bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Predator, Makhluk Misterius Menyerang Manusia

Ditulis oleh Aditya Putra
Predator 1
3.5
/5

Karya-karya yang dirilis pada periode tertentu akan merepresentasikan masa itu. Contoh sederhananya adalah film-film noir mencapai masa keemasan di tahun 40-an dan 50-an. Kemudian dekade 70 serta 80-an dikenal dengan masa keemasan film horror. Banyak sekali film bergenre horror yang dirilis pada masa itu.

Selain menjadi panggung untuk film horror, dekade 80-an juga menjadi landasan bagi film-film bergenre sci-fi di dekade-dekade berikutnya.

Di masa itu ada film berjudul Predator yang menggabungkan sci-fi dengan horror. Formula ini kemudian mencuat di akhir tahun 90-an. Seperti apa sinopsis dan review film Predator? Mari kita bahas!

Sinopsis

predator-2_
  • Tahun Rilis: 1987
  • Genre: Science Fiction, Action, Horror
  • Produksi: 20th Century Fox, Lawrence Gordon Productions, Silver Pictures, Davis Entertainment
  • Sutradara: John McTiernan
  • Pemain: Arnold Schwarzenegger, Jesse Ventura, Carl Weathers, Kevin Peter Hall, Bill Duke

Mayor Alan “Dutch" Schaefer adalah veteran Perang Vietnam. Ia ditugaskan bersama tim yang terdiri dari Mac Eliot, Jorge “Poncho” Ramirez, Blain Cooper, Billy Sole, dan Rick Hawkins untuk misi penyelamatan sekelompok pejabat yang diculik di hutan. Sekelompok pemberontak diduga sebagai pelaku penculikan tersebut.

Al Dillon, seorang veteran Perang Vietnam, diberi tugas untuk mendampingi Dutch dan timnya. Memasuki wilayah hutan, Dutch dan timnya menemukan helikopter yang sudah hancur dan tiga mayat. Dutch menduga pelakunya adalah Green Berets, sebuah kelompok yang punya misi rahasia untuk menghabisi para pejabat.

Dutch berhasil menemukan kamp yang ditempati para pemberontak dan agen intelijen Soviet. Dutch bersama timnya membunuh hampir semua yang ada di kamp.

Setelah kejadian itu, Dilon menyatakan bahwa misi yang sebenarnya adalah untuk menghentikan serangan yang ditukangi Soviet. Beberapa minggu sebelumnya, Green Berets dikirim untuk misi itu.

Tim Dutch menangkap Anna, seorang pemberontak yang berhasil menyelamatkan diri. Anna mengatakan bahwa akan ada lebih banyak pemberontak yang datang ke hutan.

Tim Dutch lalu mencoba mengantisipasi kedatangan pemberontak. Mereka bersiap-siap di posisi yang strategis untuk menghabisi para pemberontak. Di tengah persiapan, mereka diikuti oleh makhluk misterius. Billy sempat melihat mahluk itu meski cuma sekilas. Ketika tim teralihkan, Anna melarikan diri.

Hawkins berhasil menangkap Anna tapi makhluk misterius itu menyerang Hawkins sampai tewas. Makhluk itu kemudian melepaskan Anna.

Dutch kemudian membuat rencana pencarian Hawkins tapi Blain harus meregang nyawa karena tertembak senjata plasma makhluk misterius. Mac yang marah besar, meminta rekan-rekannya untuk menembak sembarangan ke wilayah hutan sekitar.

Ide Mac berjalan lancar, makhluk misterius itu terluka dan melarikan diri. Dutch dan timnya sadar bahwa makhluk misterius itu mengintai dan menjadikan mereka target.

Dillon meyakini pelakunya adalah para pemberontak, tapi Billy bersikeras bahwa yang melakukan tindakan itu bukanlah manusia. Dutch dan timnya lalu membuat kamp dan memasang ranjau tapi ranjau itu malah dirusak oleh babi hutan.

Mac mengira babi hutan merupakan makhluk misterius. Dia menembak babi hutan yang sedang mengambil mayat Blain. Dutch menyadari bahwa musuh mereka menggunakan pepohonan untuk bergelantungan ketika membebaskan Anna.

Anna bersaksi kalau dia melihat makhluk itu, Ia juga menyebut makhluk itu dengan sebutan anak kecil.

Keesokan harinya, tim Dutch memasang ranjau berupa jaring. Makhluk misterius itu pun tertangkap, tapi berhasil meloloskan diri dan melukai Poncho.

Mac dan Dillon mencoba mengejarnya, tapi makhluk itu menyerang balik dan membunuh mereka berdua. Sisa dari tim yang selamat mencoba keluar dari hutan. Billy memasang posisi bersiap menembak makhluk itu.

Rencana Billy gagal total karena makhluk itu berhasil membunuhnya dan Poncho. Dutch menyadari bahwa makhluk itu cuma menyerang orang yang bersenjata. Untuk menguji teori itu, Dutch mengirim Anna ke titik kumpul hutan tanpa senjata sama sekali.

Dutch yang mencoba kabur malah terjatuh ke dalam lumpur. Makhluk itu menghampiri Dutch tapi nggak bisa menyerangnya. Bisakah Dutch mengalahkan makhluk misterius itu?

Perubahan Tone Cerita 

predator-3_

Dalam first act, Predator mirip dengan film-film bertemakan war dan action. Ceritanya masih seputar penyelamatan sekelompok pejabat oleh regu tentara.

Memasuki second act, tone cerita berubah drastis dengan unsur horor yang kuat berkat kehadiran makhluk misterius. Makhluk itu menggunakan sensor yang bisa melacak keberadaan musuh lewat alat yang ada di matanya.

Kehadiran sosok makhluk ekstraterestrial dalam cerita langsung menaikkan intensitas horror. Makhluk itu bergerak tanpa terlihat kemudian membunuh satu per satu anggota tim Dutch. Terlepas dari judul filmnya, adegan Dutch dan timnya yang kebingungan cukup masuk akal. Mereka nggak tahu apakah yang menyerang mereka manusia atau bukan.

Ketika menampakkan diri, makhluk ekstraterestrial itu menggunakan baju besi, topeng, serta peralatan yang jauh lebih canggih dibandingkan dengan milik Dutch dan timnya. Adegan saat mereka terjebak di dalam hutan bersama makhluk yang membunuh manusia dengan brutal, berhasil memberikan nuansa mengerikan pada film ini. 

Secara sinematografi, nggak ada yang spesial dari film ini. Hanya saja, pemandangan hutan benar-benar menjadi elemen yang terus dimasukkan hampir di seluruh adegan. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat nuansa ngeri dalam film. Dutch dan para anggota timnya bisa saja nggak keluar dari hutan dan menjadi mayat.

Pendalaman Karakter

predator-4_

Predator nggak memberi banyak waktu untuk pendalaman pada para karakternya. Hanya Dutch dan Dillon yang diberi pendalaman. Itupun terasa minim tapi cukup untuk membuat penonton berpihak pada mereka.

Dampaknya, ketika rekan-rekan Dutch terbunuh, kita nggak akan terpengaruh secara emosional. Kita hanya fokus menunggu aksi-aksi Dutch selanjutnya.

Film garapan sutradara John McTiernan ini nggak menjadikan cerita sebagai andalan. Maka dari itu, semakin cerita berjalan penonton akan semakin bertanya-tanya.

Pertanyaan itu seperti apa alasan makhluk ekstraterestrial menyerang anggota Dutch? Mengapa mereka ada di hutan? Pertanyaan paling besar adalah mengapa ia bertarung tanpa senjata melawan Dutch padahal ia punya senjata yang lebih canggih? Sayangnya, nggak semua pertanyaan yang muncul ada jawabannya.

Penampilan Arnold Schwarzenegger 

predator-5_

Plot dalam Predator sangatlah predictable, tapi caranya membangun narasi Dutch melawan makhluk ekstraterestrial patut diapresiasi. Film ini juga lebih mengandalkan unsur action dengan balutan horror daripada menyajikan cerita yang masuk di akal.

Untungnya, adegan-adegan aksi di film ini cukup seru. Kalau kamu suka adegan tembak-tembakan, kamu akan suka film ini.

Nggak ada yang diandalkan dalam film ini selain Arnold Schwarzenegger yang memerankan karakter Dutch. Fisik kekar dan latar belakangnya sebagai sosok veteran terasa cocok.

Dutch punya persona yang kuat sebagai pemimpin. Dia bisa terlihat begitu tenang ketika menganalisa keadaan. Bahkan ketika posisinya terancam, dia nggak terburu-buru mengambil keputusan.

Predator merupakan tontonan seru dengan banyak tembak-tembakan dan mayat berjatuhan. Durasi selama 109 menit rasanya cukup tepat untuk membuat kita berdebar-debar diteror sosok mahluk ekstraterestrial.

Untuk ukuran film yang rilis tahun 1987, nggak mengherankan kalau film ini menjadi begitu ikonik. Ada film rilisan tahun 90-an yang memorable buat kamu? Kasih tahu di kolom komentar, dong!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram