bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Riverdale S3, Kemunculan Gargoyle King

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 16 Juni 2021

Season kedua Riverdale diakhiri dengan terungkapnya dua orang di balik Black Hood yaitu Hal dan Tall Boy. Jughead menjadi pemimpin The Serpents dan Cheryl bergabung dengan mereka. Hermione berhasil menjadi walikota. Veronica membeli the Wyrm dan menukarnya dengan Pop’s milik Hiram. Archie terpilih menjadi presiden siswa tapi malah ditangkap atas tuduhan pembunuhan.

Riverdale season ketiga akan muncul dengan wajah yang berbeda. Kali ini ada banyak unsur mistis dan misteri yang mengiringi kehidupan para remaja di Riverdale. Bahkan peran antagonis pun akan semakin banyak dan membuat kita penasaran siapa yang ada di belakangnya. Mau tahu review dan sinopsis Riverdale Season 3? Langsung simak saja, yuk!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Drama, Misteri, Horror
  • Produksi: Berlanti Productions, Archie Comics, Warner Bros. Television, CBS Studios
  • Jumlah episode: 22
  • Sutradara: Kevin Sullivan, Jeff Woolnough, Jeff Hunt, Dawn Wilkinson, Pamela Rowanowsky
  • Pemain: KJ Apa, Lili Reinhart, Camila Mendes, Cole Sprouse, Madelaine Petsch

Archie menjalani persidangan setelah dijebak Hiram seakan-akan melakukan pembunuhan. Hiram menyatakan pada Veronica bahwa tindakannya itu karena sang anak berkhianat. Alice dan Polly mengajak Betty untuk bergabung ke dalam sebuah sekte bernama The Farm. Jughead bertemu dengan Penny Peabody dan The Ghoulies yang berhasil mengambil alih selatan Riverdale.

Archie menerima hukuman dua tahun di penjara remaja. Betty sampai di rumahnya lalu melihat Alice dan Polly sedang mengadakan upacara yang aneh, hal itu membuatnya pusing kemudian pingsan. Jughead menemukan Dilton dan Ben di Fox Forest dalam keadaan nggak sadar di depan sebuah patung yang mereka sebut sebagai Gargoyle King.

Archie dirundung oleh anggota Ghoulies yang berhasil dia penjarakan. Berniat melawan, Hiram sudah mengantisipasi rencananya. Dilton meninggal, Betty dan Jughead mencari tahu penyebabnya dan menemukan tiga simbol janggal di punggung Dilton. Mereka kemudian menemukan bahwa Dilton dan Ben bermain board game mematikan di bunker rumah Dilton.

Mereka menanyai Ethel tentang permainan itu tapi Ethel menolak menjawab. Ethel malah kejang-kejang. DI rumah sakit, Ben bunuh diri setelah menyatakan akan bersatu dengan Dilton. Veronica mendapat bantuan dari Cheryl dan Toni untuk mendapatkan bukti bahwa The Whyte Worm membuat narkoba dan menggunakannya untuk memeras Hiram.

Betty berteman dengan Evelyn untuk mencari tahu tentang The Farm tapi terkejut setelah mendengar pengakuan Alice tentang rahasia keluarganya. Ethel bermain Gryphons dan Gargoyles dengan Jughead setelah mendapat kitab petunjuk permainan tersebut. Ethel kemudian diawasi karena ada kemungkinan akan bunuh diri.

Alice bercerita pada Betty, tahun 1992 dia pernah bermain Gryphons dan Gargoyles bersama Penelope, Sierra, Hermione, Fred dan F.P. Dia kemudian mendapat undangan dari sosok Gargoyle King. Ketika sampai di rumah, dia menemukan sebuah pesan di kamar mandi dan bertemu langsung dengan Gargoyle King.

Kepala sekolah Featherhead mengalami kejadian yang sama dengan Dilton. Dia meninggal dan di punggungnya ada tiga simbol. Beredar kabar Featherhead bertemu dengan Gargoyle King. Alice dan teman-temannya menghindari membicarakan masalah itu. Betty menemukan Jughead sedang bermain Gryphons dan Gargoyles bahkan akan mencapai level tiga.

Betty yang mendapat informasi dari Alice bahwa kemungkinan sosok Gargoyle King adalah salah satu dari anggota kelompok yang dulu, mengajak Jughead untuk menginvestigasi. Joaquin menusuk Archie yang gagal melarikan diri dari penjara. Berkat bantuan Veronica, Betty, Josie, Reggie dan Kevin, Archie berhasil lolos dan disembunyikan di bunker milik Dilton.

Jughead menyadari bahwa tato di tangan Archie sama dengan simbol di punggung Dilton. The Warden yang gagal membunuh Archie, bunuh diri dengan meminum sianida setelah merasa gagal menyelesaikan misi di dalam gim. Veronica berhasil mengirim bukti bahwa Archie nggak bersalah dan dia dibebaskan dari tuntutan. Hiram tewas ditembak di penjara oleh seseorang.

Archie dituduh menjadi pelaku karena hubungan dengan Hiram yang buruk. Sementara itu, Riverdale dihantui oleh sosok Gargoyle King dan banyaknya warga yang mengalami kejang-kejang. Apakah Gargoyle King manusia atau mahluk astral? Apa alasannya meneror Riverdale? Kemunculan sosok ini menjadi fokus utama Riverdale Season 3.

Unsur Drama Tetap Dipertahankan

Berubahnya Riverdale dari drama misteri menjadi seperti serial horor dan thriller nggak mengubah ciri khasnya yang tetap mempertahankan unsur drama. Di season ini, hubungan Archie dan Veronica yang berpacaran tetap disajikan. Hanya saja bukan percintaan yang mulus melainkan pasang-surut hubungan mereka.

Veronica merupakan salah satu orang yang ingin membuktikan bahwa Hiram menjebak Archie agar dipenjara. Dia juga yang mengetahui bahwa Hiram mempunyai anak buah yang bisa memproduksi narkoba di penjara dan mengedarkannya di Riverdale. Oleh karena itu, dia bersikeras mencari bukti-bukti untuk membebaskan Archie dari tuntutan.

Selepas Archie bebas, masalah baru datang yaitu Hiram tewas dibunuh. Nggak ada orang yang akan dituduh selain Archie yang banyak berlawanan dengan Archie. Hal itu membuat hubungan Veronica dan Archie bermasalah bahkan sampai putus. Tapi putusnya hubungan asmara nggak membuat mereka terpecah belah untuk memecahkan misteri di Riverdale.

Peran Setiap Karakter

Season ketiga Riverdale secara garis besar menampilkan empat subplot. Ada Veronica yang harus berurusan dengan kelompok orang tuanya dan berimbas pada The Serpents. Ada misteri Gargoyle King beserta permainan berbahaya. Betty berurusan dengan sekte The Farm karena orang tuanya. Terakhir ada Archie yang harus berdamai dengan urusan pribadinya setelah dijebak.

Banyaknya subplot nggak sejalan dengan pemanfaatan banyak karakter yang digunakan di season ketiga padahal beberapa punya peran signifikan di season sebelumnya. Josie hanya tampil beberapa kali. Kevin mendapat peran pada subplot tapi sangat minim. Alice Cooper dan F.P. yang seharusnya bisa lebih dilibatkan pun nggak begitu diberikan porsi.

Lebih Kental dengan Unsur Horor

Season ketiga Riverdale muncul dengan kemasan baru. Di episode-episode awal, kita sudah disuguhkan oleh ajakan masuk sekte, upacara yang aneh, orang kejang-kejang dan bunuh diri yang dikaitkan dengan sebuah permainan mistis. Dibanding dengan dua season sebelumnya, serial ini lagi-lagi secara berani mengubah unsur yang menyertai drama remaja, kali ini menggunakan unsur horor.

Permainan mistis yang ada selalu merujuk pada satu sosok antagonis, The Gargoyle King. Siapa saja yang bertemu dengannya akan meninggal dan meninggalkan bekas luka di punggung berupa tiga buah simbol. Sosok itu juga kerap memberi misi pada siapa saja yang dianggapnya mampu. Kalau misi itu nggak berhasil dikerjakan, maka akan ada hukuman dengan taruhan nyawa.

Bukan hanya The Gargoyle King yang menjadi antagonis di season ketiga ini, ada juga Black Hood yang kembali meneror. Jughead merupakan orang pertama yang melihat ada koneksi antara Gargoyle King, Black Hood dan Archie. Bahkan dia merasa Gargoyle King bukanlah sebuah sosok mistis yang begitu saja muncul melainkan pembunuh berantai.

Tempo di season ini terbilang cepat disertai dengan misteri yang semakin rumit. Hal ini berpotensi menyulitkan penonton yang nggak terbiasa menonton drama remaja dengan muatan yang berat. Tapi dari segi cerita dan misteri yang dibangun, serial ini bisa mengemasnya dengan baik sehingga tetap membuat penasaran.

Menonton Riverdale Season 3 terasa segar karena kemasannya yang jauh berbeda dengan season-season sebelumnya. Untung saja serial ini dengan pintar membuat benang merah yang terhubung dengan cerita-cerita di dua season sebelumnya. Selamat menonton, dan nikmatilah kejutannya. Oh ya, kalau mau ikut mengulas, langsung tulis di kolom komentar ya, teman-teman!

Riverdale Season 3
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram