Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Project Power, Action Sci-Fic Seru

Sinopsis dan Review Film Project Power, Action Sci-Fic Seru

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pada 14 Agustus 2020 yang lalu, Netflix merilis sebuah film seru bergenre action berjudul Project Power. Film ini sendiri menghadirkan duet aktor papan atas Hollywood, yakni Jamie Foxx, dan Joseph Gordon-Levitt.

Cerita dalam film ini mengisahkan tentang sebuah pil misterius yang dapat memberikan kekuatan super bagi siapa saja yang meminumnya. Di satu sisi, seorang mantan tentara, petugas polisi dan pengedar narkoba berusaha untuk mencegah distribusi pil tersebut agar tidak disalahgunakan oleh banyak orang.

Bagi kalian yang ingin mengetahui kedalaman cerita dari film ini, jangan lewatkan ulasan yang akan dibahas oleh Bacaterus di bawah ini. Mari kita simak sinopsis dan reviewnya, selamat membaca!

Sinopsis

Project Power

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Action, thriller, Science Fiction
  • Rumah produksi: Screen Arcade dan Supermarche
  • Sutradara: Henry Joost dan Ariel Schulman
  • Pemeran Utama: Jamie Foxx, Joseph Gordon-Levitt, Dominique Fishback, dan Rodrigo Santoro

Seorang pengedar narkoba bernama Newt mendapatkan pasokan gratis pil “power” yang diberikan oleh distributor misterius. ia juga sudah mengetahui jika pil tersebut dapat memberikan kekuatan super yang hanya bisa digunakan selama lima menit saja.

Beberapa minggu kemudian, sepupunya yang bernama Robin hampir dirampok oleh orang-orang jahat. Namun, ia berhasil diselamatkan oleh seorang petugas polisi bernama Frank Shaver. Newt kemudian overdosis setelah mengonsumi pil tersebut, dan ia pun meninggal seketika. Di tempat yang lain, seorang pria bernama Art, tengah memburu distributor pil power yang bernama Biggie.

Frank sendiri sempat menggunakan pil power saat ia berusaha menggagalkan para pencuri yang juga diperkuat oleh pil tersebut. Akibatnya, ia diskors oleh kepolisian, dan atasannya pun mengatakan bahwa pihak pemerintah telah melarangnya untuk menghentikan segala bentuk investigasi tentang pil power.

Sementara itu, Art berhasil menemukan Robin dan menculiknya. Ia meminta kepada Robin agar membawanya ke persembunyian kartel narkoba. Di tempat tersebut, Art terluka cukup parah karena terkena tembakan oleh beberapa orang, dan Ia pun mendapatkan fakta bahwa para pengguna pil power sedang dipantau sebagai objek uji coba.

Art lalu bercerita kepada Robin bahwa dirinya adalah mantan tentara Teleios, yakni sebuah perusahaan pertahanan swasta yang bereksperimen kepada dirinya untuk menciptakan kekuatan super. Art sendiri mempunyai seorang anak bernama Tracy yang memiliki kekuatan super tanpa mengonsumsi pil power. Namun, Tracy telah diculik oleh seorang agen Teleios yang bernama Wallace.

Keduanya lalu berhasil menemukan Biggie saat hendak bernegosiasi dengan calon pembelinya. Di waktu yang sama, Frank lalu datang dan ikut campur dalam interogasi tersebut. Biggie lalu mengambil dosis pil power, namun berhasil dibunuh oleh Art dalam sebuah ledakan.

Frank berhasil menangkap Art dan memberi tahu atasannya bahwa ia sudah menemukan pria yang dicarinya itu. Art lalu menjelaskan bahwa atasan kepolisian telah bekerjasama dengan Teleios, dan pil power akan diuji coba massal kepada seluruh warga New Orleans.

Art kemudian sengaja ditangkap untuk diberikan kepada Teleios, dan ia dibawa ke dalam kapal Genesis. Frank serta Robin ikut menyusup ke kapal tersebut agar bisa melakukan investigasi. Ketika situasi sudah mulai terkendali, Frank dan Art berhasil membunuh Wallace, sedangkan Robin akhirnya menemukan Tracy.

Saat mereka hendak melarikan diri, kepala project power, Dr. Gardner kemudian menangkap Robin untuk dijadikan bahan eksperimen selanjutnya. Lewat kekuatannya, Art mampu menyelamatkan Robin, tapi ia kehilangan nyawa saat berhadapan dengan Dr. Gardner. Namun, Tracy dapat menghidupkannya lagi dengan kekuatannya sendiri, dan mereka pun bisa terbebas dari kapal Genesis.

Kurang Gereget dalam Menggambarkan Sosok Antagonisnya

Kurang Gereget dalam Menggambarkan Sosok Antagonisnya

Lewat durasi cukup panjang sekitar dua jam, Project Power mempunyai alur yang sangat padat dan cepat. Film ini juga menyuguhkan petarungan yang begitu intens dengan selalu menghadirkan berbagai macam action di tiap konfliknya.

Karena film ini berjalan cukup padat, rasanya ada beberapa momen yang kurang mendalam untuk dieksplorasi. Bisa dibilang, film ini sedikit terlalu terburu-buru saat ingin menyelesaikan setiap babaknya. Meski begitu, Project Power tetap seru untuk dinikmati, dan menjadi salah satu popcorn movie keluaran Netflix dengan berbagai macam rasa.

Selain hal tersebut, ada nilai minor yang membuat film ini nampak kurang geregetan sebagai tontonan bergenre action Sci-fi. Salah satunya terletak pada tidak cukup superiornya Teleios sebagai perusahaan jahat yang menciptakan pil power.

Di dalam perusahaan tersebut, terdapat tiga nama yang bisa dibilang sebagai sosok penjahatnya, yakni Wallace, Biggie, dan Dr. Gardner. Namun, mereka tidak cukup kejam dan antagonis saat berada dalam film ini. Tidak ada satu pun diantara ketiganya yang berhasil merepresentasikan sosok villain yang dapat membahayakan hingga bisa dikenang sekalipun.

Saat pertama kali film ini menampilkan Biggie, penonton akan merasa bahwa ia adalah sosok penjahat utamanya. Lewat penggambaran karakternya yang cukup licik seperti sosok antagonis pada umumnya, ia sebenarnya berpotensi untuk menjadi villain yang sangat kuat dan menyebalkan. Namun apa daya, dirinya ternyata muncul hingga pertengahan film dengan porsi penampilan yang tidak terlalu banyak.

Sama halnya dengan Biggie, Wallace pun kurang menjadi sosok antagonis yang kuat, dan sosoknya itu tidak mampu membuat cerita film ini lebih berbahaya. Wallace hanya digambarkan sebagai penjahat biasa saja yang kebetulan menjadi seorang agen dari perusahaan Teleios.

Sementara itu, Dr.Gardner yang merupakan ilmuwan dalam penciptaan pil power nampak tidak berdaya. Ia tidak terlihat mengancam, dan tak memiliki kekuatan yang terlalu istimewa. Kehadirannya di akhir film hanya ditampilkan untuk sebatas mengganggu para tokoh utama saat hendak melarikan diri dari kapal genesis.

Kurang kuatnya dalam menggambarkan beberapa tokoh antagonis di film ini membuat mereka tidak terlihat mengancam sama sekali. Karena hal seperti itu, film ini dirasa cukup tanggung dan sedikit hambar. Namun, karena konsep ceritanya cukup unik dan menarik, elemen tersebut masih bisa dimaklumi, dan Project Power masih menyenangkan untuk ditonton.

Film dari Netflix yang Tidak Boleh Terlewatkan

Film dari Netflix yang Tidak Boleh Terlewatkan

Project Power memang tidak sempurna karena memiliki nilai minus yang membuatnya terasa tanggung. Terlepas dari itu, sajian sinematografi dalam film ini harus diberikan pujian yang selayaknya. Salah satu yang menarik adalah adanya adegan slow motion untuk menunjukan kekuatan super ketika pil power telah masuk ke dalam tubuh manusia.

Setelahnya itu, adegan pertarungan digambarkan secara dahsyat seperti layaknya kita menonton film-film superhero pada umumnya. Selain itu, duet antara Jamie Foxx dan Joseph Gordon-Levitt membuat film ini masih sangat seru untuk dinikmati.

Film Project Power masih sangat hangat karena baru saja rilis di bulan Agustus 2020 ini, dan telah mendapatkan ulasan yang cukup beragam dari situs aggregator Rotten Tomatoes. Di situs tersebut, film ini memiliki rating 59% berdasarkan 152 ulasan dengan nilai 5.67/10.

Dalam ulasannya, Rotten Tomatoes memuji penampilan aktris belia bernama Dominique Fishback yang memerankan karakter Robin. Situs tersebut juga menyatakan bahwa Project Power adalah film action thriller yang apik dan menyenangkan.

Secara garis besar, Project Power rasanya akan sangat cocok untuk kalian yang menyukai film-film berjenis action lewat bumbu-bumbu superhero movie. Film ini sekarang sudah tersedia di Netflix, dan bagi yang penasaran dengan jalan ceritanya, langsung saja tonton filmnya ya sekarang juga. Selamat menonton!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *