bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Serial Stranger Things Season 1

Review dan Sinopsis Serial Stranger Things Season 1

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 16 Juni 2021

Sejak kemunculannya di Netflix, serial Stranger Things langsung menarik perhatian, dan menjadi salah satu tontonan paling sukses di layanan streaming tersebut. Serial ini sangat digandrungi oleh banyak orang, selain karena ceritanya memadukan horror, dan fiksi ilmiah, Stranger Things banyak mengadopsi film-film populer di tahun 1980an mulai dari E.T, Alien, hingga The Goonies.

Sangking populernya serial ini, di musim pertamanya saja Stranger Things langsung mendapatkan rating 97%, dan nilai 8.1/10 dari Rotten Tomatoes. Ulasan kritis dari Rotten Tomatoes menyatakan jika serial tersebut menyenangkan, memilukan, terkadang Menakutkan, dan Stranger Things bertindak sebagai bentuk penghormatan untuk film-film Spielberg, dan televisi klasik tahun 1980an.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2016
  • Genre: Science fiction, horror, mystery-thriller
  • Jumlah Episode: 8
  • Rumah produksi: 21 Laps Entertainment, Monkey Massacre, dan Netflix
  • Sutradara: The Duffer Brothers, dan Shawn Levy
  • Pemeran Utama: Winona Ryder, David Harbour, Finn Wolfhard, Millie Bobby Brown, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Natalia Dyer, dan Charlie Heaton

Berlatar belakang pada tahun 1983 di Kota fiksi bernama Hawkins, cerita dimulai ketika seorang ilmuwan diserang oleh monster misterius, yang kemudian dikenal dengan nama Demogorgon, di sebuah laboratorium milik Pemerintah Amerika Serikat. Demogorgon selanjutnya mulai menereror penduduk Kota Hawkins, termasuk empat orang sahabat bernama Will Byers, Mike Wheeler, Dustin Henderson dan Lucas Sinclair.

Will yang berusia 12 tahun secara tidak sengaja bertemu dengan Demogorgon selepas bermain dengan ketiga temannya itu. Will lalu menjadi inang untuk makhluk mengerikan tersebut, dan akibatnya ia pun menghilang secara misterius. Joyce, ibunya Will, kemudian melaporkan atas anaknya yang hilang kepada kepala polisi Kota Hawkins, Jim Hooper.

Beralih ke laboratorium, Dr. Martin Brenner telah kehilangan objek penelitiannya, yakni seorang gadis muda berkemampuan telekinetik yang kabur dari tempat tersebut. Gadis itu mempunyai semacam tato bertuliskan “011” di lengannya, dan saat ini berada di sebuah restoran di Kota Hawkins. Karena ia tidak berbicara, pemilik restoran bernama Benny memanggilnya dengan sebutan Eleven sesuai dengan nomor di tangannya.

Brener lalu mengetahui keberadaan Eleven, dan mengirimkan seorang agen untuk menemukannya di restoran tersebut. Sang Agen kemudian membunuh Benny, namun Eleven berhasil melarikan diri lewat kemampuan telekinetik yang ia miliki. Singkat cerita, saat Mike, Dustin dan Lucas berusaha mencari Will di hutan, ketiganya secara tidak sengaja menemukan Eleven.

Ketiga sahabat tersebut kemudian membawa Eleven ke rumah Mike untuk membantunya. Mereka awalnya mengira jika dia sedang kabur dari keluarganya, namun Eleven mengatakan kepada semuanya jika ada “orang jahat” yang sedang mengejar dirinya. Sementara itu, kakaknya Will, Jonathan, pergi mengunjungi ayahnya di Indianapolis untuk mengajaknya mencari keberadaan Will, namun sang ayah menolak ajakan darinya.

Eleven selanjutnya mengetahui jika Mike, Dustin dan Lucas sedang mencari Will yang hilang tanpa jejak. Ia lalu menawarkan bantuannya kepada mereka untuk menemukan Will. Selepas mengenali Will dalam sebuah foto, Eleven kemudian menggunakan papan permainan Dungeons & Dragons, dan mengeluarkan kemampuan telekinetik miliknya untuk melihat keberadaan Will.

Ia akhirnya bisa menemukan keberadaannya di sebuah dunia yang diberi nama Upside Down. Namun, Eleven mengatakan kepada Mike, dan yang lainnya jika Will sedang diburu oleh Demogorgon. Di tempat lain, Jim Hopper mulai menyelidiki kasus kematian Benny, dan kecurigaannya mengarah kepada Dr. Martin Brenner, hingga akhirnya ia mesti menemukan sosok gadis bernama Eleven tersebut.

Para Karakter yang Brilian

Para Karakter yang Brilian

Episode pertama Stranger Things season 1 dibuka dengan atmosfer horor misteri, yang sekejap mampu membuat kita langsung tertarik ke dalam jalan ceritanya. Penggambaran Kota Hawkins yang diselimuti ancaman berbahaya, dan pengenalan karakter-karakternya disajikan lewat narasi yang menarik. Apalagi, para karakter di serial pertama ini berasal dari tiap generasi berberda, ada yang masih anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Semua karakter lintas generasi tersebut berhasil menceritakan satu kisah terpadu di seluruh episodenya secara natural. Biasanya, serial yang memiliki banyak karakter sering kesulitan untuk memanfaatkan semua pemeran secara efektif, tapi musim pertama Stranger Things ini berhasil menerapkan semua karakter ke dalam plot secara menyeluruh, dan sesuai porsinya.

Peran karakter remaja diwakili oleh Nancy Wheeler (Natalia Dyer), Steve Harrington (Joe Keery), dan Jonathan Byers (Charlie Heaton). Ketiganya memiliki keterikatan dalam plot romansa, dan mereka di setiap episodenya semakin berkembang secara karakterisasi, terlibat konflik asmara, pencarian jati diri, hingga akhirnya secara bersama-sama harus menghadapi misteri yang menyelimuti Kota Hawkins.

Sementara itu, peran karakter anak-anak berhasil dimainkan dengan baik, dan alami oleh Mike (Finn Wolfhard), Dustin (Gaten Matarrazo), Lucas (Caleb McLaughlin), Eleven (Millie Bobby Brown), dan Will (Noah Schnapp). Semuanya memberikan penampilan yang meyakinkan mulai dari cara mereka berbicara, mengejek satu sama lain, hingga perilaku canggung mereka sebagai anak-anak yang hendak beranjak remaja.

Selain aktor remaja dan anak-anak, tentu saja ada beberapa pemeran lainnya yang jauh lebih dewasa dari mereka. Ada Winona Ryder dengan perannya sebagai Joyce Byers, seorang single mother yang berjuang melakukan apa saja untuk menyelamatkan putranya, Will. Lalu, ada David Harbour sebagai Chief Jim Hopper, teman dekatnya Joyce yang bersumpah untuk menemukan Will dengan cara apapun.

Semua karakter memiliki masalah pribadi mereka masing-masing dalam serial ini, namun mereka dipersatukan oleh kasus hilangnya Will, dan monster Demogorgon yang mengancam Hawkins. Untuk beberapa plot dan cerita, mereka memang terpisah, tapi semuanya saling terikat, dan terhubung satu sama lain.

Misterius Hingga Akhir Episode

Misterius Hingga Akhir Episode

Stranger Things menyuguhkan alur cerita dengan atmosfer misteri yang sangat menyenangkan sekaligus mendebarkan. Setiap cerita yang disajikan membuat kita candu untuk mengikuti kelanjutannya, hingga tak jarang membuat kita bertanya-tanya dengan rasa penasaran seperti contohnya “apa sebenarnya Upside Down itu, dan kenapa bisa tercipta?” atau “mengapa Eleven bisa terikat, hingga terhubung dengan Demogorgon?”

Hal itu merupakan salah satu detail penting yang tak jarang menimbulkan rasa penasaran bagi yang menonton serial ini untuk pertama kalinya. Stranger Things memang selalu memiliki kejutan dengan berbagai macam cara, dan The Duffer Brothers, selaku kreator serial ini, sangat cerdik melakukan hal tersebut.

The Duffer Brothers mengajak kita sebagai penonton merasa tidak “aman” dengan jalan cerita yang disajkan. Kita mungkin akan merasa geregetan ketika Hopper tertangkap di Laboratorium, hingga melihat Nancy untuk pertama kalinya bertemu Demogorgon di dunia Upside Down. Semuanya menjadi campur aduk, dan kita menontonnya diliputi rasa cemas, tak sabar, mendebarkan, namun menyenangkan di sisi lainnya.

Di episode akhir, The Duffer Brothers memberikan sentuhan yang cukup mengharukan ketika Eleven mengorbankan dirinya untuk membunuh monster tersebut. Meski endingnya tidak sebahagia yang dibayangkan, namun secara keseluruhan cara seperti itu dirasa cukup kuat untuk menghubungkan cerita selanjutnya di musim kedua Stranger Things.

Memuaskan Tiap Episodenya

Memuaskan Tiap Episodenya

Produksi serial ini digarap sangat maksimal, dan hasilnya terbayar lewat 8 episode yang menyenangkan, dan mendebarkan untuk ditonton. Beragam nuansa horor penuh misteri di Kota Hawkins mampu disuguhkan dengan baik, dan menjanjikan. Di serial ini, kita juga bisa melihat kediaman keluarga Wheeler yang ramah, dan hangat, berbanding dengan rumah keluarga Byers yang angker, dan horor karena Will diburu oleh Demogorgon.

Aspek horor dan misteri tahun 1980an memang coba untuk dihadirkan di serial ini lewat penggambaran Hawkins dengan berbagai macam lingkungannya, termasuk laboratorium yang menyimpan sejuta misteri. The Duffer Brothers begitu intim menyajikan eleman klasik 80an kepada para penontonnya, baik lewat soundtrack maupun referenisi film-film yang hits di tahun tersebut, seperti Night on Elm Street, Evil Dead, hingga Star Wars.

Bahkan, nama monster Demogorgon di serial ini merujuk pada makhluk mengerikan yang muncul di permainan Dungeon and Dragons yang hits di tahun 1980an. Di tahun itu juga, Dungeon and Dragons menjadi serial tv animasi yang cukup populer di masa tersebut, dengan memiliki 27 episode selama tiga musim.

Secara keseluruhan, Stranger Things Season 1 luar biasa dan istimewa, dan secara tidak langsung serial ini telah menetapkan standar terbaik sebagai serial televisi yang segar, dan tidak membosankan. Stranger Things Season 1 adalah awal yang baik, dan musim pembuka yang memuaskan untuk melanjutkan cerita ke musim selanjutnya di season 2.

Stranger Things Season 1
8.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram