Sinopsis & Review Sharpay's Fabulous Adventure (2011)

Ditulis oleh Suci Maharani R
Review Sharpay's Fabulous Adventure
2.4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Jika kamu adalah penggemar film High School Musical (2006-2008) pasti sudah tidak asing lagi dengan karakter satu ini. Sharpay Evans adalah salah satu karakter paling iconic dan memiliki banyak sekali penggemar.

Masih diperankan oleh Ashley Tisdale, kali ini Sharpay akan memulai petualangannya menjadi seorang aktris broadway di New York.

Sharpay's Fabulous Adventure (2011) merupakan spin off dari film High School Musical (2006-2008) dan disutradarai oleh Michael Lembeck.

Sayangnya film ini tidak berhasil mendapatkan kesuksesan yang sama seperti film utamanya. Salah satu alasannya, karena alurnya kurang kuat dan karakter Sharpay Evans di film ini terasa kurang greget.

Pasti penasaran dong, kira-kira gimana sih ceritanya kok Sharpay Evans bisa sampai ke New York? Biar nggak penasaran lagi, kamu wajib banget membaca sinopsis dan review-nya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review High School Musical, Cinta di Masa SMA

Sinopsis

Sinopsis

Menjadi bintang utama dalam pertunjukkan di Lava Springs Country Club, Sharpay Evans (Ashley Tisdale) mengetahui dirinya sangat berbakat. Gadis ini keluar dari ruang ganti dan mendengarkan berbagai pujian yang dilontarkan orang-orang untuknya.

Ia bertemu dengan seorang agen casting dari New York yang mengatakan sangat terkesan dengan penampilannya. Bahkan pria itu berkata, sangat menantikan untuk bisa bekerjasama di New York bersama dengan Sharpay.

Mata gadis ini terbelalak, saat mendengar bahwa ia bisa menjadi lawan main dari Amber Lee Adam (Cameron Goodman). Perempuan itu adalah salah satu bintang broadway paling terkenal dan salah satu icon favorit Sharpay.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Sharpay memohon kepada ayahnya untuk diizinkan pergi ke New York. Tapi impian Sharpay untuk memulai karir broadway-nya hampir saja gagal, pasalnya sang ayah tidak percaya bahwa ia bisa hidup mandiri di kota besar.

New York adalah tempat asing untuk putrinya, ia tidak ingin membiarkan Sharpay pergi begitu saja tanpa planning. Sharpay paham betul apa yang diinginkan oleh ayahnya, akhirnya gadis ini membuat planing karir dan hidupnya selama di New York.

Sharpay menyuruh ketiga temannya untuk mempersiapkan keperluannya di New York, mulai dari mencari penthouse hingga mengatur jadwal casting.

Setelah menjelaskan secara detail mengenai rencana hidupnya di New York, akhirnya Sharpay diizinkan untuk pergi.

Dengan catatan, Sharpay akan diawasi oleh putra dari sahabat baik ibunya selama tinggal di kota itu. Setelah berbagai hal yang terjadi, akhirnya Sharpay menginjakkan kaki di New York dan mulai berpikir mengenai impiannya.

Di sana ia juga bertemu dengan Peyton Leverett (Austin Butler), yang menjaganya selama gadis ini tinggal di New York.

Sejak pertama kali melihat Sharpay, Peyton merasa sangat tertarik dan ingin membuat film khusus mengenai Sharpay.

Awalnya Sharpay menolak usulan ini, namun gadis itu akhirnya setuju setelah Peyton mengatakan bahwa filmnya bisa membuat gadis itu semakin terkenal.

Baru saja mulai bermimpi, ternyata semua bayangan soal dirinya tampil di atas panggung broadway hanya angan-angan belaka. Pasalnya bukan Sharpay yang di casting, justru Boi lah yang akan dicalonkan sebagai pemeran utamanya.

Sharpay sangat sedih dan kesal, bagaimana bakatnya bisa dikalahkan oleh anjingnya sendiri? Awalnya Sharpay berniat untuk menyerah, tapi ia merasa malu jika harus kembali ke rumah tanpa prestasi apapun.

Berkat Peyton, Sharpay tetap berjuang menggapai cita-citanya, tapi gadis ini memulainya dengan membuat Boi sebagai pemeran utama dalam broadway. Untuk menjadikan Boi sebagai pemeran utama, Sharpay harus bersaing dengan Roger Ellison (Bradley Steven Perry).

Tidak hanya itu, semua usahanya untuk menyabotase masa casting tidak berjalan dengan baik. Bahkan ketika Sharpay berpikir ia sudah berteman dengan Amber Lee Adams, ternyata semua ini palsu.

Aktris broadway itu hanya memanfaatkannya untuk menjadi asisten gratis yang bisa disuruh-suruh. Memiliki kehidupan yang sangat berbeda, apakah Sharpay bisa bertahan di New York?

Premis Cerita dan Alurnya Terlalu Biasa

Premis Cerita dan Alurnya Terlalu Biasa

Sharpay's Fabulous Adventure (2011) sebenarnya cukup menyenangkan untuk ditonton, tapi tidak direkomendasikan untuk diulang.

Alasannya pastinya karena saya kurang menyukai premis ceritanya, yang menurut saya terlalu simpel dan tidak memiliki daya tarik. Mengisahkan Sharpay Evans yang keluar dari Albuquerque, New Mexico ke New York, Amerika.

Tujuannya hanya satu, yaitu Sharpay ingin menggapai cita-citanya untuk menjadi bintang broadway terkenal. Ide cerita ini tetap menunjukkan ambisi seorang Sharpay Evans, gadis ini akhirnya akan merealisasikan impiannya setelah lulus SMA.

Tapi untuk membuat plot tadi menyenangkan, sepertinya Robert Horn kurang memiliki ide yang pas dengan selera anak-anak atau remaja.

Dari pada membuat Sharpay bekerja keras untuk Boi (anjingnya), kenapa tidak membuat Sharpay bertemu dengan gadis lainnya? Bisa dikatakan, membawa lagi vibes persaingan sengit Sharpay dan Gabriella di High School Musical (2006-2008).

Saya pikir hal ini akan lebih menegangkan dan menarik, dibanding membuat Sharpay bekerja keras untuk menjadikan Boi sebagai pemeran di pertunjukkan broadway.

Seharusnya perjuangan Sharpay untuk menunjukkan bakatnya, menjadi fokus utama dalam film ini. Seharusnya mereka memperlihatkan bagaimana cara Sharpay menghadapi pesaing dan karakter baru yang lebih kuat dari karakter di film sebelumnya.

Lalu alur yang ada malah terasa seperti mereka ingin membuat Sharpay sama dengan gadis pada umumnya, bukan gadis yang spesial lagi.

Karakter Sharpay Evans Terasa Kurang Greget dan Ambisius

Karakter Sharpay Evans Terasa Kurang Greget dan Ambisius

Sharpay Evans adalah salah satu karakter paling saya sukai selama menonton High School Musical (2006-2008). Gadis ini memang licik, tapi ambisi dan sudut pandangnya pada dunia sangat berbeda.

Jujur saja saya sangat excited untuk menonton Sharpay's Fabulous Adventure (2011). Pasalnya, saya berharap bisa melihat bagaimana gadis ini hidup dan pandangan dunia yang luas lewat sudut pandangnya.

Sayangnya ekspektasi saya malah berakhir kekecewaan, pasalnya karakter Sharpay yang saya sukai seakan hilang di film ini. Jika harus membandingkan karakter Sharpay di film ini dengan di High School Musical 2 (2007), sangat jelas perbedaannya.

Contohnya soal karakter princess yang biasa ditampilkan, di film ini saya merasa karakter Sharpay Evans tidak muncul dengan total.

Di High School Musical 2 (2007), Sharpay Evans terlihat begitu berkuasa untuk mengendalikan anak-anak dar East High School.

Gadis ini selalu mendapatkan semua yang diinginkannya dengan mudah, arogansi dan kepercayaan dirinya sangat besar. Sharpay Evans bisa dikatakan sebagai “the true living princess”, yang selalu dilayani oleh semua orang.

Sementara di Sharpay's Fabulous Adventure (2011), Sharpay tidaklah segarang dan seambisius itu. Saya paham film ini ingin menunjukkan Sharpay Evans sudah dewasa dan kini berurusan dengan dunia.

Tapi ciri khas Sharpay hilang begitu saja, saya merasa aneh melihat Sharpay mau diperintah seseorang. Padahal, biasanya gadis ini yang memerintah dan Sharpay tidak pernah berlutut di kaki siapapun.

Dunia Pink Sharpay Terlihat Jelas dan Sangat Mewah

Dunia Pink Sharpay Terlihat Jelas dan Sangat Mewah

Meski agak kecewa dengan premis dan alur ceritanya, saya mengakui bahwa film ini menunjukkan realitas kehidupan Sharpay. Saya sangat menyukai adegan pembuka hingga bagaimana cara Sharpay meyakinkan orang tuanya, agar ia bisa pergi ke New York.

Kehidupan Sharpay yang serba bling-bling dan mewah ini adalah hal yang paling membuat saya penasaran. Pasalnya di High School Musical (2006-2008), kira hanya melihat sisi luar dari kehidupan mewah Sharpay.

Tapi di film ini, kita bisa melihat bagaimana orang tua Sharpay memperlakukannya selayaknya putri dari seorang Raja. Mulai dari desain kamar dan berbagai barang-barang mewah terlihat di kamar Sharpay, vibes ini cocok sekali dengan karakternya.

Sayangnya film ini memiliki sinematografi yang kurang memukau, karena berbagai gambar yang diperlihatkan kurang artistik. Jika dibandingkan dengan High School Musical 3 (2008), akan terlihat jelas bahwa film ini tidak dibuat dalam budget yang sama.

Ousama Rawi tidak bisa memberikan gambar-gambar luar biasa mengenai Sharpay dan petualangannya di New York. Setidaknya untuk akting dari seluruh pemerannya, bisa saya katakan mereka benar-benar sangat berbakat.

Bahkan Bradley Steven Perry yang memerankan Roger Ellison memiliki akting yang sangat baik, ia terlalu jenius untuk ukuran anak berusia 12 tahun. Kehadiran Lucas Grabeel di film ini juga membuat rasa rindu fans pada kakak dan adik ini terobati.  

Sharpay's Fabulous Adventure (2011) sebenarnya ingin menunjukkan sisi lain dari karakter Sharpay Evan yang kita kenal.

Penulis cerita dan sutradara terlihat ingin memberikan kesan dewasa pada karakter Sharpay, sayangnya alur ceritanya kurang greget.

Jadi bukannya karakter Sharpay jadi semakin menarik, justru karakternya malah berubah drastis karena ciri khasnya hilang.

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram