bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Film Sonic The Hedgehog (2020)

Review dan Sinopsis Film Sonic The Hedgehog (2020)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 31 Mei 2021

Film yang satu ini merupakan adaptasi dari game populer milik Sega yang rilis pertama kali pada tahun 1991 silam. Sonic the Hedgehog sendiri awalnya mulai dikembangkan sebagai sebuah film di pertengahan tahun 1990an. Namun projek tersebut tidak pernah menemukan titik temu hingga akhirnya Sony Pictures memperoleh hak film Sonic di tahun 2013 kemarin.

Sony Pictures selanjutnya mengembangkan Sonic the Hedgehog berkolaborasi dengan dua perusahan dari Jepang, yakni studio Sega Sammy, dan studio Marza Animation Planet. Namun, projek film Sonic diambil alih oleh Paramount Pictures di tahun 2017 hingga akhirnya benar-benar diproduksi di tahun selanjutnya.

Proses pembuatan film Sonic berlangsung di pertengahan September 2018 hingga Oktober 2018 di Kota Vancouver, Kanada dan di Uni Emirat Arab. Film ini kemudian meraih pendapatan sebanyak 306 juta dollar di seluruh dunia, dan menjadi film terlaris kedua sepanjang tahun 2020.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Action, Adventure, Comedy
  • Rumah produksi: Sega Sammy Holdings, Original Film, Marza Animation Planet, dan Blur Studio
  • Sutradara: Jeff Fowler
  • Pemeran Utama: Ben Schwartz, James Marsden, Tika Sumpter, Jim Carrey

Di sebuah planet asing yang jauh dari Bumi, seekor landak biru bernama Sonic hidup nyaman bersama dengan penjaganya, Longclaw the Owl. Suatu hari, suku echidna mencoba menangkap Sonic karena ingin mengambil kekuatannya berupa kecepatan supersonik. Longclaw lalu memberikan sekantong cincin emas, yang bisa membuka portal ke planet lain, kepada Sonic agar ia bisa menyelamatkan diri dari kejaran mereka.

Sonic selanjutnya dikirim oleh Longclaw ke Planet Bumi, dan berhasil kabur dari serbuan suku echidna. Beberapa tahun kemudian, Sonic menikmati kehidupannya di Kota Green Hills secara tenang, dan rahasia. Di Kota itu, ia berusaha agar bisa berteman dengan seorang sheriff lokal bernama Tom Wachowski.

Pada malam hari, Sonic kemudian bermain bisbol sendirian dengan menggunakan kecepatan supersonik miliknya. Akibatnya, ia secara tidak sengaja memicu gelombang elektromagnetik, dan menyebabkan pemadaman listrik di seluruh kota. Departemen Pertahanan Amerika Serikat lalu meminta seorang ilmuwan eksentrik, Dr. Robotnik, untuk menyelidiki peristiwa yang janggal tersebut.

Tom kemudian menemukan Sonic, yang sedang bersembunyi di gudang rumahnya, dan ia tak sengaja menembaknya dengan peluru bius di kakinya. Karena hilang kesadaran, Sonic pun menjatuhkan kantong cincin emasnya ke dalam portal yang menuju ke Kota San Francisco. Ketika siuman, Sonic meminta bantuan kepada Tom karena Dr. Robotnik di saat itu juga sedang berusaha mengincarnya.

Dengan rasa iba, Tom setuju untuk membantu Sonic sembunyi dari kejaran Dr. Robotnik sekaligus mencari kantong cincin emasnya yang menghilang. Keduanya lambat laun terikat lebih dalam karena Sonic sebenarnya ingin mencari teman sejati, khususnya dengan Tom. Sementara itu, Dr. Robotnik berhasil menemukan salah satu bulu Sonic, dan ia akan menggunakannya sebagai upaya untuk menangkapnya.

Dr. Robotnik lalu berusaha menangkap Sonic dengan sebuah robot hasil ciptaannya sendiri. Tapi, Sonic pun berhasil mengalahkannya meski ia terluka cukup parah terkena ledakan dari robot tersebut. Tom lalu membawa Sonic untuk dirawat oleh istrinya yang bernama Maddie di San Francisco.

Sonic kini memiliki sepatu baru yang diberikan oleh keponakan Maddie. Ia pun bersama dengan mereka langsung bergegas untuk mencari kantong cincin emasnya, sambil berusaha menghindari kejaran dari Dr. Robotnik, yang begitu terobsesi kepadanya.

Mengajak untuk Bernostalgia

Mengajak untuk Bernostalgia

Sebagai sebuah film adaptasi dari game populer tahun 1990an, Sonic the Hedgehog tentunya menjadi tontonan penuh nostalgia bagi para penggemarnya. Meski durasi filmnya tidak terlalu panjang, sekitar 99 menit, tapi film ini setidaknya cukup baik dalam memberikan kesenangan  dengan menghadirkan berbagai macam referensi yang merujuk kepada game originalnya.

Sonic selalu kental dengan kekuatannya supersonik miliknya, yang mampu berlari sangat kencang. Hal itu pun divisualisasikan teramat menyenangkan di film ini, dan kita yang menontonnya cukup dibuat terpukau melihat aksinya tersebut. Lalu, film ini juga tetap membawa cincin emas ikonik dari gamenya sendiri, dan menambahkan fungsinya menjadi semacam portal yang bisa menghubungkan antar tempat maupun planet.

Selain itu, kita juga bisa menyaksikan sepatu ikonik Sonic di film ini yang mirip dengan versi aslinya, dimana sepatu tersebut sama-sama berwarna merah dengan garis putih. Detail-detail seperti itu tentunya semakin membuat aspek nostalgia dalam Sonic the Hedgehog semakin meriah. Apalagi, Dr. Robotnik sebagai musuh bebuyutannya Sonic, tetap dimunculkan dan diberikan porsi tampil yang lumayan baik

Dr. Robotnik alias Eggman diperankan oleh aktor, dan komedian, Jim Carrey. Di sini, ia nyatanya terampil memainkan sosok tersebut, dan tidak ada yang bisa meragukan kualitas gimmick eksentrik dari Carrey dalam setiap perannya. Carrey bisa dibilang sangat cocok memerankan Dr. Robotnik, dan ia pun dipastikan bakal kembali di sekuel Sonic 2, yang sekarang ini sedang dalam tahap produksi awal.

Chemistry yang Solid Antara Sonic dan Tom

Chemistry yang Solid Antara Sonic dan Tom

Dalam film ini, aktor Ben Schwartz menjadi pengisi suara untuk karakter Sonic. Lewat suaranya yang terdengar hangat, ia pun mampu menghidupkan sosok tersebut sehingga lebih mudah dalam menarik perhatian penonton anak-anak. Sonic sendiri digambarkan sebagai sebuah karakter yang baik, polos, menyenangkan, namun kesepian karena tidak memiliki teman.

Sementara itu, Tom Wachowski lambat laun menjadi teman sejati yang dimiliki oleh Sonic. Perjalanan yang dilalui keduanya membuat mereka perlahan-lahan semakin memahami satu sama lain. Di akhir cerita pun, Tom dan Maddie tetap tinggal di Kota Green Hills, dan tidak pindah ke San Francisco. Keduanya lalu membawa Sonic untuk tinggal bersama mereka.

Sonic dan Tom di film ini berbagi peran yang saling mendukung. Keduanya di sepanjang cerita berhasil membangun ikatan yang kuat sebagai teman dari dunia berbeda. James Marsden, yang berperan menjadi Tom, lumayan baik dalam membangun tensi dengan Sonic, baik secara drama maupun komedi. Meski harus berakting dengan karakter animasi, Marsden nampak tidak terlalu canggung saat harus berinteraksi dengan Sonic.

Marsden lumayan kharismatik dalam memerankan karakter sheriff tersebut. Ia memainkan peran penting terhadap aspek emosional di film ini, terlebih hubungan pertemanannya dengan Sonic. Dari awal pertemuannya hingga menjelang film berakhir, ikatan keduanya semakin berkembang, intens, dan solid. Hal itu selanjutnya berimbas kepada jalan ceritanya, yang perlahan-lahan semakin greget, dan jauh lebih bermakna.

Menyenangkan Meski Mendapatkan Ulasan Beragam

Menyenangkan Meski Mendapatkan Ulasan Beragam

Pada bagian akhir, film ini lumayan klimaks secara plot maupun karakterisasi. Tom, yang pada awalnya bersikeras ingin pindah ke San Francisco karena mendapatkan pekerjaan sebagai polisi di sana, lalu mengurungkan niatnya itu sebab sudah menyadari tujuan hidupnya.

Di sisi lain, Sonic kini memiliki teman sejati dalam diri Tom, dan ia nampaknya memutuskan untuk tinggal lebih lama lagi di Bumi karena ia mendapatkan apa yang diinginkannya. Sementara itu, film ini mempunyai dua post-credit scene, dimana setelah Dr. Robotnik berhasil dikalahkan oleh Sonic, ia dilempar ke sebuah planet yang terdapat banyak tanaman jamur.

Walaupun begitu, Robotnik masih tetap menyimpan bulu milik Sonic, yang masih tersisa energi listrik miliknya, dan bersiap untuk kembali lagi ke Bumi. Lalu, ada juga sosok Tails, seekor rubah berekor kembar, yang muncul dari portal cincin untuk mencari sonic.

Dua adegan tersebut langsung mengisyaratkan jika petualangan Sonic bakal berlanjut di film selanjutnya. Secara garis besar, film Sonic the Hedgehog ini terasa menyenangan untuk dinikmati dari awal hingga akhir. Meskipun mendapatkan ulasan yang beragam dari Rotten Tomatoes, yang memberinya rating 63%, dan nilai 5.8/10, film ini secara jujur tidak mengecewakan, dan layak menjadi sebuah film keluarga yang patut untuk ditonton.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram