bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Cabin in The Woods, Terbukanya Pintu Neraka

Acara liburan kalian yang semula baik-baik saja berubah sedemikian rupa menjadi salah satu ajang penyelamatan diri paling awkward sedunia; karena bukan hanya harus bertarung dengan pemburu manusia yang berbentuk tak wajar, kelompok muda mudi tersebut juga harus menghadapi hal super aneh yang ada di hadapan mereka.

Premis muda mudi tinggal di sebuah kabin untuk liburan dan menjadi teror semalam suntuk kembali lagi menjadi premis super umum yang ceritanya sudah bertebaran di pasar film. Sebut saja I Know What You Did Last Summer atau film serupa lainnya yakni The Stranger, tapi kali ini ceritanya lumayan berbeda. Penasaran?

Sinopsis

The Cabin in The Woods_Poster (Copy)

Film dimulai dengan percakapan antara para ilmuwan bernama Gary Sitterson (Richard Jenkins) dan Steve Hadley (Bradley Whitford) yang sedang berdiskusi mengenai rencana untuk melakukan ritual misterius di tempat lain setelah ritual yang mereka lakukan di kota Stockholm tak berjalan dengan lancar alias gagal total.

Cerita pun berpindah pada sekelompok remaja yang terdiri dari Dana Polk (Kristen Connolly), Jules Louden (Anna Hutchison), Curt Vaughan (Chris Hemsworth), Holden McCrea (Jesse Williams) dan Marty (Fran Kranz). Mereka berlima memutuskan untuk berlibur di pondok milik sepupu Curt yang berada di dalam hutan dengan pemandangan spektakuler.

Tanpa mereka ketahui, kabin tersebut sudah dimodifikasi oleh para ilmuwan yang sebelumnya meneliti tiap-tiap personil yang akan mereka ajak ‘bermain’ sebagai kelinci percobaan mereka.

Dari sebuah laboratorium, Sitterson dan Hadley mengontrol kabin dari jarak jauh; mereka memanipulasi keadaan di kabin dengan memabukkan mereka dengan obat pengubah pikiran yang memiliki efek seperti menghambat pemikiran rasional dan meningkatkan libido. 

Begitu obat bius sudah dilepaskan, para staff di Departemen Laboratorium tersebut bertaruh pada jenis monster apa yang akan menyerang para mahasiswa yang sudah mereka tetapkan namanya. Dana adalah The Virgin, Curt adalah The Athlete, Jules adalah The Whore, Jesse adalah The Scholar dan yang terakhir Marty adalah The Fool

Baca Juga: 6 Film yang Dibintangi oleh Chris Hemsworth

Sementara dipantau oleh para ilmuwan, kelima mahasiswa tersebut mulai berjalan-jalan di sekitar pondok. Mereka bahkan sampai pergi ke rubanah pondok dan menemukan banyak benda-benda aneh, termasuk buku harian Patience Buckner, seorang penghuni kabin yang hidupnya lebur akibat kesadisan keluarganya sendiri.

Seperti film-film horor pada umumnya, Dana yang pintar malah membacakan sebuah mantra yang ada di buku tersebut. Menganggapnya sebuah lelucon, mereka tidak menggubris apapun.

Sialnya, mantra itu membuat keluarga Buckner yang sudah tewas di pondok berpuluh-puluh tahun lamanya itu kembali bangun dan menjadi zombie dan tidak diketahui oleh kelima muda mudi itu. Saat Curt dan Jules berhubungan badan di luar pondok, mereka bertemu dengan zombie-zombie tersebut.

Mereka diserang oleh zombie. Jules dipenggal sementara Curt melarikan diri. Keadaan jadi kacau. Saat berusaha bersembunyi dari serangan zombie, Marty yang ada di kamar menemukan kejanggalan, ia secara tidak sengaja menemukan kabel kamera pengawas tersembunyi sebelum akhirnya diseret oleh zombie.

Mengetahui keadaan makin tidak karuan, Curt, Holden, dan Dana berusaha melarikan diri dengan RV mereka. Sialnya, Sitterson melihat hal itu dan memicu runtuhnya terowongan untuk memblokir mereka kembali ke dunia luar.

Sebisa mungkin mereka diisolasi di wilayah pondok itu. Curt mencoba untuk melompati jurang di sepeda motornya untuk mencari bantuan di sisi lain, tapi menabrak medan gaya dan jatuh hingga tewas. Akhirnya Holden dan Dana menyadari bahwa hidup mereka di pondok itu telah diatur dan dikendalikan oleh sesuatu. 

Saat mereka mencoba melarikan diri di RV, Holden dibunuh oleh zombie, dan Dana diserang begitu RV menabrak danau. Para staff di Departemen Laboratorium senang bukan main mengetahui satu-satunya yang selamat hanyalah Dana.

Mereka merayakannya bersama namun tak lama, Sitterson dan Hadley mendapat telepon dari direktur perusahaan mengatakan Marty masih hidup sehingga mereka segera mencari keberadaannya.

Marty menyelamatkan Dana dan membawanya ke lift tersembunyi yang dia temukan. Mereka turun ke lab dan menemukan banyak koleksi monster berbeda yang terkunci di dalam kandang. Seluruh monster dan pembunuh berbahaya ada di sana. Dan mulai berpikir apa yang sebenarnya terjadi, ia akhirnya menemukan benang merah. 

Dana menghubungkannya dengan benda-benda di ruang bawah tanah pondok yang mereka temukan sebelumnya. Dana pun menyadari bahwa benda-benda yang mereka ambil menentukan monster mana yang dilepaskan. Kebetulan benda aneh yang diambil adalah buku harian penuh mantra yang melepaskan zombie ke pondok. Dana dan Marty akhirnya mengetahui secara penuh apa yang sebenarnya terjadi.

Keberadaan Dana dan Marty di laboratorium tentunya menjadi hal yang paling mereka khawatirkan terjadi. Mereka melepaskan semua personil keamanan untuk menangkap Dana dan Morty yang terjebak di ruang kontrol.

Terjebak hidup-hidup, akhirnya Dana dan Morty melepaskan semua monster yang ada di kandang untuk masuk ke dalam laboratorium. Tindakan mereka berdua mendatangkan malapetaka.

Semua pegawai laboratorium tewas oleh para monster-monster yang dilepaskan. Begitu dirasa keadaan sudah aman, Dana dan Marty melarikan diri, alih-alih keluar dari laboratorium, mereka malah menemukan sebuah kuil kuno, di mana mereka dihadapkan oleh sang Direktur.

Dia menjelaskan bahwa ritual tahunan pengorbanan manusia di seluruh dunia diadakan untuk menenangkan sekelompok dewa bawah tanah yang kejam. 

Setiap wilayah memiliki ritualnya sendiri, dan ritual di Amerika melibatkan pengorbanan lima arketipe film slasher, yakni pelacur (Jules), atlet (Curt), sarjana (Holden), si bodoh (Marty), dan perawan (Dana).

Urutan pembunuhannya dilakukan secara acak selama pelacur itu mati lebih dulu dan perawan mati terakhir atau bertahan. Mendengar hal tersebut Dana dan Marty melakukan perlawanan yang mengakibatkan tidak adanya pengorbanan untuk sang dewa

Hasilnya setelah sang Direktur berhasil dibunuh, dan beberapa monster berhasil dilumpuhkan oleh Dana dan Marty, mereka berdua berpegangan menunggu takdir menjemput mereka. Lantai kuil mulai runtuh, semuanya bergetar hebat. Tangan raksasa pun muncul dari tanah menghancurkan semuanya mengindikasikan para dewa bawah tanah keluar dari sarangnya ke atas bumi.

First Hint!

The Cabin in The Woods_Hint (Copy)

Sebelum mereka semua masuk ke wilayah pondok super sial tersebut, hal yang terakhir mereka lakukan adalah mengisi bahan bakar dan berhenti di sebuah pom pengisian. Di sana, mereka sudah diwanti-wanti oleh seorang pria tua aneh yang menyeringai. Dana sebenarnya sudah tidak enak rasa namun mereka tetap melanjutkan perjalanan.

Akhirnya ya mereka terkurung dan menikmati ‘petualangan’ bersama zombie. Entah beruntung atau buntung, Marty dan Dana menemukan kenyataan mengenai laboratorium yang mereka berdua temukan tak sengaja.

Well, moral of the story adalah berhenti melakukan apapun yang kita lakukan atau putar balik saja kalau sudah merasa ada yang aneh; apalagi sampai diperingati meski caranya cukup aneh.

Gore Parah

The Cabin in The Woods_Gore (Copy)

Pecinta film gore setelah SAW? Nah ini dia filmnya. Kalau kalian mencari adegan dimana semua orang harus mandi darah akibat hal mengerikan, film The Cabin in The Woods memberikan semuanya kepada para penonton.

Semua adegan itu bisa disaksikan sesaat setelah Dana dan Marty membuka semua portal kandang para monster dan pembunuh luar biasa kejam untuk melumat habis siapapun yang ada di hadapan mereka.

Bukan hanya 1 menit saja tayangan mengerikan itu bisa dilihat. Hampir 10 menit full sendiri, tayangan gore itu berulang berikut proses bagaimana semua orang bermandikan darah.

Serius, mual sekali rasanya kalau yang tidak terbiasa dengan film seperti itu. Jadi memang harus kuat nontonnya; karena kalau kalian skip adegannya, makan banyak informasi yang kalian lewati. Nah kan, serba salah?

Ending Menggantung

The Cabin in The Woods_Ending (Copy)

Bisa dibilang ending dari film The Cabin in The Woods ini agaknya kurang greget. Setelah Dana dan Marty berhasil melumpuhkan sang direktur berikut para peliharaannya, cerita selesai begitu saja dengan adegan tangan sang dewa bawah tanah super jahat muncul dari tanah. Tidak ada kejelasan apakah itu pertanda bahwa bumi dalam masalah atau tidak.

Ritual yang dilakukan juga rasanya tidak semua dijelaskan. Seperti yang sudah diinformasikan, ritual yang negara Amerika lakukan ya tentang pengorbanan lima muda mudi dari latar belakang berbeda; dari yang alim sampai yang liar. Namun lagi-lagi penjelasan mengapa ritualnya berbeda-beda di tiap negara tidak tersampaikan jelas.

Film ini cukup asyik dan seru kok untuk ditonton; belum lagi tidak semua plot filmnya horor atau thriller melulu yang bikin jantung jadi olahraga sehat, ada unsur komedi yang bisa saksikan juga meski tidak terlalu banyak. Setidaknya bisa bikin kita ‘istirahat’ sejenak. Bacaterus memberi skor 3/5 untuk film garapan sutradara Drew Goddard ini. Bagaimana dengan kalian?

The Cabin in The Woods
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram