Bacaterus / Review Film Asia / Sinopsis & Review Film Netflix Space Sweepers (2021)

Sinopsis & Review Film Netflix Space Sweepers (2021)

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Keadaan Bumi yang sudah tidak sama lagi, membuat manusia juga harus menyesuaikan diri. Sebuah perusahaan bernama UTS bergerak menciptakan hunian baru untuk para manusia. Di sisi lain Song Joong Ki, Kim Tae Ri, Jin Seon Kyu dan Yoo Hae Jin menjadi pemungut sampah luar angkasa. Mereka bukan orang biasa, masing-masing punya latar belakang yang cukup penting.

Film yang menghabiskan budget sebesar ₩24 billion ini berangkat dari gagasan sang sutradara, Jo Sung Hee setelah berbicara dengan temannya mengenai bahaya sampah luar angkasa. Dia pun mulai menyusun naskah dan melakukan riset-riset yang diperlukan. Hasilnya, Space Sweepers siap memuaskan Anda. Sebelum mulai menonton film ini di Netflix, Anda bisa membaca sinopsis serta review-nya terlebih dahulu di bawah ini. Mari simak bersama!

Sinopsis

Sinopsis space sweepers

  • Tanggal/Tahun Penayangan: 5 Februari 2021
  • Genre: Space Opera, Science Fiction
  • Pemain: Song Joong Ki, Kim Tae Ri, Jin Seon Kyu, Yoo Hae Jin (suara)
  • Sutradara: Jo Sung Hee
  • Produksi: Bidangil Pictures, Dexter Studios

Pada tahun 2092, hutan lenyap dan gurun semakin meluas. Sinar matahari dan tanah yang asam menyebabkan tanaman tidak lagi tumbuh. Keadaan Bumi yang tidak lagi ramah untuk dihuni membuat UTS Corporation membangun semacam new orbiting home bagi umat manusia. Sayangnya, hanya sedikit yang terpilih untuk bisa ikut.

Tae Ho (Song Joong Ki), mantan Commander of the Space Guards dan UTS Genius yang pertama datang membawa sekantung beras yang sepertinya tinggal sisa-sisa. Tiba-tiba wanita berbahasa Jerman di depannya tampak marah karena alat penerjemah yang mereka gunakan kembali bermasalah. Sejurus kemudian dia mengatakan bahwa Tae Ho selalu kehabisan uang ketika datang pada mereka.

Dua pengawal langsung berusaha mengeluarkan Tae Ho. Sementara Tae Ho bersikeras ingin tetap di sana, melihat seseorang yang mereka temukan dan memastikan identitasnya. Wanita asing itu pun meminta Tae Ho dilepaskan. Rupanya dia tertarik pada  magnetic boots yang dipakai Tae Ho. Tae Ho pun langsung dibawa menuju tempat penyimpanan mayat.

Sebelumnya sebuah pesawat luar angkasa jatuh lima hari lalu di area Gurun Kubuqi. Sesosok tubuh ditemukan dalam escape capsule. Tubuh tersebut rupanya adalah seorang gadis belia berusia 7 tahun. Setelah melihatnya Tae Ho tampak kecewa. Dia terlihat sedang mencari seseorang; yang tidak akan dia temukan di Bumi.

Keadaan Bumi sudah sangat kacau. Segala macam sistem berubah. Orang bercampur dari mana-mana, tidak peduli asal negara. Planet Bumi tidak lagi bisa ditinggali. Ia hanya bersifat penyangga. Oleh karena itu, satu-satunya tempat yang tersisa yang bisa digunakan untuk hidup adalah “di atas”.

Agar dapat bernapas, orang-orang menggunakan masker full face. Mereka hidup di ruang antarplanet yang diatur segala sesuatunya oleh UTS. Di sana terdapat UTS Residential District yang terlihat seperti duplikat Bumi. Bedanya ia berada dalam bola raksasa transparan dan mengapung di luar angkasa. Luar angkasa yang identik dengan suasana mencekam, di UTS Residential District  hal tersebut tidak berlaku.

Cerita berlanjut ketika sekelompok reporter dari Bumi dibawa menemui Mr. James Sullivan (Richard Armitage). Dia adalah pendiri UTS, seorang dokter, fisikawan, insinyur, sejarawan, orang terkaya di dunia sekaligus tertua sebab usianya sudah mencapai 152 tahun. James Sullivan diperkenalkan sebagai sosok yang agung sebab terbukti, dengan UTS-nya, mampu menyelamatkan umat manusia.

Ketika ditemui dia sedang sibuk dengan tanamannya yang mampu memproduksi oksigen 8 kali lebih banyak dari tanaman biasa. Dia lantas melanjutkan penjelasan mengenai UTS kepada para reporter. Bahwa UTS sangat berhati-hati mengembangkan kehidupan di Mars. Sekarang ini, dalam waktu kurang lebih tiga hari, Mars akan berada pada titik terdekat di orbit. Momentum ini akan dipakai UTS untuk membuka koloni Mars yang baru.

Saat James tengah asyik menjelaskan, seorang reporter tiba-tiba mengatakan bahwa setidaknya masih ada 95% populasi manusia tinggal di Bumi, yang telah lama berubah menjadi neraka sebab sudah sangat tidak layak ditinggali. Hanya sedikit yang bisa tinggal di UTS Residential District . Sementara luar angkasa juga penuh sampah dan sampah-sampah tersebut bisa membahayakan serta merusak apa pun sebab terdiri atas benda-benda berat dan keras.

Di sisi lain, sebuah pesawat luar angkasa berbendera Korea Selatan bernama Victory, muncul. Mereka memungut sampah-sampah luar angkasa dengan sigap. Pekerjaan mereka sepertinya akan sulit sebab “direcoki” oleh pesawat-pesawat lain. Victory terdiri atas Captain Jang (Kim Tae Ri), Tiger Park (Jin Seon Kyu), Robot Bubs (Yoo Hae Jin) dan Tae Ho (Song Joong Ki).

Victory tanpa perhitungan sedikit menabrak UTS Residential District. Jika mereka sampai tertangkap di dalam UTS, mereka akan mati. Victory mengumpulkan sampah-sampah luar angkasa untuk ditukarkan dengan sejumlah uang. Setelah bertransaksi di The Fastory: Waste Management Satellite, rupanya diketahui bahwa Tae Ho sedang mencari seseorang selama kurang lebih tiga tahun. Lalu, siapa yang dia cari?

Film Luar Angkasa dengan Premis Berbeda

Film Luar Angkasa dengan Premis Berbeda

Bicara mengenai film luar angkasa, sebagian besar mengangkat premis tentang astronot yang terjebak di sana dan bagaimana dia bertahan hidup atau mampukah dia kembali ke Bumi. Premis lain biasanya seputar kecelakaan hebat dan upaya para astronot menyelamatkan diri. Hasilnya, film-film tersebut berhasil menularkan ketegangan demi ketegangan, rasa putus asa sekaligus harapan pada para penonton.

Berbeda dengan film luar angkasa yang sudah tayang lebih dulu dan digemari, Space Sweepers keluar dari formula-formula seperti itu. Film arahan sutradara Jo Sung Hee ini menampilkan kekompakan empat orang pemungut sampah luar angkasa yang suatu saat menemukan android pemusnah massal secara tidak sengaja.

Mereka bukan astronot, seperti pada film-film luar angkasa kebanyakan, melainkan orang-orang yang mengumpulkan uang dengan cara memungut dan menjual sampah-sampah luar angkasa. Karakter-karakter di Space Sweeper, termasuk mereka, diceritakan tampak sudah terbiasa hidup jauh dari Bumi.

Ketika Bumi Tak Bisa Lagi Ditinggali

Ketika Bumi Tak Bisa Lagi Ditinggali

Pada bagian awal film, selepas Tae Ho mencari seseorang, dia kembali ke tempatnya di luar angkasa. Di sini Anda akan melihat keadaan Bumi tidak sama lagi, Dari dalam kendaraan yang akan membawanya kembali, Tae Ho melihat patung Admiral Yu Sun-Sin yang ikonik sudah tertutupi oleh asap berwarna coklat.

Pemilihan color grading untuk menggambarkan keadaan Bumi yang sudah tidak layak huni, sangat pas dan berhasil. Hasilnya citra keadaan Bumi yang hancur dan diibaratkan bagai neraka bisa ikut dirasakan oleh para penonton. Dalam film Space Sweeper, manusia memang digambarkan masih meninggali Bumi, tapi hidup mereka sudah tidak sama lagi.

Dibuat dengan Detail yang Menakjubkan

Dibuat dengan Detail yang Menakjubkan

Space Sweepers yang diproduksi oleh Bidangil Pictures dan Dexter Studios dijamin akan membuat Anda terpana sejak menit-menit pertama. Film ini dibuat sangat detail, terutama setting tempat dan penulisan naskah. Seperti ketika Mr. Sullivan menjelaskan tanaman kepada para reporter yang datang dari Bumi.

Hal detail lain yang bisa membuat Anda semakin kagum dengan film ini adalah ketika Victory, pesawat luar angkasa pengangkut sampah, tanpa sengaja menabrak gelembung /bola transparan UTS Residential District. Penggambaran tentang kekuatan gelembung tersebut benar-benar rinci, sesuai sifat gelembung itu sendiri, yang fleksibel/membal dan kuat.

Sebagai penonton awam, akan ada banyak istilah asing dalam film yang bisa jadi sulit dimengerti. Namun, dialognya terasa sangat rinci dan terlihat melalui riset, sehingga alih-alih mempertanyakan dan meragukan hal-hal tersebut, Anda akan sibuk mengaguminya.

Dalam salah satu adegan, ketika seorang reporter mengonfirmasi dan menjelaskan tentang sampah luar angkasa kepasa pencipta UTS, dia menyebutkan sampah-sampah tersebut secara detail. Mulai dari expired satellites, abandon space vehicles, dan space construction materials.

Penyusunan naskah tersebut tentu sangat meyakinkan dan membuat nuansa luar angkasa dalam Space Sweepers betul-betul terasa. Belum lagi visual efek yang memperlihatkan suasana di luar angkasa ketika Victory “berebut” sampah dengan pesawat lainnya, itu pun mengesankan.

Pemungut Sampah Luar Angkasa dan Android Pemusnah Massal

Pemungut Sampah Luar Angkasa dan Android Pemusnah Massal

Space Sweepers punya ide yang cukup unik. Film ini mengambil sudut pandang berbeda dari film luar angkasa lain. Tokoh utamanya bukan astronot profesional melainkan para pengumpul sampah-sampah luar angkasa dengan kemampuan luar biasa. Selayaknya pengumpul sampah di Bumi, mereka juga menjual hasil sampah-sampah tersebut untuk mendapatkan uang.

Song Joong Ki bersama Kim Tae Ri, Jin Seon Kyu dan Yoo Hae Jin sebagai Robot Bubs bergabung dalam satu pesawat luar angkasa yang sama bernama Victory. Victory sendiri merupakan pesawat yang diakui hebat. Ia diceritakan terbuat dari reinforced duralumin dan dilengkapi dengan quantum radar. Pesawat ini juga punya kecepatan tinggi serta berdaya dorong sangat kuat.

Dengan spesifikasi seperti itu, wajar jika Victory menjadi pesaing berat bagi pesawat luar angkasa lainnya. Ia selalu berhasil mengumpulkan sampah lebih banyak dibanding lainnya. Ia juga diawaki oleh orang-orang hebat yang dapat saling bekerjasama. Hingga suatu hari, tanpa sengaja mereka menemukan robot android pemusnah massal yang menghancurkan.

Berada di tangah sutradara yang pernah mencetak hits melalui film A Werewolf Boy (2012), film Space Sweepers punya alur yang mengesankan. Plot dari awal cerita dibangun dengan sangat baik, berikut kontinuitasnya. Ia juga tampilkan visual efek yang mengagumkan, termasuk Robot Bubs yang cerewet. Sudah tidak sabar menyaksikan duet maut antara Song Joong Ki dan Kim Tae Ri? Saksikan Space Sweepers hanya di Netflix mulai 5 Februari 2021!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *