bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film The Cursed, Keserakahan Tuan Tanah

Keserakahan menjadi salah satu hal yang paling dibenci banyak orang namun untuk sebagian orang itu merupakan sebuah kepuasan. Hal inilah yang jadi inti dari seluruh plot film arahan sutradara Sean Ellis berjudul The Cursed. Namun pada penayangan perdananya di Sundance Film Festival 2021 film ini ditayangkan dengan judul Eight for Silver.

Film berdurasi 113 menit ini masuk ke peringkat 9 di chart Box Office pada minggu pertama penayangannya namun drop di minggu kedua ke peringkat 10 dengan keuntungan total sebanyak $ 4.8 juta. Kisahnya tentang seorang tuan tanah yang serakah dan mengambil alih tanah seorang suku gipsi mistik hingga sebuah kutukan muncul atas tanah sengketa itu.

Sinopsis

The Cursed_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Horror, Thriller
  • Produksi: LD Entertainment
  • Sutradara: Sean Ellis
  • Pemain: Boyd Holbrook, Kelly Reilly, Alistair Petrie, Roxane Duan, Áine Rose Daly

Film dibuka dengan tayangan seorang kapten Inggris yang terluka akibat pertempuran Somme. Kapten itu dibawa ke tenda medis dengan luka tiga peluru di perutnya. Selama operasi pengangkatan peluru, ahli bedah menemukan dan mengeluarkan peluru yang terbuat dari perak dan bukan desain Jerman membuat ahli bedah itu kebingungan. Cerita pun akhirnya mundur 35 tahun kemudian.

Pada akhir abad kesembilan belas, seorang tuan tanah bernama Seamus Laurent (Alistair Petrie) memimpin sebuah pengusiran terhadap sebuah klan dari Roma yang mengklaim sebidang tanah untuk menetap di wilayah milik Seamus. Hal ini lantas berujung pembantaian terhadap klan tersebut dengan super brutal. 

Sebelum tewas, pemimpin klan gypsy tersebut sudah mempersiapkan diri untuk perang tersebut dengan membuat satu set gigi palsu perak dalam bentuk taring serigala sebagai perlindungan seluruh klan. Saat dikubur hidup-hidup sang pemimpin klan itu mulai mengucapkan mantera, ia mengutuk tanah yang Seamus klan sebagai miliknya.

Setelah pembantaian itu, penduduk desa, termasuk anak-anak Seamus yakni Edward (Max Mackintosh) dan Charlotte (Amelia Crouch) diganggu oleh mimpi buruk tentang orang-orangan sawah mengerikan dan juga taring perak.

Satu hari, seorang anak lelaki bernama Timmy (Tommy Rodger) menceritakan kepada anak-anak lainnya termasuk Edward dan Charlotte tentang lokasi dimana taring yang sering mereka lihat di mimpi itu terkubur. 

Saat mereka sampai di dekat orang-orangan sawah yang dimaksud, Timmy mulai menggali dan menemukan taring perak yang dimaksud. Sialnya, Timmy malah memasang gigi palsu itu di mulutnya sehingga ia kesurupan dan menyerang Edward hingga terluka parah dan membuat anak-anak lain juga Charlotte lari ketakutan. 

Charlotte melarikan diri ke rumah keluarganya dan menceritakan semua hal yang terjadi. Namun karena sudah bersumpah tidak akan mengatakan apapun tentang penggalian itu kepada siapapun, Charlotte hanya bisa diam. Edward pun akhirnya dibawa oleh Seamus untuk dirawat secara intensif. Mereka memanggil dokter yang mengatakan bahwa Edward terluka akibat serangan binatang buas.

Meski sudah diobati, Edward tidak kunjung sembuh. Edward malah makin parah namun tidak tewas. Tubuhnya mengeluarkan tanaman merambat, hal itu disaksikan oleh Charlotte, saat memberitahu kedua orangtuanya, Edward kabur ke hutan dan hilang membuat seluruh keluarganya cemas. Keesokan harinya, Seamus mengatur warga desa untuk mencari Edward tetapi tidak berhasil.

Charlotte pergi ke gereja untuk berdoa dan bertemu dengan Timmy. Timmy mengaku tidak ingat apa yang terjadi setelah menggali taring perak, ia juga mengungkapkan bahwa taring itu ada di bawah lantai gereja.

Dia kemudian membacakan Charlotte surat Yehezkiel dalam alkitab mengenai perak yang dipakai untuk dilebur jadi taring sama seperti perak yang dipakai Yudas untuk mengkhianati Yesus hingga disalib.

Saat pelayan Charlotte menemukan mereka di ruang pengakuan dosa, Timmy melarikan diri ke hutan namun akhirnya tewas oleh binatang buas yang dipercayai sebagai Edward yang sudah menjelma sebagai serigala.

Kabar ini benar-benar bikin heboh desa dan membuat seorang penegak hukum setempat, Alfred Moliere (NIgel Betts) meminta bantuan seorang ahli patologi, John McBride (Boyd Holbrook) untuk menemukan anak Seamus, Edward yang hilang.

Dalam pencarian, Alfred dan John juga Seamus menemukan mayat Timmy yang juga dianggap tewas akibat serangan binatang buas. Atas hal itu, mereka pun berpikir kalau Edward bernasib sama dan Alfred tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saat akan kembali ke kotanya, John menawarkan diri untuk tinggal guna membantu Seamus menemukan Edward.

Seamus menjamu John di rumahnya selama John menyelidiki apa yang terjadi pada Edward. John banyak sekali menemukan hal janggal hingga meminta Seamus untuk berjaga dengan menutup jendela dan pintu rumah rapat-rapat. Benar saja, kediaman Seamus dikunjungi oleh makhluk aneh seperti serigala yang mencoba masuk tetapi tidak berhasil.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film The Howl, Teror Manusia Serigala

Esok hari, tiga warga kembali diserang oleh mahluk itu, satu orang warga bernama Anne-Marie (Áine Rose Daly) berhasil melarikan diri ke kota dan memperingatkan mereka tentang apa yang terjadi. Setelah itu Anne malah hilang dan berubah seperti apa yang terjadi pada Edward.

Akhirnya evakuasi besar-besaran dilakukan. Seluruh warga desa diminta untuk berlindung di gereja sementara John memasang perangkap dan berhasil menangkap mahluk misterius itu.

Keadaan makin genting ketika pelayan di kediaman Seamus tergigit juga dan berubah membahayakan nyawa Charlotte dan istri Seamus, Isabelle (Kelly Reily). Seamus berusaha supaya pelayannya tidak melukai keluarganya, namun malah berakhir menyerang Seamus.

Seamus yang tahu dia akan berubah lantas membakar diri. John yang melihat itu lantas membawa Charlotte dan Isabelle ke gereja untuk berlindung.

Di gereja, hal tak terduga pun terjadi. Edward kembali ke gereja memanggil ibunya. Isabelle lantas membuka pintu dan malah membuat Edward yang sudah berubah jadi serigala masuk gereja dan membunuh banyak orang.

John pun lantas menembakkan peluru perak yang terbuat dari taring serigala yang sudah ia lebur. Peluru berhasil menembus makhluk itu namun Isabella pun terkena tembakan dan tewas, sementara Edward kembali pulih, lepas dari tubuh serigala.

Kehilangan kedua orangtuanya, John mengadopsi Charlotte dan Edward dan mengurus mereka hingga dewasa. Cerita pun kembali ke awal pembuka film dimana seorang kapten terluka. Kapten itu ternyata Edward yang sudah dewasa.

Edward meninggal di meja operasi dan Charlotte yang sudah dewasa mengembalikan peluru perak keempat yang ditemukan dari tubuh Edward kepada John yang kini sudah renta.

Sebuah Kutukan

The Cursed_Plot (Copy)

Saat film dimulai, kita disuguhkan oleh penampilan suku gypsy Roma yang mengerikan. Seluruh klan itu dibunuh habis-habisan dan salah satu kaki tangan pemimpin klan tersebut setelah dimutilasi paksa, lantas dijadikan orang-orangan sawah.

Sedangkan pemimpin klan itu tewas dikubur hidup-hidup berdekatan dengan orang-orangan sawah itu. Hal inilah yang membuat para warga desa khususnya anak-anak sering bermimpi buruk soal hal tersebut.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film The Conjuring

Sebelum meninggal sang pemimpin klan mengucapkan mantra dan menaruh kutuk atas tanah yang ia klaim sebagai miliknya. Hal ini seperti cerita film horor The Conjuring, namun kutukan di film ini tidak dan bahkan jauh dari kata menakutkan ketimbang film The Conjuring. Kutukannya hanya menjadi siluman serigala yang tidak juga diberitahu kenapa harus binatang buas itu yang jadi efek kutuknya.

Setting Jadul yang Menawan

The Cursed_Old Settings (Copy)

Masuk tahun 2022 ini rasanya film-film yang punya setting jadul sudah lumayan jarang muncul ya? Namun film The Cursed ini sukses menampilkan sebuah setting jaman dulu di abad ke 19 dengan apik. Shout out untuk Sean Ellis yang sudah menjadi sutradara dan juga Sinematografi. Kita jadi bisa merasakan vibes tahun 1881 di pedesaan Inggris. 

Settingnya benar-benar dibuat detail sekali, mulai dari manor yang digunakan, halaman, kuda, wardrobe penduduk desa pinggiran tahun itu, hingga perabotan rumah yang kita rasa kuno sekali. Setting yang dibuat itu benar-benar membantu penggambaran film The Cursed jadi super baik dan mulus, tidak terkesan ada bantuan CGI yang kentara.

Opening dan Closing yang Menggantung

The Cursed_Opening&Closing (Copy)

Saat kalian menonton opening film ini, kalian pasti bakal 100% berpikir kalau film ini tentang perang atau semacamnya yang menampilkan adegan tembak-tembakan dan adanya korban berjatuhan, namun tiba-tiba jump ke masa lalu, tidak tanggung-tanggung, loncatnya 35 tahun sebelumnya dan sudah beda genre ke genre keluarga yang tinggal di manor mewah.

Closingnya pun begitu, kita bakal diperlihatkan bagaimana Edward dan Charlotte dibesarkan oleh John, dan kita bisa melihat ada 3 peluru perak. Lantas tiba-tiba John sudah jadi kapten Inggris yang terluka. Bagaimana bisa dia menjadi kapten pun tidak diceritakan.

Satu-satunya yang menarik ya saat Edward di bedah dan menemukan peluru perak yang bisa dipastikan dari tembakan yang dulu pernah John lakukan untuk membebaskannya dari tubuh siluman serigala.

Film ini berhasil mendapatkan kritik yang lumayan bagus, beberapa kritikus film dan situs ulasan film memberi skor sekitar 73% dengan tambahan komentar bahwa film The Cursed ini direkomendasikan untuk ditonton. Sedangkan Bacaterus sendiri memberi skor 3/5 untuk film yang naskahnya ditulis oleh Sean Ellis sendiri. 

The Cursed
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram