Sinopsis & Review The First Purge, Kejahatan Menjadi Legal

Ditulis oleh Yanyan Andryan
The First Purge
3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film yang satu ini merupakan seri keempat sekaligus sebagai prekuel dalam franchise The Purge. Film pertamanya sendiri rilis di tahun 2013, lalu disusul dengan dua sekuelnya yang berjudul The Purge: Anarchy (2014), dan The Purge: Election Year (2016).

The First Purge mengisahkan asal muasal peristiwa “Purge” yang menggambarkan situasi kekacauan di satu malam dalam setahun, dan semua jenis kejahatan menjadi hal yang legal untuk dilakukan. Film ini juga menjadi seri paling laris diantara yang lainnya setelah meraup lebih dari 137 juta dollar di seluruh dunia.

Sinopsis

The First Purge

Diceritakan bahwa New Founding Fathers of America (NFFA) adalah sebuah partai politik paling kuat yang berada di Amerika Serikat. Sementara itu, Kepala staf NFFA, Arlo Sabian, dan seorang sosiolog, Dr. May Updale, sedang mempersiapkan eksperimen ekstrim bernama “Purge” yang akan dilakukan di Staten Island selama 12 jam.

Di dalam eksperimen tersebut, keduanya mengizinkan seluruh warga Staten Island untuk melepaskan semua rasa amarahnya dengan berbagai macam cara, termasuk mencuri dan membunuh sekalipun. NFFA nantinya akan memberikan uang sejumlah 5000 ribu dollar kepada mereka yang berhasil bertahan hidup saat melakukan Purge.

NFFA juga melengkapi para peserta dengan kamera lensa kontak sehingga aktivitas mereka dapat dipantau. Selain itu, NFFA memasang alat pelacak di dalam tubuh setiap peserta sehingga akan diketahui jika mereka melarikan diri dari Staten Island.

Sementara itu, seorang gembong narkoba di Staten Island, Dmitri Cimber, memberi tahu kepada anak buahnya untuk tidak ikut dalam eksperimen Purge, dan meminta mereka menjaga markas dari serangan brutal yang nantinya akan terjadi. Namun, salah seorang anak buahnya yang bernama Capital A tidak menurutinya, dan memilih ikut dalam Purge.

Hampir sebagian warga Staten Island ikut dalam aksi tersebut, termasuk juga seorang pemuda bernama Isaiah Charms yang bekerja sebagai dealer narkoba untuk Dmitri. Ia ikut Purge karena ingin balas dendam kepada seorang pecandu gila bernama Skeletor yang pernah menyerangnya.

Skeletor pun ternyata ikut dalam eksperimen tersebut, dan ia menjadi orang pertama yang berhasil melakukan pembunuhan dalam Purge. Isaiah lalu bertemu dengannya untuk membalas dendam, namun ia tidak bisa menembaknya, dan malah melarikan diri menemui kakaknya, Nya Charms, yang bersembunyi di gereja.

Di tempat yang berbeda, Capital A mengirimkan dua orang perempuan yang bernama Anna dan Elsa untuk membunuh Dmitri. Ia ingin menghabisi nyawa Dmitri agar bisa mengambil alih bisnis narkoba miliknya. Saat mereka hendak membunuhnya, Dmitri bergerak lebih cepat dan berhasil menembak Capital A tepat di kepala, dan ia lalu mengusir Anna serta Elsa dari Staten Island.

Di markas NFFA, Dr. May Updale mulai merasa janggal karena korban pembunuhan semakin banyak seiring hadirnya peserta bertopeng dalam eksperimen Purge. Ia lalu mengetahui jika mereka adalah tentara bayaran yang ditugaskan oleh Sabian untuk membunuh seluruh warga sipil yang ikut eksperimen itu.

Sabian lalu menjelaskan bahwa tentara bayaran dikirim untuk menyukseskan Purge, dan membantu menyeimbangkan ketidakseimbangan kekayaan antara si kaya dan si miskin. Dr. May Updale memprotes tindakan tersebut, dan menyadari jika NFFA hanya ingin memberantas orang miskin untuk menghemat biaya program sosial.

Mengetahui bahwa korupsinya telah terungkap, Sabian meminta pasukannya untuk membunuh Dr. May. Ia pun tetap mengawasi para peserta Purge dengan membiarkan para tentara bayaran bertopeng untuk melakukan tugasnya.

Rasa Dendam Berujung Tindakan Kejahatan

Rasa Dendam Berujung Tindakan Kejahatan

Dari sejak seri pertama hingga yang keempat ini, franchise The Purge selalu membawakan tema moral yang akan sangat menarik perhatian bagi yang menontonnya. Semua film The Purge berusaha menggoda kita untuk berpikir kritis tentang bagaimana jadinya jika hukum dan norma sudah tidak ada, serta tindakan kejahatan legal untuk dilakukan.

Dalam film The First Purge ini sendiri, kita mungkin akan bersimpati ketika melihat sebuah pulau bernama Staten Island dijadikan tempat eksperimen jahat oleh partai New Founding Fathers of America (NFFA). Parahnya lagi, mereka menjadikan sebagian warga di sana sebagai tikus percobaan agar projek eksperimen Purge berhasil terlaksana.

Akan tetapi, sebenarnya mereka bisa memilih untuk tidak ikutan dalam Purge, atau pergi meninggalkan tempat tinggalnya. Karena Staten Island diceritakan sebagai salah satu wilayah “miskin” di Amerika, maka para warganya pun sangat tamak ketika dijanjikan sejumlah uang yang besar.

NFFA akan membayar mereka jika tetap tinggal di rumah, bahkan dibayar lebih jika berpartisipasi dalam eksperimen Purge. Syaratnya pun menggiurkan bagi para peserta, mereka hanya diminta untuk melampiaskan semua rasa amarahnya, rasa dendam dan jengkelnya dengan bebas melakukan apa pun tanpa harus takut akan dihukum.

Dari situ kita akan melihat bahwa sisi jahat manusia dapat terlihat dengan mereka melakukan penjarahan, perampokan, hingga tindakan vandalisme. Kondisi seperti itu memperlihatkan bahwa kejahatan kini sangat mudah untuk dilakukan tanpa keraguan.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram