bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Sejarah The 13th Warrior (1999)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 13 September 2021

Setiap daerah ditinggali oleh penduduk yang punya ciri khas tertentu sehingga menjadi identitas tersendiri. Oleh karena itu, di dunia ada berbagai macam suku atau bangsa yang punya bahasa, budaya dan tradisi yang berbeda satu sama lain. Dengan perkembangan waktu, terjadi perubahan-perubahan yang berdampak pada cara hidup suatu bangsa.

Bangsa Viking pada jaman dahulu dikenal dengan reputasinya sebagai bangsa yang gemar menjajah bangsa lain dan berperang untuk menguasai wilayah baru. Nggak mengherankan kalau citra brutal melekat pada diri mereka. Di The 13th Warrior, bangsa Viking kesulitan memenangkan peperangan sampai kedatangan Ibn Fadlan, seorang penyair. Simak sinopsis dan review filmnya, yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 1999
  • Genre: Historical Fiction, Action
  • Produksi: Touchstone Pictures
  • Sutradara: John McTiernan
  • Pemain: Antonio Banderas, Diane Venora, Omar Sharif, Vladimir Kulich, Dennis Storhoi

Ahmad Ibn Fadlan adalah seorang penyair bagi kerajaan di Baghdad. Kemampuannya dalam merangkai kata-kata membuat banyak wanita terpikat. Salah satunya adalah wanita yang berstatus sebagai istri di pemerintahan kerajaan. Agar Ibn nggak berhubungan lebih jauh, dia diasingkan dengan menjadi perwakilan kerajaan ke Bulgaria Volga.

Ibn nggak pergi sendirian ke Bulgaria Volga. Dia ditemani oleh Melchisidek, ayah dari sahabat kental Ibn. Menuju Volga, mereka berdua diserang oleh bangsa Tartar. Untungnya, ada bangsa Viking yang juga datang ke tempat yang sama sehingga Ibn dan Melchisidek terselamatkan dari upaya perampokan.

Sesampainya di Volga, Ibn harus mengalami kesulitan karena perbedaan bahasa yang digunakan. Dia pun menyewa jasa Herger, seorang bangsa Viking yang bisa berbicara dalam bahasa Latin. Herger memberi tahu bahwa akan ada perayaan sekaligus pertarungan karena raja bangsa Viking baru saja meninggal.

Herger memperkenalkan Ibn pada Beowulf, salah satu anak dari raja. Ibn dan Melchisidek kemudian menyaksikan bagaimana anak-anak para raja bertarung untuk memperebutkan tahta kerajaan. Beowulf berhasil mengalahkan saudaranya dan diangkat menjadi raja. Ayah dari Beowulf kemudian dikremasi bersama seorang wanita yang akan menemani jasadnya ke Valhalla.

Keesokan harinya, Beowulf kedatangan Wulfgar yang meminta bantuan. Wulfgar merupakan anak raja di Utara Volgar, Hrothgar, yang sedang diserang oleh mahluk jahat kuno. Saking jahat dan kejamnya, prajurit terbaik dari kerajaannya pun sampai nggak berani menyebutkan nama dari mahluk tersebut.

Beowulf mendatangi Volva, orang yang bisa melihat masa depan. Volva menyatakan bahwa Beowulf bisa membantu memenangkan peperangan dengan berbekal 13 prajurit saja, satu di antaranya haruslah bukan berasal dari bangsa Viking. Tanpa berpikir panjang, Beowulf mengajak Ibn untuk ikut ke dalam perang walau Ibn menolak karena nggak punya pengalaman perang sama sekali.

Dalam perjalanan menuju Hrothgar, Ibn mempelajari karakteristik bangsa Viking. Bangsa Viking sempat menyepelekan Ibn. Mereka menilai perawakan Ibn terlalu kecil, begitu juga dengan kuda yang dibawanya. Seiring dengan banyaknya waktu yang dilalui bersama, pandangan mereka kepada Ibn berubah.

Ibn membuktikan dia bisa belajar bahasa dengan cepat, cerdik dan dapat membuat tulisan yang indah. Perjalanan mereka menuju Hrothgar menjadi lebih cair. Ibn mulai mendapatkan tempat dan diterima dengan baik oleh para prajurit. Sesampainya di kerajaan Hrothgar, Beowulf diberi tahu bahwa musuh yang akan dihadapi adalah Wendol.

Wendol merupakan iblis yang menyerang dengan kabut dan memenggal musuh-musuhnya. Ternyata sosok Wendol bukanlah iblis melainkan manusia kanibal. Satu per satu prajurit yang dibawa Beowulf berguguran sementara Ibn masih bisa bertahan. Bisakah Ibn membantu mengalahkan Wendol? Dasarnya, dia adalah seorang penyair, bukan sosok yang biasa berperang.

Memadukan Sejarah dan Fiksi

Memadukan Sejarah dan Fiksi

Dalam sejarah Islam, Ibn Fadlan merupakan penyair yang ditugaskan menyebarkan agama Islam ke wilayah Eropa, terutama Bulgaria Volga dan Rusia. Dalam perjalanannya, dia menuliskan berbagai kejadian yang dilihat dan dialaminya. Oleh karena itu, ceritanya tetap bisa dinikmati di masa kini walau kejadiannya sudah terjadi berabad-abad lalu.

Film The 13th Warrior mengambil inspirasi dari buku Michael Crichton yang berjudul Eaters of the Dead. Bukunya sendiri menggabungkan cerita Ibn Fadlan dengan kisah Beowulf. Sebagaimana cerita yang digabung dengan fiksi, Ibn di film nggak banyak menyoroti caranya menyebarkan agama Islam. Walau begitu, karakternya sebagai Muslim tetap dipertahankan sebagaimana di dalam buku.

Visualisasi Abad ke-7

Visualisasi Abad ke-7

The 13th Warrior menampilkan visualisasi abad ke-7 dengan bagus. Lokasi syuting di Vancouver bisa diubah sedemikian rupa menyerupai wilayah bangsa Viking di masa lalu. Begitu juga dengan kostum yang dipakai oleh para pemeran yang terlihat sempurna dalam menggambarkan karakter bangsa Viking.

Salah satu yang paling menonjol di film ini adalah adegan peperangannya. John McTierman, sutradara di balik Die Hard dan Predator bisa mengemas adegan peperangan menjadi begitu brutal. Pergerakan kamera juga berhasil membuat film ini bisa menyajikan adegan peperangan yang nggak biasa bagi film yang dirilis di tahun 90-an.

Banyak Plot Kosong

Banyak Plot Kosong

Kekurangan The 13th Warrior adalah banyaknya plot kosong. Sosok Beowulf mendapat peran penting tapi nggak mendapat pendalaman yang cukup. Karakternya dari awal hingga akhir terlalu terpaku hanya sebagai pendukung. Begitu pun dengan prajurit-prajurit lain yang ikut ke Kerajaan Hrothgar yang dipilih begitu saja dengan predikat prajurit terbaik.

Sebagaimana cerita di dalam buku, 13th Warrior mencoba menjadikan Ibn Fadlan sebagai pusat dari cerita. Sayangnya itu membuat karakter-karakter di sekitarnya nggak mendapat porsi yang cukup untuk menambah cerita menjadi lebih berwarna. Hal ini juga menjadi sorotan kritikus film yang menilai film ini plotnya terlalu ringan walau punya atmosfir menarik.

Antonio Banderas sebagai Ibn Fadlan

Antonio Banderas sebagai Ibn Fadlan

Ada banyak pertanyaan yang mengarah pada keputusan memilih Antonio Banderas sebagai Ibn Fadlan. Karakter Ibn yang berasal dari Baghdad tentu lekat dengan penampilan khas orang-orang Timur Tengah. Sementara Banderas merupakan aktor asal Spanyol yang dari segi fisik pun penampilannya nggak terlihat seperti orang Timur Tengah.

Keputusan memilih Banderas punya dampak positif sekaligus negatif. Dampak positifnya adalah dengan popularitas yang dimiliki Banderas akan memudahkan pemasaran film ini dan menarik penonton. Dampak negatifnya adalah karakter Ibn Fadlan nggak sesuai dengan ekspektasi karena yang dibayangkan orang adalah sosok dengan penampilan orang Timur Tengah.

Biaya Produksi dan Pendapatan

Biaya Produksi dan Pendapatan

The 13th Warrior menggunakan biaya yang nggak sedikit untuk produksi dan promosi. Total ada 160 juta USD yang dikeluarkan agar film ini bisa dirilis. Dengan jumlah yang sedemikian besar, film ini malah flop di pasaran dengan mengais keuntungan hanya di angka 61 juta USD. Bahkan kerugian di tahun perilisannya mencapai angka 129 juta USD.

Film ini menjadi salah satu film paling flop dalam sejarah Hollywood karena menggunakan modal yang sangat besar. Walau begitu, nggak sedikit juga yang menganggap film ini kurang diapresiasi dengan baik. Bahkan banyak juga yang menganggap film ini sebagai film cult karena bukan selera orang kebanyakan.

Film The 13th Warrior menyajikan cerita bagaimana perbedaan agama dan suku bisa dikesampingkan untuk tujuan yang lebih besar. Ibn yang nggak punya ilmu maupun pengalaman berperang, rela membantu bangsa Viking untuk mengalahkan Wendol.

Kalau kamu suka film yang diadaptasi dari sejarah, film ini layak ditonton. Ada rekomendasi lain? Mari bagikan di kolom komentar, teman-teman.

The 13th Warrior
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram