bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tarung Sarung (2020), Film Laga Menarik!

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 13 September 2021

Berencana untuk rilis di bioskop pada 2 April 2020, Tarung Sarung akhirnya resmi tayang secara eksklusif di Netflix pada 31 Desember 2020. Film ini merupakan film laga yang memuat unsur-unsur budaya Indonesia, khususnya Bugis dan Makassar. Ia bukan sekadar film laga biasa sebab sekaligus mengajarkan dan mengenalkan kita pada banyak hal tentang kehidupan.

Disutradarai oleh Archie Hekagery, Tarung Sarung memuat dialog-dialog bahasa Makassar, Melayu dan Selayar. Melibatkan Yayan Ruhian, adegan laga dalam film ini bukan kaleng-kaleng. Selain itu, selama menontonnya Anda juga akan dipuaskan oleh pemandangan alam Sulawesi Selatan yang indah. Penasaran? Simak lebih dulu sinopsis serta review-nya yuk! Simak di bawah ini ya!

Sinopsis

Sinopsis

Deni Ruso (Panji Zoni) adalah anak seorang pengusaha kaya raya dan dijuluki sebagai penguasa Jakarta. Dia anak laki-laki yang punya banyak kaki tangan. Siapa yang mencari masalah dengannya, berakhir dengan kekerasan. Baginya uang bukan masalah. Segala keributan yang dia sebabkan bisa dengan mudah diselesaikan dengan sejumlah uang. Deni juga tidak percaya pada Tuhan.

Deni punya kekasih seorang Youtuber bernama Gwen (Annette Edoarda) yang sekaligus merupakan putri salah satu pejabat di Surabaya. Gwen terkenal manja, suka kemewahan dan semua hal dijadikan konten bagi saluran pribadinya di Youtube.

Suatu malam, Deni terlibat perkelahian dengan seorang pria yang diketahui menggoda Gwen di sebuah klub malam. Masalah ini kemudian dengan cepat diketahui oleh sang bunda, Dina Ruso (Imelda Therinne). Merasa tidak bisa mengatasi kenakalan anaknya, Dina memutuskan untuk mengirim Deni ke kampung halaman mereka di Makassar. Sekaligus memercayakan Deni untuk mengurus pembangunan taman hiburan di sana.

Dina ingin anaknya belajar menjadi lebih dewasa dengan menerapkan peraturan ketat. Untuk pergi ke Makassar, Deni dilarang menggunakan jet pribadi. Anak itu harus menumpang pesawat komersil kelas ekonomi dan tidak boleh ditemani pengawal-pengawal pribadinya. Syarat itu pun disanggupi Deni karena dia ingin membuktikan pada ibunya bahwa dirinya bukan anak manja.

Setibanya di Makassar, Deni disambut dua pekerja Ruso Corp, Tutu (Jarot Superdj) dan Gogos (Doyok Superdj). Sementara itu, Tenri (Maizura) seorang gadis cantik aktivis lingkungan tengah takut dan khawatir sebab seorang pria bernama Sanrego (Cemal Faruk) berniat melamarnya. Tenri tidak menyukai Sanrego hingga dia meminta keluarganya untuk menetapkan uang panai sebesar 500 juta sebagai syarat untuk mempersuntingnya.

Ketika sedang memungut sampah-sampah di pantai, Tenri tanpa sengaja bertemu Deni. Perkenalan mereka dibumbui rayuan gombal dari Deni. Pada malam harinya, mereka bertemu kembali dalam sebuah acara yang sengaja digelar di pantal. Di sana dipertontonkan aneka hiburan termasuk Tarung Sarung.

Ketika akan mencoba Tarung Sarung dengan Tenri, Sanrego tiba-tiba muncul dan hendak memukul Deni. Namun, perkelahian itu berhasil dihindarkan oleh Tutu dan Gogos. Cerita berlanjut dengan upaya Tenri menentang pembangunan Ruso Park yang dikelola oleh perusahaan ayah Deni. Tenri yang belum tahu identitas Deni sebenarnya percaya saja ketika lelaki itu mengaku sebagai LSM pecinta lingkungan hidup dari Jakarta.

Di Makassar Deni harus belajar membela dirinya sendiri, terutama ketika dipermalukan oleh Sanrego. Pemuda itu pun mulai mendalami Tarung Sarung dengan berguru pada Pak Khalid (Yayan Ruhian). Di saat bersamaan pula, dia mulai mengenal Tuhan setelah sekian lama tidak memercayainya. Bagaimana perjalanan Deni menuju dirinya yang lebih baik? Tarung Sarung bisa Anda saksikan di Netflix mulai 31 Desember 2020.

Budaya yang Ajarkan Bersifat Ksatria

Budaya yang Ajarkan Bersifat KsatriaSumber: tagar.id

Tarung Sarung merupakan salah satu olahraga yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dalam film ini Anda akan mendapat informasi bahwa Tarung Sarung sekaligus mengajarkan seseorang untuk bersifat ksatria sebab ketika berkelahi, posisi dua orang harus berhadapan langsung, satu lawan satu, bukan keroyokan atau saling lempar batu.

Dalam salah satu scene ketika Deni geram karena babak belur oleh Sanrego, pemuda itu meminta Tutu dan Gogos mencarikan preman untuk bisa membalas dendam. Namun, permintaan itu ditolak sebab tradisi di Makassar, tidak mengenal keroyokan. Ketika dua orang berkelahi, mereka harus bertarung satu lawan satu. Uang bukan masalah yang utama bagi mereka.

Anak Remaja Belajar Dewasa

Anak Remaja Belajar DewasaSumber: cineverse.id

Film karya sutradara Archie Hekagery ini punya premis yang sebenarnya tidak terlalu baru, yakni seorang anak Jakarta yang kaya raya, diminta pergi ke sebuah kota yang jauh dari ibu kota untuk belajar mandiri dan dewasa. Hal yang membuat film ini menarik adalah pengembangan konfliknya. Deni yang merupakan seorang putra konglomerat, bertemu konflik-konflik baru setibanya di Makassar.

Film Tarung Sarung menampilkan karakter anak muda yang terbiasa dengan kemudahan. Namun, sebuah peristiwa mulai mengubah hidupnya. Dia dipaksa beradaptasi oleh keadaan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dalam film ini, seorang remaja yang manja, belajar menjadi dewasa melalui masalah-masalah yang menghampirinya.

Menonton film ini, Anda juga akan semakin setuju bahwa uang memang penting, tapi ada beberapa hal penting di dunia ini yang tidak bisa dibeli dengan uang. Uang bisa menjadi barang yang tidak laku jika sudah berhubungan dengan harga diri dan kehormatan. Pak Khalid mengajarkan itu pada Deni, sekaligus pada para penonton.

Tawaran uang 10 juta hingga 100 juta ditolaknya, sebab Pak Khalid tidak ingin menjadi guru Tarung Sarung bagi Deni jika tujuannya hanya untuk membalas dendam. Uang Deni yang jutaan itu tidak berarti apa-apa baginya. Lagi-lagi karakter Deni belajar dewasa melalui hal-hal semacam ini.

Mengangkat Adat Bugis ke Layar Lebar

Mengangkat Adat Bugis ke Layar LebarSumber: cineverse.id

Tidak banyak film Indonesia yang memuat dan memasukkan tradisi salah satu  budaya Nusantara di dalamnya. Di antara ‘yang tidak banyak’ itu, film ini bisa jadi pilihan tontonan sekaligus sarana perkenalan budaya yang dimaksud, terutama budaya atau adat dari Bugis bernama Sigajang Laleng Lipa.

Dalam salah satu scene, Anda akan mendapatkan penjelasan dari Kanang (Hajraro Messa), sahabat Tenri yang kerap bertingkah lucu. Kanang mengatakan bahwa sang paman, calon guru Deni, menguasai Sigajang Laleng Lipa. Siapa yang terlibat Sigajang Laleng Lipa jarang bertahan hidup.

Kanang juga menjelaskan bahwa orang Bugis sangat menjunjung tinggi rasa malu. Jika mereka merasa dipermalukan, solusinya adalah Sigajang Laleng Lipa. Dua orang akan berkelahi dalam satu sarung hingga salah satu menderita kekalahan, bahkan tak jarang kematian. Namun, Tarung Sarung bukan untuk balas dendam.

Perjalanan Menemukan Tuhan

Film Tarung Sarung dibuat dengan memasukkan segudang moral value yang bisa dijadikan pelajaran bagi siapa pun yang menontonnya. Setelah diingatkan soal uang dan kehormatan, Anda akan dibawa mengikuti perjalanan spiritual seorang Deni yang tidak percaya pada Tuhan.

Kita semua mungkin pernah menjadi Deni yang kecewa lantas tidak percaya pada kekuatan Yang Maha Esa. Tidak peduli sebanyak apa pun harta yang kita punya, tetap tidak membuat kita bersyukur dan memercayai-Nya. seperti Deni. Namun, semua bisa berubah ketika Tuhan menghendaki, sekalipun tidak terduga.

Adegan Perkelahian ala Yayan Ruhian

Adegan Perkelahian ala Yayan RuhianSumber: cineverse.id

Terkenal piawai melakukan gerakan bela diri, siapa yang meragukan kemampuan koreografi seorang Yayan Ruhian dalam adegan berkelahi? Kemampuan aktor yang khas dengan rambut panjang ini bahkan sudah diakui oleh perfilman Hollywood. Yayan Ruhian beberapa kali terlibat dalam pembuatan film laga luar negeri, sebut saja John Wick 3 – Parabellum (2019), Star Wars: The Force Awakens (2015) dan Beyond Skyline (2017).

Terlibat dalam pembuatan Tarung Sarung, Yayan Ruhian tampil tidak kalah memukau. Adegan perkelahian yang melibatkan dirinya, benar-benar indah. Dia bahkan melakukan adegan perkelahian di sebuah angkutan umum dalam keadaan duduk dan di ruangan yang sempit. Dijamin tidak akan mengecewakan!

Tarung Sarung akan mengingatkan Anda pada film-film China zaman dulu, tentang seorang murid yang berusaha sekeras tenaga mendapat pelatihan dari gurunya hingga menjadi ahli. Murid tersebut bekerja keras melampaui kemampuan dirinya selama ini.

Menonton film yang dibintangi oleh Panji Zoni dan Maizura ini Anda akan terhibur dengan unsur komedi sekaligus laga yang cukup kental. Belum lagi bumbu romantis yang menggemaskan antara Deni dan Tenri. Tak lupa budaya asli Indonesia, khususnya Bugis dan Makassar yang juga turut dikenalkan seperti Mappalette Bola atau menggotong rumah untuk pindah dan yang pasti Tarung Sarung.

Selama kurang lebih 115 menit, Anda akan mendapat pengalaman menonton film Indonesia yang berbeda. Tertarik untuk menyaksikannya? Agendakan yuk! Film ini sudah bisa dinikmati di Netflix saat ini juga!

Tarung Sarung
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram