Sinopsis & Review Film Romcom, Punch-Drunk Love (2002)

Ditulis oleh Aditya Putra
Punch-Drunk Love
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Nggak ada orang di dunia ini yang bisa hidup sendirian. Semua orang pasti membutuhkan kehadiran orang lain. Kehadiran teman untuk berbicara menjadi kebutuhan yang mendasar.

Teman berbicara bisa berupa anggota keluarga, teman, sahabat atau pasangan. Dengan berbicara, kita bisa saling mendengarkan. Teman bicara yang baik malah bisa memberikan dukungan ketika dibutuhkan.

Teman berbicara merupakan sosok yang dibutuhkan ketika seseorang merasakan kesepian. Ketika merasa sepi, waktu akan berjalan lebih lambat.

Sosok orang lain dibutuhkan untuk melewati beratnya fase tersebut. Di film Punch-Drunk Love, seorang pria kesepian mendapat masalah tepat ketika dia dimabuk cinta. Seperti apa ceritanya? Mari simak sinopsis dan review film berikut ini.

Sinopsis

punch drunk love-2_

Barry Egan adalah seorang pemilik perusahaan yang menjual alat-alat toilet canggih. Dia mempunyai tujuh orang saudara perempuan. Suatu hari, ada kecelakaan mobil terjadi di jalan dekat kantor Barry.

Salah satu mobil mengeluarkan harmonium di jalanan. Barry mengambil barang itu ke kantornya. Kemudian dia menyimpannya di ruangannya.

Setelah menyimpan harmonium, seorang wanita menghampiri Barry. Wanita itu bernama Lena Leonard. Lena adalah teman kerja Elizabeth (Emily Watson), salah satu saudara perempuan Barry. Lena meminta tolong menitipkan mobilnya yang rusak di dekat kantor Barry. Tanpa berpikir panjang, Barry mengiyakan permintaan Lena. 

Ketika bekerja, satu per satu saudara perempuan Barry menelepon. Mereka menanyakan apakah Barry akan menghadiri acara makan malam keluarga. Barry menerima semua panggilan mereka.

Barry sempat mengiyakan ajakan. Kemudian menolak datang pada saudara perempuannya yang lain. Barry nggak terlalu ingin datang karena saudara-saudaranya kerap mengerjainya.

Elizabeth mendatangi kantor Barry. Dia menanyakan apakah ada temannya yang datang. Dia juga meyakinkan Barry supaya datang. Pasalnya, Elizabeth sudah mengajak Lena untuk datang juga.

Barry malah kikuk mendengar Lena akan datang. Barry kesulitan untuk berkilah. Dia mengiyakan akan datang ke acara makan malam keluarga.

Di acara makan malam keluarga, Elizabeth memberi tahu Barry bahwa Lena nggak jadi datang. Barry digoda habis-habisan oleh saudara-saudara perempuannya.

Orientasi seksual Barry menjadi sasaran. Barry marah besar kemudian memecahkan pintu kaca milik saudara perempuannya. Kemudian dia menghampiri Walter, suami Elizabeth. Barry meminta rekomendasi psikiater pada Walter.

Barry nggak langsung menelepon psikiater. Dia melihat iklan layanan phone-sex di koran. Dia merasa tertarik. Nomor di koran itu dihubungi oleh Barry.

Operator phone-sex meminta Barry untuk memberi tahu data diri. Barry memberi tahu alamat rumah, kantor sampai nomor kartu kredit miliknya. Nggak lama kemudian, Barry mendapat telepon dari wanita bernama Georgia.

Keesokan paginya, Barry kembali ditelepon Georgia. Kali ini Georgia berpura-pura meminjam uang. Barry nggak meresponnya. Dia kemudian pergi ke sebuah supermarket.

Dia melihat ada promosi penerbangan pesawat bagi pembeli sebuah makanan pudding. Semakin banyak pudding yang dibeli, maka jarak tempuh pesawat bisa semakin jauh untuk dipilih pemenang.

Lena datang ke kantor Barry untuk mengambil mobil. Dia secara berani mengatakan tertarik pada Barry. Pemantiknya adalah dia pernah melihat foto keluarga Barry. Lena mengajak Barry untuk makan malam. Di waktu yang bersamaan, Georgia menelepon ke kantor Barry. Barry kesulitan untuk fokus. Dia berjanji akan makan malam dengan Lena.

Barry mulai merasakan cinta pada Lena. Sementara itu, Georgia hanyalah kedok dari orang yang bergerak di bidang pemerasan. Georgia sebenarnya adalah anak buah Dean Trumbell, seorang pemilik toko matras.

Dean mengirim empat orang anak buahnya untuk mencari dan mengambil uang dari Barry. Akankah hubungan Barry dan Lena bertahan di tengah masalah?

Angkat Kisah Pria Kesepian

punch drunk love-3_

Punch-Drunk Love menampilkan sosok Barry sebagai pemeran utama. Barry bukanlah orang biasa. Dia punya rasa khawatir berlebih. Keberadaan tujuh orang saudara perempuan pun nggak membantu.

Mereka malah lebih sering mengejek Barry. Maka dari itu, emosi Barry bisa meledak kapan saja ketika dia merasa tertekan atau tersinggung.

Secara singkat, Barry bisa disebut sebagai pria kesepian. Dia tinggal di rumahnya sendirian. Orang-orang yang berinteraksi dengannya pun hanya para pegawainya. Maka dari itu dia mencoba layanan phone-sex. Barry sama sekali nggak terangsang ketika Georgia menggodanya. Dia hanya ingin punya teman bicara.

Kesepian membuat Barry melakukan hal-hal yang nggak bisa diduga. Dia mengambil harmonium ke ruangannya. Padahal dia nggak punya kemampuan untuk memainkannya.

Dia membeli banyak pudding supaya punya kesempatan memenangkan kesempatan terbang. Padahal dia nggak tahu akan pergi ke mana. Malahan dia memajang pudding itu di kantornya.

Pengemasan Cinta yang Eksentrik

punch drunk love-4_

Kisah cinta Barry dan Lena di Punch-Drunk Love dibuat eksentrik. Barry yang kaku terhadap wanita dipasangkan dengan Lena yang sangat hangat. Kombinasi itu terasa believable. Terlebih keduanya nggak menunjukkan percikan cinta yang berapi-api. Cinta mereka dibangun dengan cara yang sunyi dan perlahan-lahan.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram