Bacaterus / It's Okay Not to Be Okay / Review & Sinopsis Drama It’s Okay Not to Be Okay (2020)

Review & Sinopsis Drama It’s Okay Not to Be Okay (2020)

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Setelah sukses dengan The World of Marriage (TWOM) sekarang Indonesia digebug lagi sama drama hits Korea lainnya berjudul It’s Okay Not to Be Okay. Penuh dengan para bintang berikut cerita yang disajikan bisa dibilang kece beud, engga heran deh akhirnya ini drama masuk ke Indonesia dengan rating nyaris sempurna.

Kalau dilihat dari keseluruhan cerita, drama It’s Okay Not to Be Okay ini rasanya jadi cerminan bagaimana pengaruh besar peranan orangtua terhadap anak mereka. Hal ini bisa dilihat dari sang pemeran utama Seo Yea-Ji yang memerankan tokoh Go Moon. Seorang penulis buku anak yang sama sekali tidak bersahabat dengan anak kecil, bersikap dingin dan seolah tak acuh pada apapun.

Ditambah lagi tokoh Kang Tae yang diperankan oleh Kim Soo Hyun; seorang perawat di sebuah rumah sakit yang tidak percaya akan adanya cinta meski dia merupakan pria yang bisa dibilang sempurna; dikarunia otak cerdas, muka tampan, badan atletis dan penyayang. Meski begitu, Kang Tae tidak akan pernah bisa percaya akan adanya cinta.

Makanya, kali ini Bacaterus kepingin kupas tuntas soal drama ini, biar bisa mengerti kenapa dan bagaimana mereka yang sama-sama menganggap cinta itu hanya omong kosong malah berujung bisa sayang satu sama lain. Simak yuk ulasannya!

Sinopsis

its-okay-to-not-be-okay (Copy)

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Drama, Romance
  • Produksi: Studio Dragon
  • Sutradara: Park Shin-Woo
  • Pemain: Seo Yea-Ji, Kim Soo Hyun, Oh Jung-See

Terdiri atas 16 episode. Drama ini menceritakan tentang kehidupan Kang Tae dan Go Moon. Kang Tae adalah seorang perawat psikiatris. Dikenal ramah oleh banyak pasien dan muka tampan yang ia miliki membuat banyak pasien yang senang dengannya. Kang Tae menjadi tulang punggung keluarga setelah orangtuanya meninggal karena insiden pembunuhan membuat dirinya dan kakaknya menjadi yatim-piatu

Kakak Kang Tae ini, Moon Sang Tae (Oh Jung-See) mengidap penyakit autism yang membuat kehidupannya semakin berat. Karena sudah lama tidak merasakan kasih sayang, Kang Tae pun sama sekali tidak punya rasa cinta; yang dia tahu hanyalah simpati dan empati terhadap semua orang. Jadi meski dirinya punya rasa sabar, perhatian dan lainnya, itu hanya dilakukannya karena bagian dari pekerjaannya.

Autism (Copy)

Di satu sisi, Goo Moon adalah penulis buku anak-anak yang super sukses. Namun kocaknya Go Moon sama sekali tidak bersahabat dengan anak-anak. Sifatnya sombong, kasar, dingin, dan cenderung egois. Dirinya pun sama dengan Kang Tae. Karena sudah lama sendirian, dia menganggap dirinya merupakan wanita berdikari yang tidak butuh cinta.

Suatu insiden mengubah semua. Go Moon menghadiri sebuah acara di rumah sakit tempat Kang Tae bekerja sebagai pengisi acara utama atas buku yang ia terbitkan. Para tamu undangan yang umumnya adalah orang tua dan anak-anak menyambut antusias acara tersebut mengingat Go Moon adalah penulis terkenal yang bukunya laris manis di kalangan anak-anak.

Salah satu dari anak yang datang ke acara Go Moon merupakan putri dari pasien di rumah sakit tempat Kang Tae bekerja. Pasien tersebut mengalami anxiety disorder yang membuatnya ditahan di kamar khusus pasien gangguan kejiwaan. Celaka, pasien itu kabur dan mengacaukan acara yang dihadiri Go Moon. Bahkan sempat menyerang Go Moon yang saat itu mencoba menghadang si pasien.

Beruntung pihak rumah sakit dan Kang Tae datang tepat waktu sebelum Go Moon yang mencoba menenangkan pria yang membuat onar di sana mulai menyerang dan mencekik Go Moon. Pria itu juga berniat menusuknya. Namun semua selesai setelah Kang Tae turun tangan.

Hal ini membuat Go Moon dan Kang Tae saling kenal. Mereka menjalin hubungan layaknya rekan biasa namun lama kelamaan ada perasaan yang timbul antara mereka berdua. Meski saling tidak mau mengakui, perasaan yang muncul semakin dan semakin besar membuat mereka tidak bisa membendungnya lagi. Apakah ini yang dinamakan cinta?

Penuh Kemalangan

Episode 4 (Copy)

Kehidupan Kang Tae selalu dirundung masalah. Setelah kakaknya berkali-kali dipecat dari pekerjaannya karena penyakit autism-nya kumat, dirinya harus menghidupi dirinya sendiri dan juga kakaknya dengan hasil jerih payah Kang Tae di rumah sakit yang sama sekali tidak banyak. Ditambah dengan para pasien yang selalu menyusahkannya dengan bertindak seenaknya mengingat psikis mereka terganggu.

Belum lama bekerja, Kang Tae sudah dipecat karena kaburnya pasien yang menyerang Go Moon dan merusak event Rumah Sakit. Media yang merespon hal ini mencari siapa pelakunya dan meskipun bukan Kang Tae yang bersalah, pihak rumah sakit menjadikan Kang Tae sebagai kambing hitam.

Bahkan dari awal episode pertama, setelah Kang Tae dipecat dan butuh tumpangan, temannya menjemput dengan motor namun belum jauh, motornya sudah ngadat sehingga Kang Tae yang masih terluka akibat teriris pisau harus ikut mendorong motor dan jalan kaki mencari bengkel terdekat dan itu sangatlah jauh.

Kerja paruh waktu apapun yang bisa diambil, dikerjakan oleh Kang Tae sebelum akhirnya sebuah rumah sakit di pedalaman mau menerima dia sebagai karyawan.  Duh, pokoknya kasihan deh kalau melihat kehidupannya Kang Tae.

The Ice Queen is Melting!

Episode 1 (Copy)

Dikenal sangat galak dan kelewat dingin, Go Moon menjadi seperti monster untuk semua orang yang bertemu dengannya. Sikapnya yang acuh juga kadang bikin repot manager Go Moon sendiri. Bahkan Go Moon pernah menjambak salah satu fans nya untuk membela Kakak Kang Tae yang dirundung oleh fans nya tersebut.

Semua orang tidak ada yang berani untuk bertindak, melarang, mengatur dan mengoreksi Go Moon. Go Moon lah yang malah bertindak, melarang, mengatur dan mengoreksi orang lain yang mencoba menghalanginya. Bagai buldozzer, Go Moon membuat semuanya mustahil di saat orang lain mengatakan itu hal yang mustahil dilakukan.

Namun setelah bertemu dengan Kang Tae, hidup Go Moon jadi sedikit berubah. Go Moon mulai mau menuruti kata-kata Kang Tae, mendengarkannya, membantu dan sering menggoda juga tersenyum pada Kang Tae. Kang Tae benar-benar melelehkan hati es Go Moon. Bahkan dirinya mau untuk mengejar Kang Tae sampai ke tempat kerja baru nya di pedalaman. Way to go Kang Tae!

Peran Orangtua Terhadap Anak

Seo Ye Ji (Copy)

Wuah, kedengarannya berat ya? Tapi beneran loh, drama ini mengajari hal tersebut. Go Moon menjadi super dingin seperti itu akibat Ayahnya yang selalu menyiksa dirinya, bukan hanya menyiksa verbal. Ayah Go Moon juga berharap kalau putrinya itu meninggal karena dianggap membawa sial. Go Moon yang terus menerus diperlakukan seperti itu tumbuh menjadi seseorang yang tidak memiliki perasaan.

Hal ini juga dialami oleh Kang Tae. Kang Tae sama sekali tidak bisa mendapatkan kasih sayang ibunya. Dari kecil Kang Tae seperti ditinggalkan. Ibunya hanya menaruh perhatian penuh pada Kakaknya Kang Tae yang menderita penyakit autism. Sehingga Kang Tae juga tumbuh dalam keadaan kurang kasih sayang namun dirinya susah untuk menerima orang yang sayang padanya.

Jalan Cerita yang Maju Mundur

Teaser IONTBO (Copy)

Dalam beberapa episode, drama It’s Okay Not to Be Okay ini memiliki alur cerita yang maju mundur. Hampir kebanyakan yang mundur menceritakan bagaimana Kang Tae dan Sang Tae menjalani hidup dengan Ibunya. Terluka karena Ayahnya sudah meninggal dan Ibu nya juga akhirnya meninggal karena dibunuh dan harus pergi bersama Kakaknya yang autism untuk mendapatkan hidup baru.

Cerita dari sudut pandang Go Moon juga sama. Alurnya maju kemudian mundur, dilanjut maju kembali ke masa sekarang. Beberapa adegan mundur diperlihatkan untuk melihat bagaimana Go Moon kecil hidup. Terperangkap di rumahnya yang besar, melihat Ibu nya meninggal, ingin dibunuh oleh Ayahnya sendiri dan hal buruk lainnya.

Untuk saya pribadi, drama ini sudah oke banget sih buat nemenin kita sehabis pulang kerja, atau sepulang sekolah atau pas weekend. Ceritanya engga mentok di cinta-cintaan. Kita bisa belajar soal psikologi seseorang, mengenai penyakit autis dan banyak hal lainnya. Kita juga disuguhkan dengan sinematografi yang cihuy sekali. Jangan ragu nonton dramanya, ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *