bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Batman, Menguak Teka-Teki The Riddler

Saat satu persatu tokoh politik di Kota Gotham dibunuh dengan cara yang sadis, Batman dan Detektif Gordon harus bisa menangkap pelakunya dengan memecahkan teka-teki yang ditinggalkan di setiap aksinya.

Kebobrokan pemerintahan terbongkar dan misteri pembunuhan orang tua Bruce Wayne terungkap. The Batman adalah film action superhero karya Matt Reeves yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 4 Maret 2022.

Film ini merupakan proyek reboot dengan menampilkan Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne di tahun kedua aksinya sebagai Batman. Film ini juga menampilkan Detektif Gordon dan Catwoman di sisinya serta The Riddler sebagai lawan berat yang membuat pusing dengan teka-tekinya.

Film yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para moviegoers di seluruh dunia ini menjanjikan kisah penuh misteri dengan nuansa kelam yang pekat. Apakah akan lebih baik dari film-film Batman sebelumnya? Simak review berikut untuk mengetahui ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Pencinta Batman Wajib Tahu Daftar Urutan Film Batman Ini

Sinopsis

the batman poster_

Kota Gotham, malam Halloween, tahun kedua kehadiran Batman. Walikota Gotham Don Mitchell, yang sedang dalam masa kampanye untuk mencalonkan diri sebagai walikota, kembali ditemukan tewas di rumahnya.

Detektif Gordon datang ke TKP bersama dengan Batman yang membuat Komisaris Pete Savage marah dan meminta Batman untuk meninggalkan lokasi tersebut. Sang pembunuh meninggalkan sebuah kartu ucapan yang ditujukan khusus untuk Batman yang berisi sebuah teka-teki.

Belum sempat memecahkannya, terjadi pembunuhan berikutnya dengan korban sang komisaris yang diunggah di akun media sosial The Riddler, julukan sang pembunuh, dan disiarkan lewat berita TV.

Batman dan Detektif Gordon menemukan flash disk di mobil Mitchell yang didalamnya terdapat beberapa foto sang walikota dengan seorang gadis bernama Annika di Iceberg Lounge, sebuah klub malam milik Penguin.

Tapi saat Batman menginterogasi Penguin, dia berkata tidak tahu apa-apa tentang itu semua. Batman melihat Selina Kyle di klub itu dan mengikutinya hingga sampai di TKP pembunuhan Mitchell.

Sempat berseteru, Selina Kyle yang menamakan dirinya sebagai Catwoman, akhirnya menjelaskan kepada Batman tentang Annika yang adalah teman sekamarnya. Mereka menemukan paspor Annika di brankas Mitchell. Kemudian mereka tidak menemukan Annika di apartemen Selina yang sudah berantakan.

Lalu, Batman mengutus Selina ke klub dengan menggunakan kamera di matanya sehingga Batman bisa mendeteksi seluruh pengunjung klub itu dimana terdapat Gil Colson, jaksa agung Gotham.

Selina melepas kamera dan alat komunikasinya ketika Batman mendesaknya perihal kedekatannya dengan Carmine Falcone, pimpinan mafia di Kota Gotham.

Bruce Wayne datang ke pemakaman Mitchell dan menyelamatkan putra Mitchell dari mobil yang tiba-tiba masuk ke dalam gereja dengan kecepatan tinggi. Keluarlah Gil Colson dengan bom di lehernya dan smartphone yang direkatkan di tangannya.

Colson menyampaikan pesan bahwa The Riddler mengharapkan kedatangan Batman. Setelah Batman datang, The Riddler memberikan teka-teki untuk dijawab oleh Colson melalui panggilan video.

Dua pertanyaan dijawab Colson atas panduan Batman. Tetapi, ketika Colson tidak mau menjawab pertanyaan ketiga, The Riddler meledakkan bom dan menewaskan Colson serta mencederai Batman hingga pingsan.

Setelah siuman, Detektif Gordon membantu Batman melarikan diri dari kepungan polisi. Dari teka-teki terakhir, mereka menduga bahwa Penguin adalah informan penting yang dimaksud oleh The Riddler.

Dan kemudian, mereka mengikuti Penguin ke sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat operasi produksi narkoba yang dahulu adalah bisnis milik Salvatore Maroni, mafia saingan Carmine Falcone.

Tidak diduga, Selina datang untuk mencuri tas berisi uang. Penguin yang menyadari kedatangan Batman dan Detektif Gordon langsung melarikan diri dengan mobilnya. Batman mengejar di belakang dengan Batmobile-nya.

Setelah melalui pengejaran yang menimbulkan kecelakaan besar di jalan raya, Batman berhasil menangkap Penguin. Tapi ternyata Penguin bukanlah informan yang dimaksud. Batman menemukan petunjuk tentang masa lalu The Riddler, yaitu salah satu anak yang tinggal di panti asuhan milik keluarga Wayne yang terbengkalai.

Batman menemukan video tentang kisah kelam masa lalu kedua orang tuanya yang menjadi alasan The Riddler menjadikan Bruce Wayne sebagai target berikutnya. Batman mencoba memperingatkan Alfred dari ancaman, tapi terlambat.

Bruce Wayne mengunjungi Falcone untuk meminta penjelasan sebenarnya dari kisah ini yang kemudian membuka misteri pelaku pembunuhan kedua orang tua Bruce, yaitu Salvatore Maroni.

Tapi ketika berbincang dengan Alfred yang dirawat di rumah sakit, Alfred menjelaskan bahwa kesalahan orang tuanya dimanfaatkan oleh Falcone untuk meraih kekuasaan, dan Falcone adalah pembunuh orang tuanya.

Selina nekat hendak membunuh Falcone seorang diri dengan mendatangi Iceberg Lounge. Saat dalam posisi terjepit, Batman datang dan menghabisi semua anak buah Falcone di klub tersebut.

Batman berhasil menangkap Falcone, tapi kemudian Falcone ditembak dari jarak jauh hingga tewas. Polisi dan Batman mengejar pelakunya yang sedang duduk di sebuah café.

Pria yang diduga sebagai The Riddler itu kemudian ditahan di pusat rehabilitasi Arkham, tapi teror belum selesai. Puncaknya adalah ketika beberapa bom yang dipasang oleh The Riddler di pintu-pintu air Kota Gotham meledak. Hal itu membuat air laut merangsek masuk ke dalam kota saat acara kemenangan Bella Real sebagai walikota.

Kemudian, muncul sekelompok orang bersenjata yang ternyata adalah komunitas bentukan atau simpatisan The Riddler yang mulai menembaki warga dan bermaksud membunuh walikota baru.

Berhasilkah Batman menyelamatkan seluruh warga kota dari ancaman berbahaya ini? Semakin seru? Tentu. Wajib untuk menonton filmnya hingga selesai untuk menemukan jawabannya.

Batman sebagai Detektif Pemecah Teka-Teki

Batman sebagai Detektif Pemecah Teka-Teki_

Kesan kelam selalu melekat dengan para superhero DC Comics, terutama Batman yang memang lebih banyak beraksi di malam hari di sebuah kota bobrok yang penuh kesuraman.

Sejak Christopher Nolan berhasil membangkitkan Batman dengan trilogi The Dark Knight-nya, kekelaman kisah Batman semakin digandrungi oleh para fans superhero dari komik ini.

Jika kita sudah merasa trilogi yang dibintangi oleh Christian Bale sebagai sang pangeran kegelapan sangat pekat dengan nuansa kelam, maka kita akan semakin dibuat terkesima dengan atmosfer kelam yang ditampilkan oleh Matt Reeves. Di filmnya ini terasa sangat suram dalam temaram kota Gotham.

Jika sebelumnya kita mengenal lampu Batman di langit adalah cara Detektif Gordon meminta bantuan sang superhero, maka di film ini bisa diartikan juga sebagai ancaman bagi pelaku kejahatan.

Sebab, sang pelaku kejahatan sangat ketakutan saat melihat tempat gelap di sudut-sudut kota, karena bisa saja Batman muncul dari kegelapan itu.

Kesan pertama yang muncul di awal film ini, tanpa banyak bercerita, sudah menggambarkan dengan jelas perjalanan dua tahun Batman dalam menanggulangi kejahatan di Gotham. Batman juga sukses membuat takut para kriminal kelas teri, tapi belum bisa menyentuh tokoh kriminal papan atas, seperti Carmine Falcone.

The Batman menampilkan elemen klasik yang hilang dari rangkaian film-film Batman sebelumnya, yaitu penyelidikan kasus yang membuat Batman tampil layaknya seorang detektif. Dan film ini lebih menekankan unsur tersebut daripada keseruan adegan action dan ledakan dahsyat yang biasa hadir di film-film superhero pada umumnya.

Kita tahu bahwa Batman sebenarnya sosok superhero yang tidak memiliki kekuatan super. Bruce Wayne hanyalah pewaris kekayaan orang tuanya yang mengembangkan alat-alat canggih untuk memudahkannya menumpas kejahatan bersama Alfred.

Dan di film yang minim dalam menggunakan special effect ini, kita diperlihatkan aksi klasik Batman dalam menumpas kejahatan. Teka-teki yang diberikan oleh The Riddler dalam setiap aksi pembunuhan sadisnya cukup membuat Batman dan Detektif Gordon kesulitan untuk mengungkap misteri di baliknya.

Bahkan mereka sampai salah menduga bahwa Penguin adalah informan yang menyimpan rahasia Kota Gotham dan misteri pelaku pembunuhan kedua orang tua Bruce Wayne.

Kita pun akan dibuat berkali-kali menebak apa maksud The Riddler dengan teka-tekinya itu, selain membeberkan kebobrokan para pejabat Kota Gotham yang kemudian menyeret nama Thomas Wayne dalam lingkaran dekadensi moral di Kota Gotham.

Dengan naskah yang kuat dari Matt Reeves dan Peter Craig, kita digiring untuk hanyut dalam pengungkapan misteri ini. Hingga kemudian kita paham apa yang terjadi pada keluarga Wayne dan beban psikologis yang menerpa Bruce Wayne dalam hidupnya selama ini.

Bagi para fans Batman yang sudah kenal dengan karakter-karakter dalam komiknya, maka kisah di tahun kedua aksi Batman ini akan membuat kita terpana dengan bagaimana apiknya para karakter itu dimasukkan dalam jalinan cerita.

Tidak hanya The Riddler dan Penguin, ada juga Carmine Falcone dan Selina Kyle yang tidak kalah penting hadir dalam jalinan cerita. Semua terangkai dengan baik dalam membangun tensi ketegangan sehingga adegan puncak tampil sangat spektakuler.

Di film dengan sinematografi yang berhasil menampilkan atmosfer kegelapan secara maksimal ini, sosok Batman bukanlah jagoan yang tidak punya kelemahan dan tidak bisa dikalahkan.

Di pertarungan terakhir, Batman nyaris kalah jika Catwoman tidak datang membantu dan Detektif Gordon tidak menghentikannya saat emosinya memuncak karena suntikan adrenalin.

Perpaduan Erat Batman dan Catwoman

Perpaduan Erat Batman dan Catwoman_

Kehadiran Catwoman di dalam kisah Batman sudah sering ditampilkan. Michelle Pfeiffer memerankannya di film Batman Returns (1992) dan Anne Hathaway di film The Dark Knight Rises (2012) dengan latar belakang berbeda.

Dan kali ini, performa Zoe Kravitz sebagai Selina Kyle sungguh memukau. Chemistry-nya dengan Robert Pattinson sungguh sangat padu. Kita dapat merasakan kepedihan hati mereka berdua atas kehilangan sosok orang tua yang dicintai.

Ternyata, orang tua mereka menyimpan misteri kekelaman masa lalu yang meninggalkan luka dalam di sanubari masing-masing. Semua itu terlihat jelas di wajah Zoe Kravitz dan Robert Pattinson betapa beratnya mereka memendam dendam atas sosok yang menyakiti mereka sejak kecil.

Baru kali ini kita melihat Bruce Wayne tidak elegan ketika tampil di depan publik. Dia terlihat kurus dan kurang tidur sebagai efek dari aksinya sebagai Batman yang beraksi di malam hari.

Sangat wajar mengingat cerita ini berada di awal petualangannya sebagai Batman sehingga mungkin saja dia belum menemukan ritme yang sesuai dalam hidupnya.

Mengungkap Sisi Manusiawi Batman

Mengungkap Sisi Manusiawi Batman_

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa Batman di film ini bukanlah sosok superhero yang tidak terkalahkan, dia bahkan tidak sadarkan diri dua kali dan nyaris terbuka identitasnya di muka umum. Meski tidak terlihat terluka, karena kostum yang dikenakan anti peluru, Batman bisa kesakitan saat terjatuh atau menerima pukulan dari lawannya.

Beban psikologis sebagai anak yatim piatu yang kaya raya semakin diperdalam dengan terkuaknya misteri akan kesalahan masa lalu kedua orang tuanya yang mempertanyakan kelayakan dirinya sebagai pembela kebenaran di kota yang bobrok ini.

Dan salah satu alasan The Riddler melakukan aksi pembunuhan adalah karena kecemburuannya kepada Bruce Wayne yang lebih mendapat perhatian, padahal bernasib sama. Edward Nashton, nama asli The Riddler, adalah salah satu anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan milik keluarga Wayne.

Ketika janji Thomas Wayne belum terwujud karena keburu tewas dibunuh, hanya Bruce Wayne yang mendapat perhatian publik sedangkan Edward terlupakan. Inilah alasannya ia membenci Bruce.

Dalam aksinya, kendaraan Batman yang selalu tampil mutakhir di film-film sebelumnya kali ini hadir dalam konsep klasik dengan menggunakan mobil dengan kesan maskulin dari era 1960an sejenis Viper atau Dodge. Selain gagah dan klasik, kesan horror dan mencekam juga tergambarkan di penampilan batmobile kali ini.

The Batman berhasil menjadi film paling kelam dari rangkaian franchise Batman yang sudah pernah hadir sebelumnya. Kesan klasik dan tradisional sangat melekat, membuat penampilan Batman terlihat sangat manusiawi di segala sisi, terutama kesulitannya dalam menghadapi lawan-lawannya.

Meski minim, setiap adegan action ditampilkan dengan sangat apik dan dalam skala dahsyat. Perkelahian Batman dengan begundal bersenjata api dalam kegelapan, yang terlihat hanya dari kilatan tembakan api dari senjatanya, sangat seru sekaligus mencekam.

Adegan car chase yang mengakibatkan kecelakaan besar di jalan raya juga tampil sangat spektakuler, terutama ketika batmobile menembus ledakan. Keahlian Matt Reeves menempatkan semua elemen sesuai dengan porsi dan penciptaan atmosfer yang apik, membuat film ini sangat layak untuk ditonton.

Memiliki kesan berbeda dengan film-film superhero lainnya, film yang kuat secara drama ini adalah film terbaik dalam franchise Batman yang sudah memiliki rencana sequel dan spin-off dalam bentuk serial TV. Selamat menonton!

The Batman
Rating: 
4.1/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram