bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tall Girl, Membangun Kepercayaan Diri

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Tall Girl
2.2
/5

Jodi adalah gadis paling tinggi di sekolahnya yang sering diolok-olok karena postur tubuhnya yang berbeda dari gadis lainnya.

Dia menemukan jalan untuk meraih kepercayaan diri lewat cinta. Tapi tidak mudah baginya untuk mendapatkan cinta itu, hingga menjauhkannya dari sahabat dan orang yang menyayanginya, hanya karena dibutakan oleh cinta.

Tall Girl adalah film komedi romantis remaja karya Nzingha Stewart yang dirilis oleh Netflix sebagai original films pada 13 September 2019.

Menghadirkan premis klise tentang rasa kurang percaya diri pada remaja dan cinta yang berputar di sekitarnya, film ini sepertinya akan tampil sebagai sebuah film remaja ringan biasa saja.

Tapi benarkah tidak ada hal baru yang ditampilkan dalam film ini? Simak review berikut tentang film yang berlokasi syuting di New Orleans ini.

Sinopsis

Tall Girl

Jodi Kreyman (Ava Michelle) adalah seorang gadis remaja dengan tinggi 187 cm. Pertumbuhannya yang pesat sudah dimulai sejak dia berusia tiga tahun.

Sedangkan kakaknya, Harper, adalah gadis dengan ukuran tinggi normal yang sering menjuarai kontes kecantikan yang membuat Jodi semakin merasa insecure selama hidupnya. Bahkan dia selalu menjadi bahan olok-olokan di sekolah.

Jack Dunkleman, teman Jodi sejak kecil, selalu berusaha merebut hatinya, tapi selalu ditolak karena Judi tidak ingin terlihat semakin aneh di mata teman-teman lainnya.

Kemudian datanglah siswa pertukaran dari Swedia, Stig Mohlin, yang tinggi dan tampan. Stig langsung merebut perhatian para gadis di sekolah, termasuk Jodi. Tapi kesempatannya langsung dipotong oleh Kimmy Stitcher, siswi paling populer.

Jodi tidak bisa melepaskan pikirannya dari Stig, yang selama di Amerika tinggal di rumah Jack, dan semakin gerah melihat kedekatan Stig dengan Kimmy.

Jodi kemudian meminta saran dari Harper yang langsung disambut dengan hangat. Harper dan ibu mereka langsung membawa Jodi ke salon untuk di makeover agar Jodi terlihat lebih cantik dan berkesan feminin.

Suatu malam, Jodi menerima panggilan telepon dari Stig yang membuatnya terkejut. Tapi ternyata itu hanyalah keisengan Kimmy dan Schnipper saja yang membuat perasaan Jodi menjadi kacau.

Di sekolah, Jodi memilih diam di toilet untuk menghindar dari siapapun, termasuk Fareeda, sahabatnya. Ketika keluar dari toilet dan melihat Kimmy, Jodi malah bertemu Stig di ruang musik dan mereka menyanyi bersama.

Ayah Jodi mengundang tamu dari klub Tip Toppers yang semua anggotanya memiliki postur tubuh yang jangkung dengan maksud mendukung Jodi, tapi hal ini malah membuatnya tersinggung.

Ketika Stig menghubunginya, yang awalnya dikira sebuah prank lain dari Kimmy, Jodi langsung datang ke rumah Jack untuk bertemu Stig. Terjadi situasi yang kikuk antara Jodi, Stig, dan Jack.

Stig kemudian mengantar Jodi pulang dan mereka berciuman. Stig meminta pendapat Jack tentang Jodi. Tentu saja Jack menyarankan Stig agar menjauh dari Jodi supaya popularitasnya di sekolah tidak berkurang.

Di sekolah, wajah ceria dan penampilan Jodi membuatnya terlihat percaya diri dan bahagia, hingga Schnipper jatuh hati padanya. Tapi Stig seolah mengabaikan Jodi di kantin.

Jodi kemudian memaksa Jack perihal sikap Stig yang berubah dan Jodi marah dengan jawaban yang dia terima. Saat menonton marching band, Kimmy menghampiri Jodi dan mengajaknya pergi bersama mereka atas permintaan Schnipper.

Jodi memilih pergi bersama Kimmy dan kawan-kawannya daripada pergi ke konser dengan Fareeda yang membuat mereka akhirnya bertengkar.

Saat berada di wahana escape room, Jodi yang dipasangkan dengan Schnipper berciuman, begitupun dua pasangan lainnya. Tapi Jodi tampak frustasi dan memilih pergi.

Stig kemudian berbicara empat mata dengan Jodi perihal hubungan mereka dan Jodi lalu mengajak Stig untuk hadir di kontes kecantikan yang diikuti oleh Harper. Hingga acara berakhir, Stig tidak datang.

Jodi mendatangi rumah Jack yang sedang menyelenggarakan pesta dan bertemu Stig. Jodi tidak terima dengan alasan yang diajukan oleh Stig dan pergi meninggalkannya.

Keesokan paginya, Jack yang matanya lebam datang ke rumah Jodi membawa hadiah sepatu hak tinggi. Jodi kemudian mendapat kiriman video kejadian di pesta semalam.

Apa isi video itu? Dengan hadiah dari Jack dan ucapannya yang menyentuh hati, akankah Jodi lebih memilih Jack, atau tetap mengejar cinta Stig? Apa yang akan diperbuat Jodi untuk meraih rasa percaya dirinya? Dapatkan semua jawaban itu dengan menonton film ini hingga selesai.

Menceritakan Masalah Kurangnya Rasa Percaya Diri

Menceritakan Masalah Kurangnya Rasa Percaya Diri

Masa remaja adalah waktu pencarian jati diri. Keluarga, lingkungan, teman, dan informasi akan mempengaruhi pola pikir yang akan membentuk wujud sikapnya di masa depan.

Keinginan menjalani masa remaja secara normal akan menjadi sulit apabila kita bukanlah tipe yang termasuk kategori normal tersebut, bisa karena memiliki kekurangan, atau juga kelebihan.

Karakter Jodi di film Tall Girl ini, sesuai judulnya, adalah seorang gadis yang memiliki postur tubuh yang tinggi untuk remaja seusianya hingga terlihat mencolok daripada yang lain.

Diperlihatkan dalam film beberapa kilasan adegan yang bisa membuat kita mengerti betapa insecure perasaannya karena kelebihan yang dimilikinya sejak kecil. Dan masalah inilah yang menjadi tema inti sebenarnya dari film berdurasi 1 jam 41 menit ini.

Di awal film, kita seperti dijanjikan sebuah premis kisah yang menarik tentang bagaimana Jodi bisa menemukan dan meraih rasa percaya diri untuk mengalahkan rasa insecure yang selama ini melekat pada dirinya. Tapi sejak kehadiran Stig yang membuat Jodi jatuh cinta, alur cerita langsung berpindah rel.

Perpindahan ini langsung mengubah fokus cerita ke arah romantisme remaja dan mengalahkan inti cerita yang sudah dibangun dengan baik di awal film.

Sehingga kemudian ketika di adegan puncak saat Jodi memberikan pidato singkat di acara sekolah, pesan yang diucapkannya tidak terasa sampai ke benak dan sanubari kita. Meleset tidak mencapai target.

Alasan untuk Berubah yang Klise

Alasan untuk Berubah yang Klise

Harap dimaklumi apabila alasan untuk berubah bagi Jodi adalah karena rasa suka kepada lawan jenis. Hal ini memang adalah perkara tipikal bagi remaja di belahan dunia manapun, karena di usia ini rasa cinta seolah adalah hal paling penting dalam hidup melebihi apapun.

Sebuah paradigma stereotip di dunia remaja. Dan alasan inilah yang digunakan Jodi untuk mengubah dirinya supaya tampil lebih percaya diri. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan alasan tersebut.

Namun dengan begitu kita melihat sosok Jodi yang baik hati kepada semua orang ini, seperti yang diungkapkan Jack saat memberikan hadiah sepatu, seolah tidak pernah mendengarkan saran dan nasihat dari keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Padahal Fareeda selalu membela dan memberikan masukan tentang bagaimana harus menyikapi ejekan. Lalu ketika Jodi meminta saran kepada Harper.

Kakak yang terlihat perfeksionis itu mengungkapkan bahwa adiknya lebih penting daripada kontes kecantikan yang sering dia ikuti dan sangat senang apabila adiknya itu datang kepadanya untuk meminta saran.

Begitupun ibunya yang begitu bersemangat membuat Jodi agar tampil cantik. Bahkan sebenarnya sang ayah pun tidak ketinggalan memberikan dukungan. Hanya saja cara dan penyampaiannya selalu tidak pas dan malah membuat Jodi tersinggung.

Jodi harusnya sadar, bahwa keluarga dan sahabatnya selalu ada untuknya dan mendukung untuk membangun rasa percaya diri, bukan cinta semu yang kemudian malah membuat sakit hati.

Terlalu Ringan, Minim Makna

Terlalu Ringan, Minim Makna

Meski kita akan dibuat paham dan terkesan akan alasan Jack selalu membawa kotak kayu kemana-mana, film yang beberapa kali menampilkan sudut-sudut New Orleans dengan sederhana dan apik sebagai bagian sinematografinya ini hanyalah menjadi sebuah komedi remaja yang sangat ringan untuk dicerna dan nyaris tanpa makna.

Tidak ada hal baru yang ditampilkan, bahkan kita diperlihatkan adegan legendaris dari film Ghost (1990) di-remake seadanya seolah menjadi sebuah parodi.

Sisanya, kita lebih banyak diberikan gambaran remaja Amerika secara umum yang suka pesta, mengolok-olok, dan sikap-sikap yang jauh dari nilai moral positif yang sudah biasa kita lihat di film-film remaja lain.

Film ini sangat cocok ditonton oleh kalian yang ingin menikmati film remaja dengan cerita yang ringan dan klise.

Jangan gantungkan harapan terlalu tinggi untuk film yang memiliki special effect kurang rapih dalam menampilkan skala perbandingan tinggi Jodi dan teman-temannya ini. Tonton saja filmnya dan nikmati perjalanan cinta Jodi serta caranya menemukan kepercayaan diri.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram