi Outstanding Writing, Comedy Series di ajang Black Reel Awards for Television untuk serial She’s Gotta Have It di tahun 2019. Serial yang juga diproduseri oleh Radha ini ditayangkan di Netflix untuk dua season dan pada bulan Juli 2019 Netflix membuat pernyataan tidak akan melanjutkan serial ini ke season selanjutnya.

Hubungannya dengan Netflix berlanjut dengan The Forty-Year-Old Version yang sukses secara kualitas dan menuai banyak pujian dari berbagai pihak, baik penonton maupun kritikus. Film ini menjadi pembuktian tersendiri bagi Netflix sebagai janji mereka untuk menghadirkan film-film original berkualitas. Bisa jadi hubungan baik Radha dengan Netflix akan berlanjut ke proyek berikutnya. Who Knows!

Kisah Semi-Autobiography

Kisah Semi-Autobiography

*https://www.rogerebert.com/reviews/the-forty-year-old-version-2020

Film dengan presentasi hitam-putih ini bisa dianggap sebagai kisah semi-autobiography dari Radha sendiri, bahkan karakter utamanya pun menggunakan namanya sendiri dan menghadirkan adiknya untuk berperan sebagai dirinya sendiri. Memang, cara mudah menulis cerita yang memiliki kedalaman karakter yang baik adalah menuliskan kisah diri sendiri, sehingga tidak perlu membutuhkan penjiwaan yang dalam.

Seperti dalam filmnya, karakter Radha sangat benci ketika naskahnya dianggap tidak autentik, bahkan dia sampai mencekik produser yang mengatakannya. Tapi kisah film ini termasuk autentik, karena dia bercerita tentang dirinya sendiri, dia tidak perlu memerankan orang lain dengan karakter yang berbeda dari dirinya.

Selain itu, Radha juga berhasil menciptakan karakter-karakter yang menarik dengan ditunjang oleh aktor dan aktris yang mampu membawakannya dengan baik pula. Sehingga jalan cerita terikat karenanya, dan berhasil mempengaruhi sosok Radha yang penuh kerentanan untuk memiliki motivasi yang kuat buat berani berubah dan maju demi meraih apa yang diinginkannya.

Kejujuran yang ditampilkan dalam dialog-dialog sederhana namun cerdas, terkadang membuat kita sedikit mengernyitkan dahi, karena terkadang kita tidak mengerti maksud kalimatnya. Mungkin butuh referensi yang lebih banyak untuk memahaminya. Kecerdasan dialog, yang terkadang diimbuhi kata-kata kasar dan jorok, mempengaruhi nuansa komedi yang ditampilkan dengan cukup cerdas pula.

Pada intinya, The Forty-Year-Old Version adalah sebuah film drama dengan imbuhan komedi secukupnya yang memperlihatkan kepada kita akan sebuah kisah menarik tentang pasang surut kehidupan seorang seniman dalam mencari sebuah gebrakan untuk dirinya sekaligus penggenapan kata hatinya sendiri. Cerita ini akan mudah dipahami oleh orang yang berada dalam keadaan yang sama dengan Radha.

Dan kita pun diperkenalkan dengan salah seorang sineas bertalenta yang selama ini terkubur dalam hiruk-pikuk dunia hiburan Amerika. Kegelisahan hatinya bisa diterjemahkan dengan baik dalam karyanya yang kemudian diakui kualitasnya oleh berbagai pihak. Dan film ini, bisa menjadi kendaraan yang sempurna bagi Radha untuk mulai menapaki jenjang karir yang lebih tinggi di bisnis hiburan.

The Forty-Year-Old Version sangat kami rekomendasikan untuk ditonton, apalagi di awal perilisannya sudah menjadi top search di berbagai negara sejak bulan Oktober 2020. Jadi, tunggu apa lagi?

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *