Sinopsis & Review Record of Youth, Drama Keresahan Anak Muda

Ditulis oleh Syuri
Record of Youth
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Kamu akan diminta menyebutkan kalimat yang kamu ketikkan sebelumnya ke depan muka orangnya langsung (tapi kalau artis bisa saja diwakili oleh manager atau pihak manajemen). Malu banget, nggak, sih?

Nanti, terserah orangnya mau maafin kamu atau ngga. Bisa juga orang itu tetap melanjutkan proses tuntutan dan akhirnya kamu dipenjara (tidak lama, biasanya hanya satu atau beberapa hari) atau didenda sejumlah uang. Dan, ini bakal mencoreng nama kamu seumur hidup, karena kamu jadi punya catatan kejahatan.

Kalau misalnya sebelumnya kamu mendapatkan beasiswa di kampus, itu bisa dicabut, dan kamu juga bisa saja dikucilkan orang-orang sekitarmu yang mengetahui hal ini.

Mirip Film "Parasite"

Konflik kasta sosial lumayan sering dibahas di drama ini, mirip dengan tema utama film "Parasite". Saya sangat suka perpindahan scene ketika keluarga Won yang tajir melintir makan-makan mewah tapi terkesan formal dan tidak akrab, sedangkan keluarga Sa yang miskin makan-makan seadanya tapi terkesan hangat (padahal mereka sering bertengkar, tapi sebenarnya saling sayang dan peduli).

Terus, scene saat Hye Joon dan Hae Hyo bertemu pada malam hari di episode 14. Hye Joon bilang, "Dari rumahmu, kau tidak bisa melihat rumahku. Tapi, dari rumahku, kami bisa melihat rumahmu. Hal itu membuatku ingin menjadi orang kaya."

Seperti yang sudah saya katakan di atas, mereka berdua tinggal di satu daerah tapi beda kawasan, scene ini sebentar tapi sangat menyentuh. Visualisasi ketika sisi perumahan orang kaya terang benderang sedangkan sisi perumahan orang miskin gelap, itu sangat keren, sih.

Oh ya, masih berhubungan dengan pendapat saya sebelumnya, keluarga yang kaya raya sering digambarkan sebagai tempat yang mencekam, tidak bebas, penuh pra-anggapan, dan sebagainya. Sedangkan keluarga miskin digambarkan sering bertengkar (mostly urusan ekonomi) tapi jauh lebih bahagia. Saya tidak tahu ini hanya stereotype saja atau memang banyak terjadi di Korea Selatan.

Keluarga Won menganggap anak-anak mereka item yang harus diatur kehidupannya sejak lahir hingga dewasa, tidak dibiarkan memiliki keputusan sendiri. Itu sangat jelas divisualisasikan. Seperti ibu di keluarga Won yang mengatakan "Hidup ibu akan menjadi bahan tertawaan ayahmu jika ia tahu kau berpacaran dengan Jin Woo " kepada Hae Na, anak gadisnya.

Pertama, dia memang tidak ingin anaknya berhubungan khusus dengan orang miskin. Kedua, dia tidak mau menjadi bulan-bulanan suaminya. Karena, jika kamu menonton drama ini pasti tahu suami istri Won ini memiliki hubungan yang tidak sehat. Seperti mereka satu kamar tapi kasurnya terpisah, selalu bertengkar. Pokoknya tidak harmonislah!

Di sisi lain, keluarga Sa yang kekurangan uang memang sering bertengkar, akan tetapi sebenarnya mereka saling peduli hanya saja gengsi untuk menunjukkannya. Sejak awal drama dimulai, penonton bisa melihat kalau sang ayah dan kakak di keluarga Sa tidak mendukung Hye Joon untuk meneruskan karir dunia hiburannya.

Akan tetapi, setelah akhirnya Hye Joon berhasil, ternyata ayahnya diam-diam mencari tahu tentang kegiatan anaknya, sang kakak ternyata membalas komentar jahat tentang adiknya. Ini menunjukkan sebenarnya mereka saling sayang walaupun di luar nampak sering bertengkar.

Tidak Hanya Anak Muda Saja, Tapi Orang Tua Juga Punya Keresahan

Memang, judul dan tema drama ini lebih berfokus pada keresahan yang dirasakan mayoritas anak-anak muda di Korea Selatan. Akan tetapi, para orang tua pun ternyata memiliki keresahan tersebut.

Seperti ayah dan kakak Hye Joon yang khawatir akan masa depan Hye Joon, ibu dan ayah Hae Hyo juga begitu (walaupun caranya kurang.. tepat), lalu kakek Hye Joon yang selama ini hidup sebagai 'beban keluarga' tapi akhirnya baru bisa menggapai kesuksesan saat usianya hampir 80 tahun.

Drama ini mengajarkan banyak hal, sungguh. Overall, drama ini memang tidak sempurna, tapi worth it untuk ditonton. Ceritanya ringan, tidak terlalu bikin penonton stres, dan ada sisi komedinya juga. Ada pesan moral yang bisa penonton tangkap juga, seperti tidak ada kata terlambat untuk belajar (seperti kakek Hye Joon yang baru jadi model dan artis di usianya yang hampir 80 tahun).

Lalu jangan menyerah dan selalu jujur (kita bisa lihat dari kehidupan Hye Joon dan Jung Ha). Dan, tentunya ada dua pemain yang bikin drama ini ditunggu-tunggu, tapi setelah menonton kamu akan menaydari kalau semua aktor dan aktrisnya bagus-bagus, tidak hanya Park Bo Gum dan Park So Dam saja. Bagaimana kesanmu setelah menonton drama "Record of Youth"?

«12 3
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram