bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Serial Stranger Things Season 2

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 16 Juni 2021

Will Byers, dan kawan-kawannya tidak sepenuhnya hidup dengan damai di musim kedua Stranger Things ini. Selepas selamat dari dunia Upside Down, Will kembali lagi mengalami gejala yang lebih mengerikan, dan jauh berbahaya dari Demogorgon. Makhluk besar yang lebih kuat bernama Mind Flayer menjadi ancaman baru, dan bersiap meneror seisi Kota Hawkins.

Dalam Stranger Things season 2 ini para karakter anak-anak mulai dari Mike, Lucas, Dustin, Will, bahkan Eleven secara usia mulai tumbuh sedikit dewasa. Karakter mereka pun ikut berkembang, dan lebih khusus lagi permasalahan di musim kedua ini jauh lebih seru karena menghadirkan pemain baru, atmosfer misteri yang masih mengancam, hingga kehadiran Mind Flayer sebagai monster yang menakutkan.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Science fiction, horror, mystery-thriller
  • Jumlah Episode: 8
  • Rumah produksi: 21 Laps Entertainment, Monkey Massacre, dan Netflix
  • Sutradara: The Duffer Brothers, Shawn Levy, Andrew Stanton, dan Rebecca Thomas
  • Pemeran Utama: Winona Ryder, David Harbour, Finn Wolfhard, Millie Bobby Brown, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Natalia Dyer, dan Charlie Heaton

Oktober 1984, Kota Hawkins sekarang bersiap untuk merayakan festival Halloween. Mike, Will, Lucas, dan Dustin lalu mempunyai teman baru, seorang gadis bernama Maxine "Max" Mayfield. Sementara itu, ibunya Will kini memiliki kekasih yang merupakan teman sekolahnya dulu, Bob Newby. Di lain sisi, kepala polisi Hawkins, Jim Hooper, menyelidiki pertanian labu yang membusuk secara misterius.

Selepas Will selamat dari dunia Upside Down, Joyce dan Hooper mengajaknya menemui direktur laboratorium yang baru, Dr. Sam Owens, yang telah memberikan pemeriksaan medis rutin kepada Will. Di tempat yang lain, Nancy, dan Steve makan malam dengan orang tuanya Barbara, yang telah hilang oleh Demogorgon di musim sebelumnya.

Kedua orang tua Barbara telah menyewa seorang ahli teori konspirasi bernama Murray Bauman untuk menemukan anakya. Nancy sebenarnya ingin memberi tahu kepada orang tuanya Barbara bahwa putrinya telah tewas oleh sesosok monters. Namun, Steve tidak menyetujui akan hal itu karena mungkin akan menimbulkan masalah baru lagi yang membahayakan nyawa mereka.

Eleven yang awalnya diyakini meninggal selepas mengorbankan diri melawan monster Demogorgon, ternyata masih hidup dan sekarang tinggal bersama Hooper di rumahnya. Di malam harinya, Mike, dan kawan-kawannya, termasuk Max, merayakan festival Halloween, dan melakukan trick-or-treat ke rumah-rumah.

Di saat itu juga, Will memberi tahu kepada Mike tentang penglihatannya, dan merasakan jika Eleven masih hidup, dan mencoba untuk menghubunginya. Eleven juga mencoba untuk merespon pangilan dari Mike menggunakan kekuatannya tetapi tidak berhasil. Sedangkan Dustin, ia pulang ke rumahnya setelah melakukan trick-or-treat, dan menemukan sesosok makhluk aneh di tempat sampah yang ada di luar pintu rumahnya.

Makhluk yang ditemukan oleh Dustin bentuknya kecil, dan ia memberinya nama Dart, lalu merawatnya juga. Dustin menunjukan Dart kepada teman-temannya yang lain, tapi Will mengatakan jika makhluk tersebut berasal dari Upside Down, karena suaranya Dart mirip dengan apa yang ia dengar di dalam halusinasinya.

Singkat cerita, Will Byers kembali menjadi sasaran Upside Down, dan ia melihat makhluk besar seperti laba-laba, yang kemudian diberi nama Mind Flayer. Makhluk itu beserta Demogorgon kemudian meneror warga Hawkins, termasuk Max yang tidak tahu apa-apa sebelumnya. Sementara itu, Eleven adalah satu-satunya orang yang bisa menghentikan makhluk Upside Down tersebut.

Lebih Segar dari Musim Pertamanya

Lebih Segar dari Musim Pertamanya

Stranger Things: Season 2 memiliki segalanya untuk melampui kesuksesan musim pertamanya. The Duffer Brothers memang mencoba membangun cerita, dan semesta yang lebih luas pada sekuelnya ini. Apa yang mereka buat kemudian terbukti cukup baik, dan membuat musim kedua jauh lebih meriah, fresh, dan menegangkan. Apalagi, para pemeran lama semakin berkembang secara alami, dan karakter yang baru bergabung langsung menyatu ke dalam jalan ceritanya.

Selain itu, serial ini nampaknya lebih banyak mengeksplorasi mental, dan psikis dari karakter Will Byers. Will mengalami peristiwa traumatis di musim sebelumnya, dan seperti mengalami PTSD selepas kembali dari Upside Down. Ia dirasuki oleh Mind Flyers, dan menjadi orang yang bisa terhubung dengan sosok monster tersebut. Noah Schnapp sebagai Will memberikan performa yang luar biasa, dan di sini ia kerap diejek dengan sebutan “bocah zombie” karena dianggap telah bangkit dari kematian.

Stranger Things: Season 2 memang menambahkan kedalaman permasalahan yang mesti dihadapi oleh tiap karakternya. Selain Will, serial ini juga berani mengeksplorasi rasa traumatis yang dialami oleh para karakter sebagai akibat langsung dari peristiwa Kota Hawkins yang diteror oleh makhluk Upside Down.

Di bagian yang lain, cerita di Stranger Things: Season 2 tidak terlalu bertele-tele untuk menghubungkan dengan peristiwa di musim pertamanya. Munculnya Demogorgon, keberadaan Upside Down, hilangnya Eleven, dan kematian Barbara, berusaha diungkap dengan pasti di musim ini. Meski dunia Upside Down masih menjadi rahasia besar yang belum dibongkar secara jelas, namun koneksi yang dibangun dengan season 1 masih terjaga, dan semakin menarik.

Masih Tetap Brilian

Masih Tetap Brilian

Musim kedua lebih terasa spesial, dan berwarna karena sosok Dustin (Gaten Matarazzo) dan Lucas (Caleb McLaughlin) lebih banyak memiliki waktu tampil. Lucas dan keluarganya sangat menyenangkan untuk dilihat, sementara Dustin membentuk ikatan menarik dengan Dart, meski pada akhirnya ia diketahui adalah monster dari Upside Down.

Selain itu, kehadiran Maxine (Sadie Sink) alias Max tidak bisa dipungkiri membuat Stranger Things season 2 semakin kuat. Penampilan Sink terlihat lebih dewasa daripada Mike, dan kawan-kawannya. Munculnya karakter Max di serial ini tidak mengecewakan, dan rasanya ia menjadi salah satu karakter baru dari Stranger Things yang langsung difavoritkan.

Max memang tidak muncul sendirian, ia dihadirkan bersama kakak tirinya, Billy (Dacre Montgomery), seorang remaja nakal, dan pemberontak. Billy menjadi sosok yang menyebalkan, dan diperlukan untuk cerita Stranger Things ini agar semakin menarik serta tidak monoton.

Kembalinya Millie Bobby Brown sebagai Eleven memang bukanlah sebuah kejutan berarti. Ia memang salah satu karakter utama di serial ini, dan satu-satunya orang yang bisa menghentikan Upside Down hingga Mind Flayer. Eleven di musim keduanya ini lebih variatif secara karakter, ia pun sempat tampil lebih gothic saat bertemu seorang gadis yang memiliki kemampuan seperti dirinya bernama Kali alias Eight.

Musim ini juga menghadirkan Mind Flayer sebagai ancaman baru, yang membuat Demogorgon terlihat tidak ada apa-apanya. Monster tersebut adalah penjahat utamanya, dan ia merupakan musuh yang sulit dikalahkan. Lewat kehadirannya beserta Demogorgron, Kota Hawkins semakin larut dalam “kegilaan” yang diakibatkan oleh dunia Upside Down.

Musim Kedua yang Lebih Mengancam

Musim Kedua yang lebih Mengancam

Stranger Things: Season 2 bukan hanya mengancam secara fisik, namun ada aspek lain dari musim ini yang membuatnya begitu menawan, dan itu berkaitan dengan tekanan mental yang diperlihatkan oleh Joyce serta ankanya Will Byers. Winona Ryder yang memerankan Joyce sudah tidak bisa diragukan lagi dalam menggambarkan sikap stress, dan perasaan traumatis ke dalam jalan cerita Stranger Things di musim ini.

Sikap stress yang ia perlihatkan tidak terlalu berlebihan, dan masih terbilang wajar sebagai seorang ibu. Apalagi, dirinya pernah terlibat dalam hal-hal misterius ke dalam Upside Down, dan Winona sempurna untuk perannya sebagai Joyce. Ia bersama Noah memiliki ikatan yang pas sebagai ibu, dan anak, keduanya tampil sangat mumpuni.

Singkat kata, Stranger Things: Season 2 sangat menyenangkan untuk ditonton lewat beragam atmosfer misteri, dan psikis yang disajikannya. The Duffer Brothers berhasil membuat musim pertamanya begitu berkesan, dan mereka setidaknya cukup berhasil membuat versi serial yang lebih besar, dan lebih mengancam di musim keduanya ini. Pada akhirnya, Stranger Things: Season 2 tidak akan membuat para penontonnya merasa kecewa.

Stranger Things: Season 2
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram