Bacaterus / Review Film Indonesia / Review & Sinopsis Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Review & Sinopsis Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Visinema Pictures kembali merilis film yang ditunggu-tunggu penonton. Ya, film itu berjudul Story of Kale: When Someone’s in Love. Diketahui film ini merupakan spin-off dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang pertama kali tayang pada 2 Januari 2020.

Story of Kale: When Someone’s in Love sebagai salah satu film anak bangsa yang berhasil dirilis saat pandemik COVID-19. Mulai dari proses reading hingga syuting, para pekerja film Story of Kale: When Someone’s in Love mengikuti sesuai aturan protocol kesehatan.

Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, di mana dirinya juga duduk sebagai sutradara di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Pertama kali tayang pada 23 Oktober 2020 di bioskoponline.com, kira-kira seperti apa sinopsis dan review dari film Story of Kale: When Someone’s in Love? Semakin penasaran yuk simak di bawah ini. Keep reading!

Sinopsis film Story of Kale: When Someone’s in Love

Story of Kale When Someone’s in Love

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama
  • Produksi: Visinema Pictures
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Pemeran: Ardhito Pramono, Aurelie Moeremans, Arya saloka, dan Tanta Ginting

Film Story of Kale: When Someone’s in Love masih mengisahkan tentang kisah cinta Kale yang diperankan oleh Ardhito Pramono. Latar waktu film ini diambil sebelum kisah Kale dan Awan (Rachel Amanda) di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Di film ini Ardhito beradu akting dengan Aurelie Moeremans yang memerankan tokoh Dinda. Ya, Dinda adalah teman kerja Kale, dirinya menjadi manager dari Band Arah. Banyak hubungan dan teka-teki hidup kale di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dikuak di Story of Kale: When Someone’s in Love.

Awal mula film Story of Kale: When Someone’s in Love mengisahkan kisah cinta antara Dinda dan Argo (Arya Saloka). Namun, bukan kebahagiaan yang Dinda dapatkan. Dirinya justru dimaki-maki Argo di depan personel Band Arah dan rekan kerja lainnya.

Bahkan tak tanggung-tanggung Argo berani kasar dan memukul Dinda. Sebagai pria yang ternyata menyukai Dinda, Kale datang langsung menghajar Argo. Lambat laun dari sanalah Kale dan Dinda memulai hubungan percintaan.

Sinopsis Story of Kale When Someone’s in Love

Akan tetapi setelah cukup lama bersama, Dinda tiba-tiba meminta putus dengan Kale. Tanpa ada keterangan dan kejelasan yang diberikan Dinda. Sontak, Kale bingung dengan keputusan Dinda yang tiba-tiba ingin menyudahi hubungannya.

Kale berusaha untuk meminta penjelasan dari Dinda terkait keputusannya. Namun setelah tahu alasannya justru membuat Kale semakin sakit hati dan kecewa. Meski demikian Kale tetap meminta Dinda untuk stay bersamanya.

Perdebatan pun terjadi antara Dinda dan Kale. Ya, Dinda berupaya untuk pergi meninggalkan Kale. Sementara Kale justru ingin Dinda tetap ada di sampingnya meskipun kekasihnya ini sudah melukai hatinya dan mengecewakannya.

Kale tetap berusaha ingin membahagiakan Dinda. Namun, bagi Dinda, kebahagiaannya bukan tanggungjawab orang lain, termasuk Kale. Setelah berpikir cukup lama, Kale berusaha ikhlas membiarkan Dinda pergi.  Setelah percintaan mereka selesai, Dinda izin lepas dari jabatannya sebagai manager Band Arah. Hal ini karena suatu hal yang tidak bisa Dinda tinggalkan. Maka dari itu, posisi Dinda pun diisi oleh Kale.

Cerita Unik tentang Toxic Relationship

Menyajikan Cerita Unik tentang Toxic Relationship

* sumber: amiratthemovies.com

Saat ini di dunia percintaan remaja tidak asing dengan problematika istilah toxic relationship. Topik seperti ini cukup unik untuk dijadikan sebagai film. Akan banyak remaja yang mengalami kisah yang dialami oleh Dinda dan Argo atau Dinda dan Kale.

Visinema Pictrues mampu memberikan pandangan luas tentang toxic relationsip. Ketika scene Dinda dan Argo kamu akan lihat bagaimana pasangan yang egois karena ingin memuaskan keinginannya sendiri. Tanpa melihat kegiatan dari pasangannya, bahkan tak tanggung-tanggung toxic relationship ini mengarah pada kekerasan seperti yang dialami Dinda.

Pasti kamu akan mengira bahwa Dinda dan Kale akan bahagia, tapi ternyata itu salah. Hubungan Dinda dan Kale juga mengalami problematika toxic relationship. Jika sebelumnya mengarah pada kekerasan, tapi di hubungan ini menunjukkan bahwa toxic relationship juga bisa menyerang mental.

Pesan tentang Hubungan yang Tidak Sehat

Mempunyai Pesan tentang Toxic Relationship

*

Dua hubungan di film Story of Kale: When Someone’s in Love tak hanya memperlihatkan problematika toxic relationship saja. Namun film garapan Angga Dwimas Sasongko ini juga memberikan pesan kepada penonton.

Sebagai sebuah karya ini adalah hal yang wajar. Ya, karena film tak harus hadir untuk menghibur saja tetapi juga bisa mengedukasi penonton.  Di film ini kamu akan diajarkan bagaimana menjalani hubungan yang sehat.

Misalnya salah satu pesan dari film Story of Kale: When Someone’s in Love saya tangkap adalah cinta itu tidak menyakiti. Kalau kamu rela disakiti dengan pasangan itu bukan arti dari cinta. Ya, benar, karena rasa sayang  rasa cinta hadir tanpa harus kita disakiti dulu. Tidak semuanya harus dipertahankan.

Soundtrack yang Sesuai dengan Permasalahan


Di film Story of Kale: When Someone’s in Love Ardhito tidak hanya fokus berakting. Dirinya juga mengisi soundtrack dari film. Lagu-lagu dari Ardhito membuat film Story of Kale: When Someone’s in Love semakin nyata.

Penonton akan merasakan emosi yang ditunjukkan oleh para pemeran di film Story of Kale: When Someone’s in Love. Sekaligus baper karena kisah cinta antara Dinda dan Kale.

Perpaduan dialog dan soundtrack di film Story of Kale: When Someone’s in Love sangat ciamik. Kolaborasi Ardhito dan Aurelie di lagu I Just Couldn’t Save You Tonight semakin membuat cerita ini semakin nyata.

Apalagi saat Dinda mengatakan, “Gak ada yang bisa bertanggung jawab atas kebahagiaan kita selain diri kita sendiri” dan diiringi dengan lagu Sudah dari Ardhito. Kamu seperti ikut merasakan permasalahan yang dialami Kale dan Dinda.

Pergantian Scene Maju Mundur yang Ciamik

Memakai Pergantian Scene Maju Mundur yang Ciamik

* sumber: sushi.id

Memakai pergantian scene maju mundur bukanlah hal mudah. Namun Angga dan rekan kerja film Story of Kale: When Someone’s in Love mampu menghadirkan hasil yang ciamik. Setiap permasalahan yang terjadi antara Dinda dan Kale diselipi scene kebahagiaan mereka.

Bahkan saat Dinda dan Kale ingin putus, penonton diajak flashback di mana saat keduanya baru jadian. Kamu akan melihat bagaimana Kale meminta Dinda untuk jadi pacarnya. Scene maju mundur seperti ini semakin menyentuh penonton.

Namun, kamu tenang saja walaupun sering diajak flashback di scene yang maju mundur, itu tidak mengganggu konsentrasi saat menonton. Kamu akan tenang menikmati permasalahan dua sejoli yang satu ini. Sesekali pasti ikut baper karena kamu melihat perjuangan kisah cinta mereka.

Menjawab Pertanyaan di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Menjawab Pertanyaan di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

* sumber: cineverse.id

Setelah menonton film Story of Kale: When Someone’s in Love kamu akan tahu dan terjawab teka teki dari Kale di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Kamu akan sadar apa yang membuat Kale terlihat seperti fuckboy.

Di film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini pula Kale hadir sebagai pria yang mudah bikin Awan nyaman. Tetapi disaat Awan ingin bertanya kejelasan hubungan, Kale justru diam dan cuek. Di film Story of Kale: When Someone’s in Love kamu akan tahu alasannya kenapa Kale membuat keputusan seperti itu

Tak hanya soal cinta saja, kamu juga akan tahu awal mula karier Kale menjadi manager Band Arah. Perjalanan hidup Kale yang dinilai teka-teki dijawab tuntas di film Story of Kale: When Someone’s in Love.

Nah, itulah sedikit review film Story of Kale: When Someone’s in Love yang mengisahkan tentang problematika percintaan anak muda yang toxic relationship. Banyak pesan yang bisa kamu ambil di film Story of Kale: When Someone’s in Love tentang toxic relationship.

Bahwa ternyata perpisahan adalah hal wajar dalam sebuah hubungan. Jika berujung baik pertahankan tapi kalau sudah bikin mental down hingga berujung kekasaran maka tinggalkan. So, dari film Story of Kale: When Someone’s in Love, scene mana yang paling kamu suka? Tulis di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *