bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Conjuring: The Devil Made Me Do It

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 13 September 2021

Penggemar franchise Conjuring pasti sudah tidak sabar nih untuk menonton film yang selalu jadi topik utama tiap kita cerita film horor paling ngeri. Kali ini si pasangan fonomenal Ed dan Lorraine Warren kudu berurusan lagi dengan kegiatan demonik yang benar-benar mengancam banyak jiwa.

The Conjuring: The Devil Made Me Do It mengambil salah satu kasus legendaris di Amerika pada tahun 1981 yang pernah ditangani oleh pasangan Warren. Kasus tersebut adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pemuda bernama Arne Johnson. Uniknya, Arne sama sekali tidak merasa bahwa ia melakukannya, namun iblis yang memintanya.

Sinopsis

The Conjuring 3_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Horror, Supernatural
  • Produksi: New Line Cinema, Atomic Monster, The Safran Company
  • Sutradara: Michael Chaves
  • Pemeran: Vera Farmiga, Patrick Wilson, Ruairi O’Connor

*Spoiler Alert*

Film dimulai dengan kedatangan Pastor Gordon (Steve Coulter) ke kediaman keluarga Glatzel. Di sana, ada seorang anak kecil bernama David Glatzel (Julian Hilliard) yang mengalami kerasukan parah. Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) meminta pastor untuk menemani mereka melakukan exorcism atau pengusiran iblis.

Betapa kagetnya semua orang yang ada di rumah ketika David mulai kerasukan. Kekuatan yang mustahil dilakukan oleh anak kecil. Membanting Pastor Gordon, menghancurkan setidaknya separuh dari isi rumah dan membuat Ed mengalami serangan jantung setelah mencoba mengeluarkan iblis dari tubuh David.

Karena semua orang yang dianggap bisa melakukan exorcism terluka, kekasih dari kakak perempuan David, Arne (Ruairi O’Connor) lantas mencengkeram David & mengatakan pada iblis yang ada dalam tubuh David untuk pindah ke tubuhnya.

Arne terlalu sayang pada David & keluarga Glatzel. Semua orang yang ada di rumah tidak menyadari hal tersebut. Hanya Ed yang sadar namun keburu pingsan akibat jantungnya yang hampir dihentikan oleh si iblis.

Terror pun usai, David kembali normal begitu pun Arne yang hanya terlihat kelelahan. Keesokan paginya, Arne dan kekasihnya yang juga adalah kakak perempuan David, Debbie (Sarah Catherine Hook) mulai kehidupan baru setelah sebelumnya tidak bisa istirahat dengan tenang akibat David yang kerasukan.

Debbie bekerja sebagai penjaga di penitipan anjing sedangkan Arne bekerja sebagai petugas penebang pohon. Mereka berdua bekerja bersama dengan pemilik penitipan anjing terbesar di wilayah Brookfield yang bernama Bruno (Ronnie Gene).

Namun ketika mulai bekerja, Arne mengalami hal buruk. Ia selalu melihat seseorang yang dirasa mengawasinya terus menerus. Ini membuat Arne hilang fokus dan kembali ke tempat Debbie juga Bruno berada.

Di tempat lain, Lorraine yang sedang menjaga Ed lantas diminta suaminya tersebut untuk menelepon Debbie karena iblis yang sebelumnya ada di tubuh David pindah ke tubuh Arne. Lorraine pun mencoba menelepon ke kediaman Glatzel juga tempat Debbie bekerja. Ia juga menelpon polisi untuk stand by di tempat kerja Debbie.

Benar saja, Arne yang kerasukan mulai melihat hal-hal yang tidak seharusnya ia lihat. Ia melihat Bruno sebagai iblis dan dengan pisau lipat miliknya, Arne menusuk Bruno sebanyak 22 kali hingga Bruno ambruk dan tewas. Begitu selesai membunuh, Arne pergi dan bertemu dengan polisi yang sebelumnya dipanggil oleh Lorraine. Arne langsung ditangkap.

Saat diinterogasi, Arne mengatakan ia tidak membunuh Bruno, ada iblis yang menyuruhnya melakukan hal keji tersebut. Hal itu didukung oleh Debbie yang jadi saksi.

Debbie mengatakan yang membunuh Bruno bukanlah Arne. Saat itu Arne beda sekali, ia menjadi keji dan kejam padahal Arne adalah pemuda baik. Kasus pembunuhan itu lantas menjadi berita di seluruh wilayah Brookfield.

Ed dan Lorraine akhirnya membantu. Mereka mulai investigasi dari tempat kediaman Glatzel, tempat awal mula kegiatan demonik itu terjadi.

Debbie menceritakan bahwa adiknya itu mulai berulah setelah mengaku diseret masuk ke dalam tempat tidur air saat pertama kali pindah ke rumah tersebut. Namun ketika Ed & Lorraine melihat kamar dimana David diganggu, mereka langsung tahu bahwa itu merupakan perbuatan iblis. 

Apalagi ketika Lorraine menemukan sebuah totem atau perangkat ilmu hitam yang ada di rubanah kediaman Glatzel, baik Ed dan Lorraine langsung tahu bahwa keluarga Glatzel dikutuk oleh orang dengan ilmu hitam. Tidak menunggu lama, Pasangan Warren langsung meminta anak buahnya juga Debbie untuk mencari informasi mengenai totem tersebut. 

Totem tersebut sempat terlihat di dua tempat. Pertama berkat informasi dari seorang pendeta bernama Kastner (John Noble) yang juga menyimpan benda-benda terkutuk seperti pasangan Warren, satu totem lagi ditemukan dari sebuah kasus kematian dan pembunuhan yang melibatkan dua gadis muda bernama Katie dan Jessica.

Ed dan Lorraine lantas memohon untuk melihat berkas atas kasus totem yang menimpa Katie dan Jessica berharap menemukan petunjuk.

Pasangan Warren itu bahkan mencoba membantu polisi yang masih belum menemukan jenazah Jessica. Saat membantu sersan Clay (Keith Arthur), Lorraine mendapatkan penglihatan luar biasa mengerikan yang berhubungan dengan totem tersebut. 

Lorraine akhirnya mendapatkan petunjuk siapa orang di balik semua kutukan tersebut. Namun ia terkejut saat tahu totem yang sama ada di rumahnya yang berarti keluarga Ed dan Lorraine ada dalam bahaya.

Namun pasangan Warren tidak menyerah; mereka menemukan dimana lokasi orang yang mengirim totem itu. Ia adalah anak dari pendeta Kastner, Isla (Eugenie Bondurant). Wanita paruh baya dengan segala kekuatan ilmu hitamnya.

Meski sempat kerasukan, Ed mencoba sekuat tenaga bersama dengan Lorraine untuk mematahkan semua kutuk yang ada. Mereka berhasil. Setelah menghancurkan altar yang dipakai Isla untuk bekerjasama dengan iblis, Isla tewas. Nyawanya diambil oleh iblis itu sendiri atas perjanjian yang Isla buat menggunakan nyawanya sendiri.

Jumping

The Conjuring 3_Jumping (Copy)

Seri ke 3 dari film Conjuring ini sering sekali ceritanya jumping. Maksudnya, cerita cepat berubah ke cerita lain yang terkadang tidak terlalu nyambung dengan cerita sebelumnya.

Padahal saat James Wan masih menjadi sutradara film Conjuring, transisinya rapi sekali sehingga kita mudah mengerti jalan ceritanya, tidak ada jeda satu scene menjadi hitam lalu tiba-tiba muncul gambar lagi.

Nameless Devil

The Conjuring 3_Nameless Devil (Copy)

Kayaknya baru kali ini, Conjuring menceritakan iblis yang tidak ada namanya. Conjuring pertama iblisnya bernama Batsyeba, The Conjuring 2 iblisnya bernama Valak, nah film ketiga ini nih yang iblisnya tidak eksis tak bernama. Ya mungkin karena bukan pure karena iblis ya, tapi lebih ke ilmu hitam.

Film ini juga jadi kali pertama buat Ed dan Lorraine yang kasusnya melibatkan dukun santet. Rasanya jadi kayak nonton film Tante Suzanna versi baratnya. Iblis yang ditampilkan pun rupanya tidak aneh yang bikin penontonnya jantungan. Iblisnya merasuki manusia dan manusia itu yang jadi puppet si iblis. That’s all.

Tidak Terlalu Seram

The Conjuring 3_Scareless (Copy)

Untuk saya pribadi, film The Conjuring: The Devil Made Me Do It ini mungkin jadi film Conjuring yang kadar seramnya kurang; padahal saya pikir Conjuring ke 2 lah yang kadar seramnya paling rendah. Meski sempat tutup mata dan tutup telinga, saya masih bisa menikmati film tanpa harus teriak-teriak atau absen kebon binatang. Jadinya ya biasa saja. 

Tapi untuk kalian yang memang dengar suara horor saja sudah ngibrit, ya hati-hati saja. Jumpscare-nya lumayan banyak nih. Siap-siap untuk dag-dig-dug sepanjang Ed dan Lorraine mencoba mencari petunjuk soal totem ilmu hitam. 

Intinya film ini oke buat ditonton untuk kalian yang sudah menunggu film The Conjuring dari sejak lama setelah penayangannya mundur beberapa bulan akibat Covid19. Menurut kabar yang beredar, film ini bakal jadi film terakhir dari seri Conjuring, tapi ada juga yang mengatakan bahwa film ini juga cikal bakal dari film Conjuring berikutnya.

The Conjuring: The Devil Made Me Do It
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram