bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Shazam! (2019), Kisah Superhero Konyol

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 9 Agustus 2021

Billy Batson baru saja pindah ke rumah orang tua asuh barunya saat secara tidak terduga mendapatkan kekuatan super yang segera mengundang kehadiran musuh dengan kekuatan yang sama. Shazam! adalah film action superhero berdasarkan salah satu karakter dari DC Comics yang sekaligus menjadi film ke-7 dari DC Extended Universe.

Berbeda dengan film lainnya dalam semesta yang sama, nuansa film ini lebih ringan dan family-oriented, terbukti dengan mengusung rating PG-13. Adegan aksinya dijanjikan akan tampil memukau dan bisa memacu adrenalin penonton. Terdengar menarik bukan? Siap menontonnya? Simak review kami tentang film yang dirilis pada 5 April 2019 ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2019
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Fantasy
  • Produksi: New Line Cinema, DC Films, The Safran Company, Seven Bucks Productions
  • Sutradara: David F. Sandberg
  • Pemeran: Zachary Levi, Mark Strong, Asher Angel, Jack Dylan Grazer

Pada tahun 1974, Thaddeus Sivana berada dalam mobil bersama kakak dan ayahnya ketika dia tiba-tiba berpindah ke Rock of Eternity dan bertemu Shazam yang sedang mencari penerusnya. Tetapi Shazam menolaknya karena Thaddeus tergiur dengan bisikan bola listrik yang berisi bujukan Seven Deadly Sins dan mengirimkannya kembali yang menyebabkan sebuah kecelakaan yang menimpa mereka.

Beralih ke kota Philadelphia saat ini, dimana Billy Batson terus mencari keberadaan ibunya yang tidak pernah ditemuinya sejak dia terpisah di sebuah karnival sepuluh tahun yang lalu. Pihak pengawasan anak kemudian menempatkannya bersama pasangan Victor dan Rosa yang juga menampung beberapa anak yatim piatu lainnya: Mary, Pedro, Eugene, Darla dan Freddy.

Sementara itu, Sivana menemukan cara untuk kembali ke Rock of Eternity dan mengambil “Mata Dosa” yang menjadikannya memiliki kekuatan super dari Seven Deadly Sins. Sivana mendatangi perusahaan ayahnya dan membunuh seluruh dewan direksi perusahaan, termasuk kakak dan ayahnya. Para setan Seven Deadly Sins itu bersembunyi di dalam “Mata Dosa” yang berada di mata kanan Sivana.

Billy membela Freddy yang sedang dipukuli oleh teman sekolahnya dan berlari menuju kereta subway yang tiba-tiba mengantarkannya ke Rock of Eternity dan menerima kekuatan super dari Shazam yang langsung menjadi abu setelahnya. Billy berubah menjadi superhero bertubuh dewasa dan meminta Freddy untuk membantunya dalam masalah ini.

Freddy kemudian membuat beberapa percobaan untuk menemukan kekuatan apa saja yang dimiliki Shazam dan merekamnya dalam video yang kemudian diunggah ke internet. Billy dan Freddy kemudian beradu argumen yang membuat hubungan mereka renggang. Billy yang mencari uang dengan memamerkan kekuatan supernya kemudian membuat sebuah kecelakaan jalan raya yang cukup fatal.

Meski bisa menyelamatkan seluruh penumpang di dalam bus, berita tentang kekuatan supernya memancing kehadiran Sivana yang ingin mengambil kekuatan super milik Billy. Kali ini Billy berhasil kabur dari Sivana, dimana dia kemudian menemui ibu kandungnya berkat riset yang dilakukan oleh Eugene. Tetapi Billy sakit hati ketika menyadari ibunya memang sengaja melepaskannya.

Sivana mengetahui identitas sebenarnya sosok Shazam ini dengan menyandera Freddy dan seluruh saudaranya di rumah. Shazam kemudian setuju untuk menyerahkan kekuatannya dan masuk ke Rock of Eternity bersama Sivana, tetapi seluruh saudaranya ternyata mengikutinya dan menyerang Sivana. Mereka akhirnya bisa keluar dari sana dan menuju ke sebuah karnival di kota.

Ingat dengan pesan dari Shazam sebelumnya, Billy membagi kekuatannya kepada kelima saudaranya dan menjadikan mereka superhero seperti dirinya dengan kekuatan masing-masing yang berbeda. Mereka memancing seluruh Seven Deadly Sins keluar dari tubuh Sivana untuk melemahkan kekuatan supernya. Keenam Dosa bisa dipancing keluar, kecuali Envy, yang menjadi urusan Shazam.

Berhadapan langsung dengan Sivana, Shazam berhasil mengeluarkan Envy dari tubuh Sivana dan membuatnya tak berdaya, sementara kelima saudaranya bertarung melawan enam Dosa lainnya sekaligus melindungi pengunjung karnival dari serangan para Dosa ini. Akhirnya seluruh Dosa berhasil dibekuk dan dikembalikan ke “Mata Dosa” untuk ditempatkan kembali di Rock of Eternity.

Billy dan kelima saudaranya menjadikan Rock of Eternity sebagai markas dan menerima mereka sebagai keluarga sejatinya. Shazam mengunjungi Freddy di sekolah bersama Superman yang mengejutkan semua murid. Dalam penjara, Sivana mendengar bisikan ulat yang menawarkan sebuah kerja sama.

Sudah Kenal dengan Shazam, Belum?

Sudah Kenal dengan Shazam, Belum?

Shazam pertama kali diperkenalkan oleh Whiz Comics pada edisi Februari 1940. Tapi kalian tahu nggak sih, kalau ternyata Shazam itu bukanlah nama karakter superhero ini? Nama aslinya adalah Captain Marvel! Terdengar familiar? Tapi yang pasti, kehadiran Shazam dengan nama Captain Marvel hadir lebih dulu beberapa puluh tahun sebelum Captain Marvel dari Marvel Comics muncul di tahun 1967.

Kenapa bisa kedua superhero ini memiliki nama yang sama? Begini ceritanya. Captain Marvel yang terbit di bawah bendera Fawcett Comics digugat oleh DC Comics pada tahun 1953 karena dianggap meniru Superman yang berakibat penghentian penerbitan komik Captain Marvel ini. Kemudian, Marvel Comics mulai menggunakan nama Captain Marvel untuk superhero mereka yang berasal dari kata Mar-Vell.

Sejak kemunculannya di tahun 1967, Captain Marvel versi Marvel Comics hadir secara rutin setiap minggunya yang mengubur sosok Captain Marvel milik Fawcett Comics. Lalu di tahun 1972, DC Comics membeli hak cipta Captain Marvel dan mulai menerbitkan kisah barunya sejak Februari 1973 dengan nama baru, Shazam, untuk membedakannya dengan Captain Marvel versi Marvel Comics.

Shazam sendiri sebenarnya adalah singkatan dari nama-nama tokoh yang kekuatannya dimiliki oleh Captain Marvel ini, yaitu: Solomon, Hercules, Atlas, Zeus, Achilles dan Mercury. Sebelum film Shazam!, superhero ini pernah hadir di layar kaca dengan judul Adventures of Captain Marvel pada tahun 1941 silam yang hanya berjalan sebanyak 12 episode saja.

Sejak akuisisi Shazam secara utuh oleh DC Comics di tahun 1991, proyek film live-action sudah mulai dicanangkan di awal 2000an. Di atas berbagai kegagalan dan kerumitan dalam mewujudkan proyek ini, pada akhirnya lampu hijau dihembuskan oleh New Line Cinema yang mulai memproduksi film ini di tahun 2017 untuk rilis pada tahun 2019.

Superhero yang Konyol dan Lucu

Superhero yang Konyol dan Lucu

Rangkaian film-film dalam DC Extended Universe mayoritas bernuansa kelam dan berat secara cerita, tapi jauh berbeda dengan Shazam! yang ringan dan menghibur ini. Mungkin sebagai pengimbang Deadpool di Marvel, DC membutuhkan penyegar dalam semesta ciptaan mereka yang bisa menarik minat keluarga untuk menontonnya.

Dan film ini ternyata berhasil memenuhi harapan semua pihak. Adegan komedi yang ditampilkan benar-benar bisa mengocok perut dan beberapa diantaranya bisa mengundang tawa, apalagi jika kita paham dengan referensi yang jadi bahan lelucon para karakternya. Tapi itu bukanlah masalah bagi fans setia DC, yang dimanjakan oleh film ini dengan berbagai sentilan lucu seputar para superhero-nya.

Tapi ada yang sedikit mengganggu, yaitu pada saat karakter Shazam ketika belajar mengeluarkan dan mengendalikan kekuatannya, tidak terlihat seperti seorang remaja dalam situasi serupa, malah lebih seperti anak kecil atau pria dewasa yang sedang mabuk. Dia terlihat terlalu asyik dengan kekuatannya dan menjauh dari karakter Billy yang merupakan penjelmaan aslinya.

Tetapi ketimpangan ini hanyalah kekurangan kecil yang tidak begitu berarti, jika dibandingkan dengan kenikmatan kita menonton film ini secara keseluruhan, apalagi dengan tampilan special effect yang rapih dan adegan aksi yang cukup memukau, meski tidak seseru pertarungan Superman melawan musuhnya.

Berisi Pesan Moral yang Manis

Berisi Pesan Moral yang Manis

Meski kental dengan nuansa komedi, tapi nyatanya pondasi cerita Shazam! lekat dengan pesan yang manis untuk keluarga. Seperti yang kita tahu jika Billy memang sengaja ditelantarkan oleh ibunya yang masih sangat muda ketika melahirkannya dan merasa tidak mampu untuk membesarkannya, membuat perasaan Billy sedikit terganggu yang berakibat rasa tidak percaya pada institusi bernama keluarga.

Tetapi ketika melihat saudara-saudara angkatnya ikut membela dirinya, Billy menyadari jika dia sebenarnya memiliki keluarga baru yang menyayangi dirinya. Bersama mereka bahu-membahu melumpuhkan perlawanan musuh besar mereka. Intinya, Besarnya rasa kecewa, jangan sampai membutakan dari kasih sayang yang lebih besar yang ada disekitar kita.

Shazam! adalah film dengan paket komplit yang bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga yang penuh dengan aksi yang dahsyat, komedi yang mengundang tawa dan pesan moral yang manis serta penuh makna. Rating 7,0 dari IMDb dan Metascore sebesar 71 serta cap certified fresh dari Rotten Tomatoes ditambah bukti box-office sejumlah $140 juta, cukup untuk menjadikan Shazam! film yang wajib ditonton.

Shazam!
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram