bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Roxanne Roxanne, Biografi Ratu Rap

Sinopsis dan Review Roxanne Roxanne, Biografi Ratu Rap

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 1 Juni 2021

Di akhir 1980an, rapper freestyle yang paling ditakuti di Queen ialah seorang gadis remaja dengan banyak beban kehidupan di pundaknya. Di usia 14 tahun, Lolita “Roxanne Shante” Gooden meretas langkahnya untuk menjadi legenda hip-hop sembari berjuang untuk menghidupi keluarganya dan melindungi dirinya dari kerasnya hidup di jalanan kota New York.

Roxanne Roxanne adalah original film Netflix yang menceritakan perjalanan karir dan hidup rapper wanita Roxanne Shante yang dirilis pada 23 Maret 2018. Setelah tayang perdana di Sundance Film Festival, hak tayang film ini menjadi rebutan antara Neon dan Netflix yang akhirnya dimenangkan oleh Netflix dengan merilisnya secara internasional lewat media streaming-nya.

Menuai respon positif dari para kritikus film, apa yang membedakan film ini dengan film biografi para musisi lainnya? Simak review kami berikut ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2017
  • Genre: Biography, Drama, Music
  • Produksi: I am OTHER, Significant Productions
  • Sutradara: Michael Larnell
  • Pemeran: Chante Adams, Mahershala Ali, Nia Long

Sedari masih duduk di bangku SD, Lolita “Shante” Gooden sudah menjadi juara rap battle di daerah tempat tinggalnya, Queensbridge. Hingga menginjak usia remaja, tidak ada yang bisa mengalahkannya dan untuk menantangnya dalam battle, sang lawan harus membayar tinggi. Impian mereka untuk pindah dari rumah susun dan memiliki rumah sendiri sirna ketika uang ibunya dibawa lari calon ayah mereka.

Frustrasi, ibu mereka kemudian tenggelam dengan alkohol dan beban menghidupi keluarga mereka berada di pundak Shante. Tidak kuat lagi menahan sikap ibunya yang selalu emosi, Shante memilih keluar dari rumah dan menyewa kamar dari temannya yang merupakan pengedar narkoba. Karena sebuah kejadian perihal syahwat, Shante kembali ke rumah ibunya.

Suatu hari dalam perjalanan menuju laundry, Shante diajak oleh Marley Marl, seorang DJ yang tinggal di rumah susun yang sama, untuk mengisi bagian rap dari komposisi musik yang dia buat. Shante melakukannya dengan sekali take dengan bayaran empat celana jeans untuk dia dan adik-adiknya. Ternyata lagu itu menjadi hits di radio-radio dan juga diliput oleh surat kabar.

Shante menjadi superstar dalam waktu singkat dan memiliki jadwal show yang padat. Dia kemudian didekati oleh Cross, seorang bandar narkoba, yang memberinya banyak kemewahan. Selain itu, Shante juga mendapat banyak hadiah dari para fansnya yang menimbulkan kecemburuan dari Marley dan membuatnya berhenti sebagai DJ bagi Shante.

Tidak berapa lama kemudian, manajernya pun mengundurkan diri yang membuat Shante menunda karir musiknya dan semakin dekat dengan Cross hingga mereka memutuskan menikah. Ternyata kehidupan pernikahannya tidak seindah yang diimpikan, Cross sering memukul dan bersikap kasar kepada Shante sehingga dia memutuskan untuk bercerai dari Cross.

Manajernya kembali dengan melakukan penawaran kontrak album dan tour kepadanya yang mengembalikannya ke jalur musik. Shante mendapat hak asuh atas putranya dan mereka sekeluarga pindah dari rumah susun ke rumah yang lebih layak.

Sisi Kehidupan Sang Rapper Wanita

Sisi Kehidupan Sang Rapper Wanita

Roxanne Roxanne memaparkan kisah Shante secara runut dan jujur, sehingga kita paham bagaimana karirnya dimulai dan apa saja masalah yang dihadapinya. Tapi masih ada sisi kehidupan Shante yang tidak dibuka di dalam film, yaitu kehidupannya setelah menjadi rapper yang sukses. Ternyata kesuksesannya berhenti saat usianya menginjak 25 tahun ketika dia memutuskan untuk pensiun.

Setelahnya, Shante tidak pernah membuat rekaman lagi dan hanya menjadi bintang tamu di berbagai acara TV, terutama di acara yang menggelar rap battle. Shante juga pernah menjadi bintang iklan minuman Sprite di era 1990an. Di tahun 2008, Shante kembali tampil di acara yang digelar oleh VH1 dan sempat merekam ulang lagu hits-nya, “Roxanne’s Revenge”.

Di tahun 2009, seperti yang ditulis oleh surat kabar New York, Daily News, Shante mengaku jika dia mendapat gelar sarjana dari Marymount Manhattan College dan gelar master di bidang psikologi dari Cornell University dengan biaya dari kontrak rekaman yang diberikan oleh label rekaman Warner Music. Shante sebelumnya pernah menyatakan hal yang sama di tahun 2004 dan 2008.

Tapi semua pengakuan Shante ini terbantahkan oleh penyelidikan yang dilakukan oleh salah satu pengacara dan jurnalis untuk majalah Slate, dimana dia tidak menemukan bukti gelar sarjana dan master milik Shante dari kedua universitas yang disebutkannya. Catatan akademis Marymount Manhattan College mencantumkan bahwa Shante hanya masuk di tiga bulan pertama saja.

Kemudian tentang kontrak rekaman dengan Warner Music dibantah oleh perwakilan dari pihak label dengan memberikan bukti jika mereka tidak pernah mengontrak Shante untuk membuat rekaman album untuk mereka dan tidak pernah memberikan biaya untuk kuliahnya. Warner Music hanya bertindak sebagai distributor untuk album kedua Shante yang diproduksi oleh Cold Chillin’ Records.

Walhasil, Daily News terpaksa membuat koreksi sebanyak lima paragraf dan mendorong Shante untuk membuat pernyataan maaf pada bulan November 2009.

Memandang Biografi Musisi dari Sisi Lain

Memandang Biografi Musisi dari Sisi Lain

Roxanne Roxanne berusaha menampilkan biografi musisi dari sisi lain, bukan hanya perkembangan karir musiknya saja. Film ini lebih memfokuskan inti ceritanya pada rasa kecewa kaum wanita terhadap para pria durjana dalam hidup mereka. Sedari awal film, kita sudah disuguhkan cerita dimana ibu Shante menjadi frustrasi setelah uangnya dibawa lari kekasihnya sendiri.

Kemudian ada lagi satu adegan dimana Shante dan ketiga adiknya menunggu kunjungan ayah mereka dari siang hingga malam di bangku taman, bahkan adik bungsu mereka tidak ingin pergi dari kursi itu meski hanya untuk buang air kecil. Tapi nyatanya, ayah yang diharapkan itu tidak kunjung datang dan menambah rasa kecewa yang besar pada mereka.

Masih belum selesai, Shante juga akhirnya jatuh dalam pelukan cinta Cross yang terlihat kharismatik saat masa pacaran, meski terlihat sisi arogannya secara sekilas. Ditentang oleh ibunya, Shante tetap memilih untuk menikahi Cross yang berakhir dengan perceraian setelah dirinya mengalami banyak kekerasan dalam rumah tangga. Kekecewaan terhadap kaum pria semakin besar.

Sutradara Michael Larnell sepertinya memang ingin mengangkat tema kewanitaan ini dan mengesampingkan perjalanan karir Shante yang hanya menjadi latar belakang cerita saja. Tapi biar begitu, setiap adegan yang menampilkan performa musik Shante, semua tergarap dengan baik.

Terdapat satu adegan, yang menurut saya adegan terbaik dalam film ini, yang bisa merangkum masalah yang Shante hadapi dalam kisah cintanya. Dimana dalam editing yang cepat, Shante yang terbaring di ranjang, kemudian tiba-tiba berada dalam posisi melahirkan, dan kemudian dirinya diseret-seret oleh Cross di lantai rumah. Semua berada dalam posisi badan yang nyaris sama.

Kegemilangan Akting Chante Adams

Kegemilangan Akting Chante Adams

Roxanne Roxanne berhasil menampilkan calon bintang baru dalam diri Chante Adams. Wanita kelahiran Detroit pada 16 Desember 1994 ini memang baru memulai karir aktingnya dan dipercaya untuk menjadi pemeran utama dalam film debutnya sebagai rapper Roxanne Shante. Tempaan pendidikan akting di Carnegie Mellon University membuatnya bisa meresap ke dalam karakter yang dibawakan.

Chante diundang untuk mengikuti audisi film ini sebulan setelah dirinya hijrah ke New York untuk mengembangkan karirnya. Dan ternyata film ini menjadi langkah awal yang bagus dimana dia mampu mengemban tugas berat yang dibebankan di pundaknya dengan baik. Oleh karena itu, Chante menerima Sundance Special Jury Prize atas performanya.

Roxanne Roxanne mengusung tema kewanitaan sebagai sisi utama dalam menampilkan perjalanan karir dan hidup salah satu rapper wanita pertama ini. Dengan kejujuran kisah tragis dari film yang diproduseri oleh Forest Whitaker dan Pharrell Williams ini, kita bisa merasakan keintiman yang cukup baik dengan tokoh utamanya, meski banyak mengenyampingkan performa panggung dan musiknya.

Bagi penyuka musik hip-hop yang berkesempatan mengenal karyanya di awal era 1990an, tentu film ini menjadi santapan wajib untuk ditonton. Dan kita sebagai penonton umum juga sebaiknya tidak melewatkan begitu saja film biografi ini, apalagi pernah dipentaskan di salah satu festival bergengsi. Tidak ada kata terlambat untuk menyaksikannya, jadi tonton sekarang juga ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram