bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Burning Sea, Tragedi di Kilang Minyak

Apakah kalian pernah menonton film Deepwater Horizon yang tayang tahun 2016 silam dan dibintangi oleh si ganteng Mark Wahlberg? Film tersebut menceritakan tentang bencana yang terjadi pada kilang minyak lepas pantai paling mematikan sejarah Amerika Serikat.

Cerita tersebut menginspirasi sang sutradara yakni John Andreas Andersen yang juga telah menyutradarai film dengan tema bencana berjudul The Wave dan The Quake.

Semua film tersebut berasal dari Norwegia begitupula film The Burning Sea kali ini. Hampir 60% ceritanya mirip dengan Deepwater Horizon dimana beberapa penyintas harus cari akal bagaimana caranya untuk bertahan hidup dari bencana kilang minyak yang menjadi akar dari seluruh katastropi dalam plot film.

Sinopsis

The Burning Sea_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Disaster, Thriller
  • Produksi: Nordisk FIlm, Fantefilm, Magnolia Pictures & Magnet Releasing
  • Sutradara: John Andreas Andersen
  • Pemain: Kristine Kujath Thorp, Henrik Bjelland, Rolf Kristian Larsen

Di tahun 1969 silam, pemerintah Norwegia mengumumkan penemuan sebuah ladang minyak terbesar di dunia yang berada di Laut Utara. Hal ini akhirnya membuat negara tersebut memulai pengeboran minyak besar-besaran sehingga membuat negara itu menjadi super makmur hingga dikenal sebagai negara penghasil minyak paling mumpuni.

50 tahun kemudian, sebuah kejadian tidak terduga terjadi. 1 kompleks pengeboran minyak lepas pantai bernama Ormen Lange yang dalam pengembangan amblas sebagian ke dalam laut secara tiba-tiba.

Pihak berwenang lantas menganggap hal ini akibat adanya penurunan dasar laut. Untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai informasinya kecelakaan tersebut, dikirimlah seorang staff dari perusahaan penelitian bawah air, Eelume, juga operator kapal selam bernama Sofia (Kristine Kujath Thorp) untuk meneliti.

Sofia yang dibantu rekannya Arthur (Rolf Kristian Larsen) langsung menuju ke lokasi. Mereka mulai melakukan penyelaman dengan robot air fleksibel dari atas kapal yang berada tidak jauh dari kilang minyak yang bermasalah itu.

Dari darat, William Lie (Bjørn Floberg) selaku kepala darin satuan darurat perusahaan minyak itu meminta Sofia dan Arthur untuk masuk ke dalam konstruksi dan menemukan apa masih ada yang selamat dari reruntuhan stasiun mengingat semua terjadi sangat cepat dan kemungkinan besar ada kantung udara yang tersisa.

Sofia mencari celah untuk masuk ke dalam stasiun yang kini ada di dasar laut, ketika ia berhasil membuka pintu untuk akses masuk ke dalam ruangan di kilang tersebut; Sofia menemukan beberapa mayat sampai akhirnya ia menemukan seseorang yang selamat.

Saat akan melakukan proses evakuasi, tiba-tiba laut melepaskan gas. William mengira ada katup yang bocor namun semua staff memastikan seluruh katup baik gas dan minyak sudah terkunci rapat. Baru saja Sofia memperingatkan kapten kapal untuk menjauh, gas pun meledak.

Penyelidikan pun lantas berhenti mengingat sudah bisa dipastikan tidak akan mungkin ada lagi yang selamat dari ledakan gas dalam laut tersebut. Sofia pun mendapatkan perawatan kecil, ia bertemu dengan kekasihnya yang juga bekerja di perusahaan kilang minyak yang sama yang stasiunnya amblas.

Stian (Henrik Bjelland) dan juga anak lelakinya, Odin (Nils Elias Olsen) langsung mendatangi Sofia dan menghiburnya. Tak lama setelah itu, Stian kembali ke posnya sedangkan Odin dititipkan pada Sofia yang kembali bekerja juga di darat.

Sofia kaget bukan main ketika Arthur memperlihatkan keseluruhan tayangan video selama penyelidikan ke stasiun yang tenggelam. Kamera depan memang menayangkan bagaimana konstruksi itu hancur berat, namun kamera belakang memperlihatkan hal yang lebih buruk.

Ternyata dasar laut tempat stasiun itu berada sudah tidak ada digantikan dengan gundukan batu yang mengeluarkan udara yang berupa gas. Ini mengindikasikan bahwa seluruh permukaan Laut Utara tidak stabil dan membahayakan.

Sofia langsung mengabarkan hal itu pada William yang juga langsung dirapatkan pada semua pemimpin perusahaan. William mengatakan, Laut Utara akan mengalami kelongsoran besar persis dengan apa yang terjadi pada 8.000 tahun yang lalu.

Hal tersebut bisa diakibatkan oleh perubahan alam atau ulah perusahaan minyak itu sendiri yang sudah membuat ribuan sumur bor dan menguras reservoir minyak juga gas sehingga di bawah dasar laut menjadi kopong.

Akhirnya diputuskan nyalah kesepakatan untuk menutup 350 kilang minyak yang berada di sepanjang Laut Utara, seluruh kilang harus berhenti beroperasi dan sumur bor harus ditutup. Seluruh personel harus segera di evakuasi.

Stian yang berada di salah satu stasiun yaitu Gullfaks-A segera bersiap untuk diberangkatkan dengan helikopter, namun satu katup sumur bor tidak mau ditutup secara remote sehingga harus ditutup secara manual. Ini membuat Stian kembali ke bawah kilang untuk menutup katup tersebut.

Tak lama selesai menutup katup, apa yang ditakutkan pun terjadi, dasar Laut Utara mulai longsor membenam semua yang dilewatinya. Celakanya, Gullfaks-A menjadi salah satu stasiun yang dilewati longsoran itu.

Ketika semua orang dievakuasi, Stian tertinggal di stasiun yang separuh dari badan konstruksi mulai kandas. Hal ini akhirnya tersiar sampai di telinga Sofia. Ia segera mendatangi William untuk melakukan pencarian mengingat Gullfaks-A tidak semuanya hancur jadi ada kemungkinan Stian bisa selamat.

Awalnya William dan yang lainnya merasa hal itu percuma, namun Sofia bersikeras. Ia dibantu Arthur dan beberapa kru penyelamat lain mau mencoba ke Gullfaks-A untuk mencari tanda-tanda kehidupan dari Stian.

Waktu mereka tidak banyak, pihak perusahaan akan membakar semua minyak yang tergenang di lautan untuk meminimalisir kerusakan yang akan terjadi. Sebelum hal itu dilakukan, Sofia, Arthur dan Stian harus segera keluar dari sana.

Pencarian mereka tidak sia-sia, Sofia dan Arthur menemukan Stian yang bersembunyi di shaft penghubung ke tiang stasiun lainnya. Namun karena koneksi putus, pihak darat menganggap bahwa Sofia tidak berhasil menemukan Stian sehingga operasi membakar lautan dimulai.

Sofia, Arthur dan Stian mencoba untuk menaiki sekoci namun itu membuat salah satu dari mereka harus tetap tinggal di stasiun mengingat sekoci harus dioperasikan dari luar. Ini membuat Arthur mengorbankan diri sementara Sofia dan Stian selamat menaiki sekoci yang awalnya hampir tenggelam.

Tidak Banyak Aksi

The Burning Sea_Disaster (Copy)

Sama seperti film John sebelumnya yakni The Wave dan The Quake, film The Burning Sea juga menghadirkan cerita yang tidak banyak menawarkan adegan aksi atau kepanikan yang membuat film jadi semakin seru untuk ditonton.

Dalam film ini, kejadian mengerikan hanya berkisar beberapa menit saja ketika bencana longsor di lautan terjadi, sisanya hanya cerita penyelamatan yang sebenarnya bisa ditebak akhirnya akan seperti apa.

Padahal kalau kita melihat thrillernya, film ini punya plot yang super bagus dengan menampilkan banyak sekali kekacauan di stasiun kilang minyak. Meski demikian, film ini tetap bisa jadi salah satu rekomendasi film bencana yang layak ditonton untuk mengisi waktu kosong kalian, sembari sedikit-sedikit belajar bahasa Norway juga.

Berkorelasi

The Burning Sea_Movie (Copy)

Sudah hampir delapan tahun kebelakang, Norwegia selalu membuat film bencana. Mulai dari The Wave, The Quake, The Tunnel hingga yang paling baru adalah The Burning Sea. Nah, bila kalian perhatikan, film-film ini seperti menjadi satu rentetan kejadian yang terjadi pada film bencana baru mereka, yakni The Burning Sea.

The Wave digambarkan sebagai ombak yang menerjang stasiun, The Quake digambarkan sebagai getaran hebat sebelum ombak datang melumat habis setengah dari badan konstruksi Gullfaks-A.

The Tunnel digambarkan sebagai jalan masuk Stain ke tiang pancang lain dari stasiun Gullfaks-A dan yang terakhir adalah The Burning Sea yang secara harfiah benar-benar laut yang terbakar akibat tumpahan minyak yang bocor dari stasiun kilang minyak yang hancur. Make sense ya?

Perusahaan Asli

The Burning Sea_Eelume (Copy)

Sofia dan Arthur bekerja di salah satu perusahaan robotik bernama Eelume; tahukah kalian kalau Eelume ini benar-benar eksis di dalam kehidupan nyata? Perusahaan Eelume merupakan perusahaan robotik dalam air yang membuat produk robot air yang rupanya seperti ular yang super fleksibel.

Entah ini menjadi seperti salah satu advertising yang dilakukan oleh Eelume, namun demikian produk ini yang membuat semua bencana dalam film bisa dipecahkan.

Secara keseluruhan film ini punya grafis yang lumayan bagus dan cerita yang ringan sehingga mudah dimengerti sepanjang menonton. Bacaterus memberi skor 2.5/5 untuk film The Burning Sea ini. Untuk kalian yang suka dengan film bencana apalagi hasil dari karya sutradara John Andreas Andersen, ayo segera tonton filmnya!

The Burning Sea
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram