bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Box (2021), Dibintangi Chanyeol EXO!

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 29 Oktober 2021

Menjadi seorang produser musik berpengalaman, membuat telinga Min Su bisa mengenali, mana musisi berbakat dan tidak dari pertama kali mendengarnya. Persis yang terjadi malam itu ketika dirinya pulang dalam keadaan setengah mabuk, secara samar-samar dia mendengar suara gitar mengalun dari balik pos sebuah lapangan parkir.

Ji Hoon, seorang anak muda berbakat yang tak pernah tahu seberapa hebat dirinya, tak punya keberanian untuk tampil di depan banyak orang. Mengalah dengan hal itu, Min Su menyiasatinya dengan memberikan Ji Hoon sebuah kotak besar sebagai ‘panggungnya.’

Baginya bakat Ji Hoon begitu besar hingga cara apa pun tak masalah selama pemuda itu mau tampil. Bagaimana perjalanan dua orang ini menemukan kepercayaan diri dan mengubah Ji Hoon jadi lebih berani menampilkan bakatnya di depan banyak orang?

Sinopsis dan ulasan The Box (2021) di bawah ini sedikit banyak akan membocorkannya untukmu. Sudah siap menerimanya? Lanjutkan membaca ya!

Sinopsis

The Box (2021)_
Tahun Rilis 2021
Genre , ,
Produksi
Sutradara
Pemeran Park Chan Yeol Jo Dal Hwan

Min Su (Jo Dal Hwan) seorang produser musik yang terihat kehilangan musisi andalannya, Rothy (Kang Joo Hee). Dia mabuk sambil meracau akan menemukan penggantinya. Setelah diantar pulang oleh seorang supir panggilan, Min Su yang sedang buang air kecil sembarangan tiba-tiba mendengar suara petikan gitar. Petikan gitar tersebut menghasilkan nada yang merdu dan menarik perhatiannya.

Suara gitar itu ternyata berasal dari sebuah pos yang terdapat di tempat parkir. Ia dimainkan oleh seorang pemuda bernama Ji Hoon. Tanpa membuang waktu, dalam keadaan yang tiba-tiba segar, Min Su menulis kontrak dadakan di sebuah kertas. Ji Hoon tentu bingung dan tak mengerti maksud lelaki asing yang baru ditemuinya itu.

Walau Min Su sudah mengatakan bahwa dirinya adalah produser musik, Ji Hoon tetap tak paham dengan keinginan dia yang tiba-tiba ini. Belum sempat Ji Hoon membaca kontrak, beberapa orang tampak mencari dan bersiap menghajar Min Suk karena rupanya lelaki tersebut tak kunjung mengembalikan uang pinjaman.

Ji Hoon bersiap pergi tapi Min Su menahan lalu mengiming-imingi sejumlah uang jika mau bermusik dengannya. Sayang, Ji Hoon tak butuh uang.

Setelah berhasil kabur dari beberapa orang tadi, Min Su mulai menjelaskan keinginannya terhadap Ji Hoon. Dia merasa Ji Hoon tak seharusnya hanya bermain musik di balik pos parkir. Ji Hoon bisa jadi musisi hebat dengan bantuannya.

Namun, Ji Hoon mengatakan bahwa dirinya tak bisa bernyanyi di depan banyak orang. Min Su menganggap hal itu tidak masuk akal dan menebak mungkin Ji Hoon mengalami demam panggung. Esok harinya Min Su menyiapkan sebuah kardus lemari es berukuran besar. Ternyata kardus tersebut disiapkan untuk Ji Hoon.

Baru sebentar memainkan gitarnya, Ji Hoon pingsan. Ingatannya kembali ke masa lalu yang menyedihkan ketika dia melihat ibunya dipukuli sang ayah.

Ji Hoon terbangun di sebuah kamar yang penuh dengan poster musisi dan berbagai festival musik. Tak lama Min Su masuk ke kamar tersebut. Dia kembali meyakinkan Ji Hoon untuk bermusik dan tidak menyia-nyiakan bakatnya.  

Ibu Min Su yang juga ada di rumah tersebut terlihat mengagumi ketampanan Ji Hoon. Sambil mempersilakan pemuda itu makan, dia membahas klub malam milik Min Su yang beberapa hari lalu didatangi oleh orang-orang menyeramkan. Min Su mengatakan semuanya terkendali dan tak perlu dikhawatirkan.

Saat Min Su pergi meninggalkan meja makan, sang ibu mengatakan pada Ji Hoon bahwa anaknya sudah berusaha keras mempromosikan banyak penyanyi tapi selalu berakhir ditinggalkan. Dia ingin kali ini Ji Hoon menjaganya baik-baik. Pada malam harinya, Min Su kembali menyodorkan kertas kontrak dadakan yang dia buat beberapa waktu lalu.

Produser tersebut sudah punya banyak jadwal tampil untuk Ji Hoon. Mereka akan berkeliling provinsi. Total ada sepuluh pertunjukan yang akan mereka mainkan, mulai dari pertunjukan di klub malam hingga mengamen jalanan.

Min Su menyadari bahwa hal tersebut akan membawanya pada dua kemungkinan, gagal atau sukses. Namun, Min Su ingin terus mencoba dan tak ingin meninggalkan penyesalan.

Perjalanan pun dimulai. Min Su terlihat menghubungi rekannya satu per satu untuk mendapatkan kesempatan bagi Ji Hoon. Tak lupa dia juga membawa sebuah kotak kardus berukuran besar yang dilipat dan disimpan di atas mobilnya. Min Su ingin menguasai Jeonju lebih dulu karena jika di Jeonju sukses, akan mudah bagi mereka untuk menembus Seoul.

Klub pertama mereka datangi. Setelah tertegun melihat penampilan musisi yang mengisi di tempat tersebut, tiba giliran Ji Hoon untuk tampil. Pemuda itu terlihat gelisah tapi dengan tenang memulai aksinya di dalam kardus lemari es. Ji Hoon membawakan lagu Without You milik Harry Nilsson yang juga sempat dipopulerkan oleh Air Supply dan Mariah Carey.

Penampilannya membuat pemilik klub terpesona tapi para pengunjung yang setengah mabuk merasa tak terhibur dengan pilihan lagu yang syahdu dan mulai mengacau.

Salah satu di antaranya memasukkan selembar uang ke dalam kotak, seolah Ji Hoon adalah kotak karaoke. Menjawab permintaan pengunjung, Ji Hoon memainkan musik dengan beat yang lebih cepat. Pertunjukan malam itu tak berjalan sesuai rencana.

Min Su tak terima bakat Ji Hoon disiakan begitu saja, tapi pemilik klub merasa tak masalah karena yang penting adalah kesenangan. Dia mengakui bahwa Ji Hoon bisa bermain musik dengan bagus dan dapat membuat pengunjung terhibur. Oleh karena itu dia bersedia memberi Ji Hoon kesempatan untuk tampil di klubnya.

Keduanya siap melanjutkan beberapa pertunjukan lainnya. Mereka lalu pergi ke Gwangju. Sesampainya di sana, Min Su menunjukkan bahwa tempat pertunjukan Ji Hoon selanjutnya ada di keramaian pinggir jalan.

Ji Hoon langsung tak percaya diri dan tak ingin melakukannya serta mengajak pergi ke tempat yang lain. Lalu, akankah Min Su bisa membuatnya tampil percaya diri? Akankah Ji Hoon akhirnya mau tampil di tempat terbuka seperti itu?

Penyanyi Berbakat dalam Kotak Lemari Es

Penyanyi Berbakat dalam Kotak Lemari Es_

Dari judulnya, The Box (2021), kamu mungkin tidak akan menyangka bahwa yang dimaksud adalah box lemari es. Eksekusinya, kotak yang digunakan sebagai ‘tempat persembunyian’ karakter Ji Hoon dalam film ini adalah kardus bekas kulkas. Premis menarik ditambah detail semacam itu, The Box (2021) berangkat dengan modal banyak untuk membuat penonton terhibur.

Ji Hoon yang tak bisa bernyanyi di depan banyak orang, memilih untuk berada di dalam kotak selama menunjukkan bakatnya dalam bernyanyi dan memainkan gitar. Alur yang memperlihatkan konflik utama dalam film terasa cukup cepat. Sayangnya, pada bagian awal film, ketika Ji Hoon dan Min Su pertama kali bertemu, pengemasannya tidak begitu emosional dan dalam.

Latar belakang karakter Ji Hoon yang pemalu dan tidak percaya diri, begitu minim diceritakan di sini. Kamu hanya akan mendapat visualisasi trauma yang dialaminya dalam waktu sekian menit. Padahal menampilkan konflik pribadi Ji Hoon di awal-awal film bisa membangun cerita secara keseluruhan jadi lebih menyentuh.

Persahabatan Produser Musik dan Penyanyinya

Persahabatan Produser Musik dan Penyanyinya_

Dengan karakter Ji Hoon yang sedemikian pemalu dan tak percaya diri, umumnya akan sulit untuk membuka diri bagi orang baru. Nyatanya tidak. Kamu justru akan mendapati persahabatan antara Ji Hoon sebagai penyanyi dan Min Su sebagai produsernya terjalin secara luwes begitu saja dan tak perlu waktu lama.

Untuk kamu yang cukup detail, bagian ini mungkin akan terasa ganjil dan tidak natural. Seolah cerita harus buru-buru agar segera sampai pada bagian yang lebih inti dari film ini: perjalanan menemukan kepercayaan diri. Beruntung penampilan Chanyeol yang tenang, termasuk saat bernyanyi, dapat lumayan menutupinya.

Perjalanan Menemukan Kepercayaan Diri

Perjalanan Menemukan Kepercayaan Diri_

The Box (2021) yang berdurasi sekitar 1 jam 29 menit bukan hanya akan membuat para penggemar Chanyeol ‘kenyang’ dengan penampilannya, tapi juga merasa ‘penuh’ dengan pesan yang disampaikan. Bagaimana seseorang yang tak ingin keluar dari kotak, dari zona nyamannya, harus berusaha keluar dari sana untuk tahu seberapa hebat dirinya.

Pada akhirnya perjalanan yang digagas Min Su dalam film ini bukan semata untuk keuntungan pribadinya sebagai produser musik, melainkan menciptakan jalan bagi Ji Hoon untuk menemukan kepercayaan dirinya, entah sebagai penyanyi, pemusik, penampil atau pribadi.

Disajikan melalui sinematografi yang cantik dengan menampilkan dua orang yang sedang dalam perjalanan penuh pelajaran, kesan dramatis dan emosional berhasil disuguhkan oleh The Box (2021).

Belum lagi keberadaan lagu-lagu terkenal seperti Without You-nya Harry Nilsson, A Sky Full of Stars-nya Coldplay hingga What a Wonderful World milik Louis Armstrong yang dibawakan oleh Ji Hoon atau Chanyeol.

Itu semua membuat The Box (2021) tersaji sebagai sebuah tontonan menyenangkan yang lengkap. Penasaran selengkap apakah ia? Kamu bisa nonton The Box (2021) sekarang juga!

The Box
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram