Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Stranger Things, Misteri Di Tahun 80-an

Review & Sinopsis Stranger Things, Misteri Di Tahun 80-an

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang pada masa kecilnya disuguhkan dengan bacaan-bacaan karya Enid Blyton seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu atau Sapta Siaga. Mungkin juga ada diantara kamu yang membaca serial novel Trio Detektif karangan penulis misteri kenamaan Alfred Hitchcock. Terlalu muda untuk mengetahui buku-buku tersebut? Ya, biasanya memang anak-anak 90-an sih, yang mengetahui buku-buku petualangan misteri tersebut.

Kami hanya mencoba menjelaskan bahwa Stranger Things mengingatkan kita akan kisah-kisah itu dimana anak-anak belasan tahun terlibat dalam petualangan sebuah kasus penuh misteri. Hanya saja, dibalut oleh ide horror dari R.L. Stine yang terkenal akan serial Goosebumps.

Ada juga yang mengatakan bahwa serial orisinil milik Netflix ini memiliki unsur misteri ala sang maestro kisah horror, Stephen King. Bayangkan, elemen-elemen tersebut menyatu dalam sebuah serial live action yang tayang di layar kaca.

Kemunculan Stranger Things pada tahun 2016 memang sempat menghebohkan karena disebut serial wajib tonton dan didapuk menjadi salah satu serial favorit, terutama bagi para penggemar film bertemakan supranatural. Dan tidak usah berlama lagi, yuk, kita intip sebagus apa sih, serial ini sebenarnya.

Sinopsis

Sinopsis Stranger Things

  • Tahun Rilis: 2016 (masih berjalan)
  • Season: 3
  • Genre: Horror, science fiction
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: The Duffer Brothers
  • Pemeran: David Harbour, Winona Ryder, Finn Wolfhard, Millie Bobby Brown, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Noah Schnapp

Kota Hawkins merupakan sebuah kota kecil yang damai dan tenteram. Namun pada Bulan November 1983, kota tersebut dihebohkan dengan misteri hilangnya seorang anak berusia 12 tahun bernama Will Byers (Noah Schnapp). Will hilang tanpa jejak bagai ditelan malam, sekembalinya ia dari bermain board game Dungeon & Dragons di rumah salah satu sahabatnya, Michael ‘Mike’ Wheeler (Finn Wolfhard).

Joyce Byres (Winona Ryder), ibunda Will pun kelabakan dan melaporkan kejadian tersebut pada kepala polisi Jim Hopper (David Harbour). Ikatan persahabatan antara Will dengan Mike, Dustin Henderson (Gaten Matarazzo) dan Lucas Sinclair (Caleb McLaughlin) juga akhirnya membawa ketiga anak itu untuk menyelidiki misteri hilangnya sobat karib mereka tersebut.

Stranger Things

* sumber: www.syfy.com

Joyce sendiri kemudian mengalami peristiwa-peristiwa aneh di rumahnya. Mulai dari panggilan telepon janggal, gangguan listrik yang membuat sebuah radio tape menyala sendiri, hingga sosok mengerikan yang seolah berusaha untuk keluar dari balik tembok rumahnya.

Sementara itu, Mike dan kawan-kawan bertemu dengan seorang anak perempuan misterius. Mike kemudian menyebut gadis kecil tersebut dengan panggilan Eleven (Millie Bobby Brown), karena sebuah tato yang menunjukan angka 011 tergambar di tangannya.

Hilangnya Will, kemunculan Eleven, ditambah serangkaian peristiwa yang tidak dapat diterima oleh logika, lambat laun mulai menguak apa yang sebenarnya tengah terjadi di Hawkins saat itu.

Apakah Menakutkan?

Apakah Menakutkan

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=TzcpN8zQcPc&list=RDwV9sogLCm_Y&index=10

Saat kita diperkenalkan dengan sebuah film bergenre horror, bisa jadi pertanyaan pertama yang akan dilontarkan adalah: ‘serem enggak?’. Dan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, ‘iya’. Bisa dikatakan, saat ini James Wan dengan Conjuring universe-nya telah membuat nama sang sutradara Aquaman menjadi salah satu spesialis film horror terbaik di era milenial. Namun Stranger Things memiliki warna yang berbeda jika dibandingkan dengan film-film horror milik James Wan.

Serial yang lahir dari karya tangan The Duffer Brothers ini adalah film seri bergenre horror dan science fiction. Jadi, kita tidak akan melihat sosok penampakan supranatural berwujud sosok berpakaian putih bekelebat-kelebat misalnya, atau juga roh jahat. Dari episode ke episode, kita akan dibuat bertanya-tanya, apa yang sebenarnya tengah dihadapi oleh penduduk Hawkins.

Salah satu adegan paling menyeramkan tentu saja ‘teror’ peristiwa supranatural yang dialami oleh Joyce ketika ia tengah menunggu kabar mengenai Will di rumahnya. Dan Stranger Things tidak begitu banyak memiliki momen jump scare. Jika ada, mungkin bisa dikatakan terjadi dengan smooth sehingga bagi mereka yang kurang suka dengan genre horror, tidak akan gelisah menunggu kapan akan dibuat terkejut. Dan setiap season, Stranger Things menyuguhkan momen menyeramkan yang berbeda.

Drama

Drama

* sumber: www.hypable.com

Selain tema horror yang dibalut dengan unsur science fiction yang berkesan dark, serial milik Netflix yang satu ini juga menyuguhkan tema drama yang tidak kalah menariknya. Ada kisah cinta masa remaja yang tersirat dalam serial ini, terutama antara Nancy Wheeler (Natalia Dyer) yang merupakan kakak perempuan Mike dan Steve Harrington (Joe Keery). Sementara Nancy juga menjalin kedekatan dengan Jonathan Byres (Chalrie Heaton), kakak dari Will.

Tema persahabatan antara Mike, Dustin, Lucas dan Will juga menjadi suguhan yang menarik. Tingkah para bocah belasan tahun ini sangat menarik untuk disimak dan kadang menjadi penetralisir ketegangan dengan kekocakannya. Apalagi, sebenarnya mereka mesti berhadapan langsung dengan inti cerita dari Stranger Things.

Kita juga akan melihat ada ikatan emosional terjalin antara Mike dengan Eleven yang telah memasuki usia akil baligh. Dan ada juga beberapa adegan mengharukan seperti saat Will dikabarkan ditemukan tak bernyawa, atau pada saat Eleven mengetahui siapa orangtua biologisnya. Semuanya diramu dengan sangat menarik tanpa terpisah dari tema horror yang merupakan suguhan utama cerita.

Baca juga: Serial Netflix Terbaik yang Tidak Boleh Dilewatkan

Winona Ryder

Winona Ryder

Bagi remaja 90-an, sosok Winona Ryder adalah pujaan hati mereka. Mantan pasangan dari aktor Johnny Depp ini tampil sebagai Joyce Byres dan sudah dapat ditebak, ia menampilkan akting yang cukup memukau sebagai ibunda dari Will. Penampilan Winona sebagai seorang ibu yang resah akan nasib anaknya akan mampu membuat kita tersentuh. Keberadaan Winona ini juga konon memancing para om dan tante 90-an untuk ikut menyaksikan Stranger Things.

Tentu saja, kita juga tidak bisa mengesampingkan penampilan Millie Bobby Brown yang memerankan Eleven. Apabila kamu menyaksikan serial ini lantas menyukai tokoh gadis yang memiliki kekuatan telekinesis ini, wajar.  Aktris belia asal Britania Raya ini benar-benar mampu menyeret kita masuk ke dalam karakter seorang gadis misterius yang masih kebingungan dengan asal-usulnya.

80’s Vibe

80’s Vibe

* sumber: www.nme.com

Salah satu unsur yang akan membuat kamu tegang pada saat menyaksikan Stranger Things adalah setting dari serial ini yang dikisahkan terjadi di tahun 1980-an. Kita tidak akan melihat penggunaan teknologi canggih. Dan rasanya, hal itu akan membuat kita desperate karena seolah semuanya serba terbatas. Bagaimana cara mereka memecahkan misteri? Tapi justru di situlah gregetnya.

Stranger Things dipenuhi dengan elemen budaya pop tahun 80-an. Mulai dari tata rambut, fashion hingga game. Dan tentu saja, scoring-nya yang akan membuat kita larut ke masa lalu.

Lagu dari para musisi yang besar di masanya seperti David Bowie, Motley Crue, Ted Nugent, hingga Kenny Rogers turut menghiasi adegan-adegan dalam film garapan duo sutradara Matt dan Ross Duffer ini. Ingin melihat bagaimana penampilan merk-merk dagang kenamaan seperti KFC dan Coca Cola di tahun 80-an? Kamu bisa melihatnya dalam serial ini.

80's Vibe Stranger Things

* sumber: lewtonbus.net

Secara keseluruhan, Stranger Things merupakan sebuah sajian horror yang fun, karena unsur drama dan pop culture tahun 80-annya yang tentu saja sangat kental. Meskipun, saat pergantian season intensitas seramnya agak menurun, tapi para Duffer tetap tidak lantas membuat penonton terlena pada drama misterinya, dan tetap menyuguhkan sesuatu yang menegangkan.

Tidak mengherankan apabila ada yang berkomentar bahwa serial ini memiliki sisi yang menyenangkan, menyentuh dan tentu saja, menyeramkan. Karena itulah hal-hal yang akan kita temukan dalam film seri horror ini.

Lucunya, Stranger Things membuat penjualan waffle Eggo yang dibuat oleh perusahaan bahan makanan ternama Kellogg’s, menukik naik. Wajar, karena dalam serialnya, Eggo adalah makanan favorit dari Eleven. Dan Millie Bobby Brown memang membuat kita ngiler ketika ia tengah menyantap kue waffle tersebut.

Stranger Things telah mencapai season 3. Pada bulan September 2019 silam, telah diumumkan secara resmi bahwa serial ini dijadwalkan akan memulai produksi mereka pada bulan Februari 2020.

Namun, saat ini produksi serial initerkendala oleh pandemi COVID-19 yang tengah melanda dunia, sehingga kita belum mengetahui kapan persisinya serial ini akan kembali mengudara. Jangan lupa, tetap simak Bacaterus untuk pembahasan Stranger Things dan serial Netflix lainnya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *