bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Father Who Moves Mountains (2021)

Ditulis oleh Yanyan Andryan
The Father Who Moves Mountains
4
/5

Film asal Rumania dengan judul asli Tata muta muntii ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Daniel Sandu. The Father Who Moves Mountains telah tayang di layanan streaming Netflix pada tanggal 17 September 2021 kemarin.

Cerita film ini berfokus pada seorang ayah yang kehilangan kontak dengan putra satu-satunya di sebuah pegunungan bersalju di Rumania. Ia kemudian pergi ke tempat tersebut, dan bergabung bersama tim penyelamat untuk menemukan keberadaan anaknya dengan segala cara.

The Father Who Moves Mountains dibintangi oleh Adrian Titieni sebagai Mircea Jianu, Elena Purea berperan sebagai Paula, Judith State menjadi Alina, Valeriu Andriuța sebagai Cristian Nistor, dan Tudor Smoleanu yang memainkan karakter Filip.

Sinopsis

Review The Father Who Moves Mountains

Mircea Jianu adalah seorang pensiunan Perwira Intelijen Rumania. Saat ini, ia mempunyai istri baru bernama Alina, yang tengah mengandung anak pertama mereka. Di pernikahan sebelumnya dengan istri pertamanya, Paula, keduanya mempunyai seorang anak lelaki bernama Cosmin, yang sekarang tumbuh dewasa.

Suatu hari, polisi setempat datang ke kediamannya Jianu, dan memberi tahu bahwa putranya, Cosmin, beserta pacarnya, Daniela, telah hilang kontak di Pegunungan Bucegi. Polisi juga mengatakan bahwa jejak terakhir mereka terlihat saat keduanya menggunakan jalan setapak di pegununanan tersebut, namun sekarang jejaknya telah menghilang tertutupi salju.

Jianu bersama dengan orang kepercayaannya, Letnan Laurentiu, kemudian bergegas berangkat menuju ke kota tempat anaknya menghilang di daerah Pegunungan Bucegi. Di sana, keduanya bertemu dengan Cristian, kepala unit penyelamat gunung, dan meminta informasi keberadaan anaknya. Cristian memintanya untuk bersabar karena anak buahnya sedang melakukan pencarian di wilayah pegunungan.

Pencarian tersebut tentunya tidaklah mudah, selain karena sedang berada di musim dingin, kondisi cuaca yang membeku, serta badai salju hingga tanah longsor bisa mengancam setiap saat. Tapi Jianu bukanlah orang yang sabar, ia lalu ikut rombongan kelompok penyelamat agar bisa membantu menemukan anaknya dengan cepat.

Alih-alih membantu meringankan tugas mereka, Jianu malah menghambat proses pencarian karena dirinya tidak kuat untuk melakukan pendakian. Ia kemudian menghubungi rekannya seorang intelijen bernama Filip, untuk membawa orang yang lebih banyak, dan peralatan canggih.

Mereka kemudian tiba di gunung dengan tim yang cukup banyak, peralatan pelacak GPS yang canggih, dan bahkan juga sebuah helikopter. Mereka lalu mendirikan pos komando di sana, dan bersiap untuk memulai melakukan pencarian bersama dengan tim penyelamat pimpinan Cristian.

Sementara itu, Paula dengan orang tuanya Daniela, telah berada di sana berhari-hari, dan menginap di sebuah hotel. Mereka kerap berdoa di gereja lokal, sementara Jianu, Filip, beserta yang lainnya terus melakukan pencarian hari demi hari.

Seiring berjalannya waktu, Jianu menggali tumpukan salju seorang diri, dan berharap bisa menemukan Cosmin hidup. Di lain sisi juga, ia semakin disiksa oleh rasa bersalahnya karena pernikahannya dengan Paula berantakan, yang mengakibatkan dirinya lalai hingga meninggalkan putra satu-satunya tersebut.

Penyelamatan Berujung Konflik Batin

Penyelamatan Berujung Konflik Batin

Bagian pertama dalam film ini kita bakal melihat bagaimana keras kepalanya Jianu yang ingin ikut ke dalam operasi penyelamatan yang dipimpin oleh Cristian. Di dalam timnya sendiri, Cristian mengarahkan para anggotanya yang terdiri dari para pendaki gunung berpengalaman dengan keterampilan, dan protokol yang terpercaya.

Akan tetapi, Cosmin, dan Daniela telah hilang selama empat hari, dan harapan untuk menemukan mereka semakin redup karena proses pencarian berjalan tanpa hasil. Sementara itu, ketika Jianu mendapatkan bantuan dari Filip beserta beberapa peralatan yang lebih mumpuni, ia semakin lebih optimis untuk segera menemukan putranya itu.

Layaknya sebuah invasi peperangan, Filip mendirikan posko tenda dengan di dalamnya ada layar radar militer untuk mencari keberadaan Cosmin, dan Daniela menggunakan alat pelacak seluler berbasis GPS. Lewat bantuan yang menjanjikan tersebut, Jianu, Paula, orangtua Daniela, dan bahkan termasuk kita bakal  bisa membayangkan sebuah ending yang bahagia seperti pelukan emosional antara ayah dan anak.

Akan tetapi, hampir tanpa terasa, alur cerita The Father Who Moves Mountains mulai berubah arah, dan membelok dari drama penyelamatan seorang anak langsung ke perjalanan batin yang menguji keteguhan serta tekad semua orang yang terlibat, termasuk Jianu dan Paula.

Motivasi Jianu sampai ia bersedia masuk ke dalam bagian operasi penyelamatan putranya mulai dipertanyakan oleh dirinya sendiri. Keteguhan hatinya itu apakah karena egonya sebagai seorang ayah yang gagal membina keluarga harmonis, ataukah ia hanya ingin melakukan penebusan dosa atas rasa bersalahnya karena telah meninggalkan putranya itu.

Oleh karena itu, sepanjang 108 menit, film ini sebenarnya lebih banyak memperlihatkan sisi psikologis, dan moral tentang seorang ayah yang penuh rasa bersalah terhadap anaknya. Di sisi lain, Paula pun terjun ke dalam perasaan stress yang di luar batas. Bahkan, ia tega dengan kejam menuduh kepada orangtuanya Daniela bahwa anak merekalah yang telah menyebabkan putra satu-satunya itu tewas di gunung.

Baca juga: Review & Sinopsis No Escape (2015), Perjuangan Seorang Ayah

Berjalan dengan Cara yang Memilukan

Berjalan dengan Cara yang Memilukan

Dengan penampilan sentral yang kuat dari Adrian Titieni sebagai Mircea Jianu, dan Elena Purea sebagai Paula, pemeran pendukung yang tegas, dan sinematografi yang benar-benar menakjubkan dari Tudor Vladimir Panduru, The Father Who Moves Mountains berjalan sangat mengesankan dari menit awal hingga kita akhirnya bisa merasakan ending yang benar-benar memilukan.

Film ini bisa dibilang memiliki jalan cerita yang cukup tragis, dan berhasil memberikan pengalaman pergolakan batin yang digambarkan oleh karakter Jianu, dan Paula. The Father Who Moves Mountains pun menawarkan ritme cerita yang sedikit berlarut-larut, dan hal tersebut mungking terbilang wajar karena jalan ceritanya sendiri kerap mengubah suasana hati kita beberapa kali.

The Father Who Moves Mountains memang memberikan aspek cerita yang begitu mendalam, dan hal itu menjadi salah satu kekuatan terbaik di sini. Di sisi lain, visual film ini harus layak diacungi jempol karena Tudor Vladimir Panduru mampu menangkap bidikan mempesona di keseluruhan Pegunungan Bucegi.

Dengan sudut padang lingkungan bersalju yang ekstrim, dan keheningan hamparan salju yang dingin, pemandangan tersebut kemudian berhasil berpadu secara cermat dengan perjalanan batin yang mesti dihadapi oleh Jianu. Pada momen tersebut, kita seolah diajak untuk ikut hanyut dan berempati dalam perasaan bersalah yang dialami olehnya.

Karakter yang dimainkan oleh Adrian pada awalnya memang berjalan cukup lambat dalam memberikan gejolak batinnya. Namun, perlahan-lahan ia mampu mengumpulkan banyak emosi dari Jianu, yang menatap pandangan ke depan dengan dingin, penuh kecemasan, dan keteguhan hati untuk terus mencari anaknya.

Penuh Drama, Namun Juga Layak Ditonton

Penuh Drama, Namun Juga Layak Ditonton

The Father Who Moves Mountains adalah film dengan jalan cerita yang memiliki pendekatan psikologis yang cukup intens. Film ini bisa dibilang luar biasa dalam menyajikan cerita konflik batin yang mesti dihadapi oleh Jianu sebagai seorang ayah. Keteguhan hatinya dalam menemukan putranya selalu dihantui oleh bayang-bayang rasa bersalahnya terhadap hubungannya dengan Cosmin, maupun dengan Paula.

Terlepas dari aspek emosional yang dibawa oleh The Father Who Moves Mountains, film ini semakin lebih istimewa karena dilengkapi dengan pemandangan yang menakjubkan, dan juga penampilan yang kuat serta mendalam dari para pemainnya yang terlibat.

Sekali lagi, Adrian Titieni perlu diberi apresiasi yang baik karena memainkan karakter Jianu dengan sangat impresif. Pendalaman karakternya begitu apik mulai dari watak keras kepalanya, dan rasa cemasnya membuat karakter Jianu terlihat lebih menjanjikan sepanjang jalan cerita.

Secara singkatnya, film The Father Who Moves Mountains berhasil memadukan pemandangan yang mempesona dengan penampilan yang kuat dari para pemain, dan juga skenario ceritanya yang juga tragis. Film ini berjalan cukup memilukan, penuh drama, dan sangat layak masuk ke dalam daftar tontonan kalian semua.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram