Sinopsis dan Review Schindler's List, Kekejaman Holocaust

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Schindler's List
4.5
/5

Polandia dikuasai oleh Nazi Jerman saat Perang Dunia II, dimana seorang pengusaha bernama Oskar Schindler bersimpati pada para pekerjanya yang berdarah Yahudi setelah melihat berbagai persekusi yang dilakukan oleh Nazi kepada mereka.

Film drama bersejarah ini adalah salah satu film terbaik yang pernah diproduksi dalam dunia sinema yang disutradarai oleh sineas berdarah Yahudi, Steven Spielberg.

Schindler’s List dibintangi oleh Liam Neeson, Ralph Fiennes, dan Ben Kingsley dalam sebuah film yang menggunakan presentasi hitam-putih agar lebih dekat kepada nuansa kelam yang ingin ditampilkan.

Tentunya, film ini meraih banyak penghargaan dan review yang penuh dengan pujian setinggi langit akan kualitas film yang diadaptasi dari novel Schindler’s Ark karya Thomas Keneally yang terbit di tahun 1982.

Cara apa saja yang ditempuh oleh Oskar untuk menyelamatkan para pekerja Yahudinya dari pemusnahan tak manusiawi yang dijalankan oleh Nazi? Kami akan bahas lebih mendalam tentang film yang sudah bisa disimak di layar Netflix ini.

Sinopsis

Schindler's List
  • Tahun: 1993
  • Genre: Biography / Drama / History
  • Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment
  • Sutradara: Steven Spielberg
  • Pemeran: Liam Neeson, Ralph Fiennes, Ben Kingsley

Krakow, sebuah kota di Polandia, saat Perang Dunia II dikuasai oleh Nazi Jerman. Misi Nazi disana adalah memusnahkan bangsa Yahudi yang memang populasinya banyak di Polandia. Oskar Schindler (Liam Neeson), seorang pengusaha berdarah Jerman yang berasal dari Chekoslowakia berusaha mendekati para pejabat militer Nazi yang biasa dikenal dengan SS.

Lewat berbagai macam pesta yang meriah, Oskar berhasil masuk ke lingkaran pejabat SS dan dipanggil “Herr Direktor” oleh mereka. Dengan koneksi mereka, Oskar berhasil membuat sebuah perusahaan yang memproduksi panci dan berbagai perangkat perak dengan tenaga kerja bangsa Yahudi karena upah mereka murah.

Seorang akuntan berdarah Yahudi, Itzhak Stern (Ben Kingsley), dipercaya oleh Oskar untuk menjalankan perusahaannya. Itzhak merekomendasikan beberapa tahanan Yahudi di kamp Nazi untuk bekerja di perusahaan tersebut, mulai dari anak kecil hingga orang tua, dari yang berfisik kuat hingga yang memiliki kekurangan fisik.

Semua dilakukan oleh Itzhak untuk menyelamatkan bangsanya dari kamp konsentrasi. Awalnya Oskar tidak setuju dengan konsep yang ditawarkan Itzhak, tetapi setelah melihat kesadisan penyiksaan di kamp konsentrasi, Oskar lambat laun mulai bersimpati kepada bangsa Yahudi dan sebisa mungkin merekrut mereka ke dalam perusahaannya.

Semua berjalan sebagaimana mestinya, hingga datang komandan baru bernama Amon Goth (Ralph Fiennes). Amon membuat kamp baru di Plaszow dan mulai melakukan pemusnahan massal terhadap bangsa Yahudi. Dia bahkan suka menembaki penghuni kamp dari balkon rumah dinasnya.

Oskar berusaha mendekati Amon dan berhasil menjadi teman yang sebenarnya adalah rival sejatinya. Oskar berusaha melindungi pekerjanya agar tidak kembali ke kamp dan disiksa dengan menyuap Amon.

Tidak berapa lama, Jerman mulai kalah dalam perang dan berakibat pemindahan penghuni kamp Plaszow ke kamp Auschwitz yang terkenal sebagai kamp paling sadis karena tidak ada bangsa Yahudi yang masuk ke sana bisa selamat darinya.

Oskar menyuap Amon dengan jumlah besar untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya untuk dipindahkan ke kamp lain supaya bisa tetap bekerja di perusahaan baru miliknya.

Oskar harus mengeluarkan banyak uang, hingga beberapa koper, untuk mengamankan 1.100 nama yang didaftarkan olehnya dengan bantuan Itzhak.

Terjadi peristiwa yang menegangkan ketika kereta yang membawa pekerja wanita malah masuk ke kamp Auschwitz dan hampir saja menemui ajal mereka jika Oskar tidak segera datang dan berdiplomasi dengan komandan kamp tersebut.

Jerman akhirnya menyerah kepada sekutu dan perang dinyatakan telah berhenti. Para pekerja berdarah Yahudi tersebut dinyatakan bebas dan semua anggota Nazi menjadi penjahat perang dan akan diburu dan dihukum, Oskar salah satunya, karena dia adalah anggota partai Nazi yang berpengaruh.

Pabrik yang membuat amunisi perang tersebut resmi ditutup dengan kepergian Oskar bersama istrinya.

"Barangsiapa yang Menyelamatkan Satu Nyawa, untuk Menyelamatkan Semuanya"

Barangsiapa yang Menyelamatkan Satu Nyawa, untuk Menyelamatkan Semuanya

Kalimat ini dikutip dari kitab Talmud yang menjadi sumber agama Yahudi setelah kitab Taurat dan diucapkan oleh Itzhak Stern disaat Oskar hendak pergi dari pabrik dan diberikan cincin emas bertuliskan kalimat tersebut sebagai hadiah.

Dan Oskar tidak hanya berhasil menyelamatkan satu nyawa saja dari pemusnahan massal oleh Nazi, tetapi tercatat sebanyak 1.100 orang.

Sepanjang durasi 3 jam 15 menit film berlangsung, kita diperlihatkan bagaimana kerasnya Oskar melindungi bangsa Yahudi dengan caranya yang halus dan berhasil mengambil simpati dari mereka juga dari Nazi Jerman sendiri.

Sudah banyak dana yang dia keluarkan untuk menyuap pejabat militer Nazi, baik dengan cara langsung ataupun dengan cara mengadakan berbagai pesta meriah untuk mereka.

Oskar rela berlari-lari di stasiun demi mencari Itzhak yang ditawan Nazi karena lupa membawa kartu pekerjanya. Dia juga menginisiasi supaya tentara menyemprotkan air ke seluruh gerbong kereta yang membawa tahanan baru dari Hungaria untuk dibawa ke kamp Plaszow dan Auschwitz.

Atas jasanya ini, para pekerja Yahudi yang selamat tidak pernah melupakannya. Penghargaan mereka kepada Oskar bisa dilihat di epilog film, dimana para pelaku peristiwa bersejarah bersama dengan para pemeran film ini menziarahi makam Oskar dan meletakkan batu sebagai simbol penghormatan dalam agama Yahudi.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram