Review & Sinopsis Stranger Things, Misteri Di Tahun 80-an

Ditulis oleh Glen Sahetapy
Stranger Things
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Siapa yang pada masa kecilnya disuguhkan dengan bacaan-bacaan karya Enid Blyton seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu atau Sapta Siaga. Mungkin juga ada diantara kamu yang membaca serial novel Trio Detektif karangan penulis misteri kenamaan Alfred Hitchcock. Terlalu muda untuk mengetahui buku-buku tersebut? Ya, biasanya memang anak-anak 90-an sih, yang mengetahui buku-buku petualangan misteri tersebut.

Kami hanya mencoba menjelaskan bahwa Stranger Things mengingatkan kita akan kisah-kisah itu dimana anak-anak belasan tahun terlibat dalam petualangan sebuah kasus penuh misteri. Hanya saja, dibalut oleh ide horror dari R.L. Stine yang terkenal akan serial Goosebumps.

Ada juga yang mengatakan bahwa serial orisinil milik Netflix ini memiliki unsur misteri ala sang maestro kisah horror, Stephen King. Bayangkan, elemen-elemen tersebut menyatu dalam sebuah serial live action yang tayang di layar kaca.

Kemunculan Stranger Things pada tahun 2016 memang sempat menghebohkan karena disebut serial wajib tonton dan didapuk menjadi salah satu serial favorit, terutama bagi para penggemar film bertemakan supranatural. Dan tidak usah berlama lagi, yuk, kita intip sebagus apa sih, serial ini sebenarnya.

Sinopsis

Sinopsis Stranger Things
  • Tahun Rilis: 2016 (masih berjalan)
  • Season: 3
  • Genre: Horror, science fiction
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: The Duffer Brothers
  • Pemeran: David Harbour, Winona Ryder, Finn Wolfhard, Millie Bobby Brown, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Noah Schnapp

Kota Hawkins merupakan sebuah kota kecil yang damai dan tenteram. Namun pada Bulan November 1983, kota tersebut dihebohkan dengan misteri hilangnya seorang anak berusia 12 tahun bernama Will Byers (Noah Schnapp). Will hilang tanpa jejak bagai ditelan malam, sekembalinya ia dari bermain board game Dungeon & Dragons di rumah salah satu sahabatnya, Michael ‘Mike’ Wheeler (Finn Wolfhard).

Joyce Byres (Winona Ryder), ibunda Will pun kelabakan dan melaporkan kejadian tersebut pada kepala polisi Jim Hopper (David Harbour). Ikatan persahabatan antara Will dengan Mike, Dustin Henderson (Gaten Matarazzo) dan Lucas Sinclair (Caleb McLaughlin) juga akhirnya membawa ketiga anak itu untuk menyelidiki misteri hilangnya sobat karib mereka tersebut.

Stranger Things
*

Joyce sendiri kemudian mengalami peristiwa-peristiwa aneh di rumahnya. Mulai dari panggilan telepon janggal, gangguan listrik yang membuat sebuah radio tape menyala sendiri, hingga sosok mengerikan yang seolah berusaha untuk keluar dari balik tembok rumahnya.

Sementara itu, Mike dan kawan-kawan bertemu dengan seorang anak perempuan misterius. Mike kemudian menyebut gadis kecil tersebut dengan panggilan Eleven (Millie Bobby Brown), karena sebuah tato yang menunjukan angka 011 tergambar di tangannya.

Hilangnya Will, kemunculan Eleven, ditambah serangkaian peristiwa yang tidak dapat diterima oleh logika, lambat laun mulai menguak apa yang sebenarnya tengah terjadi di Hawkins saat itu.

Apakah Menakutkan?

Apakah Menakutkan
*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=TzcpN8zQcPc&list=RDwV9sogLCm_Y&index=10

Saat kita diperkenalkan dengan sebuah film bergenre horror, bisa jadi pertanyaan pertama yang akan dilontarkan adalah: ‘serem enggak?’. Dan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, ‘iya’. Bisa dikatakan, saat ini James Wan dengan Conjuring universe-nya telah membuat nama sang sutradara Aquaman menjadi salah satu spesialis film horror terbaik di era milenial. Namun Stranger Things memiliki warna yang berbeda jika dibandingkan dengan film-film horror milik James Wan.

Serial yang lahir dari karya tangan The Duffer Brothers ini adalah film seri bergenre horror dan science fiction. Jadi, kita tidak akan melihat sosok penampakan supranatural berwujud sosok berpakaian putih bekelebat-kelebat misalnya, atau juga roh jahat. Dari episode ke episode, kita akan dibuat bertanya-tanya, apa yang sebenarnya tengah dihadapi oleh penduduk Hawkins.

Salah satu adegan paling menyeramkan tentu saja ‘teror’ peristiwa supranatural yang dialami oleh Joyce ketika ia tengah menunggu kabar mengenai Will di rumahnya. Dan Stranger Things tidak begitu banyak memiliki momen jump scare. Jika ada, mungkin bisa dikatakan terjadi dengan smooth sehingga bagi mereka yang kurang suka dengan genre horror, tidak akan gelisah menunggu kapan akan dibuat terkejut. Dan setiap season, Stranger Things menyuguhkan momen menyeramkan yang berbeda.

Drama

Drama
*

Selain tema horror yang dibalut dengan unsur science fiction yang berkesan dark, serial milik Netflix yang satu ini juga menyuguhkan tema drama yang tidak kalah menariknya. Ada kisah cinta masa remaja yang tersirat dalam serial ini, terutama antara Nancy Wheeler (Natalia Dyer) yang merupakan kakak perempuan Mike dan Steve Harrington (Joe Keery). Sementara Nancy juga menjalin kedekatan dengan Jonathan Byres (Chalrie Heaton), kakak dari Will.

Tema persahabatan antara Mike, Dustin, Lucas dan Will juga menjadi suguhan yang menarik. Tingkah para bocah belasan tahun ini sangat menarik untuk disimak dan kadang menjadi penetralisir ketegangan dengan kekocakannya. Apalagi, sebenarnya mereka mesti berhadapan langsung dengan inti cerita dari Stranger Things.

Kita juga akan melihat ada ikatan emosional terjalin antara Mike dengan Eleven yang telah memasuki usia akil baligh. Dan ada juga beberapa adegan mengharukan seperti saat Will dikabarkan ditemukan tak bernyawa, atau pada saat Eleven mengetahui siapa orangtua biologisnya. Semuanya diramu dengan sangat menarik tanpa terpisah dari tema horror yang merupakan suguhan utama cerita.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram