bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 13 September 2021

Semua agama mengajarkan konsep pahala dan dosa. Konsep itu ditujukan untuk menekan perbuatan buruk yang mungkin dilakukan manusia dan mengajak manusia untuk berbuat kebaikan. Dengan menjadi manusia yang baik, maka inti dari agama bisa tercapai. Maka dari itu, konsep pahala dan dosa sudah ditanamkan sejak dini agar batasan keduanya dapat dibedakan.

Dalam ajaran Kristiani ada konsep seven deadly sins atau tujuh dosa pokok. Dosa-dosa tersebut dapat mendorong manusia untuk melakukan dosa lainnya. Dalam film Seven, ada seseorang yang berupaya merealisasikan konsep tujuh dosa pokok dengan cara membunuh. Mari kita intip ceritanya melalui sinopsis dan review di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat 1
  • Tahun Rilis: 1995
  • Genre: Psychological Thriller, Crime
  • Produksi: Cecchi Gori Pictures, Juno Pix
  • Sutradara: David Fincher
  • Pemain: Brad Pitt, Morgan Freeman, Gwyneth Paltrow, John C. McGinley, Kevin Spacey

Letnan William Somerset merupakan seorang detektif yang akan segera memasuki masa pensiun. Dia mendapatkan pasangan baru dalam bertugas di kepolisian yaitu David Mills yang baru saja pindah ke kota tempat Somerset tinggal. Mills kemudian mengenalkan istrinya, Tracy, pada Somerset. Somerset dan Tracy mulai menjalin persahabatan.

Tracy mengatakan pada Somerset bahwa dirinya sedang hamil tapi belum memberi tahu Mills. Alasannya adalah Tracy nggak merasa bahagia berada di kota barunya dan merasa bukan tempat yang tepat untuk membesarkan anak. Somerset memahami kondisi tersebut karena dia dan mantan pacarnya pernah mengalami hal serupa. Dia pun menyarankan agar Tracy memberi tahu Mills tentang kabar kehamilan.

Somerset dan Mills ditugaskan untuk menginvestigasi kasus pembunuhan yang mencoba merealisasikan tujuh dosa pokok. Sudah ada dua korban pembunuhan. Korban pertama adalah seorang pria yang diikat di kursi dan dipaksa makan sampai meninggal. Di dinding ruangan ada tulisan glutony atau kerakusan.

Korban kedua adalah seorang jaksa yang tewas setelah dipaksa memotong daging dari tubuhnya sendiri. Di karpet ruangan ada tulisan greed atau ketamakan. Petunjuk mengenai pembunuh berhasil dikumpulkan dan mengerucut pada pria bernama John Doe. Somerset dan Mills mendatangi apartemen Doe, mereka malah menemukan korban ketiga.

Korban itu merupakan seorang pria pengedar narkoba sekaligus pelaku pelecehan seksual. Mayat itu tengah sekarat dengan tubuh kurus. Sebelum ditanyai Somerset dan Mills, mayat itu mati. Di dinding ruangan ada tulisan sloth atau kemalasan. Somerset dan Mills berusaha keras untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Bukti foto dari korban ketiga berhasil dikumpulkan. Dari hasil penyelidikan ternyata ditemukan bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan selama setahun lamanya. Somerset dan Mills menemukan bukti baru keadaan Doe. Mereka mendatangi apartemen milik Doe. Doe melarikan diri, Mills mengejarnya tapi terjatuh.

Mills mencari kendaraan untuk mengejar Doe. Upaya Mills digagalkan Doe yang menghantam kepala Mills dengan kunci roda. Doe mengarahkan pistolnya ke arah Mills yang nggak sadarkan diri kemudian melarikan diri. Kepolisian memeriksa apartemen Doe. Setelah dianalisis, Doe ternyata adalah seorang psikopat. Ditemukan juga petunjuk pembunuhan yang akan dilakukan Doe.

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat 3

Somerset dan Mills mendatangi lokasi prostitusi yang diyakini menjadi tempat Doe mencari korban berikutnya. Sayangnya kedatangan mereka terlambat. Di dalam kamar dengan tulisan lust atau nafsu di pintu, ada mayat perempuan. Mayat itu ternyata seorang PSK yang tewas dibunuh oleh pria yang diancam Doe yang menodongkan pistol untuk memperkosa dan melakukan pembunuhan.

Keesokan harinya, korban kelima ditemukan. Kali ini korbannya adalah seorang model yang wajahnya dimutilasi oleh Joe. Di dinding kamar, tepat di atas kasur ada tulisan pride atau kesombongan. Sang model diberi pilihan untuk hidup dalam keadaan cacat atau bunuh diri dengan menelan pil.

Somerset dan Mills dikejutkan dengan kedatangan Doe yang menyerahkan diri ke kantor polisi. Doe menyatakan akan memberi tahu dua korban lainnya dengan syarat Somerset dan Mills-lah yang mengantarnya ke suatu tempat. Mereka berdua pun mengantar Doe ke tempat antah berantah.

Doe sangat yakin dirinya bisa melengkapi dua dosa pokok lain yang belum ditemukan polisi. Apakah dua dosa Doe yang lain? Mengapa dia bersikeras meminta Somerset dan Mills yang mengantar? Film ini bukan cuma menyajikan kengerian, tapi juga teka-teki yang mengajak kita untuk ikut menebak-nebak.

Chemistry Brad Pitt dan Morgan Freeman

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat 5

Seven menggunakan formula umum dari film crime yaitu dua detektif. Satu detektif adalah veteran dan satunya lagi kurang berpengalaman. Somerset diperankan oleh Freeman yang tampak nggak kesulitan memperlihatkan sosok detektif yang matang. Sedangkan Mills diperankan oleh Brad Pitt yang bisa tampil emosional dan masih kurang perhitungan.

Somerset merasa skeptis pada awal kedatangan Mills. Sebagai orang yang berpengalaman, dia memahami betul karakter Mills. Dari sudut pandang Mills, dia merasa Somerset merendahkan kemampuannya walau pengalamannya nggak sebanyak sang rekan. Hubungan keduanya mulai dekat di tengah investigasi kasus setelah Mills mengundang Somerset untuk makan malam di rumahnya.

Sebagaimana karya David Fincher lainnya, Seven yang menggunakan formula standard untuk film crime lewat dua sosok detektif punya tujuan tersendiri. Selain dinamika yang menarik, kehadiran mereka menjadi penentu sampai akhir cerita. Doe yang bermain-main dalam mewujudkan tujuh dosa pokok manusia mengincar Mills dengan melibatkan Somerset dalam permainannya.

Penampilan Memukau Kevin Spacey

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat 7

Satu-satunya antagonis di film Seven adalah John Doe yang diperankan oleh Kevin Spacey. Hal menarik dari karakter Doe adalah bagaimana dia bisa selangkah lebih maju dibanding kepolisian atau dalam hal ini Somerset dan Mills. Baginya, tujuh dosa pokok merupakan sesuatu yang harus diwujudkannya dengan cara yang keji.

Spacey tampil memukau menjadi Doe yang dingin dan kejam lewat tingkah laku serta caranya berbicara. Sebagai antagonis, dia bisa memberikan nuansa misterius dengan jalan pikirannya yang nggak terduga di pertengahan film. Mills yang sempat nggak sadarkan diri setelah dipukul, malah dibiarkan hidup oleh Doe. Ternyata, itu hanya bagian dari rencananya.

Spacey sangat total menjadi antagonis di film ini dengan meminta nggak diikutsertakan pada promo film ini. Pada opening scene-pun, namanya nggak ada. Dengan kata lain, dia ingin karakternya dalam film disembunyikan sampai penonton bisa menyaksikan secara langsung karakter John Doe yang dimainkannya.

Intensitas Terjaga

Sinopsis & Review Seven, Menggagalkan Obsesi Psikopat 9

Seven merupakan film yang menggabungkan psychological thriller dengan crime. Unsur psychological thriller bisa dimainkan dengan pintar sepanjang film dengan teka-teki dari pembunuhan yang dilakukan Doe. Begitu pula dengan karakter Doe yang lihai bermain-main dengan psikologis Somerset dan Mills.

Unsur crime pun nggak kalah hebat dikemas. Kita akan bertanya-tanya dosa apalagi yang akan dilakukan dan bagaimana cara Doe melakukannya. Terlebih dua dosa terakhir merupakan yang nggak kalah fatalnya yaitu envy atau iri hati dan wrath atau kemarahan. Yang membuat makin penasaran adalah dua dosa itu melibatkan Mills.

Dengan intensitas dua unsur psychological thriller dan crime yang terjaga, menghasilkan ending yang berhasil menyentuh klimaks. Doe akan mengungkapkan dua dosa terakhirnya. Ujungnya adalah pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam sebuah permainan. Doe melibatkan Mills dalam permainan buatannya itu.

Seven merupakan tontonan serius yang dikemas secara ringan. Walau banyak adegan yang terdengar kejam, tapi film ini nggak menyertakan adegan gore. Ending film ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik karena begitu dramatis dan menyisakan misteri. Penasaran? Nonton dulu filmnya. Setelah itu, kamu bisa ikut mengulas di kolom komentar, teman-teman!

Seven
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram