Sinopsis & Review Drama Thriller Shava: The Sixth Finger (2019)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Shava: The Sixth Finger
3.4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Lee Geum Hwa lahir bersama sosok iblis berjari enam yang mengerikan. Sebelum dilahirkan dia bahkan memakan daging bagian kaki milik Geum Hwa.

Kehidupan keluarganya seketika berubah mengerikan. Kelahiran yang harusnya disambut bahagia malah jadi petaka. Sang ibu meninggal satu bulan pasca persalinan dan sang ayah memutuskan bunuh diri.

Kembaran Geum Hwa diramal akan jadi ancaman bagi seorang biksu. Sejak itu sang biksu membuat sekte palsu dan doktrin-doktrin sesat.

Tujuannya menghabisi siapapun anak wanita yang lahir pada tahun tertentu. Dia tak ingin kecolongan dan dibunuh lebih dulu. Akankah dia berhasil? Temukan jawabannya pada film Shava: The Sixth Finger (2019) berikut ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Hometown (2021), Drama Korea Misteri

Sinopsis

Sinopsis

Seorang gadis remaja bernama Lee Geum Hwa (Lee Jae In) bercerita bahwa peristiwa kelahirannya disertai kambing-kambing yang terus mengembik.

Ketika itu tahun 1999, bersamanya lahir iblis yang hidup dengan memakan daging kaki Geum Hwa. Iblis itu sepuluh bulan berada di kandungan dan lahir sepuluh menit sebelum Geum Hwa.

Dokter yang membantu persalinan mengatakan kembaran Geum Hwa tidak akan bertahan lama. Seminggu setelah persalinan ibu Geum Hwa meninggal dunia. Tak berselang lama, satu bulan kemudian giliran sang ayah yang meninggal dalam kecelakaan mobil.

Geum Hwa mendengar cerita tersebut dari kakeknya sewaktu dia duduk di bangku SMP. Faktanya, sang ayah meninggal karena bunuh diri.

Perkiraan dokter yang mengatakan iblis kembaran Geum Hwa tak akan bertahan lama tidak terbukti. Sampai 2019 dia masih hidup.

Geum Hwa dan kakek-neneknya baru pindah di sebuah lingkungan baru. Kekacauan mulai terjadi karena hewan ternak para tetangga menunjukkan gelagat aneh dan mati.

Dukun yang coba menyelesaikan masalah itu bersama para penduduk desa coba mendatangi rumah yang dihuni Geum Hwa dan keluarga.

Namun, mereka langsung menutup semua pintu, jendela dan tirai rapat-rapat tanpa banyak bicara. Geum Hwa dan kakek-neneknya akan tetap begitu sampai penduduk desa pergi.

Gadis itu harus menerima hidup berdampingan dengan iblis. Bersama neneknya Geum Hwa kerap mengadakan ritual permohonan dosa. Makhluk tersebut membuat sang kakek masih sangat ketakutan.

Tiap malam suara tangisannya menggema. Seperti malam itu, dukun dan asistennya mendengar sayup-sayup suara teriakan seorang gadis dari arah rumah keluarga Geum Hwa.

Tak bisa menahan penasaran, dukun dan asistennya itu diam-diam memasuki halaman dan kandang anjing milik keluarga Geum Hwa. Begitu mendekati sumber suara, kaki dukun tersebut digigit ular.

Seorang pastor bernama Park Ung Jae (Lee Jung Jae) memberikan semacam kuliah umum mengenai kultus-kultus palsu yang berbahaya. Di akhir seminarnya dia meminta semua yang hadir berdonasi untuk institutnya.

Dia tak bergeming ketika banyak jemaat, termasuk suster, melakukan demo menuntut dia turun. Para pendemo menyebutnya penipu dan melemparinya dengan telur mentah.

Malam itu Pastor Park pergi menemui Yo Sub (David Lee). Sebelumnya Yo Sub terlihat berdoa, yang tampaknya bagian dari rencana Pastor Park. Yo Sub ditugaskan menyusup ke sana untuk memata-matai ajaran kelompok kepercayaan tertentu.

Dia diminta menceritakan apa pun yang aneh. Sayang, Yo Sub tidak menemukan keanehan yang diharapkan Pastor Park.

Pastor Park memutuskan untuk membuat skenario penuh skandal mengenai ajaran tersebut dan melaporkannya pada para biarawan. Dia membual tentang kultus-kultus sesat di depan mereka.

Namun, bualannya tidak ditanggapi serius dan cenderung dilawan oleh pimpinan biksu. Ada satu biksu, Biksu Haean, yang ada di pihaknya. Biksu Haean bahkan diam-diam memberi Pastor Park ide.

Saat Pastor Park sedang sibuk dengan rencananya, sesosok mayat ditemukan dalam dinding beton penyebrangan di sekitar Gangwan-do.

Mayat tersebut diduga merupakan seorang siswi SMP Wanita Donggang yang memiliki nama belakang Park. Pihak polisi sedang menyelidiki temuan mayat tersebut, termasuk perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek tersebut.

Salah satu pekerja konstruksi, Jiguk, kedatangan kenalan lamanya, Gwangmuk (Park Jeong Min). Jiguk tampak ketakutan dan bicara bahwa tiap malam anak-anak yang meninggal mendatanginya.

Dia merasa ada yang tidak beres. Namun, Gwangmuk menyangkalnya. Dia mengatakan kalau mereka sedang melawan kejahatan dan menjalankan misi suci.

Gwangmuk meminta Jiguk tak boleh takut dan menyesal. Dia lantas meminta Jiguk untuk mati. Keduanya lalu membaca beberapa kalimat yang terdengar seperti mantra.

Ada apa sebenarnya dengan mereka? Apakah anak-anak yang tewas dan mengganggu Jiguk tiap malam terkait dengan penemuan mayat di dinding beton penyebrangan?

Ajaran Sesat Tewaskan Banyak Anak Wanita

Ajaran Sesat Tewaskan Banyak Anak Wanita

Seorang gadis bernama Lee Geum Hwa lahir bersama kembaran nya yang ajaib. Orang-orang menganggap kembaran Geum Hwa sebagai iblis sebab berbagai alasan.

Salah satunya karena tepat sebelum dilahirkan dia memakan daging bagian kaki milik saudaranya sendiri. Sejak itu hidup keluarganya berantakan. Sang ibu meninggal sebulan setelah melahirkan, sementara ayahnya memutuskan bunuh diri.

Geum Hwa yang malang hanya tinggal bersama kakek dan nenek yang sudah renta dan saudara yang tak pernah hidup berdampingan dengannya. Kembaran Geum Hwa disimpan di tempat terpisah; tempat yang tak layak untuk ditinggali manusia.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram