bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Crown S3, Sarat Tragedi dan Persaingan

Setelah sukses dengan tampilan The Crown Season 2 (2017), saatnya drama seri Netflix ini kembali melambung dengan The Crown Season 3 (2019). Dengan latar cerita pada tahun 1967 sampai 1976, membuat tim produksi mengganti semua cast. Tentu, ini mengejutkan bagi penonton karena saat sudah terbiasa kini perlu beradaptasi kembali.

Akan tetapi, The Crown Season 3 (2019) kembali hadir dengan menyuguhkan plot khas serial The Crown dengan konflik dan intrik yang lebih memanas bahkan kompleks. Rotten Tomatoes memberikan rating 90% untuk serial drama satu ini. 

Sinopsis

sinopsis the crown s3_

Adegan dibuka dengan Ratu Elizabeth II (Olivia Colman) disorot dari belakang. Kemudian masuk banyak pria berjas membawa peti yang diketahui dari Kantor Pos. Kemudian scene berlanjut Ratu Elizabeth II memasuki ruangan untuk melihat pilihan foto perangko. 

Scene ini pun akhirnya berlanjut ke pengumuman pemilihan Perdana Menteri yang menjadi kemenangan bagi Harold Wilson. Ratui Elizabeth II dan Pangeran Philip (Tobias Menzies) mendengarkan berita sambil nonton TV seraya sarapan.  Pangeran Philip pun memberikan tanggapan tentang Harold Wilson. 

Bahkan, adanya desus bahawa Harold Wilson (Jason Watkins) merupakan salah satu anggota KGB pun dilontarkan oleh Pangeran Philip. Ratu Elizabeth II berusaha netral dengan komentar yang diajukan oleh sang suami. 

Adegan berlanjut ke suasana rumah Putri Margaret (Helena Bonham Carter) dan Tony Armstrong-Jones (Ben Daniels) atau dikenal dengan Lord Snowdon.

Adanya kontras dari hubungan Ratu Elizabeth II dengan Putri Margaret bisa terlihat di sini. Putri Margaret yang angkuh tetapi juga spontan digambarkan dengan jelas pada episode pertama.

Adegan berpindah ke Istana Buckingham, di mana lukisan yang ada di istana disortir untuk pameran di Galery Guildhall. Sir Anthony Blunt (Samuel West), sebagai sejarawan seni sekaligus anggota keluarga kerajaan adalah penanggung jawab lukisan di istana memiliki peran penting dalam acara tersebut.

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip bercengkrama sekaligus mengobrol dengan Sir Anthony mengenai lukisan-lukisan tersebut.

Ratu Elizabeth II pun menanyakan tentang Harold Wilson kepada Sir Anthony. Terutama mengenai desas desus yang beredar bahwa ia adalah anggota KGB. Sir Anthony memberikan pendapat yang ambigu. 

Adegan selanjutnya terlihat Ratu Elizabeth II mengunjungi Winston Churchill (John Lithgow) yang terkena stroke lagi. Di sana, mereka membicarakan tentang situasi politik negara sekaligus apa yang terjadi Harold Wilson saat muda. Churchill meminta ratu untuk mengawasinya. 

Setelah terpilih, Harold Wilson mendatangi Istana Buckingham untuk melapor kepada Ratu Elizabeth II. Di sana, ia diajari oleh ajudan istana tentang tata cara menemui sang ratu. Ratu mendengar dari dalam dan tak lama Harold Wilson masuk memperkenalkan diri. 

Di sana, mereka membicarakan beberapa hal mengenai negara dan kondisi keuangan negara Inggris. Pembicaraan mereka dibawah oleh Ratu Elizabeth II ke dalam jamuan makan malam bersama keluarga di istana merayakan ulang tahun Henry. 

Di sana ratu merasa menceritakan tentang pendapatnya dan muncul komentar mengenai kemungkinan benar bahwa Harold Wilson adalah mata-mata. Saat semua berkumpul. Ratu Elizabeth II mendapatkan telepon bahwa Winston Churchill meninggal. 

Adegan pun beralih ke kantor MI5 di London. Kantor MI5 London menerima laporan dari kantor CIA Amerika Serikat bahwa terdapat laporan pengakuan dari seorang pria sebagai agen tidur untuk Rusia. Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya KGB senior di dalam puncak pemerintahan Inggris.  

Setelah mendengar semua laporan lengkap, MI5 London menghubungi istana dan memberitahu adanya mata-mata di dalam kerajaan Inggris. Kemudian terlihat Direktur Jenderal MI5, Furnival Jones (Angus Wright), menghadap Ratu Elizabeth II untuk memberitahu mengenai mata-mata KGB di dalam Istana Buckingham. 

Adegan berlanjut ke Sir Anthony Blunt sedang menjelaskan arti dari lukisan istana. Saat itu, anggota MI5 mendatanginya untuk menahan dan mewawancarainya. Apa yang MI5 lakukan, semua dilaporkan kepada Ratu. 

Ratu menceritakan hal tersebut kepada sang suami dan menceritakan bagaimana keputusan terbaik yang diambil.

Dari sini, kehidupan Ratu Elizabeth II dalam mengembangkan tugas di negara Inggris semakin kompleks. Ditambah munculnya Pangeran Charles dan Putri Anne muda menambahkan cerita berbeda dari The Crown Season 3 (2019).

Kehidupan Istana yang Tak Mulus

kehidupan istana tak mulus_

The Crown Season 3 (2019) memberikan cerita yang lebih “dark” dibandingkan serial sebelumnya. Di sini, kamu akan menemukan banyaknya konflik yang membuat hidup keluarga kerajaan tak selalu mulus. Fokusnya tak lagi tentang Ratu Elizabeth II, tetapi juga Pangeran Charles dan Putri Margaret. 

Konflik pertama bisa dilihat dari adanya mata-mata dalam istana. Kemudian berlanjut ke episode Aberfan. Keberadaan Ratu Elizabeth II yang dipertanyakan menjadi titik balik seorang ratu dalam mengembangkan tugasnya. 

Sinematografi yang diberikan pada episode Aberfan ini patut diacungi jempol. Bahkan emosi yang ditampilkan sangat tersampaikan dengan baik. Tentu saja, karakter yang ikut berperan dalam memaksimalkan episode ditambah dengan emosi yang diberikan setiap karakter sangat membangun episode 3 ini menjadi the next level.

Masalah anggota KGB yang masuk ke dalam istana, kehidupan rumah tangga Putri Margaret yang berantakan menjadi masalah yang tak berkesudahan. Tak hanya itu, Putri Margaret pun sampai harus lari dari masalah yang membuat Ratu Elizabeth II lebih terpukul. 

Pada The Crown Season 3 (2019), Pangeran Charles serta Putri Anne sudah dewasa. Karakternya pun lebih muncul dan berperan dalam musim ini. Bahkan dengan munculnya dua karakter ini, membuat setiap peran memiliki sisi baik dan sisi buruk walau tak berarti jahat. 

Dalam musim ketiga ini, kamu pun bisa mengetahui kisah cinta Pangeran Charles dan Camilla di masa muda. Hal itu memberikan petunjuk mengenai cerita cinta salah satu calon raja Inggris ini ke depannya. 

Pergantian Pemeran pada Setiap Karakter

pergantian pemeran_

Semua pemeran The Crown Season 3 (2019) berbeda dengan pemeran serial sebelumnya. Menunjukan kematangan usia dari setiap karakter tetapi di sisi lain memberikan penonton “waktu” untuk adaptasi kembali.

Bisa dibilang, episode 1 musim ketiga membantu penonton untuk lebih mengenal dan juga beradaptasi dengan karakter baru. Tentu saja, masih butuh waktu tetapi dengan akting yang baik dari setiap karakter membuatnya lebih mudah untuk beradaptasi. Bahkan transisinya dibuat sangat menarik.

Semua tentu harus berterima kasih karena bantuan dekorasi, lokasi yang mumpuni, kostum yang apik, bahkan make up yang membantu tiap karakter lebih mendalami peran dan emosi yang lebih dalam. 

Menariknya, The Crown Season 3 (2019) memiliki beberapa episode dengan plot twist yang tak terduga. Walau penonton sudah mulai mengetahui cerita yang ada tetapi ada bumbu dan plot twist yang membuatnya lebih menarik untuk ditonton. 

Riset, Fakta, Sejarah, dan Pengisahan yang Luar Biasa

pengisahan luar biasa_

Tak berbeda, The Crown Season 3 (2019) menghadirkan 10 episode dengan durasi sekitar 55 sampai 75 menit. Setiap episode menggunakan alur maju dengan kekhasan The Crown. Tetapi, di beberapa episode, kamu akan menemukan alur campuran untuk menunjukan apa yang terjadi sebelumnya. 

Cara ini memang tidak dilakukan oleh serial The Crown sebelumnya. Tetapi tak akan membuatmu bingung, malah semakin mendapatkan bobot drama yang lebih mendalam. Ditambah lagi, sinematografi yang tak main-main membuatnya lebih menarik. Teknik pengambilan gambar pun dibuat berbeda dari seri The Crown sebelumnya. 

Semua adegan terlihat bermakna. Bahkan akan tercengang dengan bagaimana tim produksi drama ini melakukan riset untuk menyuguhkan tayangan yang luar biasa.

Fakta dan sejarah tak lupa disematkan dalam drama untuk mengepaskan dengan kejadian di dalam anggota keluarga kerajaan. Hal yang membuat The Crown Season 3 (2019) semakin lebih spesial. 

Jangan kaget bila The Crown Season 3 (2019) layak diberikan rating 4.4/5. Pada musim ini, kamu akan lebih jatuh cinta dengan serial yang menampilkan latar kehidupan keluarga kerajaan dengan segala konflik dan intrik di dalamnya yang lebih dewasa dan “gelap”. 

Akhir cerita The Crown Season 3 (2019) yang menggambarkan hubungan Pangeran Charles dan Camilla sekaligus Putri Margaret di titik terendah, membawamu untuk melanjutkan menonton The Crown Season 4 (2020).

The Crown Season 3
Rating: 
4.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram