Sinopsis & Review Takt Op. Destiny, Dunia Tanpa Musik

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Takt Op. Destiny
2
/5

Takt Op. Destiny (2021) adalah anime original karya Yoshimura Kiyoko dan sebuah proyek kolaborasi yang diproduksi oleh Madhouse dan MAPPA.

Madhouse dikenal telah membuat banyak anime dengan kualitas yang bagus seperti Death Note, Wolf Children dan One-Punch Man. Sedangkan MAPPA dikenal telah memproduksi anime yang tak kalah bagus yaitu Attack on Titan, Jujutsu Kaisen, Kakegurui dan The Gymnastics Samurai.

Anime yang yang menceritakan tentang sebuah dunia di masa depan pada tahun 2047 dunia di masa depan kehilangan musik. Masyarakat sudah tidak bisa bermain atau mendengarkan musik lagi karena monster yang membenci musik.

Untuk memerangi para monster tersebut, terciptalah gadis-gadis yang dikenal dengan Musicart dan yang memimpinnya dikenal dengan Konduktor. Adalah Asahina Takt dan Unmei yang merupakan salah satu dari beberapa konduktor dan musicart yang memerangi para monster yang dikenal dengan sebutan monster D2.

Kira-kira bagaimana perjuangan Takt dan Unmei dalam melawan monster D2 tersebut? Berikut ini sinopsis dan review nya Takt Op. Destiny (2021).

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Action, Fantasy, Music
  • Produksi: Madhouse, MAPPA
  • Sutradara: Itou Yuuki
  • Pengisi Suara: Uchiyama Kouki, Wakayama Shion

Tayang tahun 2021, Takt Op. Destiny (2021) sebuah anime yang sangat diikuti. Jika kamu penasaran dengan sinopsis di setiap episodenya, bisa langsung simak di bawah ini:

Episode 1-9

Review Takt Op. Destiny

Asahina Takt (Uchiyama Kouki) bersama dengan Schneider Anna (Hondo Kaede) dan Unmei (Wakayama Shion) pergi menuju New York. Takt yang terobsesi dengan musik mulai memainkan piano yang menyebabkan para monster D2 menyerang mereka dan menghambat perjalanan menuju New York.

Takt dan Unmei menyerang balik para monster D2 yang ada di dekat mereka. Takt bermain piano, sengaja untuk menarik para monster D2 keluar. Para monster dikendalikan dan tertarik pada batu hitam. Takt memanggil Unmei dan terjadilah pertempuran yang cukup sengit. Berhasil menghancurkan batu tersebut akhirnya Takt dan yang lainnya bisa melanjutkan perjalanan mereka.

Sebuah kilas balik tentang kenangan ketika ayahnya Takt meninggal dan Takt tinggal bersama Anna dan saudara perempuannya Cosette. Suatu hari, ada sebuah pesta Symphonica di kota, Cosette bersikeras mengajak Takt untuk menampilkan kemampuan bermain pianonya di depan umum. Kemudian Takt pun akhirnya datang dan bermain piano bersama Cosette.

Tapi, tiba-tiba kota diserang oleh monster D2 yang menyebabkan tangan kanan Takt terlupa parah dan Cosette meninggal. Suatu kejadian tak terduga terjadi, saat Cosette meniggal, Kalung yang dikenalan oleh Cosette membuat ia bereinkarnasi dan berubah menjadi sosok Unmei. Saat itu, Unmei menggigit tangan kanan Takt yang terluka kemudian memberikan Takt sebuah tongkat konduktor.

Takt dan Unmei bersama-sama menghancurkan para monster D2, namun jumlah mereka semakin banyak. Takt dan Unemi pingsan, kemudian datanglah Lenny (Hino Satoshi) dan Musicart Titan (Ito Miku) menolong mereka dan menghancurkan para monster.

Keesokan harinya Takt dan Unmei tersadar, namun Unmei tidak mengingat kehidupan dirinya saat menjadi Cosette. Lenny pun menjelaskan, hal tersebut terjadi karena Unmei menjadi seorang Musicart dengan cara yang berbeda sehingga kondisi Unmei tidak stabil. Lenny menyarankan mereka untuk pergi ke Symphonica yang ada di New York untuk melakukan perawatan.

Dalam perjalanan menuju Las Vegas, Lenny mengajarkan Takt dan Unmei dalam kolaborasi bertempur melawan D2.  Mereka bertemu dengan Jonathan yang merupakan temannya Lenny.

Pada malam harinya, Unmei mendeteksi adanya pergerakan dari D2 yang muncul di sebuah casino tersembunyi. Unmei pun mulai melawan D2 bersama dengan Lenny yang ternyata sudah ada di sana lebih dulu.

Keesokan harinya, Takt, Unmei, Anna berpisah dengan Lenny dan Titan. Dalam perjalanan menuju New Orleans tiba-tiba ada pergerakan D2, Unmei dan Takt pun langsung melawan.

Di sana ia bertemu dengan Felix Shindler (Namikawa Daisuke) yang merupakan anggota New York Symphonica. Felix kemudian mengajak Takt dan yang lainnya ikut bersama menaiki kereta sampai ke kota tujuan mereka karena kebetulan perjalanan Felix pun satu arah dengan Takt.

Felix mencari tahu identitas Takt dan Unmei, karena mereka tidak terdaftar ke dalam Konduktor dan Musicart. Setelah mengetahui identitas Takt yang sesungguhnya, Felix mengajak Takt dan Unmei bergabung dengannya, namun ditolak oleh Takt.

Setibanya mereka di New Orleans, mereka menemukan beberapa orang tua dan Takt menemukan sebuah bar tersembunyi yang menyalakan musik.

Pemilik bar yang mengetahui kalau Takt adalah anak dari Ashiana Kenji mengajaknya ke basement, kemudian Takt memainkan musik Rhapsody in Blue dengan piano. Setelah mengunjungi New Orlean, Takt berencana untuk menciptakan sebuah musik.

Takt sadar, kalau cara Unmei berkomunikasi semakin berkembang, begitu pula dengan sikapnya Unmei yang terlihat lebih manusiawi. Unmei ikut membantu Takt dalam pembuatan musik dengan cara mencarikannya sebuah pianika, karena Unmei menyukai Takt ketika bermain musik.

Sementara itu di New York, Sagan (Hanawa Eiji) melarang Felix mengganggu Takt karena Sagan yakin, kalau Takt bisa membangkitkan kembali musik.

D2 kembali menyerang kota, tapi Unmei mendeteksi kalau banyak D2 yang berkumpul di gunung yang dekat dengan mereka. Takt dan Unmei pun menyelidiki hal tersebut, tapi di sana mereka menemukan Felix dan Jigoku yang membangkitkan D2. Dan Felix jugalah yang membangkitkan D2 di kota tempat tinggal Takt yang menyebabkan Cosette meninggal.

1 234»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram