bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis The Best of Me, Cerita Mantan Terindah

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 25 Juni 2021

The Best of Me adalah sebuah film drama romantis berdasarkan dari novel dengan judul yang sama karya Nicholas Sparks tahun 2011. Film ini merupakan satu dari sekian karya Sparks yang berhasil diadaptasi ke dalam layar lebar. Sebelumnya juga, Sparks sudah memfilmkan novel-novelnya mulai dari A Walk To Remember (2002), The Notebook (2004), Dear John (2010), Safe Haven (2010), dan masih banyak lagi.

Proses pembuatan film The Best of Me dimulai pada tanggal 30 April hingga 1 Mei 2014, yang berlangsung di pusat Kota Covington, Amerika Serikat. Sementara itu, seminggu setelah perilisannya, film ini berhasil meraup 10 juta dollar Amerika, dan menempati posisi kelima di box office setelah film Fury, Gone Girl, The Book of Life, dan Alexander and the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Romance, Drama
  • Rumah Produksi: Di Novi Pictures
  • Sutradara: Michael Hoffman
  • Pemeran Utama: James Marsden, Michelle Monaghan, Luke Bracey, Liana Liberato

Dawson Cole adalah seorang pria yang bekerja di sebuah anjungan minyak di lepas pantai Louisiana.  Pada suatu hari, ledakan hebat menghancurkan tempatnya bekerja, dan ia pun terlempar ke dalam lautan. Namun, ia secara ajaibnya mampu selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.

Beberapa waktu kemudian setelah dirinya pulih, Dawson menerima kabar jika teman baiknya, Tuck, yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri, telah meninggal dunia. Ia pun kembali ke kampung halamannya setelah sekian lama untuk melaksanakan keinginan terakhir dari Tuck.

Setibanya di sana, ia terkejut karena Tuck juga telah meminta Amanda, mantan pacarnya di SMA, untuk melaksanakan keinginan terakhirnya bersama dengan Dawson. Amanda sendiri sekarang telah menikah, dan memiliki seorang anak, sementara Dawson masih tetap melajang.

Dawson dan Amanda sewaktu remaja dulu berasal dari kehidupan yang berbeda secara status sosial. Dawson dilahirkan dalam keluarga kriminal dengan seorang ayah yang kasar, sedangkan Amanda berasal dari keluarga yang kaya raya.

Dalam sebuah kilas balik, Dawson muda meninggalkan rumah ayahnya, dan ia menyelinap untuk bermalam di garasi milik Tuck, seorang mekanik yang baru saja kehilangan istrinya. Tuck mengetahui asal usul Dawson, dan ia pun mengizinkannya untuk tinggal bersamanya. Ia pada akhirnya menganggap Dawson sebagai anak kandungnya sendiri.

Dawson bersekolah di tempat yang sama dengan Amanda. Singkat cerita, keduanya mulai berkencan, dan berpacaran. Dawson selanjutnya pergi ke rumah ayahnya dengan emosi karena ia telah memukuli Tuck. Ia berniat untuk membunuh ayahnya itu, dan tanpa sengaja Dawson malah menembak sepupunya sendiri.

Di pengadilan, Dawson bersaksi untuk membongkar seluruh kejahatan yang dilakukan oleh ayahnya. Karena kesaksiannya itu, hukuman penjara Dawson menjadi lebih ringan dari yang sebelumnya. Akan tetapi, ia memutuskan hubungannya dengan Amanda, dan memintanya untuk terus melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi daripada harus tinggal bersamanya.

Kini, Amanda dan Dawson dipertemukan kembali oleh keinginan terakhir yang ditulis oleh Tuck. Keduanya lalu menyebarkan abu milik Tuck di sebuah rumah yang dimilikinya bersama sang istri. Setelah momen itu, mereka secara terbuka menjelaskan segala sesuatu yang belum terselesaikan pada waktu dulu.

Keduanya pun kembali terlibat asmara seperti yang mereka lakukan pada sewaktu remaja dulu. Akan tetapi, Dawson menyadari bahwa ia tidak akan bisa bersama dengannya lagi. Di sisi lain, Amanda pun harus memilih untuk kembali kepada keluarganya, atau tetap berada di sisi Dawson, pria yang sebenarnya ia cintai.

Para Pemain Tampil Cukup Berkesan

Aktor James Marsden, dan Aktris Michelle Monaghan masing-masing berperan sebagai Dawson serta Amanda versi dewasa. Apa yang mereka perlihatkan sepanjang film ini membuat keduanya sangat layak untuk memainkan dua karakter tersebut. Adegan kebersamaan mereka rasanya menjadi salah satu bagian yang sangat menarik, dan terbaik di film The Best of Me ini.

Keduanya secara halus cukup baik membangun rasa emosional diantara Dawson, dan Amanda dengan cara yang lebih dewasa. Mereka juga lalu secara perlahan-lahan bisa memperlihatkan bahwa rasa cinta antara Dawson serta Amanda tetap tidak berubah, meski sudah lama tidak bertemu selama bertahun-tahun.

Sementara itu, aktris Liana Liberato membuat karakter Amanda muda terlihat sangat hangat, dan menyenangkan. Lewat pesonanya, ia cukup baik menghidupkan sosok Amanda sebagai sosok wanita yang tulus mencintai Dawson, yang mempunyai latar belakang sosial berbeda dengan keluarganya. 

Lalu, ada aktor senior Gerald McRaney sebagai Tuck Hostetler, dan ia tampil gemilang memainkan sosok ayah baru bagi Dawson. Di sisi lain, Luke Bracey sebagai Dawson muda memang kurang terlihat impresif. Tapi, Luke setidaknya harus diberikan apresiasi yang pas karena mampu memberikan penggambaran Dawson muda yang penuh lika-liku, dan chemistry penuh getir dengan Amanda dari keluarga kaya raya.

Adaptasi dari Sparks yang Kurang Diapresiasi

Film The Best of Me menjadi karya adaptasi Nicholas Sparks yang kurang mendapatkan respon positif dari kritikus. Rotten Tomatoes, dan Metacritic pun mengulasnya dengan memberikan rating serta nilai yang kurang memuaskan. Sementara itu, dalam survey yang dilakukan oleh CinemaScore, para penonton bioskop cukup responsif karena memberikan rating film The Best of Me dengan nilai rata-rata B +.

Jika dilihat secara keseluruhan, film adaptasi dari Sparks ini sebenarnya tidak terlalu buruk, apalagi mengecewakan. Ada beberapa hal menarik yang coba dibangun oleh film ini untuk menunjukan kekuatan drama romantis dalam jalan penceritaannya.

The Best of Me mempunyai dua latar waktu cerita, dan keduanya memberikan tensi drama yang berbeda pula. Kisah Dawson dan Amanda versi remaja jauh lebih manis sekaligus penuh polemik karena harus berhadapan dengan berbagai masalah yang sedemikian rupa. Di momen kilas balik tersebut, jalan ceritanya memang terlihat klise, namun pada akhirnya tetap memiliki nilai romansa yang menarik untuk diikuti.

Ketika beralih ke masa sekarang, dimana Dawson dan Amanda yang telah dewasa, keduanya berada di fase kebimbangan karena berhadapan kembali dengan perasaan yang belum usai. Pada bagian ini, momentum terasa bahagia diantara keduanya, akan tetapi menyimpan sisi memilukan menjelang film berakhir.

Seperti karya-karya Sparks yang lainnya, akhir film ini cukup bisa ditebak karena pasti ada salah satu karakter yang meninggal. Formula melodrama itupun masih melekat pada The Best of Me, dan kisah cinta keduanya harus berakhir secara tragis. Walaupun terlalu sering digunakan oleh Sparks dalam epilog ceritanya, rasanya tema ending seperti itu masih disukai oleh sebagian penonton penyuka melodrama romantis.

Film Melodrama Hollywood yang Layak Ditonton

Terlepas dengan segala respon kurang memuaskan dari situs review film ternama, film ini harus diakui juga masih memiliki daya tariknya sendiri. Film The Best of Me lewat segala polemik cerita yang disajikan setidaknya cukup baik membangun tensi emosional dalam sekuens kilas balik, hingga beralih ke masa Dawson serta Amanda versi dewasa.

Dua babak tersebut dikemas cukup baik, dan kita yang menontonnya pun jadi bisa lebih memahami kondisi-kondisi yang dihadapi oleh Dawson serta Amanda. Setelah menjadi dewasa, keduanya pun tak bisa membohongi perasaannya masing-masing. Namun, kondisinya tidak semudah yang diperkirakan oleh Dawson karena Amanda sendiri kini telah menjadi istri dari pria lain, dan memiliki seorang anak.

Film The Best of Me pun memang tidak istimewa seperti film adaptasi Sparks lainnya, yakni The Notebook, yang rilis tahun 2004 silam. Namun, film ini masih tetap berkesan, dan memikat dengan caranya sendiri The Best of Me memang menghadirkan cerita klise melodrama, tapi di satu sisi film ini bisa menggugah perasaan bagi kita yang menontonnya, dan mengajak kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu bersama dengan orang-orang yang disayangi.

Pada akhirnya, The Best of Me bisa menjadi film melodrama ala Hollywood yang bisa dimasukkan ke dalam daftar tontonan kalian. Film berdurasi 1 jam 58 menit ini juga menyimpan alur cerita yang terasa hangat di satu bagian, dan menjadi memilukan pada momen lainnya. Jadi, The Best of Me rasanya akan cocok ditonton bagi para penyuka film-film bertemakan drama romantis dengan polemik cerita yang memilukan.

The Best of Me
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram