Review dan Sinopsis Serial Anime Pacific Rim: The Black

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Pacific Rim: The Black
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Pacific Rim: The Black merupakan serial anime yang diproduksi oleh perusahaan dari Amerika Serikat, Legendary Television, dan dianimasikan oleh studio Jepang, Polygon Pictures. Serial ini dikembangkan oleh Greg Johnson, dan ditulis oleh penulis komik Craig Kyle, yang kemudian dirilis pada layanan streaming Netflix di tanggal 4 Maret 2021.

Anime ini juga secara langsung didasarkan pada franchise film Pacific Rim garapan Guillermo del Toro di tahun 2013 lalu. Pacific Rim: The Black bisa dikatakan menjadi penawar rindu bagi para penggemar yang ingin mengikuti kelanjutan peperangan antara robot Jaeger melawan monster Kaiju, yang menyerang Bumi.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2021
  • Genre: Mecha
  • Jumlah episode: 7
  • Rumah produksi: Legendary Television
  • Sutradara: Takeshi Iwata, Susumu Sugai, dan Masayuki Uemoto
  • Pengisi suara: Calum Worthy, Gideon Adlon, Victoria Grace, dan Andy McPhee

Benua Australia kini porak poranda karena monster kuat bernama Kaiju sekarang telah mendiami keseluruhan wilayah tersebut. Sementara itu, di sebuah fasilitas bawah tanah Pan-Pacific Defense Corps (PPDC) yang bobrok, saudara kandung Taylor dan Hayley Travis ditinggalkan sementara waktu oleh kedua orang tuanya, dua pilot robot Jaeger, yang pergi untuk mencari bantuan di Kota Sydney.

Beberapa tahun kemudian, Taylor dan Hayley beserta para penyintas berhasil membangun sebuah komunitas pemukiman di tempat tersebut, yang letaknya berada di sebuah gurun. Suatu hari, Hayley secara tidak sengaja menemukan sebuah robot Jaeger pelatihan tanpa senjata bernama Atlas Destroyer.

Ketika Hayley mengaktifkan Jaeger Atlas Destroyer, hal itu secara langsung menarik perhatian dari seekor Kaiju bernama Copperhead. Pemukiman tersebut lalu dihancurkan oleh Copperhead, dan membunuh semua penyintas yang ada. Taylor selanjutnya bergabung masuk ke dalam Jaeger, dan ia membawa adiknya untuk melarikan diri ke Sydney dari kejaran Copperhead.

Di Kota Sydney, mereka juga berusaha mencoba menemukan kedua orangtuanya, yang tidak kembali lagi sejak kepergiannya waktu itu. Dalam perjalanannya, Taylor dan Hayley secara bertahap mempelajari cara mengemudikan Jaeger dengan bantuan dari sistem Kecerdasan buatan (AI) milik Atlas Destroyer bernama Loa.

Mereka selanjutnya mencapai Kota Meridian, tetapi sel daya Jaeger habis, yang mengakibatkan robot tidak bisa digerakan. Keduanya kemudian menemukan baterai baru untuk Atlas Destroyer di sebuah fasilitas Pan-Pacific Defense Corps. Di sana, keduanya juga menemukan satu tabung berisi cairan, yang didalamnya ada seorang anak laki-laki.

Setelah mengeluarkannya dari tabung, anak laki-laki yang tidak bisa berbicara itu kemudian diberi nama Boy oleh Hayley. Ketiganya kemudian melarikan diri dari tempat tersebut karena dikejar-kejar olah Kaiju berbentuk anjing.

Mereka kemudian bertemu dengan penyintas lainnya, Rickter dan Mei, yang sedang mengumpulkan telur Kaiju di sebuah sungai. Kegiatan keduanya lalu terdeteksi oleh Kaiju, yang langsung menyerang mereka. Namun, Kaiju tersebut berhasil dikalahkan dengan granat, dan peluncur roket.

Rickter dan Mei, membawa Taylor, Hayley serta Boy ke pemukiman mereka. Pemimpin mereka, Shane, memperdagangkan telur Kaiju dengan seorang pria bernama Fernando untuk mendapatkan imbalan berupa komponen suku cadang dari Jaeger. Shane ternyata bukanlah pria baik-baik, dan ia berencana mengambil Jaeger milik Taylor, Hayley, yang ada di Kota Meridian.

Berbeda dengan Dua Film Live-Action Pacific Rim

Berbeda dengan Dua Film Live-Action Pacific Rim

Franchise film Pacific Rim, yang pernah digarap oleh Guillermo del Toro, dan Steven S. DeKnight (Pacific Rim: Uprising) telah melakukan lompatan ke serial anime dengan adanya Pacific Rim: The Black di Netflix. Meskipun begitu, Del Toro, dan DeKnight tidak terlibat lagi dalam produksi serial anime ini, dan proses pengembangan kreatif dipimpin oleh Greg Johnson serta Craig Kyle.

Meskipun serial ini menyandang judul yang sama, Pacific Rim: The Black tidaklah memiliki tone yang sama dengan kedua film live-action yang sudah ada. Sisi humor, dan penggambaran karakter heroik masih belum ditonjolkan pada musim pertama serial anime ini.

Pacific Rim: The Black season pertama ini masih menawarkan premis yang sederhana, dan tidak rumit. Secara singkatnya, serial anime ini sebuah kisah tentang bertahan hidup, dimana pilot Jaeger Atlas Destroyer, Hayley Travis (Gideon Adlon), dan Taylor Travis (Calum Worthy) berusaha menemukan orang tua mereka di Australia yang dipenuhi Kaiju.

Kaiju adalah ancaman berbahaya yang membayangi mereka karena bisa membuat segala rencana apa pun menjadi kacau. Selain memfokuskan kepada permasalahan Kaiju, anime ini juga membagi konflik dengan memberikan fokus kepada sosok penjahat, Shane, yang mengendalikan pasar gelap Australia.

Konflik antar manusia, yang disajikan dalam Pacific Rim: The Black, cukup baik memberikan kesan psikologis daripada pertempuran bombastis berskala besar ketika melawan Kaiju. Lewat adanya nuansa psikologis tersebut, anime ini terasa sedikit lebih membumi daripada dua film pendahulunya di layar bioksop.

Terlihat Lebih Segar dan Menarik

Terlihat Lebih Segar dan Menarik

Atmosfer Pacific Rim: The Black sedikit mengingatkan kita akan anime-anime Jepang yang terkenal seperti Neon Genesis Evangelion, Gundam, maupun Patlabor. Serial anime ini juga kembali menghidupkan “dongeng” lama budaya populer genre mecha, dimana para pasukan robot, yang dikendalikan oleh prajurit manusia, kembali melawan monster Kaiju, yang berasal dari dunia alternatif di Bumi.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram