bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Serial Sweet Tooth Season 1 (2021)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 14 November 2021

Sweet Tooth merupakan sebuah serial fantasi bergaya paska apokaliptik yang ditayangkan oleh Netflix pada tanggal 4 Juni 2021 kemarin. Cerita pada serial ini berdasarkan dari buku komik dengan judul yang sama karya seorang komikus asal Kanada bernama Jeff Lemire.

Sweet Tooth terasa cukup menarik karena melibatkan aktor pemeran Iron-Man alias Tony Stark, Robert Downey Jr. bersama dengan istrinya, Susan Downey. Keduanya bertindak sebagai produser eksekutif, dan membuat serial Sweet Tooth ini lewat rumah produksi mereka yang bernama Team Downey.

Serial ini pada situs ulasan Rotten Tomatoes mendapatkan peringkat yang cukup tinggi dengan hasil 98%, dan nilai 8/10. Selain itu juga, Sweet Tooth masuk nominasi untuk ajang penghargaan Harvey Awards 2021 dalam kategori Best Adaptation from Comic Book/Graphic Novel.

Untuk yang penasaran dengan serial Sweet Tooth ini, yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Baca juga: 10 Film Adaptasi Komik Marvel Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Sinopsis

Sebuah pandemi yang dinamakan sebagai "The Great Crumble" memusnahkan sebagian besar populasi manusia yang ada di Bumi. Pandemi tersebut juga kemudian memunculkan suatu fenomena misterius, dimana bayi-bayi hibrida mulai lahir dan menciptakan ras baru berbentuk setengah manusia dan setengah hewan.

Sementara itu, seorang pria menyelamatkan diri ke Taman Nasional Yellowstone               dengan membawa bayi hibrida yang menyerupai rusa bernama Gus. Setelah bisa berbicara sedikit, bayi tersebut kemudian memanggilnya dengan sebutan “Pubba.” Keduanya membangun ikatan yang erat layaknya seperti ayah dan anak.

Selama bertahun-tahun, Pubba membangun sebuah kediaman di taman tersebut sebagai tempat yang aman baginya bersama dengan Gus. Seiring berlalunya waktu, Gus sekarang berusia sekitar 10 tahun, dan memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mencari tahu bentuk kehidupan apa yang ada di balik pagar tempat tinggalnya.

Kesempatan itu kemudian datang setelah ia melihat seekor rusa yang diyakini adalah ibunya. Saat Gus hendak melangkah keluar dari pagar, Pubba kemudian datang dan menghentikannya agar ia tidak pergi keluar sana.

Keduanya lalu bertemu dengan seorang pria yang mengaku sedang mencari saudara perempuannya. Dengan gerak-gerik mencurigakan, ia memberi tahu kepada Pubba bahwa para hibrida bertanggung jawab atas peristiwa The Great Crumble yang melanda dunia. Setelah mendengarkan perkataan darinya, Pubba meminta Gus untuk lari dan bersembunyi di rumah.

Pubba memang berhasil membunuh pria berbahaya tersebut, namun ia juga terbunuh karena ada pria lainnya yang tengah mengincarnya. Sedangkan Gus, ia selamat dari incaran mereka, tetapi berduka karena kehilangan Pubba yang telah merawatnya selama ini.

Karena rasa marahnya, Gus mulai membakar beberapa barang yang ada di dalam rumahnya. Gus tidak menyadari jika hal tersebut ternyata mengundang perhatian para pemburu yang melihat asap di Taman Nasional Yellowstone. Mereka lalu memasang perangkap dengan sebuah cokelat agar bisa menangkap Gus. Tetapi, seorang pria yang bernama Tommy Jepperd alias “Big Man” berhasil menyelamatkannya.

Singkat cerita, setelah kejadian itu Gus menemukan sebuah foto perempuan yang disimpan oleh Pubba, dan ia meyakini jika sosok tersebut adalah ibunya. Selepas menyusun rencana dengan matang, Gus berlari mengejar Big Man dan meminta bantuannya untuk berpetualang bersama mencari ibunya di Colorado.

Di tempat lain, seorang dokter yang bernama Dr. Aditya Singh bersama dengan istrinya, Rani, berusaha keras menemukan vaksin untuk mengobati pandemi The Great Crumble. Lalu, Aimee, yang adalah mantan terapis, mencoba melindungi tempat perlindungan para hibrida, Preserve, dari ancaman pembunuhan oleh sekelompok pemburu yang dinamakan Last Men.

Serial yang Unik dan Menyenangkan

Serial yang Unik dan Menyenangkan

Sweet Tooth adalah salah satu serial original Netflix yang lagi-lagi memiliki daya tarik luas, dan ceritanya mudah dipahami bagi semua orang. Sweet Tooth menjadi acara yang terbilang sangat sukses di platform streaming tersebut, dan alur cerita yang ditawarkannya pun benar-benar memberikan tontonan yang menyenangkan, menghibur, serta mengharukan juga.

Serial ini bisa dibilang terasa begitu relevan dengan kondisi dunia sekarang yang dilanda pandemi. Namun, perbedaannya adalah pandemi yang terjadi di keseluruhan cerita Sweet Tooth tetap menjadi fantasi fiksi, yang kemungkinan kecilnya tidak akan terjadi di dunia nyata.

Fenomena pandemi “The Great Crumble” dalam Sweet Tooth menjadi permasalahan yang pelik sekaligus menarik untuk diikuti oleh para penonton. Lewat pandemi tersebut banyak hal-hal seru, dan unik yang coba diberikan oleh serial ini, terutama munculnya manusia-manusia hibrida yang menyerupai setengah manusia, dan hewan.


Mereka kemudian digambarkan begitu menggemaskan karena kebanyakan dari para hibrida adalah anak-anak kecil yang lugu dan polos. Serial ini menampilkan Gus sebagai karakter utamanya, ia adalah bocah hibrida laki-laki yang memiliki tanduk rusa di kepalanya. Karakter yang ia perankan pun mampu menarik perhatian serta memikat hati bagi kita yang menontonnya.

Lewat keluguannya, karakter yang diperankan oleh aktor cilik bernama Christian Convery ini memberikan makna mendalam bagi Sweet Tooth.

Di tengah-tengah kondisi dunia yang porak poranda, ia berpetualang melintasi Amerika yang berbahaya ditemani oleh kawan baiknya, Tommy Jepperd "Big Man" (Nonso Anozie). Kedua pemain ini memainkan perannya dengan sangat baik sepanjang 8 episode yang disajikan.

Selain mereka, karakter Sweet Tooth lainnya pun dimainkan cukup apik oleh Adeel Akhtar sebagai Dokter Aditya Singh, Stefania LaVie Owen sebagai Bear, pemimpin Animal Army yang menyelamatkan hibrida, Dania Ramirez sebagai Aimee Eden.

Dan yang membangun tempat suaka bagi hibrida bernama Preserve, serta Neil Sandilands sebagai Jenderal Abbot, pemimpin kelompok The Last Men yang berburu hibrida.

Jalan Cerita yang Dinamis

Jalan Cerita yang Dinamis

Sepanjang 8 episodenya, serial ini hampir 90% berfokus pada perjalanan Gus dan Big Man untuk mencari tujuannya masing-masing. Pada awal episode, kedua karakter tersebut diperkenalkan dengan cukup baik, dan membuat kita langsung tertarik untuk terus mengikuti cerita keseluruhan perjalanan mereka.

Di episode kedua, jalan cerita Sweet Tooth menjadi lebih menaik karena keduanya bertemu dengan satu keluarga penyintas yang bertahan hidup, dan menginap satu malam bersama mereka.

Lalu, urutan adegan semakin lebih seru lagi ketika kelompok Last Men menemukan Gus untuk diburu, namun Big Man berhasil mengalahkan mereka lebih dahulu.

Dimensi cerita di serial ini kemudian menjadi berkembang, dan cukup kompleks dibagian selanjutnya. Selain berfokus pada Gus, dan Big Man, Sweet Tooth juga menyoroti perjalanan Dr. Singh serta istrinya, Rani, yang entah bagaimana selamat dari pandemi, untuk berjuang menemukan vaksin dalam upaya menyelamatkan manusia dari wabah The Great Crumble dengan virus bernama H5G9.

Lalu, Sweet Tooth juga memberikan pendekatan cerita lainnya yang tidak kalah menarik dari Gus, dan Big Man seperti ada perjuangan Bear, pemimpin dan pendiri Animal Army yang berusaha menyelamatkan para hibrida hingga perjalanan Wendy, yang merupakan seorang hibrida setengah babi, dan setengah manusia.

Dengan durasi sekitar 50 menit, Sweet Tooth memberikan waktu yang cukup pas untuk setiap karakternya menjalani peran mereka masing-masing. Alhasil, semua momen terbaik dari setiap pemain dapat tersaji secara apik, tanpa menjenuhkan sama sekali.

Dengan durasi tersebut, serial ini memang menjadi tontonan yang hangat untuk bisa disaksikan bersama keluarga di kala waktu senggang.

Memuaskan Secara Keseluruhan

Memuaskan Secara Keseluruhan

Selain menawarkan materi cerita yang cukup unik, serta akting dan penulisan naskah yang solid, serial ini juga harus diakui sangat tangguh dalam sajian visual sinematografinya.

Beberapa urutan adegan berhasil menampilkan lingkungan pemandangan alam yang segar untuk dilihat. Situasi kehancuran dunia paska apokaliptik kemudian berhasil dipadukan dengan lanskap pemandangan bernuansa hangat.

Kedua elemen tersebut rasanya menjadi salah satu jantung kekuatan di serial ini, dimana ada beberapa visual adegan yang terlihat sedikit kelam, dan keseluruhan sisanya tersaji dengan tone warna yang lebih hangat memanjakan mata.

Selain itu, kostum yang digunakan oleh para anak-anak hibrida membuat mereka semakin terlihat menggemaskan.

Sweet Tooth pun pada akhirnya bisa dibilang sangat memuaskan dengan segala apa yang ditawarkannya, dan memang layak untuk lanjut di musim keduanya nanti. Secara garis besar, premis cerita yang dibawa serial ini sangat menarik untuk diikuti.

Selain menjadi tontonan yang nyaman dinikmati bersama keluarga, Sweet Tooth rasanya bisa menjadi salah satu serial terbaik Netflix di tahun 2021 ini.

Sweet Tooth
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram