bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Spycraft, Mengupas Dunia Mata-Mata

Sinopsis & Review Spycraft, Mengupas Dunia Mata-Mata

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 10 Mei 2021

Dunia mata-mata yang selama ini banyak kita saksikan melalui film, dikupas dan dibedah secara nyata melalui film dokumenter original Netflix berjudul Spycraft. Di sini, para ahli yang pernah bekerja di FBI dan CIA memberi kesaksian dan pengetahuannya secara detail kepada Anda. Mereka adalah orang-orang yang sudah berpengalaman sekian tahun menggali dan terjun langsung di dunia spionase.

Menyaksikan film dokumenter ini, Anda akan melihat bahwa upaya-upaya yang dilakukan untuk memata-matai target tertentu bisa sangat tidak terpikirkan. Teknik yang digunakan sangat canggih dan tentu saja hanya mampu dilakukan oleh para ahli. Daripada menebak-nebak, lebih baik baca sinopsis dan ulasan Spycraft berikut ini sebelum menontonnya. Sudah siap? Lanjutkan membaca yuk!

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 20 Januari 2021
  • Genre: Film Dokumenter, Spionase
  • Produksi: Big Media, KM Records, Picasso Film
  • Sutradara: Keith H. Melton, Robert Wallace (Ex-Producers, Co-Creators)
  • Pemeran: Gerald B. Richards, Hamet Yousef, Ray Parrack, Jim Gosler
  • Jumlah Episode: 8

Spycraft dimulai dengan sebuah narasi tentang mata-mata, yaitu mereka yang bekerja, melakukan pengawasan guna mengetahui rahasia dari musuhnya. Keuntungan ketika menyadap musuh salah satunya adalah mendapatkan informasi. Agar tugas ini berjalan mulus, para mata-mata menggunakan teknologi “siluman” dan pengawasan yang paling canggih.

Ketika badan intelijen tidak memiliki akses, mereka harus kreatif. Salah satu idenya adalah membuat mikrofon di dalam sebuah peluru. Peluru itu nantinya ditembakkan sehingga dapat menangkap dan merekam sebuah komunikasi atau informasi yang dibutuhkan untuk kemudian mengirimkannya. Para mata-mata juga bisa melacak siapa pun jika diperlukan.

Mata-mata itu nyata. Para penguasa, pemerintah, perusahaan atau seorang kekasih telah menggunakan jasa mereka sejak berabad-abad lalu. Gunanya tentu saja untuk mendapatkan informasi, menilai potensi ancaman yang akan dihadapi, menghentikan serangan lalu menang.

Saat ini, badan intelijen melakukan operasi spionase menggunakan alat-alat pengawasan yang sudah sangat canggih. Anda akan kaget ketika melihat mikrofon super kecil, kamera video subminiature dan teknologi drone yang mereka miliki.

Keith Melton, Intelligence Historian and Author, mengatakan bahwa tidak ada cara yang lain bagi mata-mata untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan selain dengan menguping. Semakin baik peralatan yang mereka gunakan, semakin baik pula pengawasannya.

Narasi berlanjut dengan mengatakan bahwa pada tahun 1950 hingga 1960-an, penggunaan bugs menjadi sebuah teknik yang umum dipakai oleh badan intelijen untuk pengawasan. Badan intelijen  biasanya menggabungkan pemancar radio mini dengan mikrofon yang bisa beroperasi menggunakan baterai.

Salah satu contoh kreatif untuk pengawasan, dikembangkan oleh StB, yaitu Badan Intelijen Cekoslowakia pada tahun 1970-an. Ketika itu, target mereka adalah duta besar Amerika Serikat dan sepatu import miliknya. Ketika pesanan sepatu tersebut datang, pihak StB sudah lebih dulu mencegatnya kemudian memodifikasinya menggunakan alat penyadap.

Ray Parrack, Senior Technical Intelligence Officer [RET.] CIA, mengatakan mengenai hal ini. Bahwa Duta Besar AS memiliki pembantu yang mengurus semua pakaiannya, termasuk membersihkan dan menyemir sepatu. Melalui itu badan intelijen bisa mengawasi pergerakan sang duta besar. Namun, alat tersebut juga bisa saja diketahui oleh tim dari duta besar. Peristiwa penyadapan terhadap duta besar Amerika ini bukan yang pertama.

Spycraft juga menjelaskan mengenai cara kerja alat pengawasan yang “ditempel” pada sang duta besar, yakni alat pendengar beresonansi rongga pasif. Alat ini diciptakan untuk KGB oleh Lev Theremin, seorang musisi sekaligus ilmuwan terkenal asal Rusia pada 1945. Menariknya, dalam alat pengawasan tersebut tidak ada komponen elektronik sama sekali.

Lalu bagaimana alat tersebut bekerja? Pemancar sinyal dari alat tersebut akan mengirim sinyal radio frekuensi tinggi ke sebuah antena yang ada di dalam resonator rongga pasif (alat penyadap). Gerald B. Richards, FBI Supervisory Special Agent [RET.], Former Chief Special Photographic Unit FBI Laboratory, mengatakan bahwa resonator rongga pasif pada dasarnya adalah sebuah alat yang hanya akan aktif pada gelombang radio atau gelombang pendek.

Pada 1945, duta besar Amerika Serikat untuk Rusia, Avril Herriman menerima sebuah hadiah istimewa. Ketika itu, anak pramuka dari Rusia mempresentasikan duta besar AS sebuah patung kayu berukir segel Amerika Serikat. Dengan perasaan bangga, Avril menggantung hadiah tersebut di dinding di belakang meja kerjanya.

Setiap kali Rusia mengeluarkan gelombang pendek, gelombang tersebut akan menembus dinding dari gedung lain sehingga ia akan berhasil menyalakan alat yang diam-diam disimpan di patung kayu tersebut. Setelah itu semua pembicaraan atau diskusi yang dilakukan di kantor Avril, bisa didengar pihak Rusia.

Lalu apakah pihak Amerika Serikat tidak menaruh curiga sama sekali? Mereka bahkan mengetahui hal ini secara tidak sengaja ketika membuka segelnya. Di sana ada piringan berukuran seperempat setebal setengah inchi yang merupakan mikrofonnya. Kemudian ada batang logam (antena) sepanjang 0,3 meter yang terhubung ke mikrofon dan terhubung lagi ke bagian belakang plakat elang.

Kupas Rahasia Para Mata-Mata dari Ahlinya

Sejak episode satu serial film dokumenter Spycraft, Anda akan disuguhkan sebuah fakta mengenai dunia intelijen, dunia mata-mata berikut rahasia dan teknis yang mereka pakai untuk menjalankan tugasnya. Tugasnya tentu saja terkait sadap-menyadap, mengumpulkan informasi menggunakan cara rahasia, serta mengawasi segala bentuk pergerakan dan pembicaraan.

Mereka yang membuka fakta terkait hal ini bukan orang-orang sembarangan. Ray Parrack, Gerald B. Richards, Jim Gosler dan John Sano adalah orang-orang hebat yang pernah terlibat dalam dunia mata-mata profesional. Masing-masing pernah bekerja untuk FBI dan CIA. Ada juga Hamlet Yousef sebagai Managing Partner Irongate Capital Advisors yang menyampaikan pengetahuannya terkait pengawasan dari udara.

Sebanyak 8 episode, Spycraft membeberkan fakta mengenai dunia spionase mulai dari teknik pengawasan menggunakan alat-alat rahasia dalam episode High-Tech Surveillance and an Eye in the Sky, pembunuhan diam-diam menggunakan racun mematikan oleh para agen dalam episode Deadly Poisons, hingga Sexspionage atau menggunakan seks dan janji sebagai cara persuasif untuk memeras dan mendapatkan informasi dari pihak lawan.

Baca juga: Film Dokumenter Terbaik yang Dapat Menambah Wawasan

Agen-Agen Hebat dalam Dunia Spionase

Agen intelijen Rusia disebut sebagai ahlinya dalam seni pengawasan. Dalam periode 1960- 1970-an, ada banyak sekali mikrofon ditemukan di berbagai tempat di kedutaan Amerika. Setiap kali mikrofon tersebut ditemukan, KGB menjadi lebih kreatif dalam menyembunyikannya. Film dokumenter Spycraft ini juga menghadirkan Jim Gosler, Director of The Clandestine Information Technology Office CIA [RET.].

Dia turut mengakui bahwa Rusia punya cara terbaik dalam hal sadap-menyadap. Saat menonton Spycraft, Anda akan benar-benar yakin bahwa benda apa pun bisa “diselipi” alat-alat pengawasan. Teori yang banyak dilihat di film-film tentang spionase, adalah benar. Contohnya diperlihatkan oleh badan intelijen Rusia yang sangat canggih.

Mereka menyimpan alat penyadap di dalam mesin tik menggunakan metode eletronik rahasia yang tersembunyi. Anda akan mendengar penjelasan teknis dari Gosler mengenai bagaimana data yang diketikkan pihak Amerika menggunakan mesin tik bisa terkirim ke pihak Rusia.

Fakta lain tentang kehebatan intelijen Rusia yang disampaikan melalui film dokumenter ini adalah mereka menyelipkan alat pengawasan ke semua komponen bangunan saat gedung kedutaan Amerika Serikat dibangun. Ketika itu pembangunan gedung menggunakan material dari Rusia dan tenaga dari Rusia. Benar saja, pihak Amerika menemukan alat penyadap di hampir semua bahan bangunan.

Tidak ada cara lain untuk memutusnya kecuali menghancurkan gedung dan membangun ulang menggunakan bahan bangunan dari Amerika serta dibuat oleh tenaga dari Amerika. Sudah terbayang bagaimana hebat dan ahlinya Rusia melakukan ini selama sekitar satu dekade? Selain agen dari Rusia, Amerika juga mata-mata terbaik dengan metodenya sendiri.

Tontonan Wajib bagi Pecinta Spionase

Film-film mengenai spionase jumlahnya sudah bukan lagi satu atau dua. Di antaranya, ada dua judul film tentang mata-mata yang terkenal yaitu James Bond dan Mission Impossible. Keduanya tentu saja memiliki banyak peminat dan sukses di pasaran. Hal ini menandakan bahwa dunia mata-mata, berikut taktik rahasia yang di luar perkiraan manusia, memang menarik untuk diikuti.

Nah! Jika Anda menyukai film bergenre demikian, Spycraft dijamin akan sangat memuaskan. Film dokumenter ini bukan lagi berisi fiksi atau cerita rekaan melainkan fakta yang terjadi di dunia mata-mata, termasuk metode yang mereka gunakan, mulai dari alat hingga cara. Hal yang paling penting, ia dijelaskan secara detail oleh para narasumber yang memang ahli di bidang ini.

Spycraft  akan membuka mata dan wawasan Anda bahwa bagi orang-orang tertentu dan memiliki kepentingan, data serta informasi adalah harta berharga. Berbagai metode serta cara digunakan untuk mendapatkannya, tidak peduli jika itu harus mempertaruhkan nyawa. Semakin penasaran dengan film dokumenter berbentuk serial ini? Anda bisa menyaksikannya di Netflix saat ini juga! Selamat menonton!

Spycraft
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram