Review dan Sinopsis Film Star Trek: Into Darkness (2013)

Ditulis oleh Siti Hasanah
Star Trek: Into Darkness
4.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

J. J Abrams sebelumnya telah sukses membawa semesta Star Trek kembali hidup. Pada tahun 2009, Abrams mengenalkan semesta dan jalan cerita baru dari petualangan Kapten Kirk dan Spock. Kali ini, di sekuel dari Star Trek – yakni Star Trek into Darkness, Abrams membawa cerita klasik archenemy Enterprise Crew, Khan dengan kemasan yang berbeda.

Walaupun cerita yang disuguhkan berbeda, namun Abrams tidak luput dari berbagai adegan ikonik yang pernah terjadi di Star Trek sebelumnya – khususnya Star Trek: The Wrath of Khan. Bahkan, cukup mengesankan jika Abrams CS pun memasukkan beberapa adegan penting dan ikonik dari hubungan bromance yang terjalin antara Kirk dan Spock.

Tidak hanya mengembalikan adegan ikonik, sesuai dengan judulnya – into Darkness, Abrams CS pun menenggelamkan penonton dengan sisi lain dari karakter Spock dan Kirk. Karena pada Star Trek Into Darkness, penonton benar-benar disuguhkan dengan alur cerita yang emosional, gelap, dan mengoyak emosi.

Untuk kamu yang penasaran dengan dengan alur cerita Star Trek: Into Darkness, simak review dan sinopsisnya berikut ini ya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal rilis: 23 April 2013
  • Genre: Sci-Fi, Action
  • Sutradara: J. J. Abrams
  • Penulis: Roberto Orci, Alex Kurtzman, Damon Lindelof
  • Produser: J. J. Abrams, Bryan Burk, Damon Lindelof, Alex Kurtzman, Roberto Orci
  • Pemeran: Chris Pine, Zachary Quinto, Zoe Saldana, John Cho, Simon Pegg, Karl Urban, Anton Yelchin, Benedict Cumberbatch, Alice Eve

Pada tahun 2259, Enterprise ditugaskan untuk menyelamatkan suku pedalaman di planet Nibiru dari erupsi gunung di sekitarnya. Sayangnya, bukan Kapten Kirk jika dia tidak melanggar aturan, Kirk melanggar kode etik Starfleet General Order 1 untuk menyelamatkan Spock dan Starfleet mengetahuinya dari laporan yang dilampirkan Spock.

Karena itu, Laksamana Marcus memisahkan Kirk dari Enterprise dan Spock dipindahkan ke USS Bradbury. Setelah Kirk dipisahkan dari Enterprise, Kapten Pike ditugaskan untuk menjadi Enterprise lagi dan dia pun kembali menemui Kirk dan memintanya menjadi perwira utamanya.

Kirk, Pike, dan Spock hadir pada rapat perwira dan komandan di Starfleet dan Laksamana Marcus membeberkan kejadian meledaknya markas Starfleet di London. Pada markas tersebut tersimpan arsip rahasia milik Starfleet. Salah satu anggota Starfleet bernama Thomas Harewood meledakan markas Starfleet tersebut atas suruhan John Harrison – mantan anggota Starfleet.

Saat rapat perwira dan komandan berlangsung, Harrison pun datang dengan kapal milik Starfleet dan menyerang lokasi pertemuan. Karena kejadian ini, Kapten Pike meninggal dan Harrison pun kabur ke Qo’noS (Kronos) – planet yang dihuni oleh bangsa Klingon.

Karena kejadian tersebut, Kirk bertemu dengan Laksamana Marcus, untuk penugasan terbaru. Laksamana Marcus mengatakan jika Starfleet yang berada di London bukan hanya menyimpan arsip, namun juga menyimpan rahasia pengembangan teknologi pertahanan yang dinamai section 31. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi pertahanan Starfleet dari peperangan melawan Klingon atau bangsa lain.

Laksamana Marcus pun pada akhirnya menugaskan Kirk untuk mencari Harrison dan Kirk pun menunjuk Spock sebagai perwira utama Enterprise. Untuk perbekalannya, Laksamana Marcus pun memberikan Torpedo Foton – senjata hasil eksperimen section 31, untuk dibawa. Saat persiapan, Scotty meminta spesifikasi dari torpedo tersebut karena torpedo tersebut belum pernah diuji sebelumnya.

Namun karena senjata ini hasil eksperimen section 31, Scotty pun tidak mendapat informasi apapun. Misi pencarian Harrison dan penggunaan torpedo yang belum layak uji tersebut sangat bertentangan dengan keinginan Scotty, sehingga Scotty mengundurkan diri dari Enterprise. Posisi Scotty pun digantikan oleh Chekov.

Saat perjalanan menuju Kronos, warp Enterprise terhenti. Kirk, Spock, dan Uhura harus melanjutkan perjalanan tanpa membawa kru lainnya yang terjebak di zona netral. Saat perjalanan, mereka diserang oleh Klingon dan penyerangan berakhir saat Harrison tiba. Pertempuran pun usai, Harrison menanyakan jumlah torpedo yang dibawa oleh Enterprise. Ketika Kirk memberi tahu jika torpedo tersebut berjumlah 72, Harrison menyerahkan diri.

Lantas Kirk tidak puas dengan penyerahan diri Harrison kepada Starfleet, sehingga Kirk mendatangi Harrison. Saat percakapan terjadi, Harrison memberi petunjuk kepada Kirk dengan memintanya mengecek salah satu torpedo yang dibawa dan melihat kordinat 23.17.46.11. Kirk pun meminta anak Laksamana Marcus – Carol Marcus dan Bones mengecek torpedo foton sementara Kirk meminta Scotty mengecek kordinat 23.17.46.11.

Sesuatu yang mengejutkan terjadi saat ditemukan manusia yang dibekukan di dalam torpedo foton, dan kordinat yang diberi pada Scotty adalah tempat fasilitas senjata Starfleet. Kirk kembali kepada Harrison, dan Harrison mengungkapkan bahwa dia sebenarnya adalah Khan Noonien Singh – salah seorang manusia yang dibekukan, Khan beserta awak kapal adalah seorang superhuman yang hidup dan dibekukan ribuan tahun lalu.

Khan dibangunkan dari tidurnya oleh Laksamana Marcus untuk dimanfaatkan sebagai senjata pertahanan Starfleet. Dia juga mengungkapkan jika Laksamana Marcus memanfaatkan Kirk untuk menggunakan senjatanya saat diserang oleh bangsa Klingon. Setelah Kirk menyadari hal tersebut, Kirk pun membuat siasat – salah satunya bersekutu dengan Khan.

Laksamana Marcus pun menyusul Enterprise, dan sesampainya di zona netral, Laksamana Marcus mengontak Enterprise melalui USS Vengeance. Kirk diminta oleh Laksamana Marcus untuk menyerahkan Khan padanya. Namun, Kirk menolak dan memilih untuk membawa Khan ke bumi untuk diadili. Laksamana Marcus mengatakan jika Khan beserta kru nya adalah sosok yang berbahaya dan harus dimusnahkan.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram